Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 71 Rencana Santi


__ADS_3

Di kediaman Satria.


Seperti biasa, Keynan memeriksa dan menandatangani berkas-berkas.


"Key, sekarang perusahaan kita berkembang semakin pesat dan banyak sekali perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita,"ucap Satria setelah pekerjaan mereka selesai.


"Terus kenapa?"Bukannya itu bagus?"tanya Keynan.


"Masalahnya akhir -akhir ini aku mendengar ada beberapa orang yang mengaku sebagai pemilik Sanjaya company.Mereka menipu para investor dan juga beberapa perusahaan dengan mengaku sebagai pemilik Sanjaya company,"ujar Satria.


"Kamu minta tolong pada Bayu untuk membereskan masalah itu,"ucap Keynan.


"Tapi apa tidak sebaiknya kamu mempublikasikan diri sebagai pemilik Sanjaya company, Wishaka company dan juga perusahaan bodyguard mu itu,"ujar Satria.


"Aku lebih suka bekerja di belakang layar, kamu tahu kan aku tidak suka ketenaran?"


"Dan soal perusahaan bodyguard itu, secara tidak langsung aku dan kakek memang yang membangunnya, tapi dari awal sampai saat ini Pak Tirta lah yang mengelola hingga sekarang diteruskan Bayu,"ucap Keynan.


"Tapi seratus persen perusahaan itu milikmu kan?"tanya Satria.


"Iya,"jawab Keynan singkat.


"Wishaka company sekarang juga berkembang semakin pesat,ya walaupun tidak sebesar Sanjaya company.Tapi karena kerjasama kamu dengan Pak Rinto perusahaan itu dalam waktu singkat bisa menjadi perusahaan nomor dua setelah Sanjaya company,"ujar Satria.


"Iya, tapi Wishaka company tetap tidak bisa menyaingi Sanjaya company.Karena aku lebih fokus pada Sanjaya company.Dan lagian Sanjaya company hampir bergerak di segala bidang, jadi Wishaka company hanya mengambil sisanya,"ucap Keynan.


"Oh ya, Minggu depan kita akan bertemu lagi dengan klien yang pernah kita temui dulu.Dia sangat puas dengan hasil kerjasama yang kita jalin.Dia ingin mengajukan beberapa kontrak kerjasama lagi dengan kita.Dan seperti biasa,dia mau bertemu langsung dengan kita,"ujar Satria.


"Berarti kita akan di sana untuk beberapa hari?"tanya Keynan.


"Iya,"jawab Satria tidak bersemangat.


Keynan mengernyitkan keningnya saat melihat wajah Satria yang jadi tidak bersemangat.


"Kenapa?Kamu tidak sanggup berpisah lama dengan Dinara?"tanya Keynan.


"Memangnya kamu sanggup berpisah lama dengan Aisyah?"Satria malah balik bertanya.


"Tentu saja tidak, apalagi saat ini Aisyah sedang mengandung.Aku khawatir jika meninggalkannya sendirian,"ujar Keynan.


"Apa? Aisyah mengandung?Wahh selamat ya bro!!"pekik Satria lalu memeluk Keynan dengan wajah bahagia.


"Terimakasih,lalu bagaimana dengan mu?"tanya Keynan.


"Maksudmu?"tanya Satria tidak mengerti.


"Tiap hari kan Dinara kamu kekepin, siapa tahu sudah ngisi,"ucap Keynan tersenyum jahil.


"Dari mana kamu tahu kalau aku tiap malam bersama Dinara? Kamu memata-matai aku?"selidik Satria.


"Aku juga pernah jadi pengantin baru,jadi aku tahu.Sekali kita menyentuh pasangan kita, kita tidak akan bisa jauh dari mereka.Mereka itu seperti narkotika yang bikin kecanduan bahkan lebih parah dari narkotika,"


"Karena sekali menyentuh mereka kita bakalan ketagihan dan tidak ada obat atau terapi apapun yang bakalan bisa menyembuhkan,"jawab Keynan.


"Kamu benar,"sahut Satria.


"Aku akan membawa Aisyah dan Bik Minah,"ucap Keynan.


"Kamu akan membawa mereka ke luar negeri bersamamu?"tanya Satria.


"Iya,biar sekalian mengajak dia jalan-jalan.Selama ini aku hanya mengajaknya jalan-jalan di kota ini saja.Jadi sekali kali aku ingin mengajaknya jalan-jalan ke luar negeri,"ujar Keynan.


"Enak sekali kamu bisa membawa istrimu jalan-jalan,"ucap Satria.


"Sabar, sebentar lagi kamu juga bisa,"ucap Keynan menepuk pundak Satria.


"Ya,aku sudah tidak sabar membawanya pergi kemanapun aku mau,"ujar Satria.


"By the way, selama ini kalian pakai kontrasepsi tidak?"tanya Keynan tiba-tiba.


"Ha.?! Kenapa memangnya?"tanya Satria.

__ADS_1


"Ya dia kan masih sekolah.Takut tubuh tuch,benih yang kamu tanam setiap hari,"ucap Keynan terkekeh.


"Sialan kamu!!Tapi iya juga ya?! Sudah tiga bulan kami melakukannya,namun sampai sekarang dia belum hamil juga.Soal sekolah sich nggak masalah,dia kan sudah selesai ujian Nasional, tinggal nunggu kelulusan saja kok!"ucap Satria.


"Oh,kamu juga sudah kepengen punya anak?"tanya Keynan.


"Ya iya lah Key,masak enggak,.Buat apa aku kawin kalau nggak pengen punya anak!?""sahut Satria.


"Iya, iya, yang kawin setiap hari !"ledek Keynan terkekeh geli.


"Sialan Lo!! Kayak situ nggak aja!!"sergah Satria.


"Enggak lah, enggak salah lagi!"sahut Keynan lalu tertawa terbahak-bahak.


"Songong Lo!!"balas Satria ikut tertawa.


"Ya sudah,aku pulang dulu,"pamit Keynan.


"Oke,"sahut Satria yang juga segera berkemas untuk pergi ke rumah Dinara.


"Ach aku berasa kayak jadi pemeran utama Drakor yang judulnya Healer yang pemeran utamanya Ji Chang-wook. Menyamar pakai Hoodie buat ketemu kekasih hati,"gumam Satria terkekeh geli.


***


Di kediaman Wishaka.


Setelah sarapan pagi Danu pun segera pergi ke kantor begitupun dengan Dio.Keynan sendiri juga sudah siap dengan motor sportnya untuk pergi.


Reni yang memulai usaha kecil-kecilan semalam pulang sangat larut malam karena mobilnya mogok di tengah jalan. Pagi ini Reni belum bangun dari tidurnya dan tidak ikut sarapan dengan keluarganya.


"Om Danu, Kak Dio dan Kak Keynan sudah berangkat semua .Tante Reni sepertinya semalam tidak pulang, tidak ada mobilnya di garasi dan saat sarapan tadi juga tidak ada,"


"Dan Aisyah sudah berada di taman,sepertinya saat ini adalah waktu yang tepat untuk melancarkan rencana ku,"batin Santi menyeringai menatap Aisyah yang berada di taman bunga.


Setiap pagi setelah sarapan Aisyah memang selalu pergi ke taman bunga.Aisyah berjemur sambil mengelilingi taman bunga.


"Halo,sekarang juga kalian ke sini. Kerjakan seperti yang telah kita rencanakan kemarin, jangan sampai ada kesalahan,"ucap Santi dalam sambungan telepon.


"Kami akan ke sana dan menjalankan rencana itu jika bos menambah bayaran kami,"sahut seseorang di sambungan telepon.


"Ya itu karena kemarin kami sangka hanya rumah kecil dengan sedikit pelayan.Setelah kami selidiki rumahnya sangat besar dan pelayanannya sangat banyak.Jadi resiko kami akan semakin besar,"jawab pria yang ditelepon Santi.


"Oke, berapa?"tanya Santi karena tidak ingin melewatkan kesempatan hari ini.


"Jarang sekali penghuni rumah ini pada pergi, apalagi Keynan.Biasanya Keynan selalu menempel pada Aisyah.Hari ini adalah kesempatan emas karena hanya ada para pelayan selain aku dan Aisyah,"batin Santi.


"Seratus juta,"ucap sang pria.


"What?!Aku tidak mau jika sebesar itu,"pekik Santi.


"Ya sudah,klo begitu carilah orang lain.Selamat pagi...."ucap pria itu langsung dipotong Santi.


"Eh, tunggu!!Oke aku setuju,"ucap Santi terpaksa setuju.


"Oke deal.Sekarang juga kami ke sana,"ucap pria di telepon lalu memutuskan sambungan.


"Aku pastikan mulai hari ini Keynan tidak akan menyentuhmu lagi bahkan akan membenci dan membuang mu Aisyah. Tunggulah!!"gumam Santi penuh percaya diri, tersenyum miring.


Tak lama kemudian ada dua orang pria yang mengaku sebagai tukang AC yang akan menservis AC di kamar Santi. Mereka pun segera masuk ke kamar Santi.


"Kalian kerjakan seperti rencana kita kemarin.Kalian harus membuat rumah ini kebanjiran, setelah itu kalian perk*sa perempuan bercadar yang ada di taman itu,"kata Santi menunjuk pada Aisyah dari balkon kamarnya.


"Oke bos, tapi transfer dulu dong sisa bayarannya,"ucap si pria gondrong.


"Akan aku transfer jika pekerjaan kalian sudah selesai,"kata Santi.


"Kami sudah disini, pasti kerjaan kami beres.Kami tidak mau melakukanya jika tidak ditransfer dulu,"ucap si brewok.


"Oke..oke..!!Aku transfer sekarang,"Santi kesal lalu segera meraih handphonenya dan mentransfer uang tujuh puluh lima juta.Karena sebelumnya Santi sudah mentransfer uang kepada mereka sebesar dua puluh lima juta.


"Nah gitu dong bos!!Ayo kita kerjakan misi ini wok!"ucap si gondrong setelah menerima notifikasi transferan dari Santi, lalu mengajak si brewok menjalankan rencana Santi.

__ADS_1


Setelah kedua orang pria tadi keluar dari kamar Santi,mereka langsung melancarkan aksi mereka membuat kebocoran pada kran air di beberapa titik, sehingga para pelayan heboh karena rumah yang tiba-tiba banjir.


Ada yang sibuk mencari sumber kebocoran,ada yang menghubungi tukang ledeng,ada yang sibuk mengangkat barang-barang dan ada pula yang sibuk mengatasi air yang menggenang.


"Wahh rejeki nomplok ini, dibayar buat memperk*sa,udah dapet duit dapat enak pula,"ucap si pria brewok.


"Iya,nich.Jarang-jarang ada pekerjaan macam ini,"sahut si pria gondrong.


"Perempuan itu cantik tidak ya?"tanya si brewok.


"Mana ada orang kaya yang tidak cantik,"jawab si gondrong.


Dua orang pria suruhan Santi itu pun langsung mengendap-endap mendekati Aisyah dan langsung memegang kedua tangan Aisyah.


"Akkh.!! Siapa kalian? Lepaskan!!"teriak Aisyah meronta-ronta ketika ada dua orang pria tiba-tiba memegangnya.


"Cepat kita bawa ke tempat yang rimbun itu,"kata si brewok.


"Lepaskan!! Tolong.!! Tolong..!!!


Dengan sekuat tenaga Aisyah meronta memukul dan mencakar kedua pria itu, hingga kedua pria itu kewalahan.


"Lepaskan!! Tolong....emp...."


Salah satu pria itu pun langsung membekap mulut Aisyah.


"Ya Allah Ya Waliyy, yang maha melindungi, jagalah kesucian hamba-Mu ini Ya Waliyy,"batin Aisyah dengan air mata berlinang,sekuat tenaga melawan dua pria itu.


"Kita baringkan dia,"kata si gondrong.


"Hey kau mau apa!"sergah si brewok yang tangan kirinya memegang tangan Aisyah dan tangan kanannya membekap mulut Aisyah yang masih terus meronta.


"Tentu saja mau membuatnya menjerit nikmat,"sahut si gondrong yang sudah memegang kancing celananya.


"Mana bisa begitu,aku dulu baru setelah itu aku,"sergah si brewok.


"Aku anggap hutangmu padaku lunas jika aku yang duluan,"kata si gondrong.


"Oke deal,"sahut si brewok setelah berpikir sebentar.


Namun Aisyah langsung mengambil kesempatan saat dua orang itu sedang bernegosiasi dengan pura-pura pasrah sehingga pegangan dan bekapan si brewok melemah.Dengan cepat Aisyah langsung menggigit tangan si brewok dan menendang si gondrong.


"Aakkkh,"pekik kedua pria itu.


Aisyah pun langsung melarikan diri,"Tolong..!! Tolong...!! pekik Aisyah.


"Sial..!! Bodoh sekali sich dua orang itu!! Masa memperk"sa satu perempuan saja tidak becus!! Percuma badan gede berotot, menangani satu perempuan saja tidak becus.Bisa ketahuan kalau mereka tidak segera melancarkan misi!"umpat Santi yang mengawasi dua pria itu, hati Santi menjadi gelisah.


Santi bisa melihat Aisyah dan dua orang pria suruhannya dari balkon kamarnya.Walaupun tidak terlalu jelas karena dua pria itu membawa Aisyah ke taman yang agak jauh dari rumah.


" Cepat kejar!!"teriak si brewok.


"Tolong..!! Tolong..!!"pekik Aisyah sambil berlari.


"Ya Allah,lindungi dan selamatkan hamba dan bayi hamba-Mu ini Ya Allah,"gumam Aisyah dalam hati.


Dengan cepat kedua orang pria itu bisa menyusul Aisyah dan kembali menangkapnya.Dan membawanya kembali ke tempat yang rimbun.


"Lepaskan!! Tolong..!.Empm....."pekik Aisyah tapi kembali dibungkam oleh si brewok.


"Cepat lakukan!!"perintah si brewok pada si gondrong. Si brewok sedang memegang kedua tangan Aisyah dan membekap mulut Aisyah.


"Ya Allah,hamba mohon selamatkan hamba!"batin Aisyah dengan air mata yang bercucuran.


"Iya,"ucap si gondrong kemudian memegang kedua kaki Aisyah yang terus meronta kemudian menduduki kaki Aisyah agar tidak bisa bergerak lagi.


Si gondrong langsung melepas kancing celananya dan menurunkan resleting celananya yang membuat Aisyah langsung memalingkan wajahnya.


Si gondrong memegang ujung baju gamis yang dikenakan Aisyah bermaksud menaikkannya agar bisa menarik celana panjang yang digunakan Aisyah.Namun belum sempat si gondrong menaikkan gamis Aisyah....


...🌟 Untuk para pria,wanita itu lebih berbahaya dari pada narkotika,jadi jangan coba-coba untuk menyentuhnya. Berbahaya!!🌟...

__ADS_1


..."Author"...


To be continued


__ADS_2