
"Hai,Cil!!"seorang gadis dengan tubuh yang proporsional menyapa Cicilia.
"Hai Nora!!!"balas Cicilia lalu merekapun cipika-cipiki.
"Gimana?!Lo mau ikut fashion show di Paris kan?!"tanya Nora teman seprofesi Cicilia.
"Gimana ya??Gue pikir dulu dech,"sahut Cicilia.
"Tumben, biasanya langsung terima kalau ada job yang bikin tebal kantong,sayang lo kalau nggak diambil,kita juga bakalan makin terkenal,"seloroh Nora.
"Iya sich!!Entar gue pikir-pikir dulu lah,masih satu bulan lagi kan?!"tanya Cicilia.
"Iya, tapi pendaftaran paling lambat dua Minggu lagi, kalau lebih dari dua Minggu dihitung dari sekarang kamu belum daftar,kamu nggak bakalan bisa ikut.Yang berminat kan banyak,"ujar Nora.
"Oke dech ntar gue lihat skedul gue dulu , kalau satu bulan mendatang gue nggak ada kerjaan,gue bakal ikut,"ucap Cicilia.
"Oke, tapi gue harap elo ikut, soalnya nggak seru kalau nggak ada elo,"balas. Nora.
"Oke,gue cabut duluan ya?!Gue ada jadwal pemotretan,"pamit Cicilia.
"Oke !! balas Nora dan akhirnya mereka berdua pun berpisah.
***
Kediaman keluarga Wishaka.
Ting,...tung.... Ting tung...,
"Ceklek"pintu terbuka dan Bik Minah pun terlihat muncul dari balik pintu itu.
"Maaf,mau bertemu dengan siapa?"tanya Bik Minah memperhatikan lelaki paruh baya didepannya.
"Dengan Keynan, katakan saja Wira Ganendra ingin bertemu,"ucap Wira.
"Baik,mari silahkan masuk,"ucap Bik Minah memandu Wira ke ruang tamu.
Setelah mengantar Wira ke ruang tamu,Bik Minah segera menuju ke kamar Keynan.
Tok..tok...tok .."Tuan Muda ada yang mencari Tuan Muda,"seru Bik Minah.
"Ceklek "pintu kamar Keynan pun terbuka.
"Siapa Bik?!"tanya Keynan setelah pintu kamar dibuka.
"Katanya namanya em... Wira....,"kata-kata Bik Minah menggantung karena faktor usia jadi cepat lupa.
"Wira Ganendra?!"tebak Keynan.
"Ah iya Tuan Muda,"sahut Bik Minah.
"Baiklah,saya akan menemuinya.Tolong bibi buatkan minuman ya?!"ucap Keynan.
"Iya Tuan Muda,"sahut Bik Minah.
"Di suruh manggil Nak,tetap saja manggil Tuan Muda,"gumam Keynan geleng-geleng kepala menatap Bik Minah, kemudian berlalu menuju ruang tamu.
"Selamat malam Tuan Ganendra,ada gerangan apa kiranya Tuan Ganendra mau berkunjung ke gubuk saya ini,"ucap Keynan merendah.
__ADS_1
"Kenapa formal sekali kata-kata mu Key?!"tanya Wira pada Keynan.
"Mana mungkin Tuan akan berkunjung ke gubuk saya ini jika tidak ada sesuatu yang penting,"jawab Keynan tetap berbicara dengan bahasa formal.
"Oke,to the point aja, papa ke sini ingin meminta bantuan padamu,"ucap Wira.
"Bocah ini,jika saja aku tidak sedang kesulitan dan dia bukan pria yang dikejar-kejar oleh putriku, sudah aku injak-injak dia,"batin Wira menahan emosi.
"Cih,papa?! PD sekali dia menyebutkan dirinya papa di hadapanku!!Sampai kapanpun aku tidak akan mau menjadi menantu pria arogan dan licik seperti mu,"batin Keynan.
"Permisi,ini minumannya Tuan, Tuan Muda,"ucap Bik Minah, lalu kembali ke dapur.
"Silahkan diminum, Tuan.Maaf jika tidak sesuai dengan selera anda,"ucap Keynan mempersilahkan Wira untuk minum.
"Terimakasih,"ucap Wira tersenyum tipis kemudian mengambil cangkir teh didepannya dan menyesapnya sedikit.
"Bantuan apa kiranya yang bisa diberikan oleh orang seperti saya untuk Tuan Wira?"tanya Keynan.
"Kamu pasti sudah mulai mengalami kesulitan kan?!"batin Keynan.
"Papa ingin meminta bantuan dana untuk mengeluarkan produk baru.Kamu bisa kan memberi papa suntikkan dana?! Anggap saja kamu menanam modal di perusahaan papa,jika produk kami meledak di pasaran,papa akan memberikan keuntungan padamu.Bagaimana?!"tanya Wira penuh harap.
"Anda tahu sendiri walaupun saya mempunyai perusahaan,tapi saya hanya menerima pembukuan tentang keuntungannya saja.Saya tidak pernah terjun langsung ke perusahaan,"
"Jadi jika anda ingin membicarakan soal pekerjaan, sebaiknya anda pergi ke Wishaka company saja.Disana anda bisa langsung menemui Pak Rinto selaku orang yang memegang dan menjalankan perusahaan,"ujar Keynan.
"Bukanya kamu pemiliknya Key?!Papa rasa semuanya terserah sama kamu,"ucap Wira.
"Tapi yang tahu soal perusahaan adalah Pak Rinto.Jadi apapun keputusan yang dibuat oleh Pak Rinto berarti itulah keputusan saya,"ujar Keynan.
"Baiklah, besok papa akan menemui bawahan mu, kalau begitu papa pulang dulu.Masih ada pekerjaan yang harus papa selesaikan,"ucap Wira sambil melihat gelang jam yang melingkar di pergelangan tangannya,menahan kesal dalam hatinya kepada Keynan.
"Aku yang membuat mu kesulitan dan kamu meminta bantuan padaku?! Tunggu saja kehancuran mu!!!"batin Keynan degan senyuman miring di wajahnya.
Setelah kembali ke kamarnya Keynan langsung menghubungi pak Rinto.
"Halo , Pak!"sapa Keynan saat panggilannya diangkat.
"Halo, Nak,"sahut Rinto di ujung telepon.
"Begini, Pak.Besok mungkin Wira Ganendra akan menemui Bapak untuk meminta bantuan dana.Tolong Bapak cari alasan apapun untuk menolak keinginannya,"ucap Keynan.
"Wira Ganendra?!"tanya Pak Rinto.
"Iya, Pak Wira Ganendra, memangnya kenapa , Pak?!"tanya Keynan.
"Ah tidak apa, Nak.Dengan senang hati saya tidak akan memberinya bantuan, Nak,"ucap Rinto.
"Terimakasih, Pak.Kalau begitu saya tutup dulu telponnya,"ucap Keynan.
"Sama-sama, Nak,"ucap Rinto dan sambungan telepon pun diputus.
"Aku harus menghubungi Bayu untuk melindungi keluarga Pak Rinto,aku takut Wira akan mengusik keluarga Pak Rinto,"batin Keynan.
***
Sementara itu di kediaman Rinto, Bayu baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya, sengaja menggoda Kirana.
__ADS_1
"Dalam hitungan ketiga pasti Kirana akan melihat ku.Satu...dua... tiga,"batin Bayu,dan seperti perkiraannya, Kirana melihat kearahnya.
"Astaga..!!! Bagaimana aku tidak klepek-klepek jika setiap hari disuguhi pemandangan indah seperti ini?!Oh ya ampun.!!!Aku jadi tidak fokus pada laptopku jika dia sudah seperti ini,"
"Aku tidak tahan lagi ingin menyentuh dan meraba roti sobek itu,Oh ya Tuhanku.... kenapa otakku jadi messum begini sich?!"batin Kirana, menepuk-nepuk kepalanya agar sadar.
Bayu yang menyadari tingkah Kirana pun mendekati Kirana,"Kamu boleh menyentuh dan merabanya sesuka hatimu,jika kamu menginginkannya,"bisik Bayu di telinga Kirana, hingga membuat Kirana salting,alias salah tingkah.
"Apa sich Bay?!Pakai bajumu sana!!"pekik Kirana mendorong dada Bayu yang polos itu.
Bayu yang sengaja menggoda Kirana pun langsung menangkap tangan Kirana dan dengan jahilnya malah dengan sengaja mengelus dada dan perutnya menggunakan tangan Kirana.
"Kamu suka?!"tanya Bayu tersenyum jahil.
"Lepaskan Bay,"ucap Kirana berusaha menarik tangannya,tapi Bayu malah melilitkan tangan Kirana di pinggangnya kemudian mulai mendekatkan wajahnya pada Kirana.
"Oh ya ampun,.. sudah sering dia menciumiku tapi tetep saja jantung ku jedak jeduk jika dia mau mencium ku seperti ini,"batin Kirana.
Tinggal beberapa centimeter bibir mereka akan bertemu, tiba-tiba......
"Dert....dert...dert..." handphone Bayu terus bergetar.
"Oh shittt!!!!"umpat Bayu, segera meraih handphonenya.
"Keynan?!gumam Bayu langsung pergi ke balkon.
Kirana mengerutkan keningnya,"Apa penting sekali telpon itu?!"batin Kirana.
"Halo,ada apa Key?!"tanya Bayu
"Bay,aku minta kamu jaga Pak Rinto dan keluarganya,"ucap Keynan.
"Kenapa Key,ada apa?!tanya Bayu penasaran.
"Mungkin besok Wira Ganendra akan ke Wishaka company.Dia akan meminta bantuan suntikan dana untuk perusahaannya, tapi aku bilang pada Pak Rinto untuk menolaknya.Aku takut Wira akan berbuat macam-macam pada pak Rinto,"ucap Keynan.
"Pak Rinto siapa maksudmu Key?!"tanya Bayu.
"Pak Rinto mertuamu lah Bay, yang memegang Wishaka company kan ayah mertuamu,"ujar Keynan.
"Jadi istri dan ayah mertuaku bekerja di perusahaan mu?"tanya Bayu.
"Kamu tidak tahu kalau mereka bekerja di perusahaan ku?!"tanya Keynan.
"Aku beneran tidak tahu , Key.Kamu tau sendiri selama ini aku tinggal di luar negeri dan baru sekitar setahun ini tinggal di negara ini,"kata Bayu serius.
"Sekarang kamu sudah tahu kan?!Ya sudah, jangan sampai teledor menjaga mereka.Kamu tahu kan, seperti apa Wira Ganendra itu?!Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan,"ucap Keynan.
"Oke,aku pasti akan menjaga mereka sebaik mungkin.Jika perusahaan Wira tidak mendapatkan suntikan dana,apa perusahaannya akan pailit, Key?!tanya Bayu.
"Kalau dia tidak mendapatkan suntikan dana dan keadaan ini terus berlanjut,aku yakin dia akan bangkrut,"ujar Keynan.
Baguslah,aku juga sudah muak melihat sepak terjang Wira Ganendra.Ya walaupun perusahaan jasa bodyguard kita jadi banyak job gara-gara ulahnya.Cuma aku kasihan pada orang-orang kecil yang sudah ditindasnya,"ucap Bayu.
"Ya sudah,aku tutup teleponnya,"kata Keynan.
"Oke,"jawab Bayu.
__ADS_1
"Jadi, keluarga ku dan keluarga Kirana sama-sama bekerja pada Keynan?! Ternyata dunia ini sempit sekali,"batin Bayu lalu kembali masuk ke dalam kamar dan memakai bajunya.
To be continued