
"Kamu selingkuh!? tuduh Kirana dengan suara agak tinggi.
"Selingkuh?!Oh ya ampun Ki,aku bekerja seharian dan kamu tuduh aku selingkuh?!"tanya Bayu.
"Kerja seharian?!Kamu asik bermesraan,cium-ciuman dan peluk-pelukan dengan perempuan, itukah yang kamu sebut kerja seharian?!"sergah Kirana.
"Aku bermesraan?!Peluk-pelukan?! Cium-ciuman dengan perempuan?! Dengan siapa?!" tanya Bayu berpikir keras.
"Halah, sudah kepergok masih saja ngeles,sok amnesia,"cibir Kirana
"Oh astaga!!Ki, perempuan itu teman kuliahku dulu.Dia itu sudah lama tinggal di Amerika jadi kalau ketemu orang yang dikenal ya kayak gitu,"jelas Bayu yang baru ingat kalau tadi siang dia dipeluk dan dicium oleh Jessica.
"Dia ini punya indra ke-enam atau menyuruh orang memata-matai aku sich?! Sejak menikah dengannya sudah dua kali aku ketemu perempuan dan dia selalu tahu,"batin Bayu.
"Alasan!!Kamu pasti baru jalan sama selingkuhan mu itu kan, mangkanya jam segini baru pulang?!"tuduh Kirana.
"Aku pulang malam karena banyak kerjaan Ki,"jelas Bayu.
"Bohong!!Kamu habis bermesraan dengan perempuan itu kan, mangkanya kamu ganti baju kamu sebelum pulang?!"tuduh Kirana.
"Aku mandi dan ganti baju di kantor karena badanku sudah lengket karena keringat Ki,"jelas Bayu.
"Bohong!!Kamu melakukannya pasti agar bisa menghilangkan parfum selingkuhan mu yang menempel di tubuh dan bajumu kan?! tuduh Kirana.
Bayu mengusap wajahnya dengan kasar lalu mengacak-acak rambutnya karena frustasi dengan tuduhan istrinya itu.
"Aku tidak selingkuh Ki, percayalah!!"ucap Bayu.
"Aku tidak percaya!!"pekik Kirana.
"Lalu harus bagaimana agar kamu bisa percaya padaku, Ki?!"tanya Bayu yang kini kepalanya menjadi pusing.
"Tanyakan saja pada dirimu sendiri?! Sekarang keluar dari kamarku!!"perintah Kirana mulai mendorong tubuh Bayu agar Bayu keluar dari kamarnya.
"Aku tidak mau!!"sergah Bayu.
"Keluar!!Aku tidak mau kamu ada di kamar ku!!"pekik Kirana.
Karena tidak bisa mendorong tubuh Bayu yang besar itu akhirnya Kirana memukuli dada Bayu.
Bayu yang sudah lelah dengan tingkah Kirana akhirnya Bayu memegang tangan Kirana mengunci tangan Kirana di belakang punggung Kirana dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya menarik tengkuk Kirana mendekat ke wajahnya dengan gerakan cepat lalu dilahapnya bibir yang dari tadi mendebatnya itu.
Kirana berusaha meronta tapi tidak berpengaruh apa-apa bagi Bayu yang badannya lebih tinggi dan besar dari Kirana.
Setelah hampir kehabisan nafas Bayu melepaskan tautannya,"Kita memang menikah karena terpaksa bahkan tidak saling mengenal sebelumnya.Tapi karena setiap hari bersama,aku mulai merasa nyaman saat kita bersama,"
"Aku tak tahu apakah itu cinta, tapi yang pasti aku ingin hidup bersamamu selamanya,"ujar Bayu menempelkan kening mereka sedangkan Kirana hanya diam terpaku menatap Bayu seolah mencerna apa yang baru saja di ungkapkan Bayu.
Perlahan Bayu melepaskan tangan Kirana dan tangan yang tadinya mengunci tangan Kirana itu sekarang memeluk pinggang Kirana kemudian Bayu kembali melahap bibir istrinya itu dengan lembut dan perlahan menuntun Kirana kearah ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
Satu persatu kain yang membalut tubuh mereka pun teronggok di lantai.Bayu meluapkan perasaannya dengan menyatukan tubuh mereka, bergulat mencari kenikmatan dari tubuh istrinya yang membuatnya ingin lagi dan lagi hingga akhirnya mendapatkan pelepasan.
Bayu membawa tubuh Kirana yang nampak kelelahan karena keliarannya yang cukup lama di atas ranjang kedalam pelukannya.Mengelus wajah Kirana dengan lembut dan sesekali mencium kening istrinya itu.
"Aku sekarang yakin,aku sudah mencintaimu,"ucap Bayu mengangkat dagu Kirana agar wanita itu menatapnya,"Aku mencintaimu, karena aku merasa bahagia saat bersamamu,"ucap Bayu mengulangi kata-katanya,"
"Apa kamu juga sudah mencintaiku?"tanya Bayu menatap mata Kirana dalam-dalam.
"Tidak,"ucap Kirana memalingkan wajahnya menyembunyikan kebahagiaan yang terpancar di wajahnya karena ungkapan cinta dari suaminya.
"Jika kamu tidak mencintaiku,kenapa kamu cemburu?!"tanya Bayu mengulum senyum.
"Siapa yang cemburu?!"kilah Kirana.
__ADS_1
"Kamu marah padaku saat aku bersama dengan perempuan lain,apa itu bukan cemburu namanya?!"tanya Bayu memandang wajah Kirana yang menjadikan lengannya sebagai bantal.
"Aku hanya tidak ingin harga diriku sebagai istri di injak-injak dengan membiarkan mu selingkuh dibelakang ku,"kilah Kirana masih memalingkan wajahnya dari Bayu, tidak ingin perasaannya diketahui Bayu.
"Jadi marah mu bukan karena kamu cemburu atau mencintaiku?!tanya Bayu meyakinkan.
"Tentu saja bukan,"sahut Kirana.
"Apa tidak ada sedikit pun rasa cinta di hatimu untukku?!"tanya Bayu merasa kecewa dengan jawaban Kirana.
"Tidak,"jawab Kirana yang tidak mau mengakui perasaannya.
"Setelah semua yang kita lalui dan kebersamaan kita selama ini,apa semuanya tidak ada artinya bagimu?!"tanya Bayu memandang langit-langit kamar.
"Biasa saja,"ucap Kirana nampak acuh.
"Lalu, bagaimana dengan hubungan intim yang selama ini kita lakukan?!"
"Hubungan intim antara suami istri itu wajar memangnya kenapa?!"tanya Kirana seolah-olah hubungan suami-isteri yang mereka lakukan itu tidak berarti apa-apa baginya.
"Jadi bagimu hubungan suami-isteri yang kita lakukan selama ini hanya untuk kepuasan semata?!Tanpa ada rasa?!"tanya Bayu merasa dadanya menjadi sesak.
"Anggap saja seperti itu,kita sudah sama-sama dewasa dan wajar bukan jika kita melakukannya untuk mencari kepuasan,"ucap Kirana terus berkilah tidak mau mengakui bahwa dirinya juga sudah mulai mencintai Bayu.
"Aku melakukan hubungan suami-isteri denganmu memang untuk melampiaskan hasrat ku sebagai seorang laki-laki dan sebagai seorang suami.Tapi aku melakukannya denganmu karena aku mencintaimu dan kamu halal bagiku.Kamu perempuan pertama yang aku cintai,"
"Aku tidak pernah berhubungan badan dengan perempuan manapun selain denganmu.Bahkan aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya mempunyai seorang pacar.Kamu satu-satunya perempuan yang dekat denganku selain ibu dan adikku,"ujar Bayu panjang lebar masih setia menatap langit-langit kamar.
"Mana aku tahu kata-katamu itu benar atau tidak.Bisa saja kamu mengarang cerita.Buktinya tadi siang kamu main peluk,cium aja sama perempuan lain,"sahut Kirana ketus, hatinya begitu dongkol saat mengingat Bayu dipeluk dan dicium oleh perempuan lain tadi siang.
"Jadi kamu tidak cemburu atau sedikit saja mencintaiku?!"tanya Bayu lagi.
"Tidak,"sahut Kirana tegas, berlawanan dengan suara hatinya.
Aku tidak bisa memaksamu untuk mencintaiku.Jika kehadiranku tidak ada artinya bagimu,buat apa aku tetap disini bersamamu?Jika memang kamu tidak ingin lagi aku ada di hidupmu,aku akan pergi,"ucap Bayu perlahan menarik lengannya yang dijadikan Kirana sebagai bantal kemudian bangkit dari tidurnya.
Hati Bayu terluka karena kata-kata Kirana saat Kirana mengatakan tak sedikitpun mencintainya.Bahkan menganggap hubungan intim yang mereka lakukan sebagai suami-istri hanya sekedar untuk pelampiasan.
Sedangkan Bayu melakukannya karena kewajiban sebagai seorang suami untuk menafkahi batin istrinya dan juga karena Bayu perlahan-lahan mulai mencintai Kirana.
Deg, jantung Kirana seolah berhenti berdetak saat mendengar kata-kata Bayu,"Apa maksudmu?!"tanya Kirana memegang tangan Bayu yang hendak turun dari ranjang.
"Aku harus cukup sadar diri agar aku tetap memiliki harga diri.Kita akhiri saja semuanya sampai disini,aku tidak ingin lagi kita saling menyakiti,"ucap Bayu berusaha melepaskan tangan Kirana yang memegang lengannya,tapi Kirana malah mempererat pegangannya.
"Maksudmu, kamu ingin kita bercerai?!"tanya Kirana dengan jantung yang berdebar hebat.
"Iya,"jawab Bayu singkat.Hatinya terasa teriris saat Kirana mengatakan tidak pernah memiliki perasaan apapun padanya.
"Ma...mana bisa seperti itu!!"pekik Kirana.
"Kenapa?!Toh,kamu juga tidak memiliki perasaan apapun padaku,"ucap Bayu dingin, hatinya terluka.
"Ki..kita sudah sering berhubungan intim, bagaimana jika aku mengandung?!"tanya Kirana berusaha mempertahankan hubungan mereka.
"Jika kamu mengandung, aku akan tetap bertanggung jawab.Kamu tidak perlu mengkhawatirkannya,"jawab Bayu kemudian melepaskan tangan Kirana dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kirana terdiam, tenggorokannya terasa tercekat, lidahnya kelu.Karena gengsi dia tidak mau mengakui perasaannya pada Bayu,"Dia benar-benar ingin bercerai denganku?! Bagaimana ini?!"batin Kirana gelisah.
"Pertama kali aku jatuh cinta dan orang yang aku cintai tidak mencintaiku.Sakit sekali rasanya,dia menganggap hubungan suami-isteri yang kami lakukan hanya sekedar untuk pelampiasan, tanpa didasari perasaan,"
"Aku belajar menerima dan mencintainya tapi saat aku sudah bisa menerima dan jatuh cinta padanya, ternyata cintaku hanya bertepuk sebelah tangan,"batin Bayu, mengguyur tubuhnya dengan air shower.
Lima belas menit kemudian Bayu keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang, kemudian mengambil pakaiannya dan masuk lagi kekamar mandi.Tak lama kemudian Bayu keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos oblong dan celana pendek.
__ADS_1
Bayu berjalan menuju sofa dan membaringkan tubuhnya di sana dengan meletakkan sebelah lengannya untuk menutup matanya.Semenjak turun dari ranjang, Bayu sama sekali tidak menoleh ataupun berbicara pada Kirana, membuat Kirana gelisah.
Perlahan Kirana turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,"Apa aku sudah keterlaluan padanya?! Dia tampak marah padaku.Sekarang aku harus bagaimana?!"batin Kirana.Tak lama kemudian Kirana pun selesai membersihkan diri dan sudah memakai pakaiannya.
Perlahan Kirana memberanikan diri untuk mendekati Bayu,"Bay, kenapa kamu tidur di sini?!"tanya Kirana tapi tidak direspon oleh Bayu,"Bay,Bay.. kenapa kamu tidur di sini?!"tanya Kirana lagi.
"Sudah malam, tidurlah!!"ucap Bayu datar tanpa melihat Kirana,masih dengan posisi berbaring dengan mata yang ditutup lengan.
Deg, tubuh Kirana seolah membeku,suara Bayu begitu dingin.Tidak pernah Kirana mendengar suara Bayu sedingin itu,"Ti .. tidurlah di ranjang!Tubuhmu akan pegal-pegal jika kamu tidur disini,"ucap Kirana gugup.
"Tidak perlu, terimakasih.Aku tidak ingin kamu terganggu dengan kehadiranku.Dari dulu seharusnya memang disinilah tempat ku.Maaf jika selama ini aku tidak sadar diri,"ucap Bayu masih dengan posisi yang sama.
Kirana pun berbalik kemudian berjalan menuju ranjangnya.Tanpa disadarinya air matanya menetes membasahi pipinya, dadanya terasa sesak mendengar suara Bayu yang dingin.
Walaupun susah untuk memejamkan mata, Bayu berusaha untuk tidur.Kebiasanya akhir-akhir ini yang tidur dengan memeluk Kirana dan menghirup aroma shampoo di kepala Kirana membuatnya sulit untuk memejamkan mata.
Sama halnya dengan Bayu, Kirana yang sudah terbiasa tidur dalam pelukan Bayu pun sulit untuk memejamkan mata.
Pagi harinya di meja makan.
"Ki, kamu kenapa?!Kok pucat dan lesu begitu?!"tanya Susi.
"Nggak apa-apa kok,Bun.Hanya saja semalam susah tidur karena badan Kirana rasanya sakit dan pegal,"jawab Kirana berbohong.
Namun Susi mengulum senyum saat tanpa sengaja melihat kissmark dileher putrinya,"Ohh, pegal-pegal gara-gara Bayu?!"batin Susi.
"Coba pergi ke spa agar badanmu tidak pegal-pegal,"usul Susi.
𝙎𝙥𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙗𝙚𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙬𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙟𝙚𝙣𝙞𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙝𝙖𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙬𝙖𝙩𝙖𝙣. 𝙏𝙖𝙠 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙣𝙩𝙞𝙠𝙖𝙣, 𝙨𝙥𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪 𝙧𝙚𝙡𝙖𝙠𝙨𝙖𝙨𝙞 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙨𝙚𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙪𝙜𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩. 𝙏𝙪𝙟𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙜𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙣, 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙬𝙖.
"Iya Bun, nanti kalau sempat aku ke spa,"jawab Kirana.
"Oh ya Bay, orang tuamu belum pulang juga?!"tanya Rinto.
"Belum yah,kata papa mungkin satu setengah bulan lagi baru pulang sekalian liburan kata papa,"jawab Bayu tenang.
"Oh begitu ya?!Bay,kamu ini sebenarnya bekerja di biro jasa bodyguard bagian apa?!"tanya Rinto.
"Bagian kantor,yah.Tapi kadang juga ketemu klien di luar kantor,"jawab Bayu, bersikap seperti biasanya.
"Apa nama perusahaan tempat kamu bekerja?!"tanya Rinto.
"Sanjaya Guard ,yah,"jawab Bayu.
"Hemm, hebat juga kamu bisa bekerja disana.Ya sudah, ayah berangkat duluan.Ayo Ki!!"ajak Rinto pada Kirana.
"Iya yah.Bun, Kirana berangkat.Mas,aku jalan dulu,"pamit Kirana.
'Iya,"jawab Bayu dengan senyum tipis yang dipaksakan.
Malam harinya.
"Ka..kamu mau kemana?!"tanya Kirana saat melihat Bayu mengemasi pakaiannya ke dalam koper.
"Mulai besok aku tidak akan tinggal di sini lagi.Aku akan bilang pada ayah dan bunda jika aku ada tugas keluar kota selama satu bulan.Setelah itu aku akan mengurus surat perceraian kita,"ujar Bayu tanpa menoleh pada Kirana.
🌟 Mengharapkan dan mencintai orang yang tidak mencintaimu adalah seni menyakiti diri sendiri tingkat tinggi.
*Memperjuangkan orang yang tidak ingin kamu perjuangkan adalah suatu kesia-siaan.
*Jadilah orang yang sadar diri agar tetap memiliki harga diri.🌟
..."Author"...
__ADS_1
To be continued