Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 38 Tato


__ADS_3

"Apa?! Jam sebelas siang?!"tanya Kirana sepontan duduk hingga selimut yang menutupi tubuhnya melorot.


"Astaga naga!!! Macan tutul,eh totol.. eh bukan... tato... ucap Susi tergagap memegangi dadanya kemudian geleng-geleng kepala


"Bunda ada apa sich?!"tanya Kirana yang bingung dengan ucapan bundanya.


"Ki, suami kamu itu kerjanya di biro jasa sewa bodyguard apa jadi tukang tato sich?!"tanya Bunda.


"Katanya sich di biro jasa penyewaan bodyguard, Bun.Memangnya kenapa sich Bun?!'tanya Kirana merasa aneh dengan pertanyaan ibunya.


"Tapi kok hobinya bikin tato sich,Ki?!"kata Susi.


"Benarkah?!Bunda tahu dari mana?!"tanya Kirana yang belum juga menyadari bahwa selimut yang dipakainya melorot.


"Itu,..dia bikin tato banyak banget,"jawab Susi menunjuk kearah tubuh Kirana.


Kirana pun melihat kemana arah jari bundanya menunjuk dengan penuh rasa penasaran.


"Astaga,..!!!"pekik Kirana langsung menutup tubuhnya dengan selimut.Wajahnya sepontan menjadi merah karena malu.


"Ya ampun...!!Malunya aku,mau di taruh di mana mukaku,"gerutu Kirana dalam hati.


"Suamimu jadi ganas, gara-gara kamu libur satu Minggu,ya?!tanya Susi menggoda putrinya karena Susi tahu kalau Kirana baru selesai haid.


"Apaan sich, Bun?!"seru Kirana semakin malu.


"Jadi kamu kecapekan gara-gara Bayu?!"tanya Susi tersenyum penuh arti.


"Bunda!!!"seru Kirana,tak terbayangkan betapa malu dirinya.


"Ya sudah,bersihkan dirimu, sudah itu turun.Pasti kamu lapar, karena ulah Bayu semalam,Bayu bilang kamu baru tidur tadi pagi,"kata bunda masih saja menggoda putrinya.


"Bunda iiicchh!!"keluh Kirana manja, menahan malu.


Susi pun akhirnya keluar dari kamar putrinya senyum-senyum sendiri.


"Si Bayu ganas banget, libur seminggu saja sampai bikin tato banyak kayak gitu,"gumam Susi sambil geleng-geleng kepala.


Setelah sang bunda keluar dari kamarnya, Kirana pun berniat membersihkan diri.


"Ya ampun... tulang-tulang ku rasanya remuk semua.Dia itu maniak atau apa sich?! Semalam menghajar ku habis-habisan, subuh-subuh masih minta nambah,"gerutu Kirana kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dengan menahan sakit di area intinya.


Sesampainya di kamar mandi Kirana langsung berendam dengan air hangat.Setelah selesai mandi Kirana bercermin pada cermin dikamar mandi.


"Astaga...!!! Bayu...!!!! Benar-benar keterlaluan dia itu,dia bikin tato dari leher sampai ke paha,tubuhku sudah persis kayak macan tutul,"gerutu Kirana merasa geregetan dengan ulah Bayu.


***


Di kediaman Wishaka.


Setelah kejadian dirinya menarik jilbab Aisyah semalam, Cicilia merasa lega.Karena ternyata wajah Aisyah jelek,jadi tidak mungkin Keynan menyukai wanita seperti Aisyah.


Sedangkan Aisyah merasa jantungnya mau copot karena kejadian semalam.Aisyah merasa malu karena ada pria lain yang melihat auratnya selain suaminya.Tapi Keynan menghiburnya, walaupun sebenarnya dia juga tidak rela rambut Aisyah yang indah dilihat orang lain.


"Non,mau bikin apa?!"tanya Bik Minah saat melihat Aisyah mengeluarkan tepung terigu dari lemari dapur.


"Pengen bikin brownis, Bik.Suami saya suka makan kue basah Bik.Dia suka berbagai macam bolu dan jajanan pasar,"sahut Aisyah dengan senyum bahagia yang terlihat dari matanya, karena wajahnya tertutup cadar.


"Kalau boleh tahu,suami Non kemana?!"tanya Bik Minah penasaran.


"Owh,ada kok Bik.Suami saya selalu bersama saya, selalu di hati saya,mencintai dan menerima saya yang penuh kekurangan ini apa adanya,"ucap Aisyah masih dengan senyuman.


"Oh begitu ya Non,"ucap Bik Minah,tak ingin bertanya lagi, mengingat wajah Aisyah semalam, Bik Minah merasa prihatin.Walaupun sebenarnya jawaban Aisyah malah membuatnya tambah bertanya-tanya.


"Apa suami Non Aisyah sudah meninggal?Kok,ditanya mana suaminya jawabannya begitu. Non Aisyah memang tidak cantik, tapi dia baik dan pintar memasak,"batin Bik Minah.


"Paling juga suaminya kabur karena melihat wajahnya,"sela Reni yang tiba-tiba muncul.


"Iya tuh ma, kalau enggak,mungkin suaminya buta kali ma, mangkanya mau nikah sama perempuan jelek ini,"sela Cicilia dari belakang Reni.


"Jika Tuan Muda buta dan tidak punya apa-apa,apakah anda masih mencintainya?!"tanya Aisyah pada Cicilia.

__ADS_1


"Suamiku tidak buta dan juga kaya,"ucap Cicilia berbangga diri.


"Jangan merasa bangga dengan yang anda miliki, karena harta benda yang kita punya bahkan nyawa dan raga kita adalah titipan -Nya yang sewaktu-waktu bisa diambil-Nya,"ujar Aisyah.


"Hey perempuan buruk rupa,bilang saja kamu iri padaku,"sergah Cicilia.


"Saya tidak pernah iri dengan orang lain, karena setiap manusia diberi kelebihan agar tidak merasa rendah diri dan diberikan kekurangan agar tidak tinggi hati,"ucap Aisyah.


"Alah kebanyakan ceramah kamu, untung kamu bisa masak,kalau kamu itu nggak bisa apa-apa sudah aku tendang kamu dari rumah ini,"sergah Reni.


"Maaf Nyonya, Nona, sebaiknya anda berdua jangan menganggu Non Aisyah.Saya takut nanti Tuan Muda marah,"sahut Bik Minah yang merasa kasian pada Aisyah.


"Kenapa?!Kamu mau mengadukan kami pada Keynan?!"tanya Reni sewot.


"Walaupun saya tidak mengadu, Tuan Muda pasti tahu Nyah.Kemarin pas uang saya dalam kamar hilang aja Tuan Muda tahu.Tuan Muda punya videonya,"ujar Bik Minah.


"Maksud kamu Keynan punya cctv dirumah ini?"tanya Reni memastikan.


"Iya, Tuan Muda juga tahu kalau Nyonya, Tuan Dio dan Non Cicilia berusaha membuka kamar Tuan Muda,"jawab Bik Minah yang tahu dari Keynan.Reni dan Cicilia pun saling berpandangan.


"Kalian lanjutkan saja bikin kue nya,aku mau istirahat,"ucap Reni berlalu pergi.


"Aku juga,"ucap Cicilia ikut pergi.


"Bik,apa benar yang bibi bilang tadi?tanya Aisyah setelah Reni dan Cicilia pergi.


"Iya Non, semalam Tuan Muda yang mengatakannya.Tuan Muda bilang kalau bibi harus berkata seperti itu jika ada yang menganggu Non Aisyah,"ucap Bik Minah.


"Terimakasih,ya Bik,"kata Aisyah.


"Mas, Keynan benar-benar menjagaku,"batin Aisyah merasa bahagia.


"Sama-sama, Non,"sahut Bik Minah.


"Andai saja Non Aisyah cantik dan belum menikah,pasti akan aku jodohkan dengan Tuan Muda,"batin Bik Minah.


***


Bayu menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin agar dia bisa segera pulang untuk melihat keadaan istrinya.


"Ah,iya Bun,"sahut Bayu yang merasa aneh melihat senyuman ibu mertuanya yang beda dari biasanya,"Bayu keatas dulu ya, Bun?!"pamit Bayu.


"Oh iya, cepat sana ke atas,"sahut Susi masih dengan senyum yang sama.


Bayu pun tidak ambil pusing dan segera naik kelantai dua dimana kamar Kirana berada.


"Ceklek "Bayu membuka pintu kamar lalu menutupnya kembali.Kirana yang sedang duduk di atas ranjang dan fokus pada laptopnya pun menoleh sekilas lalu fokus lagi pada laptopnya.


"Apa kamu baik-baik saja?!"tanya Bayu mendekati Kirana kemudian membelai lembut rambut Kirana.


"Hemm,"sahut Kirana yang entah mengapa jantungnya merasa berdebar saat Bayu mendekatinya apalagi saat Bayu mengelus rambutnya.


"Aku mandi dulu,"ucap Bayu.


"Hemm,"sahut Kirana.


"Ya ampun, kenapa dia jadi manis sekali sih?!Nanya keadaanku lalu mengelus rambutku,"batin Kirana memegang rambutnya yang dielus Bayu tadi.


"Dia nggak nolak aku sentuh?!Wah kemajuan ini, walaupun kalau diajak bicara cuma berdehem,tapi dia nggak galak lagi,wah Keynan benar-benar tahu soal perempuan,"


"Tapi kata Satria Keynan tidak pernah dekat dengan perempuan manapun selain Aisyah dan ibunya,apa karena dia sudah cukup lama menikah,ya?Ah,masa bodo lah, yang penting ilmunya ampuh buat menjinakkan macan betinaku.Aku harus banyak belajar darinya,"


"Setelah ini menurut Keynan aku harus nanya pada Kirana,apa yang membuatnya marah padaku.Eh tadi pas aku telepon,Keynan bilang aku harus sering-sering memuji dan juga menggodanya,Keynan juga bilang kalau perempuan itu suka kalau melihat perut yang kotak-kotak,"


"Masuk akal juga sih, waktu itu Kirana tampak terpesona saat melihat tubuhku"batin Bayu tersenyum senang.


Setelah mandi Bayu keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.Dan benar saja Kirana tampak terpesona dengan tubuh Bayu.Dan dengan sengaja Bayu memakai baju didepan Kirana.


"A..apa yang kamu lakukan,"tanya Kirana pada Bayu memalingkan wajahnya.


"Kamu kan lihat,aku sedang ganti baju,"ucap Bayu santai.

__ADS_1


"Ke.. kenapa tidak di kamar mandi saja?A...apa ka..kamu tidak malu ganti baju disini?"tanya Kirana gugup masih memalingkan wajahnya.


"Kenapa harus malu?! Semalam kamu kan sudah melihat seluruh tubuhku,"jawab Bayu enteng, membuat wajah Kirana semakin merah.


"Oh ya ampun, kenapa dia jadi seperti ini sich?!Apa dia tidak tahu kalau jantung ku tidak baik-baik saja saat melihat dadanya yang bidang berotot, perutnya yang seperti roti sobek,oh ya Tuhan....aku rasanya ingin menyentuh dan merabanya seperti semalam,"batin Kirana.


"Aku juga sudah melihat seluruh tubuhmu,"bisik Bayu ditelinga Kirana.


"Astaga!!"pekik Kirana terkejut ketika tiba-tiba Bayu berbisik di telinganya,membuat Kirana tersadar dari lamunannya.


"Kamu pasti sedang membayangkan menyentuh dan meraba tubuhku ,ya?!goda Bayu.


"A.. apaan sich?!"ucap Kirana gugup.


"Ini,pegang dan rabalah , semua ini milikmu," ucap Bayu yang tiba-tiba menarik tangan Kirana, memasukkannya kedalam kaos oblong yang dipakainya dan menempelkannya di perutnya yang sixpack.


"Bayu!! Apaan sich?!"seru Kirana menarik tangannya dengan wajah memerah, membuat Bayu gemas.


"Kemarin, kenapa kamu tiba-tiba marah padaku?Terus bilang aku mata keranjang, playboy cap kaleng, kenapa?!"tanya Bayu menatap Kirana lembut.


"Kamu selingkuh kan?!"tanya Kirana yang baru ingat kalau dia sedang marah pada Bayu.


"Selingkuh?!Aku punya banyak pekerjaan, tidak sempat buat selingkuh,"ucap Bayu.


"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu jalan sama perempuan lain, bermesraan didepan umum,"ucap Kirana bersungut-sungut mengingat betapa mesranya kemarin saat Bayu bersama seorang wanita muda.


"Jalan dengan perempuan lain?! Kapan?! Dimana?!"tanya Bayu mengernyitkan keningnya.


"Kemarin,di mall.Kamu membelikan banyak baju untuk perempuan itu,"ketus Kirana.


Bayu mengingat kemarin dia di mall bersama Ara.Seketika tawa Bayu langsung pecah.


"Kamu cemburu,"tanya Bayu.


"Siapa yang cemburu?!"ketus Kirana.


"Kalau nggak cemburu, kenapa marah kalau aku jalan sama perempuan lain?"tanya Bayu.


"Jadi benarkan kamu selingkuh?"tanya Kirana balik tanpa menjawab pertanyaan Bayu.


"Masak aku selingkuh sama adikku sendiri?!"jawab Bayu.


"Adik?!Kamu pasti bohong kan?!"tuduh Kirana.


"Ini,aku telepon dia kalau kamu nggak percaya,lihat foto profilnya,apa benar gadis yang kemarin,"ucap Bayu menunjukkan handphone nya pada Kirana yang sedang menghubungi Ara, kemudian mengaktifkan load speaker.


"Halo,kak,"suara seorang gadis terdengar di ujung telepon.


"Kamu dimana?"tanya Bayu.


"Di rumah,kak,"sahut Ara.


"Jangan keluar malam lagi,awas kalau keluar,"ancam Bayu.


"Sepi kak , dirumah sendiri.Kakak tuh yang nggak pulang-pulang,awas saja nanti Ara ngadu sama papa-mama,"ketus Ara.


"Kemarin kan udah janji bakalan tutup mulut kalau kakak beliin baju,"ucap Bayu.


"Ya makanya kakak ijinkan Ara main ke kafe dong,biar Ara nggak ngadu sama papa-mama,"kata Ara mencoba bernegosiasi dengan kakaknya.


"Oke..oke... tapi jangan malam-malam pulangnya,"ucap Bayu menyetujui.


"Oke Bos,makasih kakakku sayang,muach,"balas Ara lalu memutuskan sambungan telepon.


"Dasar bocah,"gerutu Bayu."Sudah percaya kan, kalau aku nggak selingkuh?"tanya Bayu pada Kirana yang dari tadi hanya menjadi pendengar setia.


"Em aku harus menyelesaikan pekerjaanku,"ucap Kirana kembali menatap layar laptopnya untuk menghindari Bayu. Kirana merasa malu sudah memukuli Bayu habis-habisan, eh nyatanya salah paham.


"Nanti kita ulangi lagi ya,yang kemarin malam,"bisik Bayu ditelinga Kirana yang membuat bulu kuduk Kirana berdiri bukan karena takut.


"Apaan sih!!"seru Kirana dengan wajah memerah, sedangkan Bayu tersenyum lebar karena berhasil menggoda istrinya.

__ADS_1


...🌟Tidak ada manusia yang sempurna,karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya.🌟...


To be continued


__ADS_2