Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 44 Talak Tiga


__ADS_3

Apa?!"tanya mereka bersamaan.


Sedangkan Bik Minah hanya diam sambil melihat keempat orang itu bergantian.


"Sestsssss!!! Jangan keras-keras!!"seru Reni lagi, kembali menutup bibirnya sendiri dengan jari telunjuknya,"Seorang laki-laki dan perempuan tanpa ikatan suami-istri dalam kamar yang sama malam-malam begini ngapain coba?!"tanya Reni.


"Maksud mama, Keynan berselingkuh dengan Aisyah?!"tanya Dio mengerutkan keningnya.


"Menurut kamu?!"bukannya menjawab Reni malah balik bertanya.


"Jangan berprasangka buruk,ma.Apa mama yakin yang kekamar Aisyah itu Keynan?!"tanya Danu yang dari tadi diam.


Danu merasa tidak percaya jika Keynan masuk ke kamar Aisyah.


"Bagaimana mama tidak berprasangka buruk pa,jika keadaannya seperti ini?!Mama yakin kalau itu menang Keynan,iya kan Bik?!"tanya Reni pada Bik Minah.


"Nggak tau, Nyah,"jawab Bik Minah tampak bingung.


"Gimana sich Bik?!Kok nggak tahu!?"seru Reni bersungut-sungut.


"Lampunya redup Nyah, jadi nggak jelas," ucap Bik Minah.


"Tapi masak iya, Keynan berselingkuh dengan wanita seperti Aisyah?!Mukanya aja seperti itu.Kalau memang benar,rendah sekali selera Keynan.Rasanya aku tidak percaya Keynan lebih tertarik pada Aisyah dari pada kamu Cil,"ucap Dio geleng-geleng kepala merasa tidak percaya.


"Mana mungkin aku dibandingkan dengan perempuan jelek seperti dia,"ucap Cicilia dengan wajah masam, merasa harga dirinya terinjak-injak jika Keynan benar-benar berselingkuh dengan Aisyah.


"Sudah!! Sudah!! Sekarang apa yang harus kita lakukan?!"tanya Reni.


"Untuk mencari kebenarannya kita harus membuka pintu kamar Aisyah,"ucap Dio yang mendapat anggukan dari Reni, Cicilia, Danu dan Bik Minah.


"Tapi , mereka pasti mengunci pintu kan?!"tanya Reni.


"Kalau begitu kita harus memakai kunci cadangan,"ucap Dio.


"Bik, cepat ambil kunci cadangan,"kata Reni.


"Baik, Nyah"sahut Bik Minah langsung mencari kunci cadangan kamar Aisyah.


"Udah ketemu belum Bik?!"tanya Reni tidak sabar.


"Bentar Nyah,ini kuncinya banyak banget,"sahut Bik Minah.


"Ayo,kita cari bersama-sama saja,"kata Reni, karena selama beberapa menit mencari,Bik Minah belum juga menemukan kuncinya.


"Gimana cara nemuin kunci cadangannya?"tanya Dio bingung melihat banyaknya kunci.


"Di kuncinya ada tulisan nomor tiga, Tuan,"kata Bik Minah.


"Nggak ada kunci yang nomornya tiga,"kata Cicilia.


"Bibi nggak salah ingat apa?!Apa benar kunci kamar Aisyah nomor tiga?!"tanya Reni.


"Benar Nyah,semua kunci cadangan ada nomernya Nyah,dan nomor kamar Non Aisyah itu nomor tiga, tapi kok disini tidak ada ya?!"gumam Bik Minah.


"Ya sudah kita langsung ke sana saja,kita ketuk pintunya,"kata Danu yang sudah tidak sabar.


Karena tak kunjung menemukan kunci cadangan, mereka pun setuju dengan usulan Danu.


Sesampainya di depan pintu,"Tunggu!!"kata Reni memegang tangan Danu yang hampir mengetuk pintu kamar Aisyah.


"Kenapa?!"tanya Danu pelan.


"Kalau kita ketuk pintunya nanti mereka sembunyi,kita nggak bisa menangkap basah mereka,"kata Reni pelan.


"Lalu?!"tanya Danu tidak mengerti dengan jalan pikiran istrinya.


"Coba buka, siapa tahu mereka lupa mengunci pintunya.Kalau nggak bisa baru di gedor,"kata Reni

__ADS_1


Di kamar Aisyah.


"Terimakasih Ay,"ucap Keynan yang baru saja mendapatkan pelepasan.


"Hemm,"sahut Aisyah lalu tersenyum manis pada Keynan.


Keynan mencium kening,pipi,hidung dan terakhir bibir Aisyah.Kemudian mencabut penyatuannya dengan Aisyah lalu berbaring disamping Aisyah, menutup tubuh mereka dengan selimut kemudian merengkuh Aisyah dalam pelukannya, menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Aisyah.


"Mas mencintaimu,"ucap Keynan menciumi puncak kepala Aisyah.


Sementara didepan pintu dengan tangan yang gemetaran Danu memegang handel pintu.Menempelkan telinganya di pintu kamar seolah ingin mendengar ada suara apa dari dalam.Takut jika apa yang dipikirkan semua orang benar-benar terjadi.


"Ihh papa,kok cuma dipegang sich?!Ayo buka pa!!!Lama sekali sich?!"kata Reni yang sudah tidak sabar.


"Awas biar Dio saja,"ucap Dio menggeser tubuh papanya kemudian mulai membuka pintu kamar Aisyah.


"Ceklek"merasa pintu tidak dikunci Dio pun langsung mendorong pintu itu sekuat tenaga.


"Brak"pintu pun membentur dinding dan terbuka sempurna.


Keynan yang mendengar pintu dibuka pun langsung menenggelamkan wajah Aisyah di dadanya yang bidang hingga kelima orang didepan pintu itu tidak dapat melihat wajah Aisyah.


"Astaga!!!!"pekik kelima orang itu bersamaan.


Mereka berlima sangat terkejut saat melihat Keynan memeluk sosok yang hanya terlihat kepalanya berambut hitam yang mereka yakini adalah Aisyah.


Sedangkan tubuh Keynan tertutup selimut sebatas dada tanpa baju atasan.Dan jangan lupakan baju yang berceceran di lantai karena Keynan melemparnya ke sembarang arah.


"Key,apa yang kamu lakukan?!"tanya Danu, shock melihat Keynan.


"Dasar perempuan tidak tahu diri!!"pekik Cicilia berlari kearah Aisyah.


"Stop!! sergah Danu yang langsung menghalangi Cicilia,tahu apa yang akan dilakukan Cicilia.


"Lepaskan aku pa,akan aku habisi pelakor itu, dasar perempuan murahan,sok alim, tidak tahu diri,pel......."pekik Cicilia langsung dipotong Danu.


"Cukup Cicilia, Dio bantu papa,"bentak Danu memotong kata-kata Cicilia membuat Cicilia tersentak.


"Kalian keluar dulu, tunggu kami di ruang keluarga,"kata Keynan dengan wajah datar dan tatapan dingin.


"Lepaskan aku,aku ingin mencakar wajah perempuan itu,"pekik Cicilia.


"Ayo,kita keluar dan tunggu mereka di ruangan keluarga,"ucap Danu.


Bik Minah kembali menutup pintu kamar Aisyah.Sedangkan Danu dibantu Dio,


membawa Cicilia ke ruang tamu.Cicilia berusaha memberontak dan terus mengumpat Aisyah.


"Lepaskan aku,akan ku buat perhitungan dengan perempuan jal*ng itu,"teriak Cicilia.


"Cicil!!Diam dan duduklah dengan tenang atau papa akan mengikat dan menutup mulutmu!!"bentak Danu lebih keras dari yang tadi, kesal dengan sikap Cicilia yang terus memberontak dan mengumpat.


Semua orang terkejut dengan suara Danu yang menggelegar itu.Akhirnya Cicilia pun menuruti kata-kata Danu dan berusaha tenang, karena takut melihat kemarahan Danu yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


Selama ini Danu selalu tenang dan lembut dalam bertutur kata.Tapi kali ini semua orang benar-benar terkejut dengan kemarahan Danu.


"Keynan benar-benar berselingkuh dengan Aisyah?!"batin Reni tidak percaya.


Apa-apaan ini?! Keynan lebih suka bercinta dengan perempuan buruk rupa itu dari pada bercinta dengan aku yang sempurna ini?!"batin Cicilia, merasa harga dirinya terluka.


"Apa aku bermimpi?!Aku tidak percaya Tuan Muda berselingkuh dengan Non Aisyah,"batin Bik Minah sampai-sampai mengucek matanya beberapa kali bahkan menampar wajahnya sendiri.


"Apa Keynan itu sudah buta?! Menolak Cicilia yang begitu sempurna hanya untuk wanita buruk rupa.Apa perempuan itu sudah mengguna-gunai Keynan?!"batin Dio geleng-geleng kepala seakan tidak percaya.


Mereka berlima pun berjalan menuju ruang tamu dan duduk di sofa ruang tamu.


Bik Minah menyalakan lampu di ruang tamu kemudian berdiri dibelakang kursi tempat Danu dan Reni duduk.Sedang Cicilia duduk dengan menahan amarahnya.

__ADS_1


Di kamar Aisyah.


"Mas, bagaimana ini?! Mereka sudah pada tahu,"tanya Aisyah nampak gelisah.


"Tidak perlu takut Ay, cepat atau lambat mereka juga pasti akan tahu,"kata Keynan tenang.


"Tapi Mas....."kata-kata Aisyah dipotong Keynan.


"Ayo Ay, kita mandi dulu,"ucap Keynan langsung bangkit dan mengendong Aisyah kekamar mandi.


"Masss!!"pekik Aisyah yang kaget dengan gerakan cepat Keynan.


"Kita mandi bersama,biar cepat,"ucap Keynan mengecup bibir Aisyah sekilas.


"Mas,kata Mas akan bahaya jika semua orang tahu tentang hubungan kita?!"tanya Aisyah sembari membersihkan diri.


"Ya sekarang udah ketahuan Ay, kita sudah tertangkap basah,"ucap Keynan yang juga membersihkan diri.


"Lalu nanti Mas akan ngomong apa sama mereka?!"tanya Aisyah.


"Sudah,kamu tidak perlu memikirkan apapun,biar Mas yang bicara pada mereka nanti,"ucap Keynan.


Selesai mandi Aisyah dan Keynan pun langsung memakai pakaian mereka.Dan segera keluar dari kamar.


Keynan berjalan menuju ruang tamu dengan menggenggam tangan Aisyah.


"Ya Allah, aku merasa seperti akan disidang di pengadilan,"batin Aisyah yang merasa risih dengan tatapan kelima orang yang ada diruang tamu.


Ada Cicilia dengan tatapan mata marah dan benci,Danu dengan tatapan kecewa dan tidak percaya serta Reni, Dio dan Bik Minah dengan tatapan tidak percaya bercampur penasaran, kok bisa Keynan berselingkuh dengan Aisyah, kira-kira begitulah yang ada di pikiran mereka.


Sedangkan Keynan dengan wajah datarnya tampak tenang berjalan ke ruang tamu menggandeng tangan Aisyah dan dengan santainya duduk di sofa dengan tangan kanannya merengkuh pinggang Aisyah.


Semua mata pun tak luput memandang semua perlakuan Keynan kepada Aisyah itu.


"Dia menggandeng dan memeluknya?! Sedangkan padaku,jangankan menyentuh tubuhku, bahkan aku sentuh pun dia tidak mau.Apa kelebihan perempuan itu dariku?!"batin Cicilia tak terima.


"Pakai ilmu pelet apa perempuan itu hingga bisa membuat Keynan yang dingin dan datar itu mau dengannya,"batin Reni.


"Key,papa rasanya tidak percaya jika tidak melihat dengan mata dan kepala papa sendiri.Papa kecewa,kamu berselingkuh dengan Aisyah?!"tanya Danu memulai pembicaraan.


"Key tidak berselingkuh dengan Aisyah,"ucap Keynan tegas.


"Tidak berselingkuh dengan dia?!Kami melihat dengan mata dan kepala kami sendiri,kamu tidur dengan perempuan itu,"sergah Cicilia yang sudah dari tadi menahan amarahnya.


"Memangnya kenapa jika aku tidur dengannya?!"tanya Keynan santai.


"Kenapa katamu?!Tentu saja aku tidak terima, yang menjadi istrimu itu aku ,bukan dia!!"kata Cicilia sambil menunjuk Aisyah.


"Aisyah adalah istriku,"sahut Keynan tegas.


"Apa?!"ucap mereka berlima seolah tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Kamu diam-diam menikah dengan dia?!Aku tidak terima, aku tidak mau dimadu,ceraikan dia sekarang juga!!!"ucap Cicilia berapi-api.


"Sampai matipun aku tidak akan pernah menceraikan Aisyah,"ucap Keynan tegas.


"Tapi aku tidak mau dimadu.Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus menceraikan dia!!"ucap Cicilia penuh amarah.


"Baiklah,aku akan memberikan keputusan,"ucap Keynan lalu berdiri dari duduknya.


Semua orang nampak tegang, menunggu apa yang akan terjadi.


Keynan berjalan menghampiri Cicilia kemudian berdiri tepat didepan Cicilia.


"Cicilia Agnesia binti Wira Ganendra,Aku talak kamu,Aku talak kamu, Aku talak kamu,"ucap Keynan tegas dan lantang.


...🌟 Terkadang kita sulit membedakan antara mencintai atau obsesi berkedok mencintai.🌟...

__ADS_1


..."Author"...


To be continued


__ADS_2