
"Kemana anak itu?!Kok nggak ada?!Apa Dio semalam tidak pulang?!'batin Reni yang tidak menemukan Dio di kamarnya.Kemudian menuju kamar Cicilia.
Tok...tok...tok....Cil.!!Cicil.!!.Cilll..!!!teriak Reni,"Coba aku buka pintunya,"gumam Reni.
"Ceklek"perlahan Reni mendorong pintu itu.
"Astaga.!!!"Reni sangat terkejut saat membuka pintu kamar Cicilia.
Reni melihat Dio dan Cicilia di atas ranjang yang sama dan dibawah selimut yang sama.Sedangkan dilantai tampak berceceran baju dan juga dalaman.Siapapun pasti bisa menebak apa yang terjadi pada mereka berdua.
Dengan panik Reni langsung menutup pintu dan segera menghampiri Dio dan Cicilia.
"Dio.!!!Dio.!!! Bangun Dio!!Apa yang kamu lakukan?!seru Reni menggoyang-goyang tubuh Dio hingga Dio terbangun.
"Apaan sich ma, Dio masih ngantuk,"ucap Dio membuka mata sebentar untuk melihat mamanya kemudian memejamkan mata lagi.
'Dio!! Sadarlah,kamu sekarang dikamar Cicilia, bagaimana jika sampai Keynan melihat kalian seperti ini?!"ucap Reni terus menggoyangkan tubuh Dio agar putranya itu cepat sadar.
Sungguh Reni sangat takut jika ada orang lain yang tahu bahwa Cicilia dan Dio menghabiskan malam bersama, apalagi kalau sampai ketahuan Keynan.Bisa-bisa mereka akan diusir dari rumah itu.
Dio yang mendengar kata-kata mamanya pun tersentak kaget dan langsung bangun.Dio baru sadar kalau dia semalam telah menghabiskan malam panas dengan Cicilia.
"Mama??!"ucap Cicilia yang ikut terbangun karena suara Reni,dia juga terkejut melihat Reni di kamarnya.
"Cepat keluar dari kamar ini Dio, jika Keynan sampai tahu,kita akan diusir dari rumah ini.Mama akan berjaga-jaga diluar,cepatlah!!"ucap Reni tidak menghiraukan Cicilia,dan segera keluar dari kamar Cicilia.
Dengan was-was Reni menunggu didepan pintu kamar Cicilia.Dan tak lama kemudian Dio keluar dari kamar Cicilia.
"Cepat bersihkan tubuhmu dan segera keruang makan,"ucap Reni lalu pergi.
"Iya,ma,"sahut Dio langsung masuk ke kamarnya.
"Kok lama banget sich ma?!"tanya Danu saat Reni sudah kembali ke ruang makan.
"Pada susah banget dibangunin,pa. Apalagi itu si Aisyah,malah nggak ada suara sama sama sekali,"ucap Reni menyembunyikan kecemasannya tadi.
"Ya sudah,kita makan duluan saja,papa harus segera kekantor,"ucap Danu.
"Minta uang dong, pa!! ucap Reni.
"Tunggu papa gajian,ma," ucap Danu.
"Minta sama Keynan,pa,"ucap Reni.
"Sudahlah ma, papa malu minta uang terus sama Keynan,"ucap Danu, membuat Reni bersungut-sungut.
Di kamar Aisyah.
Aisyah nampak menggeliat dalam pelukan suaminya, dan mulai membuka matanya,"Sudah jam berapa ini,"gumam Aisyah.
"Astaghfirullah!!!"seru Aisyah langsung duduk karena terkejut melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas dan kamarnya juga terlihat terang.Kemudian menarik selimutnya yang melorot kembali menutupi tubuh polosnya.
Mendengar suara Aisyah yang cukup keras, Keynan pun terbangun,"Ada apa Ay?"tanya Keynan dengan suara serak khas bangun tidur.
"Mas, sudah jam sebelas siang,"ucap Aisyah memandang suaminya.
Keynan hanya tersenyum lembut menanggapi ucapan istrinya,"Maaf ya, semalam Mas agak kasar sama kamu.Apa sakit,Hem?!"tanya Keynan yang sudah duduk,mengelus rambut Aisyah kemudian mengecup pipi Aisyah.
"Sebenarnya ada apa dengan Mas semalam?"tanya Aisyah penasaran.
__ADS_1
Keynan mendesah lalu berkata,'Semalam Cicilia membuat Mas meminum obat agar Mas mau berhubungan intim dengannya.Dia mengunci Mas dalam kamarnya,"
"Untung saja beberapa waktu yang lalu Mas belajar membuka kunci pintu dengan alat seadanya dari Satria, jadi Mas bisa keluar dari kamar Cicilia.Kalau tidak,Mas pasti sudah melakukannya dengan Cicilia,"jelas Keynan.
"Cicilia sampai berbuat seperti itu?!Pantesan semalam Mas tidak seperti biasanya,"ucap Aisyah.
"Maafin Mas,ya?" ucap Keynan memeluk Aisyah.
"Hem,"sahut Aisyah.
"Ya sudah, Mas gendong kekamar mandi ya?!"ucap Keynan langsung menggendong Aisyah yang berbalut selimut ke kamar mandi,mendudukkan istrinya di atas toilet, kemudian mengisi bathtub dengan air hangat.
Aisyah memalingkan wajahnya dari suaminya yang polos tanpa sehelai benang itu.
"Ay,ayo berdiri,buka selimutnya.Hey, kenapa malah memalingkan wajah?!"tanya Keynan saat sudah berada didekat Aisyah.
"A... Aisyah malu, Mas," ucap Aisyah.
"Malu kenapa?!"tanya Keynan.
"Mas,...Mas nggak pakai apa-apa,"sahut Aisyah masih memalingkan wajahnya.
Keynan menatap tubuhnya yang polos lalu tersenyum,"Memangnya kenapa,kamu kan udah melihat semuanya,"ucap Keynan langsung mengecup pipi Aisyah yang memerah.
"Sudah ayo lepas,apa kamu mau mandi pakai selimut?!"tanya Keynan kemudian dengan sekali sentakan menarik selimut yang menutupi tubuh polos istrinya dan menggendongnya, kemudian mendudukkannya di dalam bathtub.
"Mas!!!"pekik Aisyah yang tidak menduga dengan tindakan suaminya."Mas,..Mas mau ngapain?!"tanya Aisyah saat Keynan malah ikut masuk ke dalam bathtub.
"Kita tidak pernah mandi bersama, hari ini kita akan mandi bersama,"ucap Keynan duduk dibelakang Aisyah kemudian memeluknya dan dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya dan menciuminya.
"Mas, ini sudah siang, bagaimana Mas nanti keluar dari kamar Aisyah?!"tanya Aisyah.
"Mas, Aisyah bisa sendiri,"ucap Aisyah merasa tidak enak karena suaminya memandikannya.
"Nggak apa-apa, sesekali biarkan Mas memanjakan mu,"ucap Keynan,dan Aisyah pun menurut.
Setelah mandi Keynan memakai bajunya semalam, sedangkan Aisyah memakai baju yang yang diambilnya dari lemari pakaian.
"Jika kamu bosan atau tidak suka dengan baju yang Mas belikan kemarin,kamu bisa membelinya sendiri Ay, kamu pakai kartu yang Mas beri pada kamu kemarin.,"ucap Keynan sambil memakai kemejanya.
"Ini sudah cukup Mas,"sahut Aisyah, menghampiri Keynan lalu mengancingkan kemeja Keynan.
"Jika kamu bosan di rumah,kamu juga bisa jalan-jalan Ay,"ucap Keynan lagi.
"Aisyah tidak tahu tentang kota ini,Mas.Kalau Aisyah keluar, Aisyah takut nyasar,"ucap Aisyah jujur.
"Nanti Mas carikan bodyguard untuk menemanimu pergi kemanapun kamu mau,"kata Keynan.
"Nggak perlu,Mas.Aisyah baik-baik saja walaupun hanya dirumah,"ucap Aisyah.
"Mas merasa bersalah karena tidak bisa membawamu jalan-jalan.Mas tahu suatu saat kamu pasti merasa bosan, jadi Mas akan tetap mencarikan kamu bodyguard untuk menemanimu jika kamu ingin pergi,kamu bisa menghubungi bodyguard mu lewat handphone yang Mas beri kemarin,tidak ada penolakan,"ujar Keynan final.
"Baiklah," ucap Aisyah menurut.
"Kamu keluarlah dan makan, kamu pasti sudah sangat lapar,Mas akan keluar dari jendela,"ucap Keynan, mengecup bibir Aisyah sekilas lalu mendorong pelan tubuh Aisyah ke pintu.
Aisyah berjalan menuju dapur,dan di sana Aisyah melihat Bik Minah.
"Eh Non Aisyah,kenapa dari pagi nggak keluar untuk sarapan?"tanya Bik Minah..
__ADS_1
"Em,.. Aisyah kurang enak badan Bik, jadi malas bangun,"jawab Aisyah berdusta.
"Benarkah?! Bagaimana keadaan Non sekarang?!"tanya Bik Minah nampak khawatir.
"Sudah enakan kok , Bik.Tadi sudah minum obat, sekarang Aisyah lapar, Bik,"sahut Aisyah sambil nyengir.
"Oh ya ampun Non!!Minum obat kok nggak makan dulu sich?!Ayo sekarang makan dulu,"kata Bik Minah kemudian mengambilkan piring untuk Aisyah.
"Makasih, Bik."ucap Aisyah.
"Sama-sama Non,Bibi mau ke ruang depan dulu Non, masih ada sedikit pekerjaan tadi,"ucap Bik Minah.
"Oh iya,silahkan Bik,"sahut Aisyah.
Di sisi lain,setelah Aisyah keluar dari kamar Keynan pun berjalan kearah jendela,"Astaghfirullah, tidur sama istri sendiri berasa tidur sama selingkuhan, harus melihat keadaan biar nggak ketahuan,"
"Ini semua gara-gara Cicilia, seharusnya aku bisa bersama Aisyah kapanpun aku mau.Sekarang aku harus sembunyi-sembunyi untuk bertemu istriku sendiri."gumam Keynan kemudian menengok ke segala arah untuk memastikan keadaan aman, tidak ada orang.Setelah dirasa aman Keynan keluar dari kamar Aisyah lewat jendela, kemudian berjalan menuju pintu utama.
"Tuan Muda, Tuan Muda dari mana?!"tanya Bik Minah yang kebetulan melihat tuanya masuk lewat pintu utama dengan masih memakai baju yang semalam.
"Oh itu, semalam ketiduran di gazebo Bik,"ucap Keynan nyengir kuda,menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.
"Owhh.. pantesan tadi pagi bibi ketok-ketok pintu kamar Tuan Muda nggak ada jawaban,"ujar Bik Minah.
"Ya pastilah Bik, orang saya nggak ada di kamar.Oh ya,Bik Minah masak apa? Sudah lapar nich Bik,"ucap Keynan sambil berjalan ke ruang makan diikuti Bik Minah.
"Bibi masak opor ayam Tuan Muda.Itu Non Aisyah juga baru keluar dari kamar ,juga baru makan.Kata Non Aisyah dia kurang enak badan,"ucap Bik Minah.
"Panggilkan dokter aja Bik,"kata Keynan enteng karena tahu Aisyah kesiangan bukan karena enggak enak badan tapi karena kecapekan dia gempur semalaman.
"Katanya udah mendingan Tuan Muda,"jawab Bik Minah.
"Owhh,"sahut Keynan,dan mereka pun tiba di ruang makan.Tapi ternyata Aisyah sudah selesai makan dan sedang mencuci piring.
Setelah makan siang rangkap sarapan, Keynan naik ke kamarnya, begitu pula Aisyah.
Sampai di kamar, Keynan mengecek handphonenya yang dari semalam ditinggalkannya di dalam kamar.Di lihatnya ada tujuh belas panggilan tak terjawab dari Satria.Baru juga Keynan mau menelpon balik, tapi handphone sudah berbunyi dan teryata Satria yang menghubunginya, Keynan pun segera mengangkatnya.
"Halo?"ucap Keynan.
"Ish..kemana aja sich Key?!Dari pagi aku telpon nggak diangkat juga.Aku butuh tanda tanganmu.Jam tiga sore nanti aku harus memberikannya pada klien.Ini juga banyak berkas yang harus kamu tandatangani.Tadi malam aku juga sudah mengirimkan file ke kamu,kamu sudah memeriksanya belum?!"
"Ada beberapa file yang mendesak dan harus segera kamu koreksi.Terus besok aku juga harus bertemu dengan beberapa klien yang ingin bekerja sama dengan kita kemarin.Apa kamu sudah menentukan perusahaan mana yang akan bekerjasama dengan kita?!"
"Kita sudah mengatakan pada mereka bahwa besok kita akan memberikan keputusannya.Halo Key?!kamu masih di sana nggak sich?!Kamu dengar nggak apa kataku tadi?!Halo?!"tanya Satria karena tidak mendengar respon apapun dari Keynan.
"Iya,udah lewat kan kereta api batu baranya?!"tanya Keynan.
"Ish!!Aku bukan kereta api batu bara.Enaak saja!!"ketus Satria.
"Ya habisnya kamu kalau nanya udah kayak kereta api batu bara lewat, yang gerbongnya nyampe empat puluhan,"balas Keynan.
"Ya udah cepetan dimana kita bisa ketemu??"tanya Satria.
"Di private room restoran xx aja,bisa nggak?!"tanya Keynan.
"Oke,aku reservasi sekarang, aku tunggu ya?!"ucap Satria.
"Oke,aku siap-siap sekarang,"ucap Keynan kemudian mutuskan sambungan telepon.
__ADS_1
To be continued