
"Huhf,sial!!Kenapa hatiku malah merindukannya,"ujar Bayu yang berada dalam mobil, dari tadi berkendara tak tentu arah ditengah derasnya hujan,"Siapa yang bisa aku ajak bicara untuk menghilangkan gundah ku?!Ach,aku tahu harus kemana,"gumam Bayu,melajukan mobilnya kesebuah rumah minimalis.
Bayu turun dari mobilnya dengan menggunakan payung untuk membuka pagar rumah itu kemudian memasukkan mobilnya dan kembali mengunci pagar.Setelah memarkirkan mobilnya,
Bayu segera membuka pintu utama rumah itu dengan kunci yang dibawanya, kemudian masuk dan menguncinya kembali.
"Kemana orang itu?"batin Bayu, kemudian berjalan menuju sebuah kamar.Bayu yang melihat pintu kamar itu tidak tertutup sempurna pun mendorong pintu itu agar terbuka.
Tapi betapa terkejutnya Bayu saat melihat Satria yang hanya menggunakan celana boxer mengungkung dan memegang kedua tangan gadis di bawahnya dan mencumbu bibir gadis itu terlihat seperti sedang memperk*sa gadis yang begitu dikenalinya.Seketika darah Bayu mendidih dan dengan langkah panjang Bayu menghampiri Satria.
"Breengsek!!Bajing*n!!!"pekik Bayu langsung melayangkan bogem mentah ke Satria.
"Bugh, bugh..berani sekali kamu menodainya,"pekik Bayu menyerang Satria dengan membabi buta.
Satria yang mendapat serangan dadakan pun terkejut dan tak sepat menghindar hingga terjatuh dari ranjang.
"Kak, hentikan!!Apa yang kakak lakukan!!"pekik Dinara yang terkejut melihat suaminya dihajar Bayu dengan membabi-buta.
Bayu hendak memukul Satria yang sudah terduduk di lantai, namun dengan cepat Dinara langsung memeluk tubuh Satria, membelakangi Bayu sehingga Bayu menahan tangannya yang hampir menonjok Dinara yang melindungi Satria.
"Ara!! Lepaskan dia!!Biar Kakak hajar pria brengseek itu!!"seru Bayu dengan emosi.
"Tidak akan!!Ara tidak akan membiarkan Kakak menghajarnya!!"pekik Dinara masih memeluk tubuh Satria.
"Ara,dia itu sudah melecehkan kamu!!Kamu ngerti nggak sich!!"bentak Bayu.
"Tidak!!Kak Satria tidak melecehkan aku,"jawab Dinara menatap wajah Kakaknya.
"Ara, lepaskan dia!!"perintah Bayu.
"Ara tidak mau.Jika Ara melepaskannya, Kakak akan menghajarnya,"kata Dinara.
"Aku bisa jelasin semuanya Bay,"ucap Satria.
"Diam kau!!"sergah Bayu yang geram melihat adiknya menempel pada Satria.
Bayu menarik tubuh Dinara agar melepaskan pelukannya pada Satria.Tapi Dinara memeluk tubuh Satria dengan erat sehingga membuat Bayu kesusahan.
"Ara tidak akan melepaskan Kak Satria,Ara nggak mau Kakak memukuli Kak Satria lagi,"ucap Dinara.
Bayu mengacak rambutnya dengan frustasi kemudian berusaha mengontrol nafas dan emosinya."Oke, Kakak janji tidak akan memukulnya, sekarang lepaskan dia.Pakai pakaian kalian,aku tunggu diruang tamu,"ucap Bayu merendahkan suaranya kemudian keluar dari kamar itu.
"Pakailah bajumu,"ucap Satria merenggangkan pelukan Dinara seraya mengelus kepala gadis itu.
Dinara pun mengangguk, melepaskan pelukannya kemudian bangkit mengambil bajunya lalu makainya di kamar mandi.
"Sial!!Aku lupa kalau selain aku dan Dinara,ada Keynan dan Bayu yang memiliki kunci rumah ini,"batin Satria sambil memakai baju.
"Kakak macam apa aku ini?!Aku bahkan tidak bisa menjaga adikku satu-satunya?!Dimana tanggung jawabku sebagai seorang Kakak?"batin Bayu sambil memijit pelipisnya.
Tak lama kemudian Satria pun duduk di sofa ruang tamu itu diikuti oleh Dinara yang duduk menempel disampingnya sambil memeluk lengan Satria.Bayu yang melihat itupun hanya bisa menghembuskan nafas kasar.
"Sejak kapan kalian saling mengenal?!"tanya Bayu.
"Tiga bulan yang lalu,"jawab Dinara cepat.
"Apa kalian tahu jika perbuatan kalian berdua itu sudah melampaui batas?!"tanya Bayu.
"Bay,aku bisa menjelaskan semu......"ucap Satria dipotong Dinara.
"Tidak!! Perbuatan kami ini wajar,"ucap Dinara memotong kata-kata Satria.
Satria menghembuskan nafas berat saat mendengar jawaban Dinara.
"Wajar?! Bergulat diatas ranjang dengan dia kamu bilang wajar?!Kamu taruh dimana otakmu itu Dinara?!"bentak Bayu.
"Ya di kepala lah Kak,masa di dengkul,"sahut Dinara yang kesal karena Bayu telah menghajar suaminya hingga babak belur.
"Sya!!"/Ara!!"bentak Satria dan Bayu bersamaan, membuat Dinara tertunduk dengan mata berkaca-kaca.Selama ini Satria tidak pernah membentaknya seperti itu.
Satria yang menyadari kesalahannya pun langsung memeluk Dinara,"Maaf, Kakak tidak bermaksud membentakmu.Kakak cuma tidak suka kamu bersikap kasar pada Kakak kamu sendiri,"ucap Satria kemudian merenggangkan pelukannya dan menghapus air mata yang sudah meleleh itu.
__ADS_1
"Tolong kamu diam dulu dan biarkan Kakak yang bicara.Kamu masuk kekamar dulu,oke?!"kata Satria.
"Tap....."ucapan Dinara dipotong Satria.
"Kamu tidak mau mendengar kata-kata Kakak lagi?!"potong Satria dan akhirnya Dinara pun menurut.
"Sejauh ini,apa yang sudah kalian lakukan?!"tanya Bayu setelah Dinara pergi.
"Aku cuma menciumnya Bay,"jawab Satria.
"Aku tidak percaya,"sergah Bayu.
Satria menghembuskan nafas panjang,"Kami sudah menikah Bay,"ucap Satria menatap Bayu.
"What?!Kamu bercanda?!"tanya Bayu dengan mata melotot tidak percaya.
"Aku serius,"ucap Satria.
"Kamu pedofil?!"tanya Bayu.Sedangkan Dinara bersembunyi didekat ruang tamu, takut Kakaknya menyerang suaminya lagi.
"Dengarkan aku,aku akan menceritakan semuanya dari awal,"ucap Satria.
"Oke, silahkan!"ucap Bayu mencoba mengontrol emosinya.
"Awalnya aku dan Asya bertemu di sebuah kafe dan tiba-tiba dia mengungkapkan bahwa dia mencintai ku.Tapi aku tolak karena aku melihat dia masih kecil walaupun sebenarnya aku juga suka sama dia semenjak pertama kali kami bertemu,"jelas Satria.
Dinara yang berada di tempat persembunyiannya pun tersenyum mendengar kata-kata Satria,"Dia juga suka padaku sejak pertama kali bertemu,"batin Dinara berbunga-bunga.
"Aku mencoba menghindar darinya karena aku tahu bahwa dia itu masih sekolah.Tapi dia masih saja mengikuti ku, hingga suatu malam aku memergoki dua orang pria memakai masker akan memasukkannya ke dalam mobil dalam keadaan pingsan....."
"Maksud kamu ada orang yang menculik Ara?!"tanya Bayu memotong kata-kata Satria.
"Iya.Aku merebut Dinara dari mereka.Saat aku akan membawanya ke rumah sakit terdekat, tiba-tiba Pak Riswan dari perusahaan cabang yang seharusnya menemui ku keesokan harinya malah ingin menemui ku malam itu juga karena putranya kecelakaan dan dia ingin segera pulang,"
"Akhirya aku membawa Asya kekamar hotel sementara aku menemui Pak Riswan.Waktu akan kembali ke kamar hotel aku tak sengaja bertabrakan dengan seorang pelayan yang membawa nampan hingga pakaian ku kotor karena makanan dan minuman yang dibawanya,"
"Saat aku mandi tiba-tiba pintu kamar digedor-gedor dan pas aku buka pintu, ternyata mereka aparat gabungan yang mencurigai ada pengedar dan pemakai narkoba yang berada di hotel itu.Karea aku sekamar dengan Asya yang diberi obat tidur dan tidak mempunyai identitas Asya,maka kami dibawa ke kantor polisi,"
"What?!Kamu bohong kan?!Ara nggak mungkin seperti itu!"sergah Bayu.
"Aach...Kak Satria jujur banget sih!?Aku kan jadi malu sama Kak Bayu,"gumam Dinara.
"Itu belum apa-apa, yang lebih konyolnya lagi,dia mengambil pistol polisi, mengancam akan bunuh diri jika aku tidak menikahinya.Aku bisa mempertemukan mu dengan para polisi itu jika tidak percaya,"ucap Satria.
"Anak nakal itu,"ucap Bayu mengusap wajahnya dengan kasar.
"Akhirnya aku menikahi dia, dari pada dia jadi setan gentayangan kan lebih baik jadi temanku di ranjang,"ucap Satria tanpa dosa.
"Sialan kau!!Sadar nggak kamu sudah jadi pedofil!"seru Bayu.
"Ya terus kalau kamu ada diposisi aku kamu mau bagaimana menghadapi Asha?!"tanya Satria.
"Iya juga sih.Anak itu memang jarang meminta sesuatu,tapi jika sudah menginginkan sesuatu dia tidak akan bisa dibujuk apalagi dihalangi untuk mendapatkan apa yang dia inginkan ,"sahut Bayu.
"Aku minta maaf Bay, aku memang bersalah karena menikahi adikmu yang masih sekolah, tapi aku nggak punya pilihan lain,"ucap Satria.
"Cih, nggak punya pilihan apa keenakan?!Kamu nggak mikir apa kalau Ara masih sekolah?! Bagaimana jika dia hamil?!"tanya Bayu.
"Ya aku tangung jawab lah Bay aku kan suaminya,"ucap Satria enteng.
"Dasar kucing garong!! Nggak bisa lihat ikan asin, langsung sikat aja,"cibir Satria.
"Aku kan normal Bay,"balas Satria.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan kalian ini?"tanya Bayu.
"Maksud kamu?!"tanya Satria bingung.
"Yang menikahkan kalian kan bukan aku atau papaku.Ya memang ada yang menganggap pernikahan tanpa wali dari mempelai perempuan itu sah, tapi kebanyakan menganggap bahwa pernikahan tanpa wali dari pihak perempuan itu tidak sah.Jadi jika kamu setuju aku akan menikahkan kalian lagi,"jelas Bayu.
"Iya,aku setuju.Hal itu juga yang selama ini mengganjal di hati ku.Aku akan sangat senang jika kamu mau menikahkan kami lagi,"ujar Satria.
__ADS_1
"Oke, bagaimana jika besok pagi disini?!Biar warga disini yang jadi saksi, untuk menghindari kesalahpahaman suatu hari nanti.Kalian nggak mau kan digrebek warga, dituduh pezinah?!"tanya Bayu.
"Tentu saja aku tidak mau.Sudah cukup aku di grebek aparat gabungan di hotel.Aku setuju jika kamu mau menikahkan kami,"jawab Satria.
"Aku melakukannya untuk adikku,"kata Bayu.
"Tapi bagaimana dengan papamu?!"tanya Satria.
"Untuk sementara tolong rahasiakan pernikahan kalian dari papa dan dari publik kecuali warga sekitar tempat tinggal mu ini.Paling tidak sampai Ara lulus sekolah.,"ucap Bayu.
"Oke, makasih Bay,"ucap Satria.
"Sama-sama.Ya udah aku mau istirahat dulu, jangan lupa obati lukamu.Sorry,Aku tadi emosi,"kata Bayu.
"It's oke,"ucap Satria.
Mendengar pembicaraan mereka berdua sudah selesai pun, Dinara langsung pergi ke kamar Satria,dan pura-pura berbaring di ranjang Satria sambil bermain handphone.
"Kamu belum tidur?"tanya Satria saat memasuki kamarnya.
"Belum.Sini,aku obati luka Kakak,"ucap Dinara menghampiri Satria dan membawanya duduk di sofa kamar itu sambil membawa kotak obat yang sudah ia siapkan tadi.
Dinara pun mulai membersihkan luka Satria kemudian memberikan obat.
"Besok kita akan menikah lagi dengan wali nikahnya adalah kakakmu,"ucap Satria.
"Iya,aku sudah dengar tadi,"ucap Dinara.
"Kamu menguping?!Dasar bocah!!"seru Satria mencubit pipi Dinara.
"Ampun, Kak,"sahut Dinara.
"Ya sudah,kamu tidur duluan sana.Kakak harus memeriksa beberapa file dan email,"ucap Satria menuntun Dinara keatas ranjang,dan menyelimuti tubuhnya saat Dinara sudah berbaring, mengecup lembut kening istrinya, membuat hati Dinara berbunga-bunga.
Setelah selesai dengan pekerjaannya Satria pun menyusul Dinara ke tempat tidur,"Kenapa belum tidur,hemm?!"tanya Satria.
"Pengen di peluk,"sahut Dinara manja, kemudian memeluk Satria yang berbaring disampingnya.
Satria pun memeluk gadis kecilnya itu hingga pagi menjelang.Dan pagi harinya mereka pun mengadakan syukuran kecil-kecilan setelah Bayu menikahkan mereka berdua dibantu seorang ustadz dan disaksikan warga sekitar.
***
Kediaman Wishaka.
"Bik,apa makanan kesukaan Keynan ?!"tanya Santi yang menghampiri Bik Minah di dapur.
"Tuan Muda tidak pemilih pada makan,"sahut Bik Minah.
"Ya sudah,biar aku yang masak buat Keynan Bik,"sahut Santi.Mau tak mau,Bik Minah pun membiarkan Santi memasak makanan untuk makan malam.
Tak lama kemudian Aisyah pun masuk ke dapur itu,"Bik, masak apa?"tanya Aisyah.
"Nggak tahu Non.Non Santi yang mau memasak,"jawab Bik Minah.
"Eh,kamu mau apa?!"tanya Santi saat Aisyah mengambil bahan masakan.
"Mau memasak,"sahut Aisyah tanpa menoleh pada Santi.
"Sudah,biar aku saja yang memasak,"ucap Santi.
"Silahkan saja,aku juga ingin memasak sendiri,"ucap Aisyah.
"Perempuan ini!!Awas kamu!!"batin Santi.
"Aakkkh.."
๐Saat kamu terlalu menyayangi,kamu pun sulit mengontrol emosi, saat orang yang kamu sayangi disakiti.๐
..."Author"...
To be continued
__ADS_1