Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 45 Istri Siri


__ADS_3

"Cicilia Agnesia binti Wira Ganendra,Aku talak kamu,Aku talak kamu, Aku talak kamu,"ucap Keynan tegas dan lantang.


Semua orang ternganga mendengar Keynan memberi talak tiga pada Cicilia.Mata mereka melotot melihat Keynan dengan wajah dingin menalak Cicilia.


"Aku tidak mau!!!"pekik Cicilia setelah kesadarannya kembali dari keterkejutannya.


"Mau tidak mau,aku sudah menalak kamu.Mulai detik ini kamu bukan lagi istriku,"ucap Keynan kemudian menghampiri Aisyah dan membawa Aisyah ke kamarnya.


"Tidak,aku tidak mau,kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti ini!! Keynan, berhenti!!"seru Cicilia.


"Aku beri waktu sampai besok pagi untuk membereskan barang-barang mu,"ucap Keynan berhenti sejenak,sama sekali tidak menoleh pada Cicilia, kemudian kembali melangkah meninggalkan Cicilia.Cicilia yang ingin mengejar Keynan pun dihalangi Dio.


"Sudahlah Cil, untuk apa lagi kamu mengejarnya?!"ucap Dio.


"Lepaskan aku Dio,aku tidak terima diperlakukan seperti ini!!"pekik Cicilia.


"Walaupun kamu tidak terima,itu tidak akan merubah kenyataan bahwa Keynan telah menceraikan kamu,"ucap Dio dengan nada rendah tapi penuh penekanan menatap dalam mata Cicilia.


"Arghhhh!!!! Brengseek!!! Sialan!!!! "teriak Cicilia, kemudian berlalu keluar rumah, mengendarai mobilnya pulang ke rumah Wira.


Sedangkan Keynan sudah masuk ke kamarnya bersama Aisyah.


"Ini adalah kamar Mas, yang berarti adalah kamarmu juga,dan kamu bisa melakukan apapun disini.Tapi ingat,jangan pernah membawa masuk siapapun kesini.Hanya Mas dan kamu yang boleh masuk kekamar ini.Kamu mengerti?!"ucap Keynan.


"Iya,Mas,"sahut Aisyah.


Keynan mengajak Aisyah melihat seluruh ruangan di kamarnya.Aisyah tampak takjub dengan kamar Keynan.


Dalam ruangan itu ada ranjang yang besar, ruang gym, ruang kerja dengan rak buku yang berjajar rapi,kamar mandi dengan shower dan bathtub yang besar,walk in closet yang nampak rapi dan juga sebuah sofa.


"Ini adalah baju yang sudah Mas siapkan untuk kamu, semoga kamu menyukainya,"ucap Keynan menunjukkan deretan baju syar'i pada Aisyah.


"Ini banyak sekali,Mas,"ucap Aisyah.


"Ini tidak banyak, maaf selama kamu tinggal di rumah ini kamu harus tinggal dikamar tamu dan memakai baju seadanya karena untuk menyembunyikan hubungan kita,"ucap Keynan merasa menyesal karena selama ini hanya bisa memberikan baju yang tidak terlalu mahal untuk Aisyah agar tidak ada yang curiga dengan Aisyah.


"Nggak apa-apa Mas.Tapi bagaimana kalau Cicilia..."kata-kata Aisyah dipotong Keynan.


"Jangan bahas lagi soal itu,Ayo kita tidur,apa kamu tidak mau tidur,hem?! ucap Keynan yang tiba-tiba membuka cadar dan hijab Aisyah,meluk Aisyah dari samping kemudian menciumi leher Aisyah.


"A... Aisyah ingin tidur,"ucap Aisyah tergagap seraya mendorong pelan dada suaminya.


"Oke,kita tidur,"ucap Keynan tersenyum tipis mengetahui kegugupan Aisyah.


"Iya,"sahut Aisyah.


Keynan membawa Aisyah berbaring di atas ranjang,"Tidurlah,"ucap Keynan membawa Aisyah ke dalam pelukannya kemudian membelai rambut panjang istrinya hingga mereka akhirnya terlelap.


***


Kediaman Wira Ganendra.


"Keynan sialan!! Berani-beraninya dia memberi talak tiga padaku!!Aku tidak terima,aku akan menghancurkan mu!!Jika aku tidak bisa memilikimu,maka tak seorangpun yang boleh memilikimu!!"pekik Cicilia melempar bantal dan guling, menarik bedcover dan seprei.Lampu tidur dilemparkannya,meja rias pun tidak luput dari amarahnya.


"Arrrgghhh!!! teriak Cicilia terduduk lemas di lantai dengan rambut acak-acakan,baju berantakan dan air mata yang membasahi pipi.


Pagi harinya.


Wira nampak sedang sarapan pagi dengan malas.


"Aku tidak menyangka perusahaan ku akan hancur seperti ini.Sebentar lagi semua aset yang aku punya akan disita Bank.Aku masih bisa membeli sebuah rumah sederhana untuk tempat tinggal,"batin Wira.

__ADS_1


"Maaf Tuan,saya ingin menyampaikan sesuatu,"ucap seorang pelayan di rumah Wira.


"Ada apa?!"tanya Wira.


"Begini Tuan,semalam Nona pulang dan histeris, sepertinya Nona semalam mengamuk di kamarnya,"ucap pelayan tersebut.


"Apa?!Apa dia masih ada di kamarnya?!"tanya Wira.


"Sepertinya masih Tuan,"jawab pelayan tersebut.


Wira pun meninggalkan sarapannya kemudian berlalu menuju ke kamar Cicilia.


"Sayang,apa kamu ada di. dalam?!Sayang!!"seru Wira,tapi tidak ada jawaban dari dalam.


Akhirnya Wira memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Cicilia.


"Ceklek"pintu itu dibuka oleh Wira.


"Astaga!!Sayang,kamu kenapa?! Sayang bangun,kenapa tidur di lantai?!"tanya Wira saat melihat Cicilia yang tidur di lantai dengan baju yang berantakan, rambut acak-acakan dan mata sembab.Sedangkan kondisi kamar sudah seperti kapal pecah.


Cicilia perlahan mengerjapkan matanya,"Papa,"ucapnya pelan dengan suara yang serak langsung memeluk Wira, kemudian menangis dalam pelukan Wira.


"Ada apa sayang?!Ayo, duduk di ranjang ya?!"ucap Wira lembut lalu membantu putrinya bangkit dan duduk di atas ranjang,mengelus punggung putrinya dengan penuh kasih sayang.


"Pa, Keynan menjatuhkan talak tiga padaku,"ucap Cicilia setelah lebih tenang.


"Apa?!Dia menjatuhkan talak tiga padamu?! Berani sekali dia!!Apa dia melakukan itu karena papa sudah bangkrut?!"tanya Wira.


"Dia selingkuh,pa.Aku melihat dengan mata dan kepala ku sendiri.Apa kurangnya aku pa, hingga dia berselingkuh dengan perempuan buruk rupa itu,"ucap Cicilia.


"Maksudmu?!"tanya Wira tak mengerti.


"Keynan selingkuh dengan perempuan bergigi tonggos menjijikkan, perempuan yang pernah menyelamatkan nyawa papa mertua ku,"jelas Cicilia.


"Sangat jelek pa,"ucap Cicilia.


"Ya sudah kamu cari laki-laki lain saja.Kamu itu sempurna, banyak laki-laki yang mau denganmu.Apalagi kamu sudah ditalak tiga, akan sulit untuk kembali padanya,"ucap Wira.


"Tapi aku tidak terima,pa.Aku merasa dihina dan direndahkan,"ucap Cicilia.


"Apa ada orang lain yang memergoki dia selingkuh?!"tanya Wira.


"Satu rumah tahu semua,pa,"kata Cicilia.


"Kalau begitu,kamu ajukan gugatan cerai dan minta harta sebanyak mungkin kepada Keynan sebagai persyaratan cerai,"saran Wira.


Cicilia langsung mendongakkan kepalanya menatap wajah papanya,"Papa benar,aku harus membuatnya menyesal karena telah menalak aku,"ucap Cicilia menghapus air matanya kemudian tersenyum licik.


"Sekarang bersihkan dirimu dan urus surat cerai mu.Tapi maaf,papa tidak bisa membantu karena perusahaan kita sudah bangkrut dan tak lama lagi semua aset kita akan disita, bahkan kita harus meninggalkan rumah ini,"ucap Wira lesu.


"Apa?!Papa benar-benar bangkrut?!"tanya Cicilia tidak percaya.


"Iya sayang, maafkan papa,ya?! Sanjaya company benar-benar menghancurkan perusahaan kita.Mereka menyaingi setiap produk yang kita launching, bahkan mereka juga berkerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang pernah papa tindas, sehingga mereka ikut mempersulit papa dan sekarang papa benar-benar hancur,"keluh Wira.


"Ya sudah, Cicil akan berusaha agar mendapatkan hartai dari Keynan agar kita tidak menjadi miskin.Cicil akan membersihkan diri dan segera mengurus perceraian Cicil,"ucap Cicilia bersemangat.


***


Malam ini suasana di meja makan kediaman Wishaka nampak berbeda.Aisyah nampak duduk di sebelah Keynan, melayani Keynan dengan telaten dari mengambilkan nasi, lauk-pauk dan yang lainnya.


"Terimakasih Ay,"ucap Keynan tersenyum lembut pada Aisyah kemudian mengusap kepala Aisyah yang mengenakan hijab itu.

__ADS_1


"Sama-sama Mas,"sahut Aisyah tersenyum dibalik cadarnya.


"Apa tadi katanya?!Ay?!Dia memanggil Aisyah dengan sebutan Ay,dan tersenyum pada Aisyah?! Seumur hidup baru kali ini aku melihat Keynan tersenyum,. Sepertinya Keynan benar-benar sudah diguna-guna oleh Aisyah,"batin Reni.


"Keynan tersenyum pada Aisyah?!Apa aku tidak salah lihat?! Setelah Ayu meninggal baru kali ini aku melihat Keynan tersenyum,"batin Danu.


"Keynan tersenyum?! Selama mengenalnya baru kali ini aku melihat dia tersenyum.Dan suara datar itu jadi selembut es krim saat bicara dengan Aisyah?! Pergi ke cenayang mana dia sampai bisa membuat es balok itu jadi lumer?!"batin Dio.


"Kenapa kalian tidak makan?!"tanya Keynan saat semua orang yang ada di meja makan itu malah diam dan menatap dirinya dan Aisyah.


Mendengar pertanyaan Keynan,Danu, Reni dan Dio pun terkesiap lalu dengan canggung mulai makan.


"Ting..tung..Ting ..tung..."suara bel terdengar sesaat setelah mereka selesai makan malam.


Tak lama setelah melihat siapa yang datang,Bik Minah muncul.


"Tuan Muda,ada Non Cicilia ingin bertemu dengan Tuan Muda,"ucap Bik Minah saat sudah berada di ruang tamu.


Mendengar itu Danu, Dio dan Reni pun saling berpandangan.


"Dimana dia sekarang Bik?!"tanya Keynan.


"Di ruang tamu, Tuan Muda,"sahut Bik Minah.


"Saya akan menemuinya.Apa bibi sudah membereskan barang-barang Cicilia?!"tanya Keynan.


"Sudah Tuan Muda,"jawab Bik Minah.


"Tolong bibi suruh pelayan yang lebih muda untuk membawanya kebawah,agar Cicilia bisa membawanya pulang kerumahnya nanti,"ucap Keynan.


"Baik Tuan Muda,"sahut Bik Minah.


"Terimakasih, Bik,"ucap Keynan tersenyum tipis.


"Sama-sama Tuan Muda,"jawab Bik Minah.


Keynan dan Aisyah berjalan menuju ruang tamu diikuti Danu, Dio dan Reni.


"Kamu kesini untuk mengambil barang-barang mu kan?! Sebentar lagi pelayanan akan membawanya ke sini,"ucap Keynan datar.


"Aku kesini hanya ingin memberitahu kamu.Menurut agama aku memang bukan istrimu lagi,tapi menurut hukum aku masih istri syahmu.Jadi aku setuju bercerai dengan mu asal kamu membagi separuh hartamu padaku, kalau tidak aku tidak mau bercerai dengan mu.,"ucap Cicilia dengan sinis.


"Apa?!Mana bisa begitu?! Semua harta yang dimiliki Keynan adalah harta warisan dari ibunya.Sedangkan kamu dan Keynan tidak punya harta gono-gini.Jadi mana boleh kamu meminta harta dari Keynan,"sahut Reni berapi-api.


"Aku tidak akan membiarkanmu meminta harta Keynan.Kalau harta Keynan diberikan padanya separuh,bisa susah aku mendapatkan uang dari Keynan,"batin Reni.


"Ma!!"seru Danu mengisyaratkan agar Reni diam.


"Aku sudah menafkahi mu saat kamu menjadi istriku,dan aku juga akan menafkahi kamu selama masa iddah kamu karena aku yang menceraikan kamu.Tapi aku tidak akan memberikan sepeserpun hartaku padamu,"ucap Keynan.


"Aku akan mempersulit perceraian kita jika kamu tidak memberikan separuh hartamu,"ucap Cicilia.


"Perempuan ini benar-benar licik,"batin Reni.


Keynan tersenyum miring lalu berkata"Kamu tidak bisa menuntut apapun dari ku walaupun kamu menyewa seribu pengacara terkenal sekalipun,"ucap Keynan.


"Percaya diri sekali kamu.Kenapa kamu begitu percaya diri sekali kalau aku tidak bisa mempersulit perceraian kita?!"tanya Cicilia dengan angkuh.


"Karena kamu hanya istri siri ku,"ucap Keynan dengan tegas dan penuh penekanan pada kata istri siri.


"Apa?!!"

__ADS_1


...🌟 Hubungan yang diawali dan dilandasi dengan kebohongan akan sulit untuk dipertahankan.🌟...


To be continued


__ADS_2