
"Santi.!?"Astaga.!!! ucap Danu reflek mundur karena kaget.
Santi terlihat seram dengan rambut acak-acakan, mata panda dan juga beberapa bekas cakaran di wajah dan lehernya karena dicakar perempuan yang dicekiknya.
Santi sebelumnya tidak berniat membunuh tahanan yang meneriaki dirinya, tapi karena tahanan itu mencakar wajah hasil operasi plastiknya, Santi jadi benar-benar marah dan hampir membunuh tahanan yang meneriakinya.
"Dia menjenguk aku.Aku harus bisa memanfaatkan pria tua ini,"batin Santi.
"Hiks .hiks.. hiks.....semua orang jahat padaku.Aku yatim piatu tapi tidak ada yang mau menjagaku.hiks...hiks....aku hanya ingin disayangi, dicintai,tapi kenapa semua orang membenciku..hiks...hiks...
"Santi...."ucap Danu langsung memeluk Santi yang menangis tersedu-sedu.
"Maafkan Om Santi.Om akan memberikan pengobatan yang terbaik untukmu.Kamu pasti akan sembuh,"ucap Danu sambil mengusap air matanya.
"Papa,aku mau mobil baru pa.Belikan aku mobil baru pa,"ucap Santi yang seketika berhenti menangis dengan suara manja menggoyang-goyangkan lengan Danu seperti seorang anak kecil.
"Iya,papa akan membelikan kamu mobil yang bagus nanti,"ucap Danu merapikan rambut Santi.
"Dia berhalusinasi bahwa aku papanya,. Biarlah dia menganggap aku papanya bila itu bisa membantu kesembuhannya,"batin Danu semakin sedih.
"Benarkah?Papa memang yang terbaik,"ucap Santi tersenyum lebar.
"Papa...aku lapar,"kata Santi kemudian dengan wajah yang dibuat memelas menatap Danu.
"Kamu mau makan apa?"tanya Danu.
"Spaghetti, pizza,ayam crispy,jus alpukat dan kelapa muda,"ucap Santi antusias.
"Aku kelaparan dari kemarin.Makanan di rutan dan tempat ini benar-benar tidak enak.Jadi apa salahnya aku manfaatkan pria tua bodoh ini,"batin Santi.
"Baiklah, tunggu dulu ya?Akan papa belikan dulu,"ucap Danu mengelus kepala Santi kemudian keluar dari ruangan itu.
"Sus,saya ingin keluar sebentar ingin membeli makanan.Boleh kan saya nanti kembali lagi?"tanya Danu pada perawat yang berjaga di luar.
"Oh, boleh Pak.Tapi saya harus mengunci ruangan ini.Pasien ini,tadi sempat kabur dan membuat beberapa orang terluka.Karena itu kami mengurungnya di ruangan ini,"jelas suster itu.
"Ah iya Sus,"sahut Danu kemudian pergi mencari makanan yang di minta Santi.
"Keynan,aku sangat mencintaimu.Aku cinta padamu..!!! Ha...ha..ha..."teriak Santi kemudian tertawa terbahak bahak saat melihat suster di depan pintu mengintipnya.
"Aku harus berpura-pura gila agar aku tidak dipenjara.Tapi jika aku melukai orang lain lagi aku akan terus di kurung di sini.Sebaikanya aku berpura-pura gila tapi aku juga harus menahan diri untuk tidak sampai melukai orang lain agar aku bisa keluar dari ruangan ini dan mencari jalan untuk kabur dari tempat ini,"
"Ingin sekali aku membunuh tahanan yang sudah mencakar wajahku ini.Wajahku jadi rusak karena cakarannya.Siall.!!"umpat Santi dalam hati merasa kesal saat mengingat wajahnya yang di cakar tahanan lain.
Tak lama kemudian Danu sudah kembali dengan membawa makanan yang di minta Santi.
"Ini, makanan pesanan kamu,"ucap Danu ketika sudah masuk ke ruangan Santi,lalu mengeluarkan makanan itu dari kantong plastik.
"Horee....!!! Makan enak..!!!"sorak Santi sambil bertepuk tangan seperti anak kecil.Dengan lahap Santi makan seperti orang kesetanan, hingga mulutnya penuh.
Danu hanya bisa menghela nafas berat melihat Santi bertingkah dan makan seperti anak kecil.Bahkan sambil mengoceh tidak jelas dan sesekali tertawa lalu makan lagi.
***
Di depan gerbang sebuah Sekolah Menengah Atas, nampak Dinara yang turun dari boncengan motor Satria.Satria membantu Dinara melepaskan helm nya, kemudian merapikan jilbab yang digunakan Dinara.Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan Dinara.
"Kak,aku nervous,"ucap Dinara.
"Udah, nggak usah khawatir.Optimis dong! Kakak yakin kamu bakal lulus,"ucap Satria berusaha menghibur Dinara.
"Kakak akan menjemput aku kan?"tanya Dinara.
"Iya, Kakak akan menjemput kamu.Sudah ya,kakak ke kantor dulu,"ucap Satria dan di balas anggukan kepala oleh Dinara.
"Kak.!"panggil Dinara yang tiba-tiba mendekat lagi pada Satria kemudian menengadahkan tangan.
"Uang cash kamu sudah habis?"tanya Satria.
"Iya Kak,tadi lupa minta Kakak berhenti di ATM,"sahut Dinara sambil nyengir.
Satria merogoh dompet dari saku celananya kemudian mengulurkan dua lembar uang seratus ribuan.
"Cukup kan?"tanya Satria.
"Cukup Kak,"sahut Dinara sambil tersenyum.
"Ya sudah, Kakak pergi," ucap Satria.
""Iya,"jawab Dinara melambaikan tangan pada Satria dengan senyum lebar.
"Ehem..Ehemm... Enaknya ada yang ngasih uang jajan tambahan,"Lina berdehem mendekati Dinara.
__ADS_1
"Eh Lin,baru nyampe juga?"tanya Dinara.
"Sudah dari tadi kali,cuma nggak kelihatan karena di penglihatan kamu tuch cuma ada Kak Satria,"sahut Lina.
"Ach,tau aja kamu,"ucap Dinara sambil nyengir.
"Dasar bucin!!"ledek Lina.
"Biarin!! Ngomong aja Lo iri, gara-gara Lo jomblo sejati,"ledek Dinara.
"Biarin,lebih baik jadi jomblo, dari pada punya pacar tapi cuma dijadikan pelampiasan,"ucap Lina.
"Maksud lo?"tanya Dinara yang tidak mengerti dengan arah pembicaraan Lina.
"Maksud gue, gue nggak mau pacaran kalau cuma di jadikan tebu,"jawab Lina.
"Ini lagi di jadikan tebu, apaan sich maksud kamu?"tanya Dinara semakin tidak mengerti.
"Maksud gue,habis manis sepah di buang.Alias habis di cium-ciuman,di peluk-peluk, kalau sudah bosan di diputusin.Gue nggak mau pacaran yang model begitu.Gue mau ngasih yang ORI cuma buat laki gue nanti,"jelas Lina.
"Jadi selama ini lo nggak mau pacaran gara-gara itu?"tanya Dinara.
"Yups...100% benar,"sahut Lina.
"Gue dukung,"sahut Dinara.
"Emang Lo masih orisinil?"tanya Lina menyelidik.
"Gue juga sama kayak Lo.Gue jamin masih ori sampai di unboxing sama kekasih halal gue,"jawab Dinara,"Udah terbukti malah,"lanjut Dinara dalam hati.
"Ye ile,apa benar gitu? Segitu bucinnya Lo,sama Kak Satria.Gue ragu dech kalau masih orisinil,"cibir Lina.
"Di jamin masih orisinil sampai di unboxing sama kekasih halal,"jawab Dinara.
"Yakin banget nich anak.Lagian mang Lo paket apa, mangkanya pakai acara di unboxing?"ledek Lina.
"Iya,paket istimewa buat kak Satria,"sahut Dinara.
"Serah Lo dah!!Dasar bucin akut tingkat dewa,"ledek Lina lagi.
"Biarin,"sahut Dinara.
Sudah beberapa kali Aldo memberi coklat bunga dan makanan untuk Dinara dan berakhir di berikan pada Lina.
"Nggak bosan apa si Aldo meletakkan hadiah setiap pagi di sini?"gerutu Dinara.
"Gue lihat ya?"tanya Lina, kemudian membuka kotak hadiah itu.
"Wahh .. cantik sekali!!"ucap Lina mengeluarkan sebuah cincin emas dari dalam kotak itu, membuat semua siswa yang ada di kelas itu menoleh ke arah Dinara dan Lina.Mereka kagum melihat sebuah cincin yang sedang di pakai Lina.
"Lihat catatannya, Din!!Untuk Dinara,gadis yang paling cantik,"kata Lina membaca catatan di dalam kotak cincin itu.
"Masukkan kembali ke kotaknya!"perintah Dinara dengan raut wajah tidak suka.
"Tapi ini bagus sekali Din,"ucap Lina.
"Gue punya yang lebih bagus dari itu,"ucap Dinara yang sudah duduk di bangkunya.
"Huh..oke..oke..!! Gue balikin lagi,"sahut Lina memasukkan lagi cincin yang sempat di pakainya ke dalam kotak.
"Sayang sekali, cincin bagus begini di balikin,"gerutu Lina.
"Kalau lo pengen cincin, nanti gue beliin. Yang lebih bagus dari itu juga gue beliin,"ucap Dinara kesal.
"Bercanda Lo nggak lucu,"ucap Lina.
"Gue nggak bercanda,"sahut Dinara.
"Beneran? Serius?!'tanya Lina menghadap ke arah Dinara.
"Serius, anggap saja sebagai tanda persahabatan kita,"jawab Dinara serius.
"Jadi beneran mau beliin gue cincin? Boleh milih sesuai keinginan gue?"tanya Lina masih belum percaya.
"Iya, tapi ada syaratnya,"ucap Dinara.
"Syarat? Apaan syaratnya?"tanya Lina nampak curiga.
"Kamu yang harus mengembalikan kotak hadiah ini langsung pada pengirimnya,"ucap Dinara.
"Oke,siap komandan!!"ucap Lina sambil memberi hormat.
__ADS_1
"Good girl!!"ucap Dinara.
"Jadi kapan aku di belikan cincin?"tanya Lina.
"Nanti gue ngomong dulu sama Kak Satria,"kata Dinara.
"Kan tinggal ngomong pas nanti di jemput Kak Satria,"ucap Lina.
"Bukan itu masalahnya.Gue nggak tahu kapan Kak Satria ada waktu,"kata Dinara.
"Maksud Lo,kita pergi sama Kak Satria?"tanya Lina.
"Iya.Gue nggak bakalan boleh keluar kalau nggak sama dia,"sahut Dinara.
"Wahh...posesif juga ya Kak Satria.Eh Din gue ngomong apa sama Aldo pas balikin ni kotak?"tanya Lina.
"Lo bilang,gue nggak mungkin menerima dia jadi pacar gue, karena gue sudah jadi bini orang,"ucap Dinara santai.
"Mana dia mau percaya kalau gue ngomong gitu sama dia.Gue aja nggak percaya,"sahut Lina sambil tertawa.
"Gue serius,"ucap Dinara sambil menatap Lina lekat.
"Bercanda Lo nggak lucu,"cibir Lina.
"Gue nggak bercanda,gue serius,"ucap Dinara.
"Gue nggak percaya kalau nggak ada bukti,"kata Lina.
"Lihat ini,ini cincin pernikahan gue sama kak Satria.Ada nama kami berdua di bagian dalam cincin ini,"ucap Dinara menunjukkan cincin berlian yang melingkar di jari manisnya kemudian menunjukkan tulisan namanya dan nama Satria di bagian dalam cincin itu.
"Itu nggak bisa jadi bukti.Banyak pasangan kekasih menulis nama mereka berdua di cincin couple,"ucap Lina.
Dinara menarik nafas berat, menarik Lina ke bagian belakang kelas,duduk di bangku paling pojok. Kemudian Dinara mengeluarkan handphonenya dan membuka galeri fotonya,"Ini, lihat ini!"kata Dinara menyodorkan handphonenya pada Lina.
Seketika Lina melotot melihat foto-foto yang ada di galeri Dinara.Foto saat ijab kabul, saat Dinara mencium punggung tangan Satria, foto saat Satria mencium kening Dinara dan beberapa foto mesra Dinara memakai kebaya modern berwarna putih tulang yang indah dengan Satria yang memakai tuxedo berwarna senada.
"I...ini...."
"Iya, gue nggak bohong,"ucap Dinara memotong kata-kata Lina.
"Kalian... benar-benar.. sudah menikah?"tanya Lina terbata-bata, masih tidak percaya.
Dinara membuang nafas kasar kemudian meraih handphonenya dari tangan Lina, memakaikan ear phone yang sudah tersambung dengan handphonenya di telinga Lina lalu membuka Vidio ijab kabulnya di handphone miliknya.
"Lo yang pertama kali tahu sesudah keluarga gue.Inilah yang gue bilang rahasia yang belum bisa gue ceritain ke Lo waktu itu ,"jelas Dinara.
"Jadi,Lo udah lama..."
"Iya,gue sama kak Satria udah lama menikah,"jawab Dinara memotong kata-kata Lina.
"Oh my God!!"seru Lina.
Inilah yang gue bilang ada yang belum bisa gue ceritain sama elo soal gue dan Kak Satria. Lo ingat nggak waktu gue menghilang dari kafe waktu itu? Yang pas elo sakit perut?"tanya Dinara.
"Iya,gue nggak bakalan lupa, waktu itu gue nyari elo kayak orang gila,"sahut Lina.
"Besok paginya gue nikah sama Kak Satria,"ucap Dinara.
"What??Kok bisa?!"pekik Lina hingga semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatap ke arah mereka.
"Sstt.. jangan kuat-kuat,"ucap Dinara menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya sendiri.
"Gue ceritain tapi Lo jangan menyela atau memotong cerita gue Elo harus diam,bisa nggak?"tanya Dinara.
"Iya,"sahut Lina.
Dinara kemudian menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya dan Satria sampai akhirnya mereka menikah di kantor polisi.Beberapa kali Lina ingin menyela bahkan ingin berteriak saat mendengar cerita Dinara,tapi di tahannya.
"Kamu benar-benar nekat,"kata Lina saat Dinara sudah selesai bercerita.
"Tapi kenapa ada dua video pernikahan elo?"tanya Lina penasaran.
"Karena kakak gue menganggap pernikahan kami tidak sah menurut agama jika bukan papa atau kakak gue yang menikahkan kami.Jadi kakak gue menikahkan kami lagi,"jelas Dinara.
"By the way.Kenapa Lo nggak ngasih tau gue kalau elo punya kakak seganteng itu?!Kenalin gue sama kakak Lo dong!!"ucap Lina berharap.
"Lo pengen di pukuli penyapu sama kakak ipar gue gara-gara jadi pelakor?"ucap Dinara.
...🌟"Orang yang tulus menyayangi kita, adalah orang yang selalu ada dan tidak akan pernah pergi saat kita sedih maupun bahagia , walaupun tanpa kita pinta."🌟...
To be continued
__ADS_1