
"Sebenarnya barang-barang mewah yang dimiliki oleh Ara itu bukan aku yang membelikannya, tapi Satria.
"Satria? Apakah Satria itu pacar Ara? tanya Kirana penasaran.
"Bukan,"jawab Bayu.
"Kalau bukan pacar Ara terus ada hubungan apa Ara dan Satria hingga Satria memberikan barang -barang mewah kepada Ara?"tanya Kirana.
"Satria adalah suami Ara,"jawab Bayu menghembuskan nafas berat.
"Suaminya Ara?Tapi bukannya Ara masih sekolah?"tanya Kirana semakin penasaran.
"Ara mencintai Satria dan Satria juga mencintai Ara.Namun karena Ara masih sekolah, Satria tidak menunjukkan rasa sukanya pada Ara.Tapi aku tidak menyangka kalau Ara menjadi agresif dan mengejar-ngejar Satria dan tidak berhenti mengejar Satria sampai akhirnya mereka bisa menikah,"ujar Bayu.
"Tapi kok bisa? Bagaimana ceritanya?"tanya Kirana.
"Sejak mengenal Satria,Ara langsung jatuh cinta pada Satria.Suatu malam Ara nongkrong di kafe dan diberi obat tidur oleh seseorang.Lalu Ara digendong oleh seorang pria dalam keadaan tidak sadarkan diri,"
"Tanpa sengaja Satria memergoki dua orang pria memakai masker akan memasukkan Ara ke dalam mobil dalam keadaan pingsan.Lalu Satria merebut Ara dari mereka.Saat Satria akan membawanya ke rumah sakit terdekat,"
"Tiba-tiba bawahan Satria dari perusahaan cabang yang seharusnya menemui Satria keesokan harinya malah ingin menemui Satria malam itu juga karena putranya kecelakaan dan dia ingin segera pulang.Akhirya Satria membawa Ara kekamar hotel, sementara itu Satria menemui bawahannya,"
"Waktu akan kembali ke kamar hotel Satria tak sengaja bertabrakan dengan seorang pelayan yang membawa nampan hingga pakaiannya kotor karena makanan dan minuman yang dibawa pelayan,"
"Saat Satria mandi tiba-tiba pintu kamar digedor-gedor dan pas Satria membuka pintu, ternyata mereka aparat gabungan yang mencurigai ada pengedar dan pemakai narkoba yang berada di hotel itu,"
"Karena Satria sekamar dengan Ara yang diberi obat tidur dan tidak mempunyai identitas ,maka mereka dibawa ke kantor polisi.Disana Ara menuduh Satria telah melecehkan dia dan Ara meminta Satria untuk menikahinya sebagai bentuk pertanggungjawaban,"
Dan yang lebih konyolnya saat Satria menolak untuk menikahi Ara, Ara malah mengambil pistol Pak polisi dan mengancam akan bunuh diri jika Satria tidak mau menikahinya,"
"Itu kejadian yang diceritakan oleh Satria dan setelah aku menanyakan langsung pada pihak kepolisian ternyata ceritanya sama yang artinya Satria berkata jujur,"jelas Bayu panjang lebar.
"Jadi kamu yang menikahkan mereka?"tanya Kirana.
"Awalnya bukan aku, mereka dinikahkan penghulu di kantor polisi.Aku baru mengetahui mereka sudah menikah setelah aku menghajar Satria karena aku memergoki mereka sedang bergumul di atas ranjang Satria,"ujar Bayu.
"Jadi maksudnya kamu menikahkan mereka lagi?'tanya Kirana.
"Iya.Aku minta tolong agar kamu merahasiakan apa yang aku ceritakan ini dari siapapun,"ucap Bayu memegang kedua pundak Kirana dengan wajah yang serius.
"Iya,aku akan merahasiakannya,"ucap Kirana.
"Terimakasih,"ucap Bayu.
"Tapi kenapa kamu tidak menceritakan semua pada papa?"tanya Kirana.
"Dimana harga diriku jika papa tahu kejadian ini?Itu akan membuktikan aku ini Kakak yang tidak bertanggung jawab, tidak becus menjaga adikku sekaligus anak yang tidak amanah dalam menjaga adikku.Jangankan Ara yang anak gadis,aku yang seorang anak laki-laki saja dilarang pacaran sampai aku lulus kuliah,"
"Gimana kalau papa tahu Ara yang masih sekolah sudah menikah?Satu tahun yang lalu,papa mengatakan padaku kalau papa sudah mempunyai calon untuk Ara ,tapi aku tidak tahu siapa orang yang menjadi calon menantu idaman papa itu,"
__ADS_1
"Papa orangnya sangat keras,apa yang menjadi keputusannya akan sangat sulit untuk di ubah.Karena itu juga aku kemarin agak takut untuk memberitahu papa soal pernikahan kita.Tapi syukurlah mereka tidak mempermasalahkan soal pernikahan kita, bahkan beliau sangat bahagia saat mengetahui kamu sedang mengandung,"
"Yang jelas,kita harus menyembunyikan pernikahan Ara dari mama dan papa.Jika papa tahu Ara sudah menikah tanpa ijin dari papa,aku takut papa akan memisahkan mereka berdua dan mengurung Ara,"jelas Bayu panjang lebar.
"Baiklah, jangan khawatir.Aku akan tutup mulut soal ini.Memangnya apa pekerjaan Satria, sehingga dia bisa membelikan barang-barang mewah untuk Ara?"tanya Kirana penasaran.
"CEO Sanjaya company,"ucap Bayu.
"What?! CEO Sanjaya company?Wah , beruntung sekali Ara,"ujar Kirana.
"Apa kamu menyesal karena menikah dengan seorang CEO perusahaan kecil seperti ku?"tanya Bayu yang merasa berkecil hati bila dibandingkan dengan Satria.
"Apa maksudmu?"Ke..kenapa bertanya seperti itu?"tanya Kirana yang bingung saat melihat wajah Bayu yang tiba-tiba murung.
"Aku tidak bisa memberikan barang-barang mewah seperti yang di berikan oleh Satria untuk Ara.Aku tak sekaya Satria yang sejak kecil sudah merintis bisnisnya,"ucap Bayu bangkit dari duduknya.
"Apa dia tersinggung karena aku mengatakan Ara beruntung memiliki suami seperti Satria?"batin Kirana.
"Mau kemana?"tanya Kirana langsung memegang tangan Bayu yang sudah berdiri.
"Ingin cari angin,"jawab Bayu singkat.
"Tapi aku mau tidur,"ucap Kirana.
"Tidurlah,aku tidak akan mengganggumu,"ucap Bayu berusaha melepaskan pegangan tangan Kirana.
"Tapi aku tidak bisa tidur jika tidak dipeluk,"ucap Kirana yang tidak mau melepaskan tangan Bayu.
Bayu memang agak tersinggung saat Kirana mengatakan Ara beruntung bisa menikah dengan Satria, seolah mengatakan bahwa Kirana tidak beruntung karena menikah dengannya.
Kirana sendiri yang merasa bahwa kata-katanya telah menyinggung hati suaminya pun mencoba mencari cara untuk melunakkan hati suaminya.
Bayu berbaring lebih dahulu diatas ranjang disusul Kirana.Seperti biasa Kirana selalu tidur memeluk Bayu, namun kali ini Kirana tidak meletakkan kepalanya di dada Bayu tapi dipundak Bayu.
Kirana menggesekkan hidungnya di leher Bayu dan sesekali menciuminya, tangan Kirana pun nakal meraba-raba dada dan perut Bayu yang sixpack, hingga membuat tubuh Bayu meremang.
"Ki..!"ucap Bayu degan suara berat, memegang tangan Kirana yang nakal.
Namun walaupun tangannya sudah dipegang oleh Bayu, Kirana tetap menggoda Bayu.Kali ini Kirana tidak sekedar mencium Bayu tapi sengaja menghisap leher Bayu hingga meninggalkan jejak kemerahan.
"Ki...emm..."Bayu terkejut saat tiba-tiba Kirana menindih tubuhnya dan membungkam mulut Bayu dengan bibirnya.
Bayu yang sudah terpancing pun langsung membalas ciuman Kirana, saling menghisap dan saling membelit hingga mereka kekurangan oksigen dan melepaskan tautan bibir mereka.
Perlahan Kirana turun dari tubuh Bayu, kembali berbaring memeluk tubuh Bayu seolah-olah tidak terjadi apapun barusan.
Bayu pun kesal merasa dikerjai Kirana, karena setelah sesuatu di bawah sana menegang sempurna Kirana malah menghentikan aksinya.Dengan cepat Bayu merentangkan tubuh Kirana kemudian mengungkungnya.
"Kamu harus bertanggung jawab karena telah membangunkannya.Sekarang kamu harus menidurkannya,"ucap Bayu langsung menautkan bibirnya dengan bibir Kirana.
__ADS_1
Menyusuri leher Kirana memberikan beberapa tanda di sana, membuat Kirana mengeluarkan suara-suara aneh yang semakin membuat Bayu terbakar gai*rah.
Tangan Bayu aktif menanggalkan pakaian mereka satu persatu hingga tidak tersisa sehelai benangpun ditubuh mereka tanpa menghentikan aktivitasnya,menjilat dan menghisap kedua benda kenyal di dada istrinya.
Bayu semakin ganas menciumi tubuh Kirana,meremas bagian-bagian yang disukainya.Hingga Bayu sudah tidak tahan lagi untuk menyatukan tubuh mereka,menghentakkan pinggulnya mencari kenikmatan surga dunia dari tubuh istrinya.
Kirana mencengkram erat punggung Bayu merasakan nikmatnya setiap hentakan yang dilakukan Bayu hingga suara-suara yang terdengar seksi ditelinga Bayu keluar dari mulut Kirana.
Bayu semakin mempercepat gerakannya merasakan kenikmatan yang semakin meningkat hingga akhirnya mereka mencapai puncak kenikmatan bersamaan.
"Terimakasih,"ucap Bayu mengecup bibir Kirana beberapa kali.Kemudian berbaring di sebelah Kirana dan menutupi tubuh mereka dengan selimut.
Kirana memeluk tubuh Bayu, kemudian menciumi dada Bayu berulang kali.
"Ki, tubuhku berkeringat, kenapa kamu suka sekali menciuminya,"ucap Bayu.
"Aku menyukainya.Aku suka dengan dada mu yang bidang dan berotot.Aku suka perutmu yang sixpack,"ucap Kirana sambil mengelus dada dan perut Bayu.
"Hentikan, Ki,"ucap Bayu.
"Kenapa?Kamu risih atau tidak suka jika aku sentuh?"tanya Kirana menatap wajah Bayu dengan wajah cemberut.
"Bukannya tidak suka Ki, tapi..."
"Tapi kenapa?tanya Kirana menatap tajam mata Bayu.
"Karena ini,"ucap Bayu menarik tangan Kirana ke pangkal pahanya.
"Auwh,Bayu!!" pekik Kirana saat tangannya menyentuh sesuatu yang kembali mengeras dibawah sana.
"Kamu yang sudah membangunkannya, Ki!!"ucap Bayu terkekeh melihat wajah Kirana yang cemberut.
Cup..cup...cup... Bayu menciumi bibir Kirana berulang kali.
"Aku lelah Bay,"ucap Kirana saat tangan Bayu sudah mulai nakal.
"Kenapa memanggilku seperti itu lagi?Aku akan adukan sama bunda kalau kamu nggak mau manggil aku dengan panggilan 'Mas' !"ancam Bayu yang sudah mengungkung Kirana.
"Iya, maaf.Sudah, turunlah!"ucap Kirana.
"Aku akan turun setelah kamu menidurkannya,"ucap Bayu sambil menekan-nekan paha Kirana dengan miliknya.
"Bay...eh.Mas!Jangan emmmp...."Kirana pun tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi karena Bayu sudah membungkam mulut Kirana dengan bibirnya.
Kirana pun akhirnya pasrah, menuruti keinginan Bayu untuk kembali mendaki puncak kenikmatan bersama Bayu.
...🌟 Jika kamu mengatakan sebuah kejujuran, kamu tidak perlu mencari alasan untuk berbohong, apalagi menutupi kebohongan dengan kebohongan lain.🌟...
..."Author"...
__ADS_1
To be continued