
"Mulai besok aku tidak akan tinggal di sini lagi.Aku akan bilang pada ayah dan bunda jika aku ada tugas keluar kota selama satu bulan.Setelah itu aku akan mengurus surat perceraian kita,"ujar Bayu tanpa menoleh pada Kirana.
Kirana merasa tubuhnya lemas saat mendengar kata-kata Bayu,"Ta..tapi aku tidak ingin kita bercerai,"kata Kirana.
"Aku yang ingin kita bercerai,"sahut Bayu.
"Tapi Bay....."
"Aku lelah,aku ingin tidur,"kata Bayu memotong kata-kata Kirana.
"Bay...."
"Cukup Ki!!Jika kamu tidak bisa diam,saat ini juga aku akan meninggalkan kamar ini dan juga rumah ini!!"bentak Bayu,sama sekali tidak menoleh pada Kirana.
"Aku mencintaimu,jadi jangan ceraikan aku,"ucap Kirana pelan dengan air mata yang sudah menetes.
"Cinta?! Sekarang kamu bilang cinta saat aku ingin pergi darimu?! Dalam waktu dua puluh empat jam,kamu yang tidak ada rasa padaku menjadi mencintaiku?!Lucu sekali.Aku memang mencintaimu tapi bukan berarti kamu bisa mempermainkan dan menginjak-injak harga diriku,"
"Kamu ingin mempertahankan pernikahan ini bukan karena rasa cinta tapi demi ego dan harga dirimu,"ucap Bayu memasang earphone ditelinga kemudian berjalan menuju sofa dan menutup matanya dengan lengannya.
Kirana membalikkan badannya berjalan menuju ranjang.Menangis dalam diam,"Kenapa?!Kenapa semuanya jadi begini?!Ini salahku, karena gengsi dan egoku semua ini terjadi,"
"Padahal selama ini dia sudah menjadi suamiku yang baik buat aku, bertanggung jawab dan mencukupi semua kebutuhanku.Tapi aku selalu ketus padanya,aku tidak menghargainya.Aku memang bodoh karena telah menyianyiakan suami sesempurna dia,"batin Kirana merutukki semua kebodohannya.
Pagi harinya, Bayu keluar dari kamar Kirana dengan membawa kopernya.Sedangkan Kirana mengekor di belakangnya.
"Lho Bay,mau kemana,"tanya Susi penasaran melihat Bayu membawa koper, begitu pun Rinto.
"Emm Bun,yah, Bayu ada tugas keluar kota,"sahut Bayu.
"lho, bukannya kamu bagian kantor ya?!"tanya Rinto.
'Iya yah,tapi saya harus memantau cabang yang ada diluar kota,"kata Bayu beralasan.
"Oh begitu,berapa lama?!"tanya Rinto lagi.
"Mungkin sekitar satu bulan yah,"jawab Bayu.
"Lama juga ya?!"sahut Susi.
"Ya sudah Bun,yah Bayu berangkat dulu,"ucap Bayu menyalami kedua mertuanya.
"Nggak sarapan dulu Bay?!"tanya Susi.
"Tidak Bun, Bayu buru-buru.Ki,aku pergi,"ucap Bayu menoleh kearah Kirana.
"Iya,"sahut Kirana pelan.
"Kamu kenapa Ki?!Kok mata kamu sembab?!Apa kamu dari berantem sama Bayu?!"tanya Susi setelah Bayu pergi, Susi merasa was-was, takut jika anak dan menantunya itu ada masalah.
"Nggak kok Bun.Kalau begitu Kirana berangkat duluan,yah, Bun.Ada beberapa file yang belum Kirana periksa kemarin."ucap Kirana kemudian pergi.
"Eh, nggak sarapan dulu?!"tanya Susi.
"Nggak Bun,"jawab Kirana sengaja menghindari pertanyaan dari bundanya.
"Kok Bunda merasa mereka sedang berantem ya,yah?!"tanya Susi pada Rinto yang menjadi khawatir dengan hubungan anak dan menantunya.
"Namanya juga rumah tangga Bun, pasti ada kalanya berbeda pendapat.Nanti juga baikan,"ujar Rinto sambil menikmati sarapannya.
"Tapi feeling Bunda nggak enak,yah.Apalagi Bayu pergi bawa koper seperti itu,"ucap Bunda.
"Sudah,bunda nggak usah negatif thinking.Doakan saja yang terbaik untuk mereka, agar apapun masalah yang mereka hadapi cepat selesai.Kalau menurut ayah, mungkin Kirana tidak setuju Bayu pergi keluar kota.Namanya juga pengantin baru,"ujar Rinto santai.
"Iya juga ya yah.Bayu itu kan ganteng, masih muda, badannya juga tinggi besar, proporsional banget.Kantong juga tebal, pasti Kirana takut Bayu ditikung orang,mana harus berjauhan lagi, pasti lagi galau tuh anak.Punya suami sempurna emang bikin tekanan batin,emosi jiwa,"ujar Susi.
"Bahasa Bunda udah kayak anak muda jaman sekarang saja,"ucap Rinto terkekeh geli mendengar istilah ditikung, galau dan emosi jiwa dari istrinya.
"Ih, ayah ini malah diketawain,"protes Susi bersungut-sungut.
"Bunda, Bunda!! Lagian dari mana Bunda tahu kalau Bayu itu dompetnya tebal?!"tanya Rinto geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Ya, soalnya Bunda suka dikasih hadiah sama Bayu.Ayah kan juga!? Belum lagi Kirana itu dikasih kartu ATM dan juga kartu kredit ratusan juta isinya yah,"ujar Susi antusias.
"Syukurlah, berarti Bayu memang jodoh yang terbaik untuk Kirana.Cuma ayah agak khawatir sama Kirana,anak itu keras kepala,"ujar Rinto.
"Tapi kayaknya Bayu bisa mengatasinya kok,yah,"sahut Susi.
"Sepertinya memang begitu, ayah pikir Kirana akan jadi perawan tua tuh anak karena sifat keras kepala dan arogannya itu,"
"Ih,kok ayah mikir gitu sich!!,"protes Susi tidak terima.
"Ya gimana ayah nggak mikir gitu, orang kalau ada cowok yang deketin Kirana,pada langsung kabur gara-gara kata-kata ketus dan arogannya itu,"ujar Rinto.
"Iya juga ya yah,"sahut Bunda.
"Ya sudah, ayah berangkat dulu,"pamit Rinto.
"Iya, hati-hati yah!"sahut Susi.
***
Disekolah Dinara,saat jam kosong.
"Itu muka kenapa?! Dari pagi kusut amat!! Kayak baju belum disetrika aja.Padahal tiap hari diantar jemput do'i,"ledek Lina pada Dinara.
"Habisnya semenjak menjadi is....semenjak jadian sama Kak Satria,gue belum pernah diajak kemana-mana sama Kak Satria,"ucap Dinara yang hampir keceplosan.
"Ye ile, baru juga beberapa hari kalian jadian udah galau aja.Positf thinking aja Din, mungkin do'i lagi sibuk.Tiap hari di antar jemput itu juga udah perhatian Din,"ucap Lina menasehati.
"Gue kan pengen dimanja-maja Lin,bukan cuma dibonceng motor pulang pergi,"sahut Dinara lesu.
"Ish dasar!! Begini ni kalau anak bau kencur pacaran,"ledek Lina.
"Kayak situ nggak aja,"ketus Dinara membuat Lina terkekeh.
"Eh Din,by the way satu sekolah ini pada penasaran lho sama Kak Satria.Soalnya Kak Satria itu kan nggak pernah membuka helmnya kalau pas antar jemput elo,"
"Kata mereka body do'i Lo proposional cuma karena helmnya nggak pernah dibuka jadi mereka pada curiga kalau do'i lo mukanya jelek mangkanya nggak pernah membuka helmnya.Apalagi cowok-cowok yang naksir sama yang pernah kamu tolak, mereka pada penasaran sama Kak Satria,"kata Lina.
"Enak aja bilang laki gue jelek, ganteng segitunya.Apalagi tubuhnya,berotot, dadanya bidang, perutnya sixpack,ih gemes dech!!Pengen gue uyel-uyel tuh laki gue,"sahut Dinara.
"Eh,emm gue kan tiap hari dibonceng sama dia,pas gue peluk kan kerasa itu roti sobeknya,terus pas menyandar di punggungnya juga ketahuan kalau dadanya bidang,"ujar Dinara mencari alasan.
"Iya juga ya.Jadi elo raba-raba perut do'i?!"tanya Lina dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Dinara.
"Mesum Lo!!"ledek Lina dan hanya dibalas dengan cengiran kuda oleh Dinara.
Tak lama kemudian bel pulang pun berbunyi.Saat Dinara dan Lina berjalan di koridor sekolah tiba-tiba Didi dan Aldo menghampiri mereka.
"Hey Din, Lin, mau pulang kan?! Barengan kita yuk!!"sapa Didi terus berjalan mengikuti Dinara dan Lina bersama Aldo.
"Makasih Di.Gue dan Dinara dijemput kok,"sahut Lina.
"Itu yang suka antar jemput elo siapa Din?! Kakak elo ya?!"tanya Aldo.
"Oh,itu suami gue,"jawab Dinara santai.
Aldo dan Didi pun terkekeh mendengar jawaban Dinara, menganggap Dinara bercanda.Sedangkan Lina hanya tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala.
"Malam mingguan berempat yuk!!Mau nggak Din, Lin?!"tanya Aldo.
"Sorry,gue udah ada acara sama keluarga gue,"jawab Lina.
"Kamu gimana Din?!Malam mingguan sama gue yuk!!"ajak Aldo.
"Sorry,gue udah ada acara sama laki gue,"jawab Dinara.
"Din gue udah dijemput dan nggak bisa nemenin Lo nungguin si do'i.Soalnya gue udah ditungguin nyokap.Lo nggak apa-apa kan gue tinggal disini?!"tanya Lina.
"Nggak apa-apa kok, santai aja.Bentar lagi laki gue juga datang,"sahut Dinara.
"Oke, gue duluan ya?!"ucap Lina lalu masuk mobil.
__ADS_1
"Din, maafin gue ya, waktu itu sempat kasar sama elo,"ucap Aldo.
"It's oke,"sahut Dinara tanpa menoleh pada Aldo,sibuk memindai motor yang lewat.
Wajah Dinara pun langsung berbinar saat melihat motor Satria dari jauh.
"Kalau nggak dijemput, bareng kita aja Din,"kata Aldo.
"Ini udah datang kok,"sahut Dinara bersamaan dengan motor Satria yang berhenti di depannya.
"Kok lama sich kak?!"tanya Dinara manja.
"Maaf Sya,"ucap Satria memasangkan helm di kepala Dinara, sekilas melirik Aldo dan Didi.
Setelah Satria duduk di atas motornya, Dinara pun langsung duduk di belakang Satria dan memeluknya dengan mesra.
"Gue duluan,"ucap Dinara pada Aldo dan Didi yang dibalas anggukan kepala dan senyum kecut dari keduanya.
"Mesra sekali mereka Do,"ucap Didi.
"Siapa sich tuh cowok?!Apa benar dia cowok Dinara?!"tanya Aldo
"Kayaknya iya dech Do.Kamu lihat sendiri kan , mereka mesra begitu,"sahut Didi.
"Cuma dia cewek yang nggak mau sama gue,"kata Aldo.
"Lo tertarik apa tertantang sama dia?!"'tanya Didi.
"Dua duanya,"ucap Aldo.
"Jadi Lo mau lanjut deketin dia?!"tanya Didi.
"Iya,"sahut Aldo.
"Siapa mereka berdua,Sya?! tanya Satria saat motor mereka sudah melaju di aspal.
"Mereka itu yang namanya Aldo dan Didi kak,"sahut Dinara.
"Kamu hati-hati sama mereka,"ucap Satria.
"Iya kak.Kak,aku mau ke rumah kakak aja,"sahut Dinara.
"Tapi kakak harus balik ke kantor Sya,"ucap Satria.
"Nggak apa-apa, pokoknya aku mau ke rumah kakak,"ucap Dinara kekeh.
"Oke,oke,tapi jangan mengeluh kesepian ya?! Udah makan belum?!"tanya Satria.
"Iya, udah Kak," sahut Dinara.
Sesampainya di rumah Satria langsung membukakan pintu pagar dan pintu utama.
"Kakak nggak ikut masuk ya, kalau kamu mau ganti baju, ambil dilemari.Kakak sudah menyiapkan beberapa pakaian untuk kamu.Dan jika ingin pulang kamu kunci pintunya pakai kunci cadangan yang ada di laci nakas kamar kita.Ya sudah, kakak balik dulu ke kantor ya,"ujar Satria.
"Iya kak, hati-hati,"sahut Dinara.
"Hem,"sahut Satria, kemudian pergi.
Setelah mengunci pintu pagar dan pintu utama Dinara langsung masuk ke dalam kamar Satria,"Kata Kak Satria tadi,dia sudah menyiapkan beberapa pakaian untuk gue.Gue mau lihat ach, seperti apa pakaian yang dibelikan Kak Satria untuk gue,"gumam Dinara sambil membuka lemari pakaian yang ada dikamar itu.
"Wah,baju Kak Satria model baju pemuda masa kini semua,"gumam Dinara saat membuka lemari Satria,"Coba lemari yang satunya,eh ini baju formal semua.Setelan jas dan tuxedo,ini kan branded semua,"
"Bajuku dimana ya?! Lemari ini kali ya?!Ini sepertinya lemari baru,"gumam Dinara,"Wah,ini baju gue semua?! Banyak banget?! Bagus-bagus lagi,"pekik Dinara saat melihat dalam lemari itu banyak sekali baju untuknya.
Karena sibuk melihat baju yang diberikan Satria, Dinara pun kelelahan dan akhirnya tertidur sampai sore,"Astaga!!Aku ketiduran, udah jam lima lagi.Aku mau mandi dulu ah,"gumam Dinara akhirnya bangun dan membersihkan diri.
Satria baru saja pulang dan segera masuk ke dalam rumah,"Gerah sekali badanku,aku mau mandi dulu biar seger,"gumam Satria sambil berjalan menuju kamarnya.
"Ceklek,'Satria langsung mendorong pintu itu hingga terbuka lebar.
"Astaga!!"
__ADS_1
🌟"Jangan tanyakan pada dirimu siapa yang kamu cinta,tapi tanyakan pada hatimu siapakah yang selalu membuatmu bahagia.🌟
To be continued