Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 93 Akhir Kisah


__ADS_3

"Istri anda?!"tanya Mahesa tidak mengerti.Kemudian Mahesa pun menatap Aldo.


"Saya tidak pernah mengganggu istri orang pa,"sahut Aldo yang mengerti arti tatapan Mahesa.


"Anda pernah berusaha menculik adik saya dari sebuah kafe, saya mempunyai saksi dan juga buktinya,"sahut Bayu.


"Apa itu benar?"tanya Mahesa menatap tajam pada Aldo. Aldo pun hanya menundukkan kepalanya, membuat Mahesa menghembuskan nafas berat.


"Tapi saya tidak pernah menganggu istri Tuan Satria, pa. Kenal istri Tuan Satria saja tidak,"ucap Aldo membela diri.


"Kamu kenal dengan Dinara Ashana, kan?"tanya Satria.


"Iya,"sahut Aldo.


"Dinara Ashana adalah istri saya,"ucap Satria membuat Aldo dan Mahesa terkejut.


"Maksud anda...anda adalah menantu Tuan Tirta?"tanya Mahesa memastikan.


"Iya,Nak Satria adalah menantu saya,"sahut Tirta memperjelas jawaban Satria, membuat nyali Mahesa dan Aldo semakin menciut.


"Jadi, apakah tidak ada kemungkinan untuk kita berdamai?"tanya Mahesa memberanikan diri.


"Kami sudah sepakat tidak akan membuat laporan tentang kasus penculikan waktu itu, tapi kami tidak akan mencabut laporan tentang penyerangan kemarin. Kami harap, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi putra anda agar lebih berhati-hati dan berpikir dahulu sebelum melakukan sesuatu,"jelas Tirta.


"Baiklah Tuan, putra saya akan bertanggung jawab atas perbuatannya,"ucap Mahesa. Akhirnya Mahesa dan Aldo pun pasrah dengan keputusan dari pihak Tirta.


***


Di sebuah ruangan, nampak Santi yang sedang duduk di pojok ruangan.Semenjak di bawa ke tempat itu, Santi tidak mau didekati siapapun kecuali dokter yang menanganinya. Ingatan Santi berputar saat mengingat dirinya di bully oleh teman laki-laki yang di sukai olehnya.


Saat Santi menahan rasa sakit yang luar biasa karena menjalani operasi plastik yang hampir merombak keseluruhan tubuhnya agar dirinya tidak di bully lagi, hingga saat kedua orang tuanya meninggal di depan matanya karena balas dendam seseorang padanya.


Semua kenangan itu berputar begitu menyakitkan bagi Santi. Sampai ingatannya berputar mengingat berapa nyawa yang telah melayang karena dirinya, berapa banyak orang yang terluka karenanya. Rasa bersalah dalam dirinya begitu besar hingga Santi lebih memilih mengurung diri di ruangan itu.


"Santi, ayo makan dulu,"ucap seorang dokter perempuan dengan suara lembut, menghampirinya.


"Apa dokter juga membenci saya,"tanya Santi lirih.


"Apa kira-kira alasannya jika saya membenci kamu?"jawab sang dokter balik bertanya.


"Saya bukan orang baik, saya jahat. Tangan ini telah banyak membuat orang lain terluka bahkan meninggal dunia. Bahkan orang tua saya meninggal karena balas dendam orang kepada saya."ucap Santi dengan air mata mengalir menatap kedua tangannya yang bergetar.


"Orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan.Tapi yang mau menyadari kesalahannya dan mau memperbaikinya,"ucap sang dokter.


"Dokter fans berat Rhoma Irama ya?"ledek Santi tersenyum dengan air mata membasahi pipinya.


"Anggap saja seperti itu,"ucap dokter tersenyum.


"Dokter, bolehkah saya meminta satu hal?"tanya Santi menatap sang dokter.


"Apa?Jika saya bisa, saya akan memberikannya,"jawab dokter.


"Saya ingin mengunjungi makam kedua orang tua saya,"ucap Santi.


"Saya akan membicarakannya dulu dengan orang yang berwenang di sini.Kamu bisa menunggu kan?"tanya dokter.


"Iya,"sahut Santi.


Setelah mendapat izin dari yang berwenang di tempat itu dengan persetujuan Bayu dan Keynan, akhirnya Santi diperbolehkan mengunjungi makam kedua orang tuanya di kawal oleh anak buah Bayu.


Santi duduk di kursi penumpang di sebelah kemudi, sedangkan dokter yang merawatnya menjadi pengemudi mobil itu. Sedangkan anak buah Bayu mengawal mereka tepat dibelakang mobil mereka. Setelah tiba di makam kedua orang tuanya yang berdampingan, Santi langsung membersihkan kedua makam itu.


"Ma,pa, maafkan Santi. Santi bukan anak yang baik dan berbakti, bahkan Santi tidak sempat membahagiakan kalian berdua,"ucap Santi duduk di antara kedua makam orang tuanya dengan berderai air mata.


Setelah mendoakan kedua orang tuanya, Santi pun masuk kedalam mobil untuk kembali ke tempatnya dirawat.


"Santi, kamu diam dulu ya? Saya mau membeli minuman di mini market itu,"ucap dokter cantik itu pada Santi, menepikan mobilnya lalu menunjuk sebuah mini market.


"Iya,"sahut Santi.


Santi menatap mobil didepannya yang sedang menaikkan siswa-siswi SD.Saat seluruh anak SD itu hampir naik semua ke dalam mobil, Santi melihat sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi kearah mobil yang ditumpangi siswa-siswi SD itu.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang Santi langsung pindah ke kursi kemudi, menyalakan mobil dan langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi menabrak mobil yang ditumpangi siswa-siswi SD itu agar mobil yang baru akan melaju itu terdorong ke depan lebih cepat bertepatan dengan truk yang melaju kencang.


"Brakkk....Brakkk...Brakkk...."


Truk yang seharusnya menabrak mobil yang ditumpangi siswa-siswi SD akhirnya menabrak mobil yang dikendarai Santi. Karena truk itu menabrak mobil yang dikendarai Santi dengan kecepatan tinggi mobil yang dikendarai Santi pun berguling beberapa kali.


"Santi..!!"pekik dokter yang merawat Santi, segera berlari menghampiri Santi dalam mobil yang posisinya terbalik.


Anak buah Bayu yang tadinya menyangka Santi akan melarikan diri pun menghampiri mereka.Dokter itu melihat Santi yang sudah berlumuran darah tapi masih sadar.


"Santi.!!"panggil dokter itu.


"Dok, terimakasih sudah mau menemani saya selama dua Minggu ini. Anda adalah teman terbaik yang pernah saya miliki. Jika nyawa saya tidak tertolong, saya ingin dokter mendonorkan seluruh anggota tubuh saya kepada orang yang membutuhkan,"ucap Santi tersenyum, kemudian perlahan menutup matanya.


"Santi.."pekik dokter itu.


***


Di rumah sakit tempat Aisyah di rawat. Keynan mengangkat telepon dari Bayu.


"Halo, Bay,"sahut Keynan menerima panggilan telepon dari Bayu.


"Halo, Key.Aku ingin menyampaikan berita duka,"ucap Bayu dari ujung telepon.


"Berita duka?"tanya Keynan.


"Iya, pengawal yang kita tugaskan mengawal Santi memberi kabar bahwa Santi baru saja meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit,"


"Dia mencoba menyelamatkan siswa-siswi SD yang hampir ditabrak truk yang supirnya mengantuk dengan menabrak mobil anak sekolah itu sehingga mobil Santi yang akhirnya ditabrak truk itu,"jelas Bayu.


"Inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un.Aku serahkan pemakamannya pada mu Bay,"sahut Keynan.


"Untuk sekarang kita belum bisa mengurus pemakamannya, Key. Karena Santi berwasiat pada dokter yang merawatnya bahwa dia ingin mendonorkan seluruh tubuhnya untuk orang yang membutuhkan,"jelas Bayu.


"Subhanallah, teryata di akhir hayatnya dia insaf dan mau berbuat baik. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosanya dan menerima amal ibadahnya. Aamiin,"ucap Keynan tulus.


"Aamiin,"sahut Bayu, kemudian sambungan telepon pun diakhiri.


"Iya,"sahut Aisyah.


Dua Minggu setelah dirawat di rumah sakit, akhirnya Aisyah bisa pulang. Walaupun belum sepenuhnya ingatan Aisyah kembali, namun Aisyah perlahan bisa menerima kehadiran Keynan.


Ketulusan hati Keynan dalam menjaga dan merawatnya membuat hati Aisyah luluh. Walaupun terkadang Aisyah masih merasa canggung jika berada didekat Keynan.


Empat puluh lima menit kemudian Aisyah dan Keynan pun sampai di rumah. Baru beberapa langkah Aisyah memasuki rumah itu, tiba-tiba kepala Aisyah terasa sakit.


"Ay, apa kepala mu sakit?"tanya Keynan khawatir.


Akhirnya Keynan mengajak Aisyah untuk duduk duduk dulu diruang tamu.


"Aku ingat rumah ini, aku mulai mengingat semuanya,"batin Aisyah.


"Apa perlu Mas gendong ke kamar?"tanya Keynan khawatir.


"Tidak usah Mas,ini sudah mendingan kok,"jawab Aisyah.


"Ais... akhirnya kamu pulang juga.Mama sudah rindu memasak dengan kamu,"ucap Reni menyambut Aisyah dengan penuh suka cita.


'Iya ma,"sahut Aisyah.


"Selamat datang kembali ke rumah Aisyah,"ucap Danu.


"Terimakasih,pa,"sahut Aisyah.


Selama Aisyah di rumah sakit, hampir setiap hari Reni mengunjungi Aisyah bahkan terkadang menginap di rumah sakit, walaupun sudah di larang oleh Keynan. Sedangkan Danu juga sering menyempatkan diri untuk menjenguk Aisyah.


Danu sangat senang saat melihat bahwa wajah wanita yang menjadi pendamping hidup putranya sangat cantik. Tapi Danu juga merasa malu karena sempat tidak menyukai Aisyah karena setahunya wajah Aisyah tidak cantik.


"Biarkan Aisyah istirahat dulu, ma,"ucap Dio yang tiba-tiba muncul.


"Mama kesepian tidak ada Aisyah di rumah. Kamu di suruh mama cepat-cepat menikah, tapi sampai sekarang masih jomblo saja,"sindir Reni.

__ADS_1


"Dio sudah punya calon ma, tapi Dio takut papa dan mama tidak setuju dengan pilihan Dio,"sahut Dio serius.


"Memang apa alasannya sampai kamu takut mama dan papa tidak setuju?"tanya Danu.


"Karena dia seorang janda,"jawab Dio.


"Mama tidak masalah walaupun calon mantu mama janda, yang penting kalian sama-sama suka dan dia mau menerima kamu apa adanya. Iya kan pa?"tanya Reni pada Danu.


"Terserah mama saja,"sahut Danu. Bagi Danu percuma memberikan pendapat, karena jika tidak sesuai dengan keinginan Reni, maka Reni akan terus mengoceh dan Danu tidak tahan mendengarnya.


"Benarkah pa,ma? Terimakasih mama dan papa sudah setuju,"ucap Dio langsung memeluk Reni dan Danu bergantian.


"Asal kamu bahagia,mama akan mendukung kamu. Lagian mama juga nggak terlalu berharap kamu akan menikahi seorang gadis, orang kamu aja bukan lagi perjaka,"sahut Reni enteng.


"Mama,"rengek Dio.


Sedangkan Keynan dan Aisyah hanya bisa menahan tawa mendengar percakapan Reni.


"Pa,apa papa tahu kalau Santi sudah meninggal?"tanya Keynan.


"Iya, kami semua sudah tahu.Nanti papa akan mengurus pemakaman Santi,"sahut Danu.


"Bayu akan membantu papa.Ya sudah Key akan membawa Aisyah untuk istirahat,"ucap Keynan kemudian meninggalkan mereka bertiga menuju kamar mereka.


"Apa kamu mengingat kamar ini, Ay?"tanya Keynan.


"Iya ,"sahut Aisyah.


Keynan mendekati Aisyah kemudian mengajaknya untuk duduk di tepi ranjang. Perlahan Keynan melepaskan cadar dan hijab Aisyah. Keynan mengelus wajah Aisyah yang masih ada bekas luka yang terlihat samar.


Perlahan Keynan mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah. Hati Aisyah berdetak kencang saat wajah Keynan semakin dekat dengan wajahnya. Kemudian dengan lembut Keynan mencium bibir Aisyah. Aisyah hanya diam terpaku saat Keynan mencium bibirnya dengan lembut. Bahkan memeluk tubuh Aisyah yang terasa limbung tak tenaga.


Saat Keynan menciumnya, Aisyah mulai mengingat setiap kebersamaan mereka sebelum kecelakaan itu terjadi. Perlahan semua ingatan itu semakin jelas dan akhirnya kembali. Saat Aisyah menemukan Keynan di pinggir jalan dalam keadaan terluka, menikah kemudian berpisah dengan Keynan


Ingatan dirinya diculik oleh jaringan Human trafficking hingga keguguran karena menyelamatkan Danu.Saat mereka bertemu lagi tapi Keynan sudah menikah dengan Cicilia hingga Keynan terpaksa menyelinap ke kamarnya setiap malam.


Hampir ternoda di rumah suaminya sendiri hingga beberapa kali Santi ingin mencelakakan dirinya sampai terakhir kalinya Aisyah kehilangan ingatannya.


"Istirahatlah,"ucap Keynan setelah melepaskan tautan bibir mereka kemudian mengusap bibir Aisyah yang basah karenanya.


"Mas..!!"panggil Aisyah saat Keynan sudah berdiri hendak melangkah meninggalkannya.


Keynan mengurungkan langkahnya kemudian kembali duduk menghadap Aisyah. Namun tiba-tiba Keynan terkejut saat Aisyah tiba-tiba memeluknya.


"Maafkan Aisyah, Mas,"ucap Aisyah.


"Maaf untuk apa?"tanya Keynan memeluk dan mengusap lembut punggung Aisyah.


"Maaf, karena telah melupakan, Mas,"sahut Aisyah mendongakkan kepalanya menatap wajah Keynan.


"Kamu sudah mengingat semuanya?"tanya Keynan penuh harap.


"Iya, Aisyah sudah bisa mengingat semuanya,"sahut Aisyah.


Keynan yang merasa bahagia pun menghujani wajah Aisyah dengan ciuman.


"π•¬π–π–š π–™π–Žπ–‰π–†π– π–•π–Šπ–—π–“π–†π– π–™π–†π–π–š π–˜π–šπ–—π–†π–™π–†π–“ π–™π–†π–π–‰π–Žπ–— π–žπ–†π–“π–Œ π–‰π–Žπ–™π–šπ–‘π–Žπ–˜ π–šπ–“π–™π–šπ– π–π–Žπ–™π–†.π•Ώπ–†π–•π–Ž π–†π–π–š 𝖆𝖐𝖆𝖓 π–‡π–Šπ–—π–šπ–˜π–†π–π–† π–šπ–“π–™π–šπ– π–’π–Šπ–’π–‡π–†π–π–†π–Œπ–Žπ–†π–π–†π–“ π–π–†π–’π–š π–π–Žπ–“π–Œπ–Œπ–† π–†π–π–π–Žπ–— π–šπ–˜π–Žπ–†.π•Έπ–Šπ–“π–π–†π–Œπ–†π–’π–š π–π–Žπ–“π–Œπ–Œπ–† π–†π–π–š π–’π–Šπ–“π–šπ–™π–šπ–• 𝖒𝖆𝖙𝖆 π–‰π–Šπ–“π–Œπ–†π–“ π–˜π–Šπ–Œπ–Šπ–“π–†π–• π–π–Žπ–œπ–† 𝖉𝖆𝖓 π–—π–†π–Œπ–†. π•Ώπ–Šπ–™π–†π–•π–‘π–†π– π–‡π–Šπ–—π–˜π–†π–’π–†π–π–š π–˜π–†π–’π–•π–†π–Ž π–†π–π–š π–‰π–Ž π–•π–†π–“π–Œπ–Œπ–Žπ–‘ -π•Ήπ–žπ–†"


...π•Άπ–Šπ–žπ–“π–†π–“...


"π•¬π–π–š 𝖆𝖐𝖆𝖓 π–˜π–Šπ–‘π–†π–‘π–š π–‰π–Ž π–˜π–Žπ–˜π–Žπ–’π–š π–π–Žπ–“π–Œπ–Œπ–† π–’π–†π–‘π–†π–Žπ–π–†π–™ π–’π–†π–šπ–™ π–’π–Šπ–“π–π–Šπ–’π–•π–šπ–™ π–π–š. π•Έπ–Šπ–“π–π–†π–‰π–Ž π–•π–Šπ–“π–‰π–†π–’π–•π–Žπ–“π–Œ π–π–Žπ–‰π–šπ–• π–’π–š 𝖉𝖆𝖑𝖆𝖒 π–˜π–šπ–π–† 𝖉𝖆𝖓 π–‰π–šπ–π–† π–’π–š. π•Έπ–Šπ–“π–ˆπ–Žπ–“π–™π–†π–Ž π–’π–š 𝖙𝖆𝖓𝖕𝖆 π–’π–Šπ–’π–†π–“π–‰π–†π–“π–Œ π–π–Šπ–π–šπ–—π–†π–“π–Œπ–†π–“ π–’π–š. π•Ύπ–Šπ–•π–Šπ–—π–™π–Ž π–†π–π–š π–’π–Šπ–“π–ˆπ–Žπ–“π–™π–†π–Ž π•Ύπ–†π–“π–Œ π–•π–Šπ–’π–Žπ–‘π–Žπ– π–π–Žπ–‰π–šπ–• π–π–š. "π•Έπ–Šπ–“π–ˆπ–Žπ–“π–™π–†π–Ž 𝕿𝖆𝖓𝖕𝖆 π•Έπ–Šπ–‘π–Žπ–π–†π–™"


...π•¬π–Žπ–˜π–žπ–†π–...


🌟"Cinta tidak mencari yang sempurna, tapi melihat orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna. Karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya."🌟


The end


Makasih sudah mampir dan membaca sampai akhir.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Mampir lagi di "Suami Berkedok Atasan " ya.?!πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2