Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 37 Gara-gara Penyapu


__ADS_3

Di ruang makan keluarga Wishaka.


Semua orang nampak menikmati makanan mereka.Semua orang menyukai masakan Aisyah.


Sebelum Keynan meninggalkan meja makan, Danu memanggilnya.


"Key, besok ada undangan ke acara rekan bisnis kita,apa kamu akan datang?"tanya Danu.


"Papa saja yang datang,papa kan tahu kalau Key tidak suka berada dalam acara pesta,"ucap Keynan.


"Aisyah,tunggu dulu,"ucap Cicilia mengejar Aisyah yang akan ke dapur dan tiba-tiba menarik jilbab Aisyah hingga terlepas.


Semua orang langsung menoleh kearah Cicilia dan Aisyah.


Aisyah langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,memalingkan wajahnya dari tatapan semua orang.


Semua orang takjub melihat rambut Aisyah yang tergerai indah sebatas pinggang.


Cicilia kemudian membalikkan tubuh Aisyah menghadap semua orang dan menarik tangan Aisyah hingga wajah Aisyah terlihat.


"Cicilia,"pekik Keynan marah.


Semua orang tanpa terkejut melihat wajah Aisyah.Keynan langsung mengambil jilbab Aisyah yang teronggok dilantai kemudian menutupkannya pada Aisyah,kemudian berdiri membelakangi Aisyah untuk menghalangi Aisyah dari pandangan orang lain.


"Bik,bawa Aisyah kekamarnya,'ucap Keynan.


"Baik, Tuan Muda,"sahut Bik Minah dengan cepat membawa pergi Aisyah ke kamarnya.


"Hii.. teryata giginya tonggos,"ucap Reni bergidik ngeri.


"Dari belakang kayak bidadari, dari depan si buruk rupa,"gumam Dio.


"Apa-apaan kamu ini Cicil?Kamu membuka aurat Aisyah yang selama ini dijaganya, tidak bisakah kamu menghargai privasi orang lain!?"sergah Keynan.


"Aku cuma penasaran dengan wajahnya.Sekarang kamu lihat kan?Dia sangat jelek, karena itu dia menutup seluruh tubuhnya kecuali matanya,"ucap Cicilia.


"Bagaimanapun jeleknya seseorang kamu tidak berhak menghinanya, jangan bangga dengan kecantikan yang kamu punya, karena secantik apapun wajahmu itu lama-lama akan keriput juga,"


"Seorang manusia tidak akan mulia karena kecantikan, ketampanan ataupun harta benda yang dimilikinya ,tapi seorang manusia menjadi mulia karena kebaikan akhlak dan budi pekertinya.Dimata Allah semua orang sama, yang membedakan hanyalah iman dan taqwa nya,"ujar Keynan menasehati Cicilia.


"Sudahlah,aku malas berdebat denganmu, apalagi mendengar ceramah unfaedah mu,"ucap Cicilia berlalu pergi.


"Cicilia,"teriak Keynan kesal.


"Untung saja Aisyah memakai gigi palsunya kalau tidak bisa bahaya kalau Cicilia tau bahwa wajah Aisyah cantik,"batin Keynan.


***


Di kediaman Rinto.


"Ki, untuk apa malam-malam kamu bawa penyapu,"tanya Susi yang melihat putrinya membawa penyapu.


"Ah itu Bun, Kirana tadi makan keripik tapi tumpah di lantai,jadi Kirana mau bersihin,"jawab Kirana yang berhenti menaiki tangga untuk menjawab pertanyaan sang bunda.


"Owhh,..ya udah bersihin gih,keburu ada semut nanti.Eh suamimu belum pulang?"tanya Susi.


"Belum, Bun,"jawab Kirana.


"Suamimu itu kerjanya nggak tentu, pulangnya juga nggak tentu,ya udah sana , cepetan dibersihkan,"ucap Susi.


"Iya, Bun,"sahut Kirana lalu melanjutkan langkahnya menaiki tangga kemudian masuk kedalam kamarnya.


Setelah menemani Ara belanja, Bayu pergi ke kantor.Karena banyak pekerjaan, Bayu pun pulang agak malam.


Dengan lesu Bayu membuka pintu kamar Kirana.


"Ceklek,"


"Kenapa gelap sekali,apa lampunya mati,"gumam Bayu kemudian menutup pintu dan meraba saklar lampu.


"Blarr" lampu pun menyala terang.


"Plak...plak..,plak...rasakan ini!!?plak...plak....plak......"


"Awhh..... sakit Ki, apa-apaan kamu ini?! Hentikan, Ki!!"pekik Bayu yang tiba-tiba dihujani pukulan penyapu oleh Kirana.

__ADS_1


"Rasakan ini,dasar playboy, pria hidung belang!!"maki Kirana yang terus memukuli Bayu dengan penyapu.


"Ki, hentikan ini KDRT namanya,"ucap Bayu sambil terus menghindari pukulan dari Kirana.


"Masa bodoh, playboy cap kaleng macam kamu ini harus diberi pelajaran biar tidak seenak jidatnya mempermainkan wanita,"ucap Kirana terus mengejar dan memukuli Bayu dengan penyapu.


"Kamu ngomong apa sih Ki?! hentikan sakit ini!!"seru Bayu.


"Bodo,akan aku kasih pelajaran kamu biar jera,"seru Kirana terus mencari celah agar bisa memukul Bayu.


'"Aku teriak nich,biar ayah dan bunda dengar,"ancam Bayu.


"Mereka tidak akan dengar,aku sudah membuat ruangan ini kedap suara,"ucap Kirana terus mengejar dan memukuli Bayu.


"Hentikan Ki, sakit ini!!"pekik Bayu terus menghindar.


"Masa bodoh,hatiku lebih sakit,"ucap Kirana.


"Lama-lama bisa mati babak belur aku kalau terus begini,apa aku coba saja ilmu dari Keynan?!'batin Bayu.


Dengan gerakan cepat Bayu memegang penyapu yang dipukulkan Kirana kepadanya,lalu menariknya dengan kuat hingga Kirana ikut tertarik dan menabrak dada Bayu yang langsung disambut pelukan di pinggang oleh Bayu,penyapu yang dipegang Kirana pun terlepas.


Deg,deg,deg.... jantung mereka berdua sama-sama berdetak kencang entah karena aksi kejar-kejaran,dipukul dan memukul dengan penyapu yang membuat jantung mereka berdua berdetak kencang atau karena rasa lain.


"Lepaskan!!Lepas!!"pekik Kirana memberontak.


'Udah,masa bodo,aku praktekin aja ilmu dari Keynan,"gumam Bayu dalam hati kemudian secepat kilat memegang tengkuk Kirana lalu mencium bibir Kirana dengan rakus.


Kirana yang sama sekali tidak menduga tindakan mendadak Bayu pun terkejut hingga tubuhnya mematung sampai dia merasa hampir kehabisan nafas baru Kirana memukuli dada bayu.Mereka berdua pun terengah-engah sama-sama mengambil nafas.


"Ya ampun,ganas sekali dia ini,"batin Kirana.


"Kamu,.. berani seka....... emmmp...


Bayu langsung kembali menyumpal bibir Kirana dengan bibirnya, tidak membiarkan gadis itu bicara.


"Bibir ini manis sekali,aku jadi kecanduan untuk mencium bibir ini,"batin Bayu menikmati bibir Kirana.


Kirana berusaha meronta,tapi tenaganya kalah jauh dari Bayu yang bertubuh tinggi dan kekar itu.


Dengan sekali hentakan Bayu mengendong Kirana ala bridal style kearah ranjang.


"Seperti yang diajari Keynan,aku akan mengeksekusi macan betina ini biar dia bisa jinak jadi kucing manis,"batin Bayu.


"Lepaskan!!Mau apa kamu?!'pekik Kirana meronta-ronta dalam gendongan Bayu.


"Aku mau balas dendam karena kamu telah menganiaya aku,"ucap Bayu membaringkan tubuh Kirana diatas ranjang dan langsung menindihnya.


"Balas dendam?!Balas dendam yang bagaimana maksudnya?"batin Kirana.


"Lepaskan!!"pekik Kirana berusaha membebaskan diri dari Bayu.


"Aku tidak akan melepaskan mu malam ini, berani sekali kamu menganiaya seorang Bayu Sagara,"ucap Bayu lalu mencekal kedua tangan Kirana dengan satu tangannya dan yang satunya lagi mulai melepaskan kancing piyama yang dipakai Kirana.


"Mati aku,apa...apa dia akan memperkas*ku?!Oh tidak,dia kan suamiku,mana ada yang namanya suami memperkos* istrinya sendiri?! Tapi aku sekarang emang seperti orang yang akan diperkos*,"batin Kirana.


"Jangan!!"pekik Kirana ketika Bayu sudah melepaskan satu kancing piyamanya.


"Aku adalah suamimu,aku berhak atas dirimu,"ucap Bayu terus membuka kancing piyama Kirana.


"Aku akan membuatmu jera malam ini,"batin Bayu.


"A..a...aku akan teriak kalau kamu tidak berhenti,"ancam Kirana terus meronta.


Kamu sudah bilang kan , kalau kamar ini sudah kamu buat kedap suara,"ucap Bayu tersenyum smirk.


"Mati aku, bagaimana ini?"batin Kirana.


"Aku mohon Bay, lepaskan aku,"pinta Kirana memelas berharap Bayu melepaskannya.


Bayu sama sekali tidak menggubris kata-kata Kirana, terus melanjutkan aksinya.Tidak mungkin baginya untuk berhenti, karena dia sudah mulai terbakar.


Akhirnya Kirana pun pasrah ,tidak punya tenaga lagi untuk melawan Bayu.Bahkan lama-lama Kirana malah terhanyut dalam permainan Bayu.Akhirnya malam pertama yang tertunda itu pun terjadi.


Bayu yang baru pertama kali berhubungan intim dengan wanita sangat menikmati malam panas mereka, apalagi saat tahu Kirana masih orisinil,Bayu semakin bahagia dan bersemangat.Bayu pun tidak merasa puas hanya dengan sekali pelepasan.Alhasil semalaman Bayu mengeksekusi Kirana di atas ranjang.

__ADS_1


Keesokan paginya.


Bayu keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan berseri seri.Di liriknya istrinya yang masih terlelap dibalik selimut tebal.


"Teryata Keynan tidak berbohong,macan galak ku jadi jinak setelah dieksekusi diatas ranjang,"gumam Bayu senyum-senyum sendiri.


Bayu teringat saat Kirana memohon-mohon agar Bayu melepaskannya karena kelelahan semalaman digempur Bayu habis-habisan dan subuh tadi saat Bayu bangun, Bayu malah minta nambah.Akhirnya pagi ini Kirana tidak bisa membuka matanya karena kelelahan.


Bayu segera memakai bajunya kemudian mendekati istrinya yang masih terlelap.


"Cup"Bayu mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Kamu semakin cantik kalau menurut,"gumam Bayu tersenyum tipis lalu keluar dari kamar menuju meja makan.


"Bay,mana Kirana?!"tanya Susi.


"Masih tidur, Bun,"jawab Bayu.


"Lho, kok masih tidur?!Hari ini kan bukan hari libur,"sahut Rinto.


"Em itu yah,semalam Kirana nggak bisa tidur karena nggak enak badan,dan pagi ini baru bisa tidur,"jawab Bayu mencari alasan.


"Owhh,..ya sudah nggak apa-apa, biarkan saja dia istirahat,"ucap Rinto.


"Em,.. Bun,titip Kirana ya?! Bayu ada pertemuan dengan klien pagi ini.Di kantor juga lagi banyak pekerjaan.Akan Bayu usahain agar bisa pulang cepat dan tidak pulang malam,"pinta Bayu.


"Iya nggak apa-apa, kamu tenang saja,"ucap Susi.


"Jangan dibangunin dulu ya Bun, kasihan baru tidur pagi ini,''pesan Bayu.


'Apa nggak kamu antar ke dokter saja, Bay?,"tanya Rinto.


"Nggak yah,cuma kecapekan aja kok.Nanti kalau sudah istirahat juga enakkan,"ucap Bayu.


"Oh,gitu ya?!Iya,udah kamu kerja saja nggak usah khawatir,"ucap Susi.


"Makasih Bun. Bayu berangkat dulu Bun,yah Bayu duluan,"ucap Bayu segera berangkat setelah mendengar jawaban iya dari kedua mertuanya.


"Yah,kok pagi ini wajah Bayu beda banget ya?!"ucap Susi.


'Beda apanya Bun, perasaan biasa saja,"ucap Rinto.


"Beda yah, wajahnya pagi ini tampak bersinar, berseri-seri,"jelas Susi.


"Ya baguslah Bun, berarti dia bahagia menikah dengan putri kita,"ucap Rinto.


'iya ya,yah,"ucap Susi setuju dengan pendapat suaminya.


"Ya sudah,ayah berangkat dulu, kerjaan ayah banyak hari ini,"ucap Rinto lalu berangkat kerja .


Iya yah, hati-hati..sahut Susi.


Waktu terus berjalan,jam dinding sudah menunjukkan pukul 11.00.Susi nampak gelisah menunggu putri kesayangannya belum bangun juga.Susi takut sakit putrinya parah, apalagi tadi pagi tidak sarapan.Akhirnya Susi memutuskan untuk melihat putrinya.


"Tok..tok..tok.."


"Ki,...apa kamu sudah bangun?!Ki,.. Bunda masuk ya?!"seru Susi di depan pintu.


Karena tidak ada jawaban dari dalam Susi pun memutuskan untuk masuk kekamar putrinya.Susi takut putrinya kenapa-kenapa, karena tadi pagi menantunya bilang kalau putrinya sedang tidak enak badan.


"Ceklek"Susi membuka pintu kamar Kirana lalu menutupnya kembali.Perlahan Susi mendekati putrinya yang nampak masih tidur pulas bergelung selimut,dan hanya kelihatan kepalanya saja.


"Apa sakitnya parah?! Tapi kata Bayu cuma kecapekan,"gumam Susi kemudian duduk ditepi ranjang dan mengulurkan tangannya ke kening putrinya untuk memeriksa suhu badan putrinya.


"Nggak panas kok.Tapi kenapa dia bisa tidur sampai siang seperti ini.Biasanya walaupun libur Kirana tidak pernah bangun siang,"gumam Susi.


"Ki,.. bangun Nak!! Sudah siang,apa kamu tidak lapar?!"tanya Susi membelai rambut putrinya lembut.


"Emm.... Bunda?!Ada apa Bun?! Nggak biasanya Bunda bangunin Kirana,"ucap Kirana dengan suara serak khas suara orang yang baru bangun tidur.


"Udah siang, Ki.Apa kamu tidak lapar dari tadi pagi nggak makan?Udah siang lo,udah jam sebelas siang,"ucap Susi.


"Apa?! Jam sebelas siang?!"tanya Kirana sepontan duduk hingga selimut yang menutupi tubuhnya melorot.


"Astaga naga!!! Macan tutul,eh totol.. eh bukan... tato...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2