Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 48 Nikah Atau Mati?


__ADS_3

"Jadi tidak ada yang menjemput dan bertanggung jawab untuk kalian?!Dari pada nanti kalian berbuat zinah lagi, akan lebih baik jika kalian berdua menikah saja,"ucap polisi itu.


"Maaf Pak,setahu saya tidak ada undang-undang yang mengatur pasangan di atas ranjang yang kena gerebek harus menikah Pak,"kilah Satria.


"Nah, berarti kamu mengaku kan kalau kalian telah berzinah!!"ucap Pak polisi.


"Bukan seperti itu Pak,saya tidak melakukan apapun pada dia,kalau tidak percaya,bapak boleh melakukan tes visum pada kami,"kilah Satria.


"Lebih tepatnya belum melakukan apapun tapi akan melakukan sesuatu kan??Kami menemukan kamu dalam keadaaan setengah polos dan gadis ini dalam kondisi diberi obat tidur dan kalian hanya berdua dalam kamar hotel,"jelas Pak polisi.


"Tapi tetap saja bapak tidak bisa menangkap kami dengan alasan itu, terkecuali saya melakukan pelecehan terhadap dia,"kilah Satria.


"Nak,apa kamu merasa dilecehkan oleh pemuda ini?"tanya Pak polisi pada Dinara.


"Jika saya dilecehkan apa kami akan dinikahkan Pak?!"tanya Dinara.


"Jika kamu menuntut untuk dinikahkan sebagai jalan damai dari tindak pelecehan yang dilakukan pemuda ini,hal itu bisa diatur,"sahut Pak polisi.


Dinara tampak berpikir sebentar,"Kak Satria kan nggak mau jadi pacar aku,dia bilang dia cuma mengganggap aku sebagai adik dan hanya seorang bocah kecil,."


",Walaupun aku bilang aku sangat mencintainya dia selalu menolak dan menghindari ku, bahkan akhir-akhir ini aku susah sekali ketemu Kak Satria.Jika ini jalan satu-satunya untuk bisa memiliki kak Satria maka akan aku lakukan,"batin Dinara.


"Pak polisi saya akan memilih jalan damai,saya minta dia untuk menikahi saya,"kata Dinara tegas.


"Hah?!Eh bocah,aku nggak ngapa-ngapain kamu, kenapa kamu mau aku nikahin kamu?!"sergah Satria.


"Kakak harus tanggung jawab karena telah memberi aku obat tidur,membawa aku ke hotel dan hampir melecehkan aku,"ucap Dinara berapi-api.


"Aku tidak memberimu obat tidur,ada orang lain yang memberi kamu obat tidur dan aku merebut kamu dari dua orang pria yang memakai masker waktu mereka akan memasukkan kamu kedalam mobil,"jelas Satria.


"Kalau kakak menolong aku kenapa Kakak membawa aku ke hotel?!"cecar Dinara.


"Iya, kenapa dibawa ke hotel?!"tanya Pak polisi.


"Saya ada pertemuan mendadak dengan rekan bisnis saya Pak, jadi sementara saya ketemu rekan bisnis saya,dia saya tidurkan di kamar hotel.Nggak mungkin kan saya bawa ketemu rekan bisnis dalam keadaan tidak sadar!"jawab Satria.


"Tapi kenapa kamu tidak pakai baju saat kami gerebek bahkan sepertinya sedang mandi untuk bersiap-siap,"ujar Pak polisi mencibir Satria.


"Baju saya kotor karena kena minuman dan makanan saat saya bertabrakan dengan seorang pelayan Pak,"jelas Satria.


"Masuk akal juga sich alibi kamu,apa kamu punya bukti,"tanya Pak polisi.


"Saya akan membawa pelayan restoran hotel itu sebagai saksi Pak,"jawab Satria.


"Wah ,bisa nggak jadi nikah kalau begini,dan kalau nggak jadi nikah,aku takut kak Satria akan membenciku dan aku nggak bakalan bisa ketemu kak Satria lagi,"gumam Dinara.


"Pak polisi, Bapak jangan percaya dengan alibinya.Bapak dan yang lainnya bisa jadi saksi kan kalau saya akan dilecehkan oleh dia?!Saya di beri obat tidur dan dibawa ke hotel,"


"Kalau Bapak-bapak tidak ada pasti saya sudah diapa-apain sama dia Pak.Jadi saya mohon agar Bapak menyuruh dia menikahi saya, kalau tidak saya akan membawa kasus ini ke meja hijau,"ujar Dinara panjang lebar.


"Eh bocah, jangan sembarangan,main nikah aja.Kamu pikir menikah itu mainan?!Arghhh,bocah ini ketempelan setan apa sich!!" pekik Satria frustasi.


"Brakk,"pak polisi menggebrak meja, membuat orang-orang yang dari tadi menyaksikan perdebatan mereka bertiga termasuk Satria dan Dinara jadi terkejut.


"Tenang! Jangan berisik!!"bentak pak polisi setelah menggebrak meja.


"Pak,apa yang saya katakan itu benar, tidak mengada-ada,"ucap Satria.


"Pak polisi,mana saksi dan buktinya kalau apa yang dikatakan oleh dia itu benar,"ucap Dinara.


"Oh ya ampun,kita retas cctv di kafe tempat dimulainya kejadian perkara Pak,"ucap Satria.


"Malam ini tidak ada ahli IT yang bertugas,"ucap Pak polisi.


"Ijinkan saya meretasnya,"ucap Satria.


"Kamu bisa?"tanya Pak polisi.


"Akan saya usahakan,"ucap Satria kemudian atas persetujuan Pak polisi Satria meretasnya cctv di kafe tempat dia merebut Dinara dari dua pria bermasker.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,"Ini Pak, lihat ada pria bermasker yang membawa bocah ini,"ucap Satria.


"Apa ada rekaman lain?"tanya Pak polisi.


"Tidak ada Pak.Cctv bagian depan kafe mati,"ucap Satria kecewa.


"Ini malah bisa dijadikan bukti bahwa kamu menculiknya,"ucap Pak polisi.


"What?! Yang benar saja Pak?! Kenapa ini malah jadi bukti kalau saya menculik dia?!"tanya Satria semakin gusar.


"Karena kenyataannya kakak yang ada di kamar hotel dengan aku,"sergah Dinara.


"Eh bocah,ngebet banget sih mau nikah?! Kesambet setan jomblo dari mana sich kamu?!"ucap Satria kesal.


"Pak polisi,itu tadi buktinya kalau dia memberi obat tidur pada saya lalu menculik saya,dan membawa saya ke hotel.Saya tidak tahu apa saja yang sudah dia lakukan sebelum Pak polisi datang,"


"Jika dia tidak mau menikahi saya,saya akan membawanya ke meja hijau atas tuduhan penculikan dan pelecehan,"ucap Dinara tegas.


"Hey bocah,kamu ini masih kecil, jangan mikirin nikah, pikirin tuh sekolah,"sergah Satria.


"Kalau kakak nggak mau tanggung jawab nikahin aku,aku bakal bunuh diri di rel kereta api,biar nanti kalau aku mati aku bisa gentayangin kakak,"ucap Dinara kesal.


"Udah, nikahin saja.Sayang lho, kalau cantik-cantk jadi hantu gentayangan,"ujar pak polisi.


"Ya Tuhan,apa salah dan dosaku sampai harus berada dalam situasi ini,"gumam Satria sambil mengacak-acak rambutnya.


"Jadi bagaimana?!Jika anda tidak mau menikahinya,kami akan menjadi saksi untuk membawa anda ke meja hijau,"tanya Pak polisi.


"Arrrgghhh, kenapa jadi begini sich?! Kalau aku nggak nikahin dia ,akan panjang proses hukumnya mana saksinya aparat gabungan lagi.Pekerjaan ku bisa terbengkalai dan aku juga tidak mau jadi nara pidana,"


"Bisa tercoreng nama baikku.Tapi kalau aku nikahin dia?! Astaga,masa aku harus nikah sama bocah cilik yang masih sekolah, sich?!Ini kenapa juga Pak polisi malah bela in dia,sich?!"batin Satria.


"Anda sudah memutuskan apa pilihan Anda,"tanya Pak polisi lagi.


"Baiklah, saya bersedia dibawa ke meja hijau,"jawab Satria .


"Aku akan mencari bukti yang bisa meloloskan aku dari masalah ini,"batin Satria yakin.


"Kalau kakak nggak mau nikahin aku, lebih baik aku mati,"pekik Dinara yang tiba-tiba sudah menodongkan pistol di kepalanya dengan berlinang air mata.


"Eh,apa yang kamu lakukan?!Taruh pistolnya anak cantik,berikan pistolnya pada bapak ya?!"bujuk Pak polisi.


Semua orang yang ada di ruangan itu pun ikut kaget dengan kenekatan Dinara.


"Tidak mau,hiks...hiks...saya mau mati saja.Jangan mendekat!!"bentak Dinara.


"Oh ya ampun ini bocah benar-benar nekat,"gumam Satria.


"Kasih pistolnya sama bapak ya anak cantik,bapak jamin pria ini akan menikahi kamu.Jika dia tidak mau menikahi kamu, bapak akan merekayasa bukti apapun agar dia dipenjara seumur hidup,"bujuk Pak polisi.


"Oh ya Tuhan,dia ini aparat negara apa bapaknya Dinara sich,"batin Satria.


"Cepat bilang kalau kamu mau menikahinya,jika dia bunuh diri menggunakan pistol saya,saya bisa dipecat oleh atasan saya.Mau saya kasih makan apa anak dan istri saya nanti dan jika dia mati,dia akan jadi setan gentayangan yang akan menghantui kamu,"


"Walaupun saat ini kita bisa membujuknya untuk tidak bunuh diri,apa kamu bisa menjamin dia tidak akan bunuh diri diluar sana jika kamu tidak mau menikahi dia?!"ujar Pak polisi sedikit berbisik membuat Satria benar-benar frustasi.


"Oke, oke,kakak akan menikahi kamu.Sekarang letakkan senjatanya,ya?! Kakak mohon!!"bujuk Satria dengan lembut.


"Kakak pasti bohong hanya untuk membujuk aku kan?!"tuduh Dinara.


"Tidak,kakak tidak bohong, Pak polisi boleh memborgol tangan kakak agar kakak tidak bisa lari jika kamu tidak percaya,"ucap Satria bersungguh-sungguh.


Akhirnya Dinara pun menjatuhkan pistol itu membuat semua orang yang sejak tadi mendengar dan melihat perdebatan mereka bertiga menjadi lega.


"Baiklah kalau begitu kami akan memanggil ustadz untuk menikahkan kalian,"ucap pak polisi.


"Tunggu Pak,jika kami dinikahkan oleh ustadz berarti kami nikah siri dong?!Gimana kalau pulang dari sini dia menceraikan saya?!"tanya Dinara.


Satria menghembus nafas dengan kasar mendengar kata-kata Dinara,"Dia pikir nikah itu mainan apa?!"batin Satria.

__ADS_1


Pak polisi pun berpikir sejenak,"Begini saja, kalian ambil berkas-berkas untuk syarat pernikahan didampingi polisi lalu kembali lagi kesini,"kata Pak polisi memberi solusi.


"Baik Pak, tapi pastikan agar dia tidak kabur Pak,"sahut Dinara antusias.


"Oh ya ampun!!Mimpi apa aku sampai harus menikahi anak bau kencur ini,"batin Satria memijit keningnya sendiri.


"Ya sudah kalian boleh mengambil berkas-berkasnya sekarang,"kata Pak polisi.


Akhirnya Satria dan Dinara pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil berkas-berkasnya.


Kepulangan Dinara subuh-subuh didampingi seorang polwan membuat pelayan dirumahnya bertanya-tanya tapi Dinara langsung membuat alasan bahwa dia menjadi saksi tindak kejahatan karena itu dia pulang didampingi polwan.Dan para pelayan pun percaya.


Pagi itu Satria menggunakan kemeja putih dan celana panjang hitam dilengkapi jas,dasi dan songko.


Sedangkan Dinara nampak begitu cantik dengan kebaya modern berwarna putih tulang dan make-up tipis yang menyempurnakan penampilannya, hingga membuat Satria terpana.


Satria sudah menyiapkan nasi kotak dan snack untuk jamuan bagi semua yang hadir dalam acara tersebut untuk menghargai kehadiran mereka.


Disaksikan dan di vidio kan aparat kepolisian Satria pun mengucap janji suci dengan sekali tarik kan nafas hingga terdengar kata,


"Sah,"


"Sah,"


"Sah,"


"Ayo kita pulang,"ucap Satria pada Dinara setelah acara selesai dan mendapatkan ucapan selamat dari penghulu dan aparat kepolisian.


"Aku ganti baju dulu ya kak,"sahut Dinara.


"Ya sudah,aku tunggu di sini,"ucap Satria.


"Iya kak,awas jangan tinggalkan aku!!"ancam Dinara lalu pergi ke toilet.


"Aku harus mengantarmu kemana?!tanya Satria pada Dinara.


"Ke rumah kakak,"sahut Dinara,dan Satria pun menurut.


Satria sampai di rumahnya.Dinara nampak kagum dengan rumah Satria yang minimalis modern tapi lengkap dengan kolam renang itu.


"Kamar kakak dimana?!"tanya Dinara setelah berkeliling di rumah Satria.


"Mau apa?!"tanya Satria mengernyitkan keningnya.


'Mau tidur,aku ngantuk sekali kak,"ucap Dinara.


"Kenapa harus dikamar ku?!Kamu bisa tidur di ruang tamu,"kata Satria yang sedang mengambil air mineral.


"Aku kan istri kakak,masa aku tidak boleh tidur di kamar kakak?!"kata Dinara dengan bibir mengerucut.


"Ya Tuhan, itu bibir kenapa di monyong-monyongin sich!!Bikin aku gemes dech!!"batin Satria.


"Ini kamarku ,"ucap Satria membuka pintu kamarnya.


Tanpa ragu Dinara masuk dan melihat-lihat kamar Satria.Sedangkan Satria mengambil pakaian di lemari kemudian masuk ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Satria keluar dari kamar mandi,"Ya ampun tuh anak benar-benar tidur,"gumam Satria mendekati Dinara yang nampak tidur dengan pulas di atas ranjang.


'Cantik,aku tidak menyangka akan menikah dengan bocah kecil ini.Aku memang tertarik padamu,tapi aku tahan karena tidak mau merusak masa depanmu,tapi kamu malah tidak berhenti mengejar aku, sampai nekat menikah denganku,"gumam Satria membelai wajah Dinara dan menyelipkan anak rambut Dinara di telinganya, kemudian mengecup kening Dinara beberapa saat.


Mata Satria tertuju pada bibir Dinara yang nampak menggoda, diusapnya bibir mungil itu lalu tanpa sadar Satria mendekatkan wajahnya ke wajah Dinara. Tinggal beberapa senti lagi bibirnya akan bersentuhan dengan bibir Dinara.


"Dertt...dertt....dertt..."handphone Satria berbunyi.


"Ach,shiittt!!"umpat Satria, tidak jadi mencium Dinara.


...🌟"Cinta itu memang butuh perjuangan dan pengorbanan,bukan sekedar kata-kata rayuan atau gombalan.🌟...


..."Author"...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2