Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 56 Karena Cinta


__ADS_3

"Deg, Ki... Kirana sedang mengandung?!tanya Bayu pada mertuanya memastikan bahwa apa yang dia dengar tadi tidak salah.


"Iya Bay,kami sudah beberapa kali menghubungi handphonemu, tapi tidak aktif,"sahut Rinto.


"Oh, handphone ku tertinggal di rumah,Yah.Mungkin baterainya lowbat,"sahut Bayu membuat alasan.Padahal Bayu sengaja menonaktifkan nomer tersebut agar Kirana dan keluarganya tidak bisa menghubunginya.


"Oh, begitu.Ya sudah ayah duluan ya?Tolong sempatkan waktu untuk pulang sebentar, perempuan hamil biasanya akan merasa lebih tenang dan nyaman saat ada disisi suaminya,"ucap Rinto sambil menepuk bahu Bayu lalu pergi.


"Iya Yah,"sahut Bayu,"Aku tidak tahu harus sedih atau bahagia.Disatu sisi aku merasa bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan disisi lain aku sedih karena anakku nanti tidak akan bisa merasakan mempunyai orang tua yang lengkap,"batin Bayu.


Di kediaman Rinto.


"Ting tong.....Ting.....tong...."


"Ceklek,"pintu pun terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya.


"Eh, Tuan Muda Bayu, masuk Tuan.Syukurlah Tuan Muda sudah pulang, kasihan Non Kirana.Semenjak Tuan Muda pergi, Non Kirana susah makan dan selalu terlihat sedih.Orang hamil memang susah kalau harus pisah sama suami"


"Apalagi seminggu ini, kata Nyonya Non Kirana selalu muntah-muntah terutama pada pagi hari.Non Kirana selalu memuntahkan makanannya yang masuk ke perutnya.Karena itu,selama seminggu ini Non Kirana dirawat di rumah sakit,"cerocos Bik Narsih berjalan di belakang Bayu.


"Apa separah itu,Bik?"tanya Bayu.


"Iya Tuan Muda,siapa tahu dengan kepulangan Tuan Muda Non Kirana bisa sembuh,"ucap Bik Narsih.


"Saya bukan dokter, Bik.Mana bisa saya menyembuhkan orang sakit,"ucap Bayu.


"Tuan Muda jangan salah,ada ibu hamil yang mual nya hilang jika mencium ketek suaminya,"ucap Bik Narsih serius.


"Bibi ini ada-ada saja.Ya sudah,saya kekamar dulu ya Bik,"pamit Bayu saat sudah ada di tangga,tidak percaya dengan kata-kata Bik Narsih.


"Iya, Tuan Muda,"sahut Bik Narsih,"Tuan Muda tidak tahu bagaimana perilaku perempuan jika sedang hamil,"batin Bik Narsih.


"Ceklek,"Bayu membuka pintu kamar Kirana dengan jantung yang berdebar,perlahan masuk dan kembali menutup pintunya.


Kakinya melangkah menuju ranjang tempat Kirana terbaring.Ditatapnya wajah yang sebenarnya selama ini dirindukannya dalam temaram lampu tidur.


"Kamu sekarang menjadi kurus,"ucapnya,menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istrinya kemudian mengecup kening Kirana untuk sesaat.


"Aku tak tahu kenapa aku mencintaimu, rasanya aku tidak ingin berpisah darimu.Tapi aku tidak ingin memaksa orang yang tidak mencintaiku untuk hidup bersamaku,"gumam Bayu.


Bayu meletakkan tas ransel berisi pakaian yang dibawanya,hanya membawa beberapa helai pakaian untuk sementara waktu dan bisa pulang mengambil lagi jika perlu.Perlahan berjalan menuju sofa dan membaringkan tubuhnya di sana.


Pagi harinya, Kirana terbangun dari tidurnya.Entah kenapa kali ini tidurnya lumayan nyenyak dibandingkan malam-malam sebelumnya.Dengan cepat Kirana menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya kemudian dengan cepat berjalan menuju kamar mandi.


"Uwek.... uwek.... uwek....."Kirana hanya memuntahkan cairan berwarna kuning,namun perutnya terus bergejolak walaupun tidak ada yang bisa dia muntahkan.Kirana membuka kran membasuh mulutnya kemudian menutup kran.Kepalanya terasa pusing dan tubuhnya terasa lemas.Saat tubuhnya terhuyung dan hampir jatuh, tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya.


"Bayu.?Ini ...ini aroma tubuh Bayu.Apa aku sedang bermimpi karena merindukannya?!"batin Kirana dengan mata terpejam karena rasa pusing yang melandanya.


Bayu terbangun saat mendengar seseorang yang sedang muntah-muntah dan saat ia menatap ranjang, Kirana tak ada di sana.Menyadari hal itu Bayu langsung bergegas ke kamar mandi dan saat dia sudah diambang kamar mandi, Bayu melihat tubuh Kirana yang terhuyung.


Dengan cepat Bayu memeluk tubuh Kirana agar tidak terjatuh kemudian menggendongnya dan membaringkannya di atas ranjang.


"Ki...Ki..."panggil Bayu pada Kirana,dan perlahan Kirana membuka matanya.


"Ayo, minum dulu,"ucap Bayu membantu Kirana untuk duduk bersandar di dada kiri nya.Tangan kiri Bayu merangkul Kirana dan tangan kanannya menyodorkan air minum dibibir Kirana.


"Apa kamu menginginkan sesuatu?!"tanya Bayu merapikan rambut Kirana dan menyelipkannya ditelinga Kirana.


Kirana menggeleng pelan,"Aku hanya ingin kamu disisi ku seperti ini.Bodohnya diriku yang mementingkan ego dan gengsi ku hingga menyakiti hati mu dan membuatmu pergi dari ku,"kata Kirana dalam hati,tidak bisa dia ucapkan hingga tanpa terasa menitikkan air mata.


"Kenapa menangis?"tanya Bayu,menghapus air mata Kirana lalu memeluknya,"Aku tidak bisa melihat mu menangis,"batin Bayu.

__ADS_1


Kirana membalas pelukan Bayu dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya,"Aku sangat merindukanmu,"batin Kirana.


"Ceklek,"pintu kamar Kirana dibuka dari luar.


"Ki,.....eh ada Bayu?!"ucap Susi salah tingkah karena masuk ke kamar anak dan menantunya tanpa mengetuk pintu.Susi tidak tahu kalau Bayu sudah pulang,hingga Susi merasa tidak perlu mengetuk pintu untuk masuk kekamar putrinya.


"Ah iya Bun,masuk Bun!"jawab Bayu ikut salah tingkah kemudian melerai pelukannya dengan Kirana dan menyusun kan bantal di kepala ranjang agar Kirana bisa bersandar.


"Kapan kamu pulang Bay?!"tanya Susi menghilangkan rasa canggung nya.


"Semalam Bun,"jawab Bayu.


"Oh,pantesan Bunda nggak tahu.Ini sarapan untuk Kirana.Apa kamu juga ingin sarapan di kamar, Bay?Kalau mau, biar Bunda ambilkan,"ucap Bunda sambil meletakkan semangkok bubur dan segelas susu di atas nakas.


"Tidak perlu Bun, makasih.Biar nanti Bayu sarapan di bawah saja,"ucap Bayu.


"Ya sudah kalau begitu.Ki, buburnya dimakan,setelah itu minum susunya.Bunda ke bawah dulu ya?!"ucap Bunda.


"Iya Bun,"jawab Bayu.Sedangkan Kirana hanya mengangguk kecil.Dan Bunda pun keluar dan dari kamar itu tak lupa menutup pintunya.


"Aku suapi ya Ki?"tanya Bayu dan Kirana pun mengangguk pelan.


Dengan telaten Bayu menyuapi Kirana hingga habis setengah,"Sudah ,"ucap Kirana.


"Ya sudah, minum dulu susunya,"ucap Bayu menyodorkan susu ibu hamil pada Kirana dan Kirana pun meminumnya walaupun hanya setengahnya saja.


"Aneh,kok perutku tidak mual?Biasanya baru tiga suap saja aku sudah mual dan muntah,"batin Kirana heran.


"Apa kamu mau mandi?"tanya Bayu.


"Iya,"sahut Kirana lirih,"Aku harus mandi.Aku malu berada didekatnya dalam keadaan seperti ini.Sudah beberapa hari aku tidak mandi dan juga tidak keramas,"batin Kirana.


Bayu menyiapkan air untuk mandi Kirana lalu menggendong Kirana ke kamar mandi.Bahkan Bayu membantu Kirana mandi dan mencuci rambutnya.


Dilantai bawah.


"Yah, Bayu sudah pulang Yah!!"ujar Susi penuh semangat dan wajah bahagia, menghampiri suaminya yang sedang menikmati sarapannya.


"Syukurlah,tapi apa dia hanya mampir sebentar?"tanya Rinto.


"Maksud Ayah?"tanya Susi tak mengerti.


"Semalam Ayah tidak sengaja bertemu dengan Bayu di restoran.Sebenarnya Bayu belum mau pulang karena katanya pekerjaannya diluar kota belum selesai dan dia hanya pulang untuk menemui klien,"


"Kemudian Ayah mengatakan kalau Kirana sakit dan sedang mengandung,dan ayah ingin Bayu pulang walaupun hanya sebentar,"ujar Rinto.


"Ohh... begitu?!"ucap Susi.


***


Di kediaman Wishaka.


"Kak Key, kok aku belum juga mendapat surat panggilan ya,dari perusahaan Kakak?"tanya Santi.


"Itu bukan urusanku,"ucap Keynan datar sambil mulai menikmati sarapannya tanpa melihat Santi sama sekali.


"Om,gimana dong?"tanya Santi pada Danu.


"Itu bukan wewenang Om, Santi,"jawab Danu.


"Om, masak nggak ada keistimewaan sedikitpun ?Aku kan keponakan Om?!"tanya Santi.

__ADS_1


"Jika kamu tidak ingin sarapan dan masih mengoceh tidak jelas, sebaiknya kamu tinggalkan meja makan ini!!"sergah Keynan.


Semua orang yang tahu,Keynan tidak suka ada yang bicara saat makan pun diam, sedangkan Santi merasa jengkel karena di cuekin Keynan seperti itu.Akhirnya semua orang yang ada di meja itu pun makan tanpa berbicara sampai makanan yang ada di piring mereka habis.


"Akkh...."Aisyah yang hendak bangun hampir saja terjatuh jika saja Keynan tidak bergerak cepat menangkapnya.


"Ay,kamu nggak apa-apa?"tanya Keynan khawatir.


"Nggak Mas.Kenapa kamu menginjak bajuku?!"tanya Aisyah pada Santi yang duduk di sebelahnya.


"Aisyah,walaupun kamu tidak suka padaku tapi jangan memfitnahku seperti itu.Kamu kan tahu kalau fitnah itu lebih kejam dari membunuh? Kalian lihat kan?"


"Aku dari tadi duduk disini tapi saat Aisyah akan jatuh dia menuduh aku yang membuatnya jatuh,"ucap Santi berpura-pura sedih,menunjukkan wajah tanpa dosanya,"Huhh padahal sedikit lagi jatuh,cepat sekali sich respon Kak Key itu,"batin Santi.


"Aisyah,saya tidak menyangka teryata kamu itu munafik,"ucap Danu mencibir.


"Kita ke kamar Ay,"ucap Keynan tanpa menghiraukan Danu.


"Key,dia itu salah.Kenapa sich kamu selalu membelanya?"protes Danu yang membuat Keynan menghentikan langkahnya.


"Pa, sudahlah.Jangan membuat keributan,"kata Reni.


"Nggak bisa ma, seharusnya Keynan itu adil, jangan membela yang salah walaupun itu istrinya,"kata Danu.


"Kita nggak tahu siapa yang benar diantara Santi dan Aisyah pa.Tidak ada bukti yang bisa menjelaskan kata-kata siapa yang benar diantara mereka,"ucap Reni bijak.


"Ini beneran mamaku?Kenapa dia tiba-tiba jadi bijak seperti itu?"batin Dio tidak percaya jika mamanya akan berkata seperti itu.


"Aku mengenal istriku lebih dari siapapun.Dia yang mencintaiku dengan tulus tanpa tahu aku siapa,dan saat aku tak bisa apa-apa.Tidak mungkin Aisyah berbohong,"ucap Keynan.


"Kamu sudah di guna-guna sama Aisyah sehingga kamu mencintai wanita buruk rupa ini,"cibir Danu.


"Kecantikan tidak akan abadi,bagiku wanita yang cantik hatinya lebih berharga dari pada wanita yang cantik wajahnya tapi busuk hatinya,"ucap Keynan.


"Mata kamu benar-benar sudah buta Key,"ucap Danu kesal.


Keynan mengajak Aisyah untuk duduk lagi disebelahnya,"Papa ingat saat aku menghilang beberapa bulan yang lalu?Aku buta pa,selama setengah tahun aku tidak bisa melihat dunia karena orang dekat ku ingin membunuhku,"


"Aku hampir mati di pinggir jalan jika Aisyah tidak menyelamatkan aku,. Aisyah membawaku ke rumah sakit, tabungan ayah Aisyah habis untuk biaya berobat ku,bahkan darah yang mengalir di tubuhku adalah darah Aisyah,"ucap Keynan.


"Deg,apa Keynan tahu kalau aku yang menyuruh para preman itu untuk membunuhnya,"batin Dio, seketika wajahnya menjadi pias, begitu pula Reni.


"Keynan tahu kalau Dio orang yang ingin membunuhnya? Bagaimana ini?"batin Reni mulai gelisah.


"Tapi bukan berarti kamu harus menikahinya untuk membalas budinya padamu.Dia tahu kalau kamu kaya, karena itu dia mau menolong mu,"ucap Danu.


"Apa papa tahu bagaimana keadaan ku saat itu?Aku tergeletak dipinggir jalan tanpa identitas apapun.Para preman itu mengambil semua barang berhargaku.Tiga Minggu aku koma dan bangun dalam keadaan buta dan amnesia,"


"Papa pikirkan,jaman sekarang apa ada orang yang rela menghabiskan tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun untuk orang buta dan amnesia yang tidak dikenal?Apa ada orang yang mau menampung bahkan merawat orang buta dan amnesia yang tidak jelas siapa dan dari mana asal usulnya?"


"Dan apa ada perempuan yang mau menikah dengan pria buta dan amnesia yang bahkan tidak bisa menafkahi nya?"


"Hanya Aisyah yang mau menerima aku apa adanya.Dia rela menikahi aku yang buta dan amnesia, yang bahkan tidak bisa menafkahi nya,"


"Dia yang menguatkan aku untuk terus melanjutkan hidup.Dia yang merawat ku tanpa mengharapkan apapun.Aku lebih percaya padanya dari pada siapapun yang ada di dunia ini.Bagiku, kebahagiaannya adalah kebahagiaanku dan sakitnya adalah sakit ku,"


"Apapun akan aku berikan untuknya, bahkan jika dia menginginkan nyawaku pun akan aku berikan,karena aku sangat mencintainya.Aku tidak yakin bisa menemukan wanita yang cantik dan tulus, secantik dan setulus Aisyah,"ujar Keynan panjang dan lebar kemudian merangkul Aisyah dan membawanya pergi dari ruangan itu.


🌟Dia yang mencintaimu tidak akan mengeluhkan kekuranganmu, tapi akan melengkapi kekuranganmu dan menjadikannya sebagai alasanmu untuk mencintaimu.


..."Kamu akan tahu siapa yang tulus kepadamu saat kamu tidak punya apa-apa dan belum menjadi siapa-siapa.🌟...

__ADS_1


..."Author"...


To be continued


__ADS_2