
Novel ini akan tamat setelah satu episode lagi. Terimakasih pada para reader yang sudah mau membaca novel penulis amatiran ini dan semoga dapat menjadi hiburan.🙏🙏🙏🙏🙏
Promo Novel baru
"Cepat kejar !! Jangan sampai lolos !!
Alva nampak berlari tunggang langgang di kejar empat orang pria dengan pistol di tangan mereka masing-masing. Pria yang memakai celana panjang berwarna hitam dan kemeja berwarna putih dengan noda darah di bagian perut itu terus berlari tak tentu arah.
"Di sana sepertinya ada sebuah rumah, aku akan bersembunyi di sana, batin Alva saat melihat sebuah rumah. Setelah berada di belakang rumah itu, Alva mencoba membuka pintu bagian belakang tapi tidak bisa. Kemudian dia berlari ke arah samping rumah dan menemukan sebuah jendela yang tidak terkunci.
"Aku akan masuk lewat jendela ini," gumam Allva mengintip dari luar jendela nampak kamar yang sepi tanpa penghuni dengan lampu tidur yang redup.
'"Hey, lihat !! Ada seorang pria yang masuk ke kamar Disha,"ucap seorang warga desa yang sedang ronda kepada temannya.
"Ahh..sial!! Sepertinya perutku tergores sesuatu,"gumam Alva.
__ADS_1
Kemudian mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar itu dan menemukan kotak obat. Alva melepaskan kemejanya kemudian membersihkan lukanya dan mengobatinya.
"Itu sepertinya kamar mandi aku akan membersihkan diri sebentar,"gumam Alva.
"Ceklek," pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka.
"Akkkk....emp...."
"Bapak-bapak, ibu-ibu aku terkejut saat melihat ada seorang pria asing bertelanjang dada di dalam kamarku. Oh.. TIDAAAKK..!!! Mata suci ku ternoda.!!! Secepat kilat aku membalikkan badan ingin masuk lagi ke dalam kamar mandi,"
"Ya Tuhan... siapa dia? Apa yang dia inginkan dari ku?"
"Aku terus meronta ingin melepaskan diri saudara-saudara.!! Hingga aku terdiam saat merasakan handuk yang aku kenakan melorot, jatuh ke lantai. lya..!! benar saudara-saudara.!! Anda tidak salah membaca.!!"
"Handukku melorot dan sekarang aku polos saudara-saudara.!! Polos seperti bayi yang baru lahir.!! Bisa kalian bayangkan bagaimana wajah ku?!! Rasanya aku ingin masuk ke lobang semut.!! Oh tidak.!! Aku mau pinjam pintu ajaib Doraemon untuk menghilang,tapi tidak bisa,"Disha.
"Buka pintunya!!" Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari luar menggedor-gedor pintu. Oh my God..!!!! Cobaan apalagi ini?! Apa kami akan di gerebek orang sekampung?"batin Disha.
__ADS_1
"Gimana ini?"batin Alva panik, tanpa sadar menyeret Disha ke dekat ranjang.
"Cepat dobrak saja.!!"
"Terdengar suara yang lainnya. Aku auto panik saudara-saudara.!! Ya Tuhan..mau ditaruh dimana mukaku jika satu kampung melihat tubuh polos ku? Aku berusaha meraih selimut untuk menutupi tubuh polos ku,"Disha.
Tak lama terdengar suara pintu yang didobrak. Alva yang menyadari Disha bergerak ingin meraih selimut pun terkejut saat melihat perempuan yang di bekapnya polos tanpa sehelai benang pun.
"Kamar ini di kunci, cepat dobrak,"terdengar kembali suara yang kali ini tepat di depan pintu kamar.
Disha semakin panik sedangkan Alva yang sempat gagal fokus melihat tubuh polos gadis yang di bekapnya kembali sadar saat mendengar pintu kamar itu sudah mulai di dobrak.
Secepat Killat Alva menjatuhkan tubuhnya dan tubuh gadis yang dibekapnya keatas ranjang dan menarik selimut menutupi tubuh mereka bertepatan dengan pintu yang terbuka.
'Braakk..!!!'suara pintu yang berhasil di dobrak membentur dinding.
Mampir ya kak!!🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1