Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 31 Ungkapan Cinta


__ADS_3

Di rumah sakit, didepan UGD.


Seorang pria paruh baya nampak gelisah.Sudah beberapa jam dia berada di depan ruangan itu.Hingga seorang dokter wanita keluar dari ruangan itu.


"Gimana dok, keadaannya?"tanya pria itu.


"Apa anda keluarganya atau suaminya?"tanya dokter.


"Oh,saya...saya ayahnya dok,"ucap pria itu.


"Saya mohon maaf,janin dalam kandungan putri anda tidak dapat diselamatkan dan harus di kuret.Putri anda kelelahan perutnya juga kosong, seharian tidak makan membuat putri anda dan janinnya menjadi semakin lemah ditambah lagi dia jatuh,"


"Kenapa dia sampai kelelahan seperti itu bahkan tidak makan.Suaminya benar-benar tidak bertanggung jawab,"ujar dokter itu nampak marah.


"Lalu bagaimana keadaannya sekarang,dok?Apa sudah boleh dijenguk?"tanya pria itu.


"Dia akan dipindahkan ke ruang rawat.Tolong hibur dia.Dan satu lagi,saya ingin bertemu dengan suaminya yang tidak bertanggung jawab itu,"jelas dokter tersebut.


"Iya, terimakasih dok,"ucap pria itu.


"Iya,"sahut dokter itu kemudian pergi.


Di ruang rawat, pria itu menemui Aisyah.


"Maaf Nak, gara-gara menyelamatkan saya,kamu jadi kehilangan janin mu,"ucap pria itu merasa bersalah.


"Tidak Pak,ini sudah takdir, bapak tidak perlu merasa bersalah,"ucap Aisyah dengan suara lemah.Terlihat jelas ada kesedihan dimatanya yang sendu.


"Terimakasih kamu sudah menolong saya, sampai harus kehilangannya janin kamu.Kenalkan nama saya Danu,"ucap pria itu.


"Saya Aisyah,Pak,"ucap Aisyah.


"Bagaimana saya bisa menghubungi keluargamu?"ucap Danu.


"Saya tidak mempunyai keluarga lagi Pak, kecuali suami saya.Tapi suami saya sedang pergi keluar kota dan saya tidak bisa menghubunginya karena handphone saya hilang,saya juga tidak mengingat nomor handphone nya,"jelas Aisyah.


"Kalau begitu kamu tidak perlu khawatir, saya akan mengurus segalanya di sini.Tetaplah disini sampai kesehatanmu pulih.Jangan pikirkan soal biaya,itu semua akan menjadi tanggung jawab saya,"ucap Danu.


"Terimakasih, Pak,"ucap Aisyah.


"Kamu tidak perlu berterimakasih, karena sayalah yang seharusnya berterimakasih sekaligus meminta maaf padamu.Oh ya,saya harus pergi, masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan,jika ada apa-apa panggil saja perawat,"ucap Danu.


"Iya,"ucap Aisyah.


***


Di sebuah kafe kekinian yang dipenuhi muda-mudi.


"Eh Din, lihat tuh bukannya cowok yang elo taksir,"ucap Lina.


"Mana,mana?"tanya Dinara.


"Tuh,dia duduk di pojok,"ucap Lina.


"Ya ampun tambah ganteng aja,"ucap Dinara dengan wajah berseri-seri.


"Baru juga ketemu dua kali ini.Didekeketin banyak cowok disekolah malah pada ditolak semua,eh malah naksir sama yang lebih dewasa,"ucap Lina geleng-geleng.


"Yang ini beda,aku jatuh cinta pada pandangan pertama sama doi.Lihat aja tuh, tubuh tinggi,tegap, berotot, atletis,dewasa,plus tampan.Aacchhh aku jadi kepengen kawin,"ucap Dinara sambil memegang kedua pipinya lalu menggerakkan kepala juga tubuhnya ke kiri dan kanan.


"Woi, ingat umur! Sekolah aja belum kelar,"ujar Lina.


"Bodo amet, mending Lo bantuin gue cari cara biar bisa deketin dia,"ucap Dinara.

__ADS_1


"Ah gue ada ide,Lo pura-pura tabrakan aja sama dia,trus kaki lo sakit nggak bisa jalan biar bisa lama-lama sama do'i.Bagaimana?!"tanya Lina yang tadinya tidak setuju malah memberikan ide.


"Good ide,"ucap Dinara sambil menjentikkan jarinya.


Dertt... dertt....derrt...


Handphone Dinara berbunyi menandakan ada panggilan masuk.Dinarapun segera mengangkatnya.


"Halo,kak,"ucap Dinara setelah tahu siapa yang menelponnya.


"Kamu dimana,Ra?Kata orang rumah kamu belum pulang,"suara dari ujung telepon.


"Jalan sama Lina,kak.Bete di rumah nggak ada orang.Aku ada di kafe xx, kalau nggak percaya kakak bisa periksa,"ucap Dinara.


"Ya udah, jangan malam-malam pulangnya,"suara diujung telepon.


"Oke,siap komandan,"ucap Dinara tegas,dan panggilan pun diakhiri.


"Selamat malam semuanya, untuk menambah keindahan malam ini,bagi teman-teman yang ingin menyumbangkan lagu, kami persilahkan naik ke panggung,"kata seorang MC terdengar dari atas panggung.


"Good ide,gue mau nyumbang lagu biar bisa tebar pesona sama do'i,"ucap Dinara tiba-tiba menjentikkan jarinya.


Dengan percaya diri Dinara naik ke panggung bersiap untuk menyumbangkan sebuah lagu.Lina yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Beda emang kalau orang lagi jatuh cinta,"ucap Lina menghembuskan nafas perlahan,melihat sahabatnya naik keatas panggung.


"Selamat malam semuanya,malam ini saya ingin menyayikan sebuah lagu untuk seseorang yang spesial di hati saya, yang saat ini ada disini.Lagu ini aku persembahkan untuk mu pangeran hatiku,"ucap Dinara diikuti petikan gitar.


Dengan lincah Dinara yang berwajah cantik dan imut itu memetik gitar hingga membuat semua pengunjung memperhatikannya.


π‘―π’‚π’“π’Š 𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 π’•π’†π’“π’ˆπ’‚π’π’•π’Š


π‘»π’‚π’Œ π’ƒπ’Šπ’”π’‚ π’Œπ’– π’‰π’Šπ’π’…π’‚π’“π’Š


π‘»π’Šπ’ƒπ’‚π’π’‚π’‰ 𝒔𝒂𝒂𝒕 π’Šπ’π’Š π’ƒπ’†π’“π’•π’†π’Žπ’– π’…π’†π’π’ˆπ’‚π’π’π’šπ’‚


π‘²π’‚π’Œπ’Š π’ƒπ’†π’“π’ˆπ’†π’•π’‚π’“ 𝒉𝒆𝒃𝒂𝒕


π‘¨π’Œπ’‚π’π’Œπ’‚π’‰ π’‚π’Œπ’– π’–π’π’‚π’π’ˆπ’Š π’Žπ’†π’“π’–π’”π’‚π’Œ π’‰π’‚π’“π’Šπ’π’šπ’‚


𝑴𝒐𝒉𝒐𝒏 𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏


π‘Όπ’π’•π’–π’Œ π’Œπ’‚π’π’Š π’Šπ’π’Š 𝒔𝒂𝒋𝒂


π‘©π’†π’“π’Š π’‚π’Œπ’– π’Œπ’†π’Œπ’–π’‚π’•π’‚π’


'π‘»π’–π’Œ π’Žπ’†π’π’‚π’•π’‚π’‘ π’Žπ’‚π’•π’‚π’π’šπ’‚


𝑴𝒐𝒉𝒐𝒏 𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏


π‘Όπ’π’•π’–π’Œ π’Œπ’‚π’π’Š π’Šπ’π’Š 𝒔𝒂𝒋𝒂


π‘³π’‚π’π’„π’‚π’“π’Œπ’‚π’π’π’‚π’‰ π’‰π’‚π’“π’Šπ’Œπ’–


π‘―π’‚π’“π’Šπ’Œπ’– π’ƒπ’†π’“π’”π’‚π’Žπ’‚π’π’šπ’‚


π‘―π’‚π’“π’Šπ’Œπ’– π’ƒπ’†π’“π’”π’‚π’Žπ’‚π’π’šπ’‚


𝑲𝒂𝒖 𝒕𝒂𝒉𝒖 𝒃𝒆𝒕𝒂𝒑𝒂 π’‚π’Œπ’–


π‘³π’†π’Žπ’‚π’‰ π’…π’Šπ’‰π’‚π’…π’‚π’‘π’‚π’π’π’šπ’‚


𝑲𝒂𝒖 𝒕𝒂𝒉𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒑𝒂 π’π’‚π’Žπ’‚

__ADS_1


π‘¨π’Œπ’– π’Žπ’†π’π’…π’‚π’Žπ’ƒπ’‚π’Œπ’‚π’π’π’šπ’‚


𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏 π’•π’π’π’π’π’ˆπ’π’‚π’‰ (π’ƒπ’†π’“π’Š π’Œπ’†π’”π’†π’Žπ’‘π’‚π’•π’‚π’)


𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏 π’•π’π’π’π’π’ˆπ’π’‚π’‰ (π’ƒπ’†π’“π’Š π’Œπ’†π’”π’†π’Žπ’‘π’‚π’•π’‚π’


(π‘―π’‚π’“π’Šπ’Œπ’– π’ƒπ’†π’“π’”π’‚π’Žπ’‚π’π’šπ’‚, π‘Ίπ’‰π’†π’Šπ’π’‚ 𝒐𝒏 πŸ•)


Tepuk tangan pun bergemuruh di kafe itu.Wajah cantik dan imut, suara yang indah dan permainan gitar yang bagus membuat para pengunjung kafe merasa sangat terhibur dengan penampilan gadis itu.


"Wow, amazing!?"ucap Lina,kagum dengan sahabatnya itu.


"Makasih!!"Tapi do'i ngerasa nggak sih kalau lagu tadi gue nyanyiin buat dia?"tanya Dinara.


"Ngerasa kali, orang-orang di sini juga tahu kali, kalau kamu curi-curi pandang mulu sama dia,"ucap Lina.


"Dia ganteng banget tau,"ucap Dinara.


"Eh, do'i kayaknya mau cabut dech, cepetan susul sono,"ucap Lina.


"Ah iya,gue cabut dulu ya?Ini,gue yang traktir,"ucap Dinara meninggalkan beberapa lembar uang di meja kemudian buru-buru pergi.


Sampai di pintu kafe Dinara pura-pura keluar sambil memainkan handphone nya hingga menabrak cowok incarannya.


"Awhh!!"pekik Dinara pura-pura jatuh.


"Eh, sorry aku nggak sengaja, sini aku bantu,"ucap pria itu mengulurkan tangannya pada Dinara.


Dinara tidak merespon kata-kata pria didepannya itu, namun matanya lekat memandang pria itu.


"Oh Tuhan....Alang kah indahnya makhluk ciptaan-Mu ini,"batin Dinara.


"Hey,kamu tidak apa-apa?"tanya pria itu mengerakkan telapak tangannya keatas dan kebawah didepan wajah Dinara.


"Eh...em..kakiku sakit Kak,"ucap Dinara gugup karena detak jantungnya berdetak kencang.


"Sini aku bantu,"ucap pria itu kemudian membantu Dinara untuk berdiri.


"Terimakasih,kak......."ucap Dinara menggantung kalimatnya.


"Satria,namaku Satria,"ucap Satria.


"Oh, terimakasih Kak Satria.Kenalkan,aku Dinara,"ucap Dinara.


"Oh,nama yang bagus,"kata Satria.


"Kamu mau kemana bi......"


"Mau ke hati Kak Satria,"kata Dinara memotong kata-kata Satria.


'Ha?!Ah ada-ada saja kamu,"ucap Satria masih berdiri dengan tangan kiri memegang tangan Dinara dan tangan kanan memegang bahu Dinara.


"Beneran,aku suka sama kakak sejak pertama kali bertemu dengan kakak,"ucap Dinara memandang Satria dengan wajah serius.


"Ah, anak kecil,ayo aku antar pulang,"ucap Satria.


"Ini anak kesambet apaan? Bertemu juga baru kali ini,eh tiba-tiba bilang suka sama gue,"batin Satria.


'Nara beneran suka sama kakak!!"kata Dinara meninggikan suaranya.


"Hah?!!"


🌟"CINTA"lebih baik diungkapkan walaupun mungkin nantinya menyakitkan.Dari pada dipendam tanpa kepastian.🌟

__ADS_1


..."Author"...


To be continued


__ADS_2