
Kediaman Wishaka.
"Pa,siapa dia?!"tanya Reni pada Danu saat Danu memasuki rumah bersama seorang gadis cantik.
"Eh mama, kenalkan ini Santi,keponakan papa, anak dari Damar dan Wiwin yang meninggal kemarin,"jelas Danu.
"Selamat malam Tante!!"sapa Santi pada Reni.
"Malam,"sahut Reni memindai Santi dari ujung rambut sampai ujung kaki,nampak berpenampilan seperti kalangan menengah ke bawah.
"Ya sudah,ayo masuk,"ajak Danu,"Bik Minah, tolong antar Santi ke kamar tamu, yang bekas kamar Aisyah itu saja Bik,itu kamar tamu yang paling bagus,"ucap Danu saat melihat Bik Minah.
"Maaf Tuan, kamar nomor tiga itu kuncinya sama Tuan Muda,"sahut Bik Minah.
"Ya sudah, yang lainnya saja , nanti saya ngomong sama Keynan,"kata Danu.
"Baik Tuan,"jawab Bik Minah.
"Santi,kamu bersihkan dirimu,sudah itu langsung ke meja makan,"kata Danu.
"Baik Om,"jawab Santi.
"Mari Non,saya antar ke kamar,"kata Bik Minah.
Sedangkan Santi tampak takjub dengan rumah itu,"Wahh..bagus sekali rumah Om Danu,"batin Santi.
Di meja makan.
"Dio, kenalkan ini Santi sepupu kamu.Santi, kenalkan ini Dio, anak sulung Om,"kata Danu.
"Hey kak Dio,"sapa Santi dan dibalas senyuman dan anggukan kecil oleh Dio,"Tampan juga anak Om Danu,"batin Santi.
Tak lama kemudian Keynan nampak menuruni tangga sambil memeluk pinggang Aisyah dan seperti biasa selalu menjadi pusat perhatian semua orang.Semenjak semua orang tahu bahwa Aisyah adalah istrinya, Keynan tanpa ragu berinteraksi dengan Aisyah di depan keluarganya bahkan seringkali menunjukkan kemesraan mereka.
"Waahh...tampan sekali pemuda itu,"batin Santi yang terpana melihat Keynan.
Keynan menarik kursi untuk Aisyah,dan setelah Aisyah duduk Keynan pun duduk disampingnya.
"Siapa perempuan bercadar itu,"batin Santi.
"Key ini Santi sepupu kamu yang kedua orang tuanya meninggal kemarin.Papa ingin dia tinggal disini karena dia tidak punya saudara lagi selain kita,"kata Danu.
"Terserah papa,"ucap Keynan singkat.
"Santi,kenalkan ini anak bungsu Om namanya Keynan,"kata Danu.
"Hey kak,"sapa Santi tersenyum lebar namun Keynan hanya memandangnya sekilas dengan tampang datar.
"Eh,kok datar banget sih mukanya,"batin Santi.
"Key, papa ingin Santi bekerja di perusahaan kita,dia anak yang cerdas kok, lulusan S2,"ucap Danu.
"Terserah papa.Tapi papa harus ingat, tidak ada nepotisme di perusahaan ku,"ucap Keynan.
𝗡𝗲𝗽𝗼𝘁𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗻𝗮𝗸 𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶, 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗷𝗮𝗯𝗮𝘁𝗮𝗻, 𝗽𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗹𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵. 𝗡𝗲𝗽𝗼𝘁𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗹𝗮𝗸𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝘀𝘂𝗸𝗮𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗿𝗮𝗯𝗮𝘁 𝗱𝗲𝗸𝗮𝘁.
"Iya.Em Key,dimana kunci kamar tamu nomor tiga?!Papa ingin Santi memakai kamar itu,"ucap Danu.
"Itu termasuk kamar pribadi Key,"jawab Keynan.
"Oh gitu ya?! Kalau begitu kamar yang pernah ditempati Cicilia saja ya, Key?"tanya Danu lagi.
"Terserah papa,"kata Keynan.
"Ya sudah,ayo makan,"kata Danu dan semua pun memulai makan malam mereka.
"Kenapa kesannya yang berkuasa di sini Keynan ya,bukan Om Danu,"batin Santi yang selalu curi-curi pandang pada Keynan.
Seperti biasanya Aisyah selalu melayani Keynan dengan telaten,dan itu menjadi pusat perhatian Santi ,"Siapanya Keynan sich, perempuan itu?!"batin Santi tidak suka.
Selesai makan Keynan mengajak Aisyah ke taman di dekat air mancur. Dio Danu dan Reni masuk kedalam kamar mereka masing-masing sedangkan Santi dibantu oleh Bik Minah membawa barang-barangnya ke kamar yang pernah di tempati Cicilia.
"Bik, siapa perempuan bercadar tadi?!"tanya Santi yang penasaran karena Danu tidak mengenalkan perempuan bercadar itu.
"Oh,itu Non Aisyah istri Tuan Muda Keynan,"jawab Bik Minah.
"Sayang sekali sudah menikah,"batin Santi.
"Apa dia cantik?!"tanya Santi.
"Hanya Tuan Muda yang tahu cantik tidaknya Non Aisya.Tapi setahu saya Tuan Muda sangat mencintai Non Aisyah,"jawab Bik Minah.
Di taman.
__ADS_1
"Aisyah tidak suka dengan cara sepupu Mas melihat Mas,"kata Aisyah pada Keynan saat mereka sudah duduk di sebuah bangku panjang.
Keynan mengernyitkan keningnya,"Belahan hati Mas sedang cemburu rupanya,"sahut Keynan mencolek dagu Aisyah.
"Aisyah tidak cemburu, Aisyah hanya tidak suka dia ngeliat Mas kayak gitu,bukan muhrim !"kilah Aisyah.
"Iya,iya,kamu nggak cemburu.Tepatnya nggak salah lagi,"sahut Keynan menahan senyum.
"Mass!!Apaan sich?!"kata Aisyah bersungut-sungut.
"Apaan emang?!"tanya Keynan kembali mencolek dagu Aisyah.
"Tau ach!!"ucap Aisyah berniat bangkit dan duduknya,tapi tiba-tiba Keynan memeluk Aisyah dan menghujani wajah Aisyah yang tertutup cadar itu dengan ciuman.
"Mass..!! pekik Aisyah yang mendapat serangan dadakan dari suaminya.
"Habis kamu bikin Mas gemes sich!!Mas cuma ingin memandang wajahmu,dan akan menundukkan pandangan saat melihat wanita lain.Dan insyaallah hanya kamu dalam hati Mas, percayalah!!,"
"Hanya kamu yang bisa membuat Mas tergila-gila, membuat Mas jatuh cinta.Kamu adalah cinta pertama dan insyaallah juga cinta terakhir Mas,"kata Keynan mencoba menenangkan istrinya.
Aisyah dapat melihat kesungguhan di mata Keynan walaupun lampu taman hanya temaram.
Keynan menyusupkan tangannya dibalik cadar Aisyah kemudian membelai wajah Aisyah,menatap mata Aisyah dalam, perlahan menyingkap cadar Aisyah kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah,melahap bibir Aisyah dengan lembut, mengeratkan pelukannya menikmati bibir Aisyah seolah tidak pernah puas ia nikmati.
"Mesra sekali mereka, mereka bahkan bercumbu di taman,apa Keynan benar-benar mencintai Aisyah?! Mereka nampak bahagia,"batin Dio yang melihat Keynan dan Aisyah sedang memadu kasih di taman dari balkon kamarnya.
"Ay, kekamar yuk?!"ajak Keynan setelah melepas tautan bibirnya.
"Aisyah masih ingin berada di sini,"sahut Aisyah.
"Tapi, Mas sekarang lagi kepengen,"ucap Keynan ditelinga kanan Aisyah sedangkan tangan kanannya menarik tangan kiri Aisyah dan menempelkannya di bagian inti tubuhnya yang sudah mengeras.
"Mass!!"pekik Aisyah mendorong tubuh Keynan karena terkejut dengan ulah suaminya itu, sedangkan Keynan malah terkekeh dan sekali sentak langsung menggendong Aisyah menuju kamar mereka.
"Mass,turunin!!Nanti ada yang melihat!!"kata Aisyah.
"Biarkan saja,"sahut Keynan tidak perduli.
Sedangkan Dio yang berada di atas balkon hanya tersenyum kecut memandang dua insan dibawah sana.
"Keynan nampak bahagia saat bersama Aisyah, padahal wajah Aisyah tidak cantik.Bahkan saat mengaji bersama mereka pun tampak mesra.Sikapnya begitu lembut saat bersama Aisyah dan begitu dingin dan datar saat bersama orang lain.Apakah benar jika cinta itu hadir karena rasa nyaman?!"batin Dio yang belakangan ini sering memergoki kemesraan Keynan dan Aisyah.
Keynan membaringkan tubuh Aisyah di ranjang kemudian membuka cadar dan jilbab Aisyah dan langsung melahap bibir istrinya itu,melucuti pakaian mereka satu persatu hingga tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun.
"Terimakasih Ay,"kata Keynan mengecup kening, pipi dan bibir Aisyah beberapa saat lalu melepas penyatuan mereka,menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos dan membaringkan tubuhnya disamping Aisyah
Aisyah pun menjadikan lengan Keynan sebagai bantalnya.Keynan mengecup puncak kepala Aisyah berulang kali lalu membelai rambut Aisyah yang panjang.
Aisyah menciumi dada Keynan mengendus aroma tubuh Keynan sedangkan tangannya nakal meraba dada dan perut sixpack Keynan.
"Ay,"panggil Keynan.
"Emm,"sahut Aisyah tanpa menghentikan kegiatan bibir, hidung dan tangannya di tubuh Keynan.
"Jangan seperti itu Ay,"kata Keynan dengan suara berat.
"Apa?"tanya Aisyah yang masih asyik dengan tubuh Keynan.
Keynan memegang tangan Aisyah yang jahil itu hingga Aisyah mendongak menatap wajah suaminya,"Kenapa?!"tanyanya polos.
Namun secepat kilat Keynan kembali mengungkung Aisyah kemudian mendekatkan wajahnya ke leher Aisyah sehingga Aisyah dapat merasakan hembusan nafas Keynan yang hangat di lehernya.
"Kamu membangunkannya lagi,jadi kamu harus menidurkannya,"ucap Keynan dan langsung menyerang Aisyah lagi.
***
Di sebuah restoran.
Bayu nampak sedang menikmati makan siangnya.
"Bayu?! Apa kabar?! Teryata kamu ada disini?! Pantesan aku nggak ketemu lagi sama kamu di Amerika,"sapa seorang perempuan seksi berpakaian minim langsung memeluk dan mencium Bayu.
Kirana baru keluar dari private room setelah makan siang dengan klien dan tidak sengaja melihat Bayu.Namun saat Kirana akan menghampiri Bayu dia melihat Bayu dihampiri seorang wanita, dipeluk dan di cium perempuan seksi berpakaian minim itu.
"Dasar buaya darat, pria hidung belang, playboy cap kaleng.Berani sekali dia bermesraan dengan perempuan lain di muka umum,"gumam Kirana dalam hati, menatap tajam kearah Bayu.
"Kamu siapa ?!"tanya Bayu pada perempuan yang sudah memeluk dan menciumnya itu.
"Aku Jessica Bay.Masa kamu nggak ingat sich,sama aku?!"keluh Jessica.
"Jessica?!Oh, Jessica cewek si Fredy?"tanya Bayu untuk memastikan.
"Kami sudah putus,"sahut Jessica tersenyum kecut.
__ADS_1
"Ki, kenapa masih disini?!Ayo kita kembali ke kantor,"kata Rinto yang baru kembali dari toilet.
"Ah iya,yah,"sahut Kirana melirik pada Bayu sekilas sebelum keluar dari restoran itu.
"Aku sebenarnya udah lama naksir kamu Bay,tapi kamu cuek banget sama aku,"keluh Jessica.
"Bukannya kamu cintanya sama Fredy?! Kalian tampak selalu mesra,"sahut Bayu tanpa ekspresi.
"Ya itu karena kamu cuekin aku terus,"jawab Jessica,"Oh ya Bay,kamu tinggal dimana?!"tanya Jessica.
"Kenapa,"tanya Bayu mengernyitkan keningnya.
"Ya siapa tahu aku mau mampir ke rumah kamu,"jawab Jessica.
"Sorry,aku masih ada keperluan,"kata Bayu menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya lalu bangkit dari duduknya.
"Tunggu!! Minta nomor telpon kamu dong Bay,"pinta Jessica.
Jessica menyodorkan handphone miliknya pada Bayu kemudian Bayu mengetik nomor telepon di sana.
"Sorry,aku harus pergi sekarang,"ucap Bayu kemudian keluar dari restoran itu.
"Bayu tetap saja seperti dulu,tapi aku suka.Dingin,datar,tapi menantang,"gumam Jessica tersenyum misterius.
Setelah berkutat dengan laptop dan berkas-berkas serta menemui beberapa klien akhirnya pada pukul sembilan malam Bayu baru pulang.
"Baru pulang Bay?!"tanya Rinto yang berpapasan dengan Bayu di depan pintu.
"Iya yah,Ayah mau kemana?!"tanya Bayu.
"Ada barang ayah yang ketinggalan di mobil,ya sudah masuk sana, pasti kamu capek,"jawab Rinto lalu berjalan menuju mobilnya.
"Iya yah,"sahut Bayu.
"Baru pulang Bay?!"tanya Susi saat bertemu Bayu di dekat tangga.
"Iya Bun,"jawab Bayu.
"Sudah makan apa belum?!"tanya Susi.
"Sudah Bun,"jawab Bayu.
"Oh ya sudah.Nanti kalau lapar lagi,suruh saja Kirana untuk memanaskan lauknya,"kata bunda.
"Iya Bun, terimakasih.Bayu ke kamar dulu ya Bun?!"pamit Bayu.
"Iya sudah,masuk sana!"suruh Bunda.
"Iya Bun,"sahut Bayu kemudian menaiki anak tangga.
"Capek sekali hari ini.Aku rindu sekali pada Kirana.Capekku jadi hilang kalau sedang bersamanya,"batin Bayu dengan senyum tipis di bibirnya berniat menggoda Kirana.
"Ceklek,"Bayu membuka pintu kamar lalu menutupnya kembali.Kamar nampak sepi dengan lampu tidur yang temaram.
"Plak,plak plak,plak..."
"Auwhh!!!Sakit Ki,apa yang kamu lakukan?! Hentikan Ki !! "pekik Bayu yang terkejut karena tiba-tiba dipukuli Kirana dengan penyapu.
"Dasar tidak tahu diri, ganjen,mata keranjang, pria hidung belang!!!"pekik Kirana terus mengejar dan memukuli Bayu dengan penyapu.
"Hentikan Ki!!Kamu kenapa lagi sich?!"tanya Bayu masih terus menghindar dari Kirana.
"Dasar buaya darat, playboy cap kaleng, berani sekali kamu bermain gila di belakangku!!"pekik Kirana masih terus berusaha memukuli Bayu.
"Pletak,"Bayu merebut penyapu yang dipegang Kirana, melemparnya asal dan secepat kilat memeluk Kirana.
"Lepaskan!! Jangan peluk-peluk aku!!"pekik Kirana mencoba melepaskan diri dari pelukan Bayu.
"Tidak!! Katakan dulu kenapa kamu marah!!"tolak Bayu semakin mengeratkan pelukannya.
"Kamu jahat!!Aku benci kamu!!Aku benci, benci, benci!!!"pekik Kirana yang akhirnya menangis dalam pelukan Bayu.Tidak bisa lagi bergerak dalam pelukan Bayu.
Bayu yang menyadari istrinya menangis pun melonggarkan pelukannya kemudian mencoba menghapus air mata Kirana namun ditepis Kirana.
"Jangan sentuh aku!!"pekik Kirana.
"Jangan menangis seperti ini, katakan padaku,apa salahku?"tanya Bayu lembut.
"Kamu selingkuh!?"
🌟"Apa yang kamu lihat dan kamu dengar belum tentu benar, karena tidak semua hal bisa dinilai dengan penglihatan dan pendengaran.Ada kalanya kamu harus menilai dengan hati dan pikiran.🌟
To be continued
__ADS_1