Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 83 Rencana Yang Gagal


__ADS_3

"Benarkah?!"


Semua orang menoleh ke arah sumber suara.Seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dengan tubuh atletis yang masih terlihat bugar, menghampiri mereka.


"Pak Tirta?!"gumam keempat pengacara yang dibawa oleh Santi.


Tentu saja keempat pengacara itu tahu benar siapa Tirta Samudra.Seorang pengacara ternama yang tidak sembarang menerima klien.CEO dari Sanjaya Bodyguard yang sangat di segani dan terkenal akan sikap tegasnya.


Tidak mau menerima klien yang ada di pihak yang salah.Karena sebelum menerima klien selalu menyelidikinya terlebih dahulu.Dan semua klien tidak ada satupun yang kalah di persidangan.Tirta selalu memenangkan kasus yang ditanganinya.


Hanya orang-orang yang bekerja di bidang hukum dan kalangan elite saja yang mengetahui wajah dari CEO Sanjaya Bodyguard yang sekarang sudah digantikan oleh putranya itu.


Rinto langsung menyalami besannya diikuti Kirana yang langsung menyalami dan mencium punggung tangan Tirta.


Cleaning servis yang datang membawa minuman pun langsung meletakkan minuman yang di bawanya.Dan beruntung dia membawa minuman lebih sehingga semua orang kebagian.Setelah selesai meletakkan minuman yang dibawa, cleaning servis itu pun langsung meninggalkan tempat itu.


"Siapa Anda?"tanya Santi yang tidak mengetahui siapa Tirta.


Sedangkan keempat pengacara yang di bawa Santi sudah merasa ada firasat yang tidak baik untuk klien mereka saat melihat Tirta. Tatapan mata pria paruh baya mantan mafia itu terlihat tajam dan mengintimidasi.


"Saya Tirta Samudra, pengacara dari Tuan Muda Keynan, pemilik Wishaka company ini,"jawab Tirta datar.


"Keynan bukan lagi pemilik Wishaka company.Sekarang akulah pemilik Wishaka company,"sahut Santi membusungkan dada dengan angkuh.


"Oh ya??Apa buktinya?"tanya Tirta masih dengan wajah datarnya.


"Berikan buktinya!"perintah Santi pada pengacaranya.


Salah satu pengacara itu memberikan berkas pemindahan kepemilikan Wishaka company kepada Tirta.Tirta menerima berkas tersebut lalu membukanya sebentar kemudian menghempaskan berkas itu diatas meja.


"Berkas itu tidak sah,"ucap Tirta tersenyum sinis.


"Anda jangan membuat lelucon! Semua berkas ini sudah lengkap dan sah menurut hukum.Benarkan apa kataku?"tanya Santi menatap keempat orang pengacara yang di bawanya.


"Ya,itu benar.Semua berkas ini sudah lengkap dan sah menurut hukum tuan,"ucap salah satu pengacara mewakili rekan-rekannya, sedangkan Tirta tampak tersenyum miring.


"Pada usia 23 tahun,Tuan Muda Keynan menerima Wishaka company, warisan dari Tuan Wishaka.Setelah itu Tuan Muda Keynan menulis surat wasiat.Isi dari surat wasiat itu adalah Tuan Muda Keynan menuliskan bahwa seluruh aset kekayaannya adalah miliknya dan keturunannya, yang tidak bisa di pindahkan kepemilikannya,"


"Jika suatu saat Tuan Muda Keynan meninggal dan tidak memiliki keturunan,maka seluruh aset yang dia miliki akan menjadi milik negara.Jadi negara tidak akan pernah mengakui jika harta miliknya di pindah tangan kepada orang lain selain keturunannya,"


"Surat wasiat itu di pegang oleh negara,dan ini copy-nya,"jelas Tirta lalu mengeluarkan foto copy surat wasiat yang di tulis tangan oleh Keynan.

__ADS_1


Santi dan pengacara yang ada di sebelahnya pun membaca foto copy surat wasiat itu.Santi kemudian merobek-robek foto copy surat wasiat itu dengan wajah marah, kesal, frustasi dan juga benci.


"Dengan merobek foto copy surat wasiat itu tidak akan mengubah apapun.Wanita licik seperti mu,tidak akan bisa membodohi kami,"kata Tirta tersenyum miring.


"Kau...."kata-kata Santi langsung di potong Tirta.


"Security, suruh para polisi diluar untuk masuk!"perintah Tirta tiba-tiba.


Santi sangat terkejut saat melihat beberapa orang polisi menghampirinya.


"Nona Santi, silahkan ikut dengan kami!"ucap seorang polisi.


"Kenapa? Kenapa aku harus ikut dengan kalian?"tanya Santi menyembunyikan ketakutannya.


"Anda dilaporkan atas kasus ancaman, penculikan, penyanderaan,dan penipuan,"sahut Tirta.


"Mana surat perintah penangkapan saya?Saya tidak mau ikut jika tidak ada surat perintah nya,"ucap Santi mencari alasan untuk lolos dari posisi.


"Ini,"ucap seorang polisi menunjukkan surat penangkapan.


"Tapi kalian tidak punya bukti bahwa saya melakukan semua itu.Mana buktinya? Kalian tidak boleh menangkap saya sembarangan tanpa bukti!"kilah Santi.


"Aku punya buktinya,"


"Tuan Muda,"sapa Tirta, Rinto dan Kirana.


"Pak polisi,saya punya rekaman saat perempuan itu memaksa saya untuk menandatangani beberapa berkas,lalu menyandra istri saya dan membawanya pergi,"ucap Keynan kemudian memberikan handphonenya pada salah seorang polisi.


"Tidak mungkin,aku sudah menyuruh seseorang untuk meretas cctv di rumah Keynan,"batin Santi.


"Saudari Santi, dalam video ini terbukti anda telah menodongkan pisau pada seorang wanita untuk menyuruh tuan Keynan menandatangani berkas.Jadi anda tidak bisa berkilah lagi,"ucap seorang polisi.


"Kenapa?Kamu kaget?"tanya Keynan,"Kamu memang merencanakan semuanya dengan baik.Kamu meretas cctv di rumah ku tapi salah seorang pelayan di rumahku telah sembunyi-sembunyi merekam kejadian tadi pagi melalui handphone nya,"ujar Keynan tersenyum sinis.


"Kamu jangan senang dulu,aku sudah menyuruh orang suruhan ku untuk bersenang-senang dengan istri kesayanganmu itu,"ucap Santi percaya diri.


"Itu tidak akan pernah terjadi walaupun hanya dalam mimpimu sekalipun,"sergah Keynan.


"Ha..ha..ha..kamu terlalu percaya diri.Orang-orang ku pasti sudah menggilir istrimu,"ucap Santi.


"Istriku sekarang sudah ada di rumah,"sahut Keynan.

__ADS_1


"Tidak mungkin!!Kamu pasti berbohong!!Kamu pasti belum menemukan istri mu,"teriak Santi.


"Jika istri ku dalam bahaya, tidak mungkin aku ada disini,"ucap Keynan.


"Kamu pasti bohong!!Aku tidak terima ini!!Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia!!Aku berjanji akan menghancurkan hidup mu!!Jika kamu tidak bisa aku miliki, orang lain pun tidak boleh memilikimu!!Jika aku tidak bahagia kau pun tidak boleh bahagia!!"teriak Santi.


Santi berteriak-teriak histeris,terus meronta-ronta ingin melepaskan diri dari dua orang polwan yang memegangnya.


"Tolong segera bawa dia,Pak!Saya sudah muak melihat wajahnya,"ucap Keynan pada polisi.


"Baik Tuan.Ayo,bawa dia ke kantor,"ucap seorang polisi.


"Keynan!!kamu jangan senang dulu!!Aku pasti akan membalas kamu!!"teriak Santi yang di bawa paksa oleh kedua polwan,terus meronta-ronta.


"Tuan Tirta, Tuan Keynan dan Tuan Rinto.Kami mohon jangan memusuhi kami karena masalah ini.Kami tidak tahu jika klien kami melakukan tindak pidana untuk mendapatkan berkas-berkas pemindahan kepemilikan Wishaka company,"ucap salah seorang pengacara Santi.


"Kami mengerti jika kalian melakukan ini atas tuntutan pekerjaan.Kami tidak akan mempersalahkannya dengan syarat kalian berhenti menjadi pengacara Santi.Bukankah begitu, Pak Rinto, Pak Tirta?"tanya Keynan pada Rinto dan Tirta.


"Tentu saja Tuan Muda,"jawab Rinto dan Tirta bersamaan.


"Tentu saja Tuan.Tanpa di pinta pun kami akan mengundurkan diri.Kami tidak mau lagi menjadi pengacara Nona Santi.Mana berani kami melawan pengacara lengendaris, yang hebat dan terkenal seperti Tuan Tirta.Kami ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan beliau,"sahut salah satu pengacara itu.


"Bahkan kami akan menjadi saksi atas kejahatan Nona Santi,jika anda membutuhkan kami,"ucap pengacara yang satunya lagi.


Terimakasih,kami akan menghubungi kalian jika kami membutuhkan bantuan,"ucap Keynan.


"Baik Tuan.Tuan bisa menghubungi kami kapan saja.Kalau begitu kami pamit undur diri,"ucap salah satu pengacara itu.


"Silahkan,"ucap Keynan ramah.


"Terimakasih"ucap keempat pengacara itu bersamaan kemudian meninggalkan gedung Wishaka company.


"Pak Rinto,Pak Tirta, terimakasih atas bantuannya dan maaf selalu saja merepotkan kalian,"ucap Keynan setelah Santi dan empat orang pengacara itu keluar dari perusahaan Keynan.


"Itu sudah menjadi tugas dan kewajiban kami tuan Muda.Bukankah begitu pak Rinto?"jawab Tirta sekaligus bertanya kepada Rinto.


"Iya,apa yang dikatakan Pak Tirta itu benar Tuan Muda.Semua ini adalah tugas dan kewajiban kami,"jawab Rinto.


"Baiklah, kalau begitu saya pamit pulang,"ucap Keynan.


"Iya, Tuan Muda,"sahut Rinto, Tirta dan Kirana.

__ADS_1


...🌟"Semua orang berhak meraih mimpi, cita-cita dan kebahagiaan.Tapi bukan berarti harus menghalalkan segala cara apalagi menghancurkan mimpi, cita-cita dan kebahagiaan orang lain untuk mendapatkannya."🌟...


To be continued


__ADS_2