
"Hajar dia !!"perintah salah satu orang yang menghadang Satria dan Dinara.
Delapan orang pria itu mulai mendekati Satria dan Dinara.Satria sudah pasang kuda-kuda, sedangkan Dinara yang berada dibelakang Satria nampak menaikkan roknya dan mengikatnya di pinggang hingga terlihat Dinara yang memakai celana panjang.
Enam orang pria itu mulai menyerang Satria sedangkan dua lainnya berusaha menangkap Dinara.Tapi tanpa mereka duga Dinara memberikan pukulan yang keras pada dua pria itu.
"Siall !!!"ternyata mereka berdua bisa ilmu bela diri,"umpat Aldo yang masih berada dalam mobil.
Aldo sangat yakin bahwa orang-orang suruhannya akan mampu mengatasi Satria.Tapi ternyata ilmu beladiri Satria tidak bisa di pandang enteng.Bahkan yang lebih membuat Aldo terkejut, ternyata Dinara juga menguasai ilmu beladiri yang mumpuni juga.
Satria mencoba melawan orang -orang yang menyerang dirinya dan Dinara dengan jurus yang bisa menumbangkan mereka dengan cepat.Satria juga berusaha agar tidak banyak yang menyerang Dinara mengingat kondisi Dinara sekarang yang sedang mengandung.
Dinara sendiri juga berhati-hati dalam menghadapi lawannya agar semua gerakan yang dilakukanya tidak membahayakan janin yang sedang di kandungnya.
Perkelahian semakin sengit, walaupun Satria dan Dinara hanya berdua,tapi mereka sama sekali tidak terlihat kewalahan.Tiga dari delapan pria itu pun akhirnya mulai mengeluarkan pisau untuk melawan Satria dan Dinara.
"Hati-hati Sya,"ucap Satria merasa agak khawatir dengan keadaan Dinara.
"Kakak jangan cemas,aku sudah dilatih melawan orang yang menggunakan senjata walaupun dengan tangan kosong,"sahut Dinara.
"Ah iya,aku lupa kalau istri ku anak mantan mafia. Nggak mungkin mereka tidak membekali Dinara dengan ilmu beladiri,"batin Satria, namun tetap khawatir dengan kandungan Dinara.
Perkelahian pun kembali terjadi namun sekeras apapun delapan orang itu melawan Satria dan Dinara, mereka tidak dapat menumbangkan Satria dan Dinara.Bahkan mereka sudah terlihat kewalahan menghadapi sepasang suami istri itu.Pisau yang mereka gunakan pun sudah terlempar entah kemana.
Aldo yang melihat semua orang suruhannya hampir tumbang pun mencari jalan aman. Aldo langsung melarikan diri dengan mobil yang tadinya menghadang motor Satria.
"Siall !! Rencana ku gagal lagi kali ini,"umpat Aldo sambil melajukan mobil yang dikendarainya dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Katakan..!! Siapa yang menyuruh kalian !!bentak Satria sambil menginjak dada salah seorang pria yang dikalahkannya.
"Kami tidak tahu,"jawab pria itu.
"Krakkk..."
"Ahkkkk...."pekik seorang pria yang tadi menjawab pertanyaan Satria.Satria memelintir lengan pria itu hingga terdengar suara tulangnya patah.
"Aku akan mematahkan tulang-tulang kalian satu persatu jika kalian tidak mau mengatakan siapa orang yang menyuruh kalian,"kata Satria dengan aura yang dingin dan penuh penekan di setiap kata-katanya.
"Aldo..!! Aldo yang menyuruh kami,"ucap pria itu ketakutan melihat aura dingin yang terpancar di wajah Satria,tidak mau tulang-tulangnya dipatahkan.
"Apa Aldo yang bersekolah di SMA xx?tanya Satria.
"Iya tuan,"jawab orang suruhan Aldo.
Tiba-tiba sebuah mobil yang ditumpangi empat orang pengawal Dinara pun tiba di tempat itu. Mereka langsung turun dari mobil mereka dan menghampiri Satria dan Dinara.
"Tuan Muda, Nona Muda,maaf kami terlambat.Kami terjebak macet,"ucap seorang pengawal.
"Bawa mereka dan pastikan mereka mendekam di penjara bersama orang yang menyuruh mereka,"ucap Satria.
"Baik Tuan Muda,"ucap ke empat pengawal itu, lalu membawa delapan orang pria yang sudah babak belur itu ke dalam mobil mereka yang cukup besar.
Kamu tidak apa-apa?"tanya Satria sambil mengelus kepala Dinara yang tertutup jilbab.
"Nggak kak.Aku baik-baik saja,"jawab Dinara.
"Bagaimana dengan kandungan kamu?"tanya Satria kemudian mengelus perut Dinara lembut.
"Nggak apa-apa juga kak.Aku menjaga gerakan ku agar tidak berpengaruh dengan anak kita,"jelas Dinara.
"Syukurlah,"ucap Satria kemudian membenarkan rok Dinara dengan melepaskan ikatan rock Dinara.
"Kakak tidak menyangka kalau kamu bisa ilmu beladiri,"kata Satria.
"Dari kecil papa menyuruh orang kepercayaannya untuk melatihku ilmu bela diri,"sahut Dinara.
"Itu bagus.Dan kamu nampaknya sangat menguasai ilmu beladiri,"puji Satria jujur.
"Aku juga tidak menyangka kalau kakak mempunyai ilmu beladiri setinggi itu,"sahut Dinara yang kagum akan kemampuan beladiri Satria yang menurutnya sama dengan ilmu beladiri yang dimiliki oleh Bayu. Karena Dinara terkadang juga suka berlatih dengan kakaknya itu.
"Laki-laki harus bisa Ilmu beladiri untuk melindungi orang yang dicintai.Kita lanjutkan perjalanan ya?"ajak Satria.
"Iya,"jawab Dinara sambil tersenyum.
***
Sementara di tempat lain.
"Pak,kita ke panti asuhan yang berada di jalan xx ya?!"ucap Aisyah pada supirnya.
"Baik, Nyonya,"sahut sang supir.
"Tapi kita berhenti di mini market yang dekat dengan apotik itu ya Pak?!"ucap Aisyah.
"Iya Nyonya,"sahut pak supir.
"Dia berhenti di mini market? Ini kesempatan bagus. Aku akan mendahuluinya, kemudian berbalik agar berlawanan arah dengan mobil Aisyah,"batin Santi tersenyum misterius.
__ADS_1
Santi pun melajukan mobilnya mendahului mobil Aisyah kemudian berbalik arah dan menunggu mobil yang ditumpangi oleh Aisyah di pinggir jalan.
Aisyah masuk ke mini market membeli susu untuk ibu hamil dan beberapa keperluan lain.
"Brakk,"tiba-tiba seseorang menabrak Aisyah hingga membuat keranjang belanjaan dan handphone yang Aisyah pegang terjatuh.
"Astaghfirullah,"ucap Aisyah karena terkejut dan membentur rak dibelakangnya hingga ada beberapa barang di rak itu yang terjatuh.
"Hey.!! Berhenti.!!Kejar dia,dia mau mencuri!!"teriak seorang pegawai mini market sambil berlari mengejar orang yang menabrak Aisyah.Tapi orang yang menabrak Aisyah berlari dengan kencang keluar dari mini market.
"Mbak nggak apa-apa?"tanya pegawai mini market yang lain menghampiri Aisyah.
"Nggak apa-apa.Tapi maaf barang-barang di rak ini jadi pada jatuh dan berantakan,"ucap Aisyah merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa.Orang yang tadi menabrak Mbak, berlari karena kepergok mau mencuri,"ucap pegawai mini market itu membantu Aisyah memunguti barang belanjaan Aisyah. Sedangkan pegawai lainnya membereskan rak yang berantakan.
"Mbak, apa ini handphone Mbak?"tanya pegawai itu.
"Ah iya. Itu milik saya,"sahut Aisyah.
"Handphonenya retak Mbak,"ucap pegawai itu.
"Ya sudah, tidak apa-apa.Nanti bisa diperbaiki. Terimakasih,"ucap Aisyah kemudian mengambil handphone yang di ulurkan pegawai itu.
"Ah, tidak bisa hidup lagi,"batin Aisyah saat mencoba menghidupkan handphonenya tapi tidak mau hidup.
Setelah membayar belanjaannya Aisyah pun keluar dari mini market itu. Namun Aisyah terkejut saat melihat seorang anak berusia sepuluh tahun dikejar seorang pria lalu di pukuli.
"Hentikan!! Apa yang bapak lakukan padanya?! Bapak bisa membunuhnya!!"teriak Aisyah menghampiri anak yang dipukuli itu.
"Dia mencuri roti di warung saya,"sahut seorang pria.
"Berapa harga roti yang dia curi?"tanya Aisyah.
"Dua puluh ribu,"ucap pria tadi.
"Ini,saya ganti, dan tidak perlu mengembalikan sisanya,"ucap Aisyah mengulurkan uang lima puluh ribu.
"Dasar pencuri!!"umpat pria itu sambil mengambil uang yang di ulurkan Aisyah lalu pergi.
"Kamu terluka,"ucap Aisyah membantu anak itu bangkit.
"Nyonya,"ucap supir Aisyah yang menghampiri Aisyah karena khawatir melihat Aisyah menghampiri seorang anak yang dipukuli seorang pria.
"Kita bawa dia ke mobil Pak,"sahut Aisyah pada supirnya.
"Baik Nyonya,"sahut supir itu.
"Kamu kenapa mencuri?"tanya Aisyah pada anak laki-laki itu.
"Saya lapar kak,"jawab anak itu.
"Orang tuamu di mana?"tanya Aisyah.
"Saya tidak punya orang tua,"sahut anak itu.
"Jadi kamu tidak sekolah?"tanya Aisyah.
"Tidak Kak,"jawab anak itu.
"Kakak antar ke panti asuhan ya? Di sana kamu bisa makan tanpa harus mencuri,bisa bersekolah dan mempunyai banyak teman.Kamu mau?"tanya Aisyah.
"Iya,"sahut anak itu sambil sesekali meringis menahan sakit.
***
Bayu dan Keynan masih berada di rumah sakit jiwa yang terbakar itu.Mencari kemungkinan adanya Santi di sana.Tiba-tiba handphone Bayu berdering.Bayu pun segera merogoh handphonenya yang berada di saku celananya.
"Halo,"sahut Bayu saat panggilan telepon sudah tersambung.
"Ketua,kami menemukan jejak keberadaan Santi melalui cctv jalan raya di alamat xx. Tapi dia masuk ke pemukiman penduduk,saya sudah mengirimkan orang -orang kita untuk ke sana,"ucap anak buah Bayu.
"Bagus,terus cari sampai ketemu,"sahut Bayu.
"Baik ketua,"sahut anak buah Bayu, kemudian sambungan telepon pun diakhiri.
"Key, kita menemukan jejak Santi melalui cctv jalan raya,"ucap Bayu.
"Dimana dia sekarang?"tanya Keynan.
"Kami tidak tahu pastinya dimana.Dia masuk ke pemukiman penduduk.Aku sudah menyuruh orang-orang kita untuk mencari jejaknya di sana.Aku juga akan meretas cctv yang lain untuk mencari keberadaan Santi,"jelas Bayu.
"Ayo cepat buka laptop kamu! Kita periksa bersama-sama,"ajak Keynan.
Bayu langsung mengambil laptopnya dari dalam mobil, kemudian duduk di sebuah bangku kayu di bawah pohon bersebelahan dengan Keynan.
Bayu mulai meretas cctv jalan di sekitar alamat cctv tempat Santi terekam oleh kamera cctv.Bayu dan Keynan terus berkonsentrasi mengamati satu per satu cctv yang ada di jalan raya.
__ADS_1
"Stop !! Coba mundurkan lagi !!"ucap Keynan.
"Perempuan ini berperawakan seperti Santi,"ucap Bayu ketika melihat Keynan menunjuk seorang perempuan berperawakan seperti Santi dalam cctv itu.
"Iya, mangkanya aku curiga.Coba kamu zoom !"perintah Keynan.
"Iya, benar. Itu Santi, dia mengganti pakaiannya," ujar Bayu setelah memperbesar gambar.
"Cepat,kita periksa cctv jalan raya yang lain,"ucap Keynan.
"Itu dia !! Dia mencopet dompet seseorang yang baru keluar dari ATM.Dia masuk gang lagi,"ucap Bayu.
"Coba periksa lagi yang lainnya,"ucap Keynan.
"Itu sepertinya Santi,dia tidak lagi memakai kemeja. Itu...dia membeli makanan di sebuah warung pinggir jalan,"ujar Bayu.
"Terus cari lagi!!"perintah Keynan karena beberapa kali keberadaan Santi tidak terekam oleh cctv.
"Ini...dia membeli sesuatu di toko itu,dan ini....Key, ini ?!"ucap Bayu menatap Keynan saat menemukan Santi memukul seorang perempuan yang baru keluar dari mobilnya dan memasukkan perempuan itu dalam bagasi.
"Dia merampok mobil itu.Terus telusuri kemana Santi pergi membawa mobil itu,"kata Keynan.
"Keynan, sepertinya Santi menuju rumah kamu,"ucap Bayu.
Keynan pun ikut terus mengawasi pergerakan Santi melalui cctv jalan raya.Semakin lama semakin jelas arah tujuan Santi adalah ke rumah Keynan.
"Key, Santi mengikuti mobil yang keluar dari rumah mu,"ucap Bayu saat melihat Santi mengikuti mobil yang keluar dari rumah Keynan.
"Shiitt !!! Itu mobil yang dipakai oleh Aisyah,"umpat Keynan.
Keynan segera mengambil handphonenya dari saku celananya kemudian menghubungi Aisyah Tapi sudah beberapa kali Keynan menghubungi Aisyah, hanphone Aisyah tetap tidak aktif.
"Kenapa handphone kamu tidak aktif Ay ?!"pekik Keynan menjadi semakin khawatir.
"Apa Aisyah tidak bilang padamu mau kemana?"tanya Bayu masih terus menatap laptopnya.
"Dia bilang mau ke panti asuhan, tapi tidak mengatakan panti asuhan yang mana,"sahut Keynan kemudian menelpon supir yang biasa mengantar Aisyah.
"Halo, Pak.Dimana kalian sekarang?"tanya Keynan begitu telepon tersambung.
"Saya di rumah, Tuan,"jawab supir pribadi Keynan.
"Di rumah? Bukankah Bapak mengantarkan istri saya ke panti asuhan?"tanya Keynan.
"Saya tadi sakit perut Tuan,jadi yang mengantar Nyonya Aisyah adalah supir yang biasa mengantar Nyonya Reni,"
"Tolong kirimkan nomer handphonenya pada saya!"ucap Keynan.
"Ini handphonenya ketinggalan di sini, Tuan,"
"Astaghfirullah..!!!Apa istri saya bilang mau ke panti asuhan mana?"tanya Keynan.
"Tidak Tuan,.Me......"jawab supir itu belum selesai bicara, tapi Keynan sudah memutuskan panggilan teleponnya, membuat supir itu jadi ikut cemas.
"Bay ini di daerah xx kan? Tidak jauh dari sini?"tanya Keynan saat melihat mobil Aisyah berhenti di sebuah mini market melalui rekaman cctv yang di retas Bayu.
"Iya sahut Bayu masih fokus dengan laptopnya.
"Bay, tolong pandu aku kemana Aisyah pergi.Aku berangkat sekarang,"ucap Keynan langsung pergi menuju mobilnya.
"Iya,"sahut Bayu agak berteriak karena Keynan sudah berlari meninggalkannya.
Keynan melajukan mobilnya sesuai arahan dari Bayu.Dengan hati yang tidak tenang Keynan terus melajukan mobilnya.
***
Setelah setengah jam mobil Aisyah parkir di mini market ,"Pak,ayo berangkat,"ucap Aisyah pada supirnya setelah mengobati anak tadi.
"Baik Nyonya,"sahut sang supir.
"Aisyah... itu mobil Aisyah,"gumam Keynan saat sudah melihat mobil Aisyah walaupun masih agak jauh dari mobilnya.
"Akhirnya kalian jalan juga setelah lama aku menunggu. Kita akan membuat drama sad ending untuk Keynan,"gumam Santi tertawa keras.
Tangan kanan Santi memegang setir mobil,tangan kirinya memegang gigi mobil, dan kakinya juga sudah siap di atas pedal gas.Wajah Santi tersenyum jahat dengan pandangan tajam.
Beberapa saat setelah mobil Aisyah melaju, dengan kecepatan penuh Santi melajukan mobilnya seperti akan menyalip mobil di depannya, namun saat sudah dekat dengan mobil yang di tumpangi oleh Aisyah tiba-tiba Santi langsung membanting stir menabrak mobil yang ditumpangi oleh Aisyah.
Supir Aisyah yang menyadari mobil di depannya melaju kearahnya pun segera menghindar.
"Mati kamu Aisyah!!"pekik Santi dari dalam mobil yang dikendarainya,menekan pedal gas sedalam dalamnya.
Tapi karena cepatnya laju mobil yang dikendarai oleh Santi mobil yang di tumpangi oleh Aisyah pun tidak bisa menghindar.
"Brakkk....brakkkk....brakkkk....."
...🌟"Dengan menghancurkan kebahagiaan orang lain yang kita benci, belum tentu hidup kita akan bahagia. Karena sebuah kebencian tidak akan pernah bisa menciptakan kebahagiaan.🌟...
__ADS_1
..."Author"...
To be continued