Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 85 Kecurigaan


__ADS_3

"Ay.."panggil Keynan saat memasuki kamarnya.


"Aisyah di kamar mandi Mas,"sahut Aisyah.


"Cekiek,"beberapa saat kemudian pintu kamar mandi itu pun terbuka, menampilkan seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang terurai.


"Cup,"Keynan langsung memeluk dan mencium sekilas bibir Aisyah.


"Mas, bersihkan dirimu dulu!"ucap Aisyah mendorong pelan dada suaminya agar menjauh darinya.


"Iya..iya..."ucap Keynan kemudian mencium pipi Aisyah sekilas dan berlalu ke kamar mandi.Beberapa menit kemudian Keynan sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar.


"Ay,apa lukamu sudah di obati?"tanya Keynan menghampiri Aisyah yang sedang duduk di tepi ranjang membelakanginya dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya.


"Sudah Ma...mas! Ke.. kenapa tidak memakai baju?" tanya Aisyah gugup saat melihat Keynan hanya membalut tubuhnya dengan handuk, sebatas pinggang sampai paha.


"Memangnya kenapa?Ini kan di kamar, hanya kamu dan Mas yang ada di sini,"ucap Keynan mengulum senyum dan malah duduk di samping Aisyah.


"Pakai baju dulu Mas,"ucap Aisyah tanpa mau melihat Keynan.


"Kenapa tidak mau melihat Mas?"tanya Keynan memegang sebelah pipi Aisyah lalu mengarahkan wajah itu untuk menatapnya.


"Kenapa wajahmu memerah?Apa kamu sakit?"tanya Keynan sambil menahan senyum, menatap wajah Aisyah.


"Nggak,Mas pakai baju dulu sana!!"ucap Aisyah lagi.


"Kalau Mas nggak mau?"tanya Keynan mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah.


"A.. Aisyah akan ke dapur sebentar,"ucap Aisyah sambil bangkit dari duduknya.


"Jangan menghindari, Mas!"ucap Keynan.


"Mas.!!"pekik Aisyah saat tiba-tiba Keynan malah menarik pinggang Aisyah dan dengan cepat mendudukkan Aisyah di pangkuannya.


"Apa,hemm?"tanya Keynan sambil membelai wajah Aisyah dengan lembut.


"A..aku mau ke da....emp....."


Aisyah tidak dapat lagi melanjutkan kata-katanya karena Keynan langsung menautkan bibirnya dengan bibir Aisyah,menekan tengkuk Aisyah untuk memperdalam ciumannya, memeluk pinggang Aisyah semakin erat.Mencari kenikmatan dari bibir ranum itu.Hingga tanpa sadar Aisyah mencengkram kedua bahu Keynan.


"Mas..!! Ini masih siang,"ucap Aisyah sambil mengatur nafasnya setelah Keynan melepaskan tautan bibir mereka.


"Berarti kalau sudah malam boleh kan?"tanya Keynan sambil mengedipkan sebelah matanya, dengan wajah dihiasi senyum yang begitu dekat dengan wajah Aisyah.


"Se.. sebaiknya Mas memakai baju!"ujar Aisyah.


"Oke...oke...Mas akan memakai baju,"ucap Keynan kemudian menurunkan Aisyah dari pangkuannya dan mendudukkan Aisyah ke atas ranjang lalu berjalan menuju walk in closet untuk memakai baju.


"Sini, Mas ingin melihat tanganmu,"ucap Keynan setelah memakai pakaian,menarik tangan Aisyah perlahan.


"Ini cuma memar saja kok Mas,"ucap Aisyah.


"Apa bayi kita baik-baik saja?"tanya Keynan mengusap perut Aisyah.

__ADS_1


"Dia baik-baik saja Mas,"sahut Aisyah.


"Apa orang-orang Santi berbuat kasar padamu?"tanya Keynan.


"Santi hanya mengikatku lalu membiusku.Namun setelah Aisyah sadar Aisyah di tarik ke dalam bangunan tadi oleh seorang pria bertubuh tinggi dan besar,Mas,"jawab Aisyah.


"Apa mereka melakukan sesuatu padamu?"tanya Keynan.


"Tidak Mas.Mereka cuma ingin melepas cadar ku.Tapi sebelum mereka dapat melepaskannya, tiba-tiba salah seorang dari mereka datang dan mengatakan bahwa mereka sudah di kepung.Akhirnya mereka mengikat Aisyah di kursi dan tak lama dari itu Kak Bayu datang menolong Aisyah,"jelas Aisyah.


"Maaf ya? Gara-gara......"Aisyah menempelkan jari telunjuknya di bibir Keynan mengisyaratkan agar Keynan diam.


"Tolong jangan bahas itu lagi,"ucap Aisyah dengan tatapan memohon.


"Baiklah.Mas tidak akan membahasnya lagi.Mas akan melakukan apapun yang kamu mau, Mas Mencintai mu,dan Mas akan menderita jika hidup tanpa kamu,"sahut Keynan mengelus pipi Aisyah yang halus.Aisyah tersenyum kemudian memeluk Keynan.


"Sini,kita berbaring saja,"ucap Keynan mengajak Aisyah untuk berbaring.


"Bagaimana dengan Santi Mas?"tanya Aisyah yang sekarang sedang berbaring memeluk Keynan yang tidur terlentang dan lengan kanannya di jadikan bantal oleh Aisyah.


"Dia tadi sudah di bawa polisi,dan mungkin akan mendekam sepuluh tahunan di penjara,"jawab Keynan sambil mengelus rambut Aisyah.


"Kenapa Santi seperti itu ya Mas?"tanya Aisyah.


"Menurut informasi yang aku dapat,Santi terlalu dimanja oleh kedua orang tuanya.Mereka memberikan apapun yang diinginkan oleh Santi dengan cara apapun, sehingga Santi terbiasa mendapatkan apapun yang di inginkan nya dengan segala macam cara,"ucap Keynan.


"Apa kali ini papa akan menolongnya?"tanya Aisyah.


"Mas nggak tahu,"jawab Keynan.


"Mas,akan tetap pada rencana awal, yaitu menjebloskan dia ke penjara.Mas tidak mau dia mengganggu hidup keluarga kita.Sudah, jangan membahasnya lagi, tidurlah!"sahut Keynan mengeratkan pelukannya pada Aisyah.


***


Keesokan harinya.Di sebuah restoran,dua orang pria muda berparas rupawan nampak duduk dengan santai setelah menikmati makan siang.


"Jadi,apa yang ingin kamu sampaikan Bay?"tanya Keynan.


"Tadi aku mendapat laporan dari anak buah kita.Mereka bilang, Santi di bawa ke rumah sakit jiwa,"jawab Bayu.


"Santi dibawa ke rumah sakit jiwa?"tanya Keynan mengernyitkan dahinya.


"Iya.Semalam dia meracau, menangis, berteriak-teriak bahkan mencekik teman yang satu tahanan dengan dia,"jelas Bayu.


"Apa kamu yakin dia terkena gangguan jiwa?"tanya Keynan menyelidik.


"Apa kamu juga curiga dia pura-pura tidak waras?"tanya Bayu.


"Kamu juga curiga dia berpura-pura tidak waras untuk lolos dari jeratan hukum?"Keynan tidak menjawab tapi malah balik bertanya.


"Iya,aku curiga dia hanya berpura-pura tidak waras.Bukankah kamu sudah membaca semua informasi tentang dia?Dia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.Dan menghancurkan apapun yang tidak bisa dimilikinya.Santi lebih berbahaya dari Cicilia,"ujar Bayu.


"Kamu suruh saja beberapa orang anak buah mu untuk mengawasinya di rumah sakit jiwa.Kita harus waspada dan jangan sampai kecolongan,"ujar Keynan.

__ADS_1


"Iya, Sebegitu aku tahu dia di pindahkan ke rumah sakit jiwa,aku sudah menyuruh beberapa orang untuk menyamar sebagai perawat dan juga dokter untuk mengawasi Santi di sana.


"Bagus.Terus awasi dia,"ucap Keynan.


***


Di sebuah rutan.


"Permisi Pak, saya ingin mengunjungi tahanan yang bernama Santi.Dia baru di tahan kemarin,"ucap Danu.


"Santi yang terkena kasus penculikan dan penyanderaan itu?"tanya sang petugas rutan.


"Iya Pak,"sahut Danu.


"Apa bapak kerabat dekatnya?"tanya petugas rutan.


"Iya Pak.Saya adalah pamannya,"jawab Danu.


"Perempuan yang bernama Santi itu sudah di bawa ke rumah sakit jiwa tadi pagi,"jawab petugas rutan itu.


"Apa? Maksud bapak bagaimana?Kenapa keponakan saya di bawa ke rumah sakit jiwa?"tanya Danu bingung sekaligus tidak percaya.


"Semalam, keponakan Bapak membuat keributan di kamar tahanan, meracau tidak jelas, sebentar menangis,sebentar tertawa, sebentar marah bahkan sampai hampir membunuh tahanan yang lain dengan cara mencekiknya.Itu yang saya dengar dari petugas yang memergokinya mencekik tahanan lain,"jelas petugas rutan itu.


"Itu tidak mungkin!! Tidak mungkin keponakan saya terkena gangguan jiwa,"gumam Danu tidak percaya.


"Tapi itu kenyataannya Pak,"ucap petugas rutan.


"Lalu di rumah sakit mana keponakan saya di rawat Pak?"tanya Danu dengan wajah khawatir.


"Di rumah sakit jiwa xx,"jawab petugas rutan itu.


"Terimakasih Pak.Kalau begitu saya permisi,"ucap Danu.


"Silahkan!"ucap petugas itu ramah.


Setelah pergi dari rutan,Danu pun pergi ke rumah sakit yang dikatakan oleh petugas rutan tadi.Dengan perasaan sedih dan khawatir, Danu mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempat Santi di rawat.


Empat puluh menit kemudian Danu sudah tiba di rumah sakit yang di tujunya.Kemudian bertanya di bagian informasi.


"Maaf,saya ingin bertanya tentang pasien bernama Santi yang baru datang tadi pagi.Dia di bawa dari rutan xx,"tanya Danu.


"Mohon tunggu sebentar,"sahut wanita yang ditanyai Danu.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Danu diantar seorang perawat untuk menemui Santi.


"Santi.!"panggil Danu,saat masuk ke dalam sebuah kamar.


Diruang itu terlihat seorang perempuan dengan rambut panjang sebahu, terlihat acak-acakan,duduk menghadap jendela hingga Danu tidak dapat melihat wajah perempuan yang membelakanginya itu.Perlahan Danu menghampiri perempuan yang dia yakini adalah Santi, keponakannya.


"Santi.!?"Astaga.!!! ucap Danu reflek mundur karena kaget.


...🌟"Mencintai itu tidak akan menyiksa jika sesuai porsinya.Maka jangan terlalu mencintai, karena segala sesuatu yang terlalu dan berlebihan itu tidak akan baik untuk jiwa dan juga raga."🌟...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2