Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 42 Saingan Lama


__ADS_3

Gedung Wishaka company.


"Besar juga perusahaan bocah itu.Aku dengar beberapa tahun terakhir ini Wishaka company maju begitu pesat.Sebenarnya aku malas sekali datang kesini menemui bawahan Keynan,ini seperti penghinaan bagiku,"


"Tapi bagaimana lagi?!Aku butuh dana itu,jika perlu aku akan menekan bawahan Keynan itu agar aku bisa mendapatkan dana.Aku yakin akan membuat bawahan Keynan itu ketakutan,"batin Wira yang baru saja sampai didepan gedung Wishaka company.


"Hey,kamu!! Pikirkan mobil saya!!"ucap Wira kepada seorang satpam,saat mobilnya berhenti tepat didepan pintu masuk gedung.


"Maaf Tuan, Anda harus memarkirkan mobil anda sendiri,"ucap sang satpam yang berdiri tepat didepan pintu masuk.


"Heh!!Saya menyuruh kamu, kalau kamu tidak mau akan saya suruh Keynan untuk memecat mu.Apa kamu tidak tahu, kalau saya ini adalah mertua majikan mu?!Kerja jadi satpam kok nggak mau disuruh,dasar pemalas.Apa jangan-jangan kamu tidak bisa mengendarai mobil?! Begini ni kalau berpendidikan rendah,"ejek Wira.


"Baik Tuan,akan saya parkir kan,"sahut sang satpam Dengan hati dongkol.


"lh , sombong sekali sich orang itu.Aku do'akan jadi orang miskin kamu biar tahu rasa,"batin sang satpam merasa direndahkan.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan?"tanya seorang resepsionis, ketika Wira masuk ke gedung itu.


"Saya ingin bertemu dengan Pak Rinto,atas rekomendasi dari Keynan, pemilik perusahaan ini, menantu saya,"jawab Wira dengan percaya diri.


"Setahuku pemilik perusahaan ini belum menikah,halu ni bapak-bapak,"batin resepsionis.


"Apa Anda sudah ada janji dengan beliau?"tanya resepsionis tersebut.


"Katakan saja dimana ruangan Pak Rinto,"sergah Wira.


"Saya tidak bisa mengatakannya jika anda tidak ada janji dengan beliau,"sahut sang resepsionis.


"Katakan saja Wira Ganendra ingin bertemu dengan orang yang bernama Rinto itu,"sergah Wira.


"Ih, nggak sopan banget sich ni orang,"batin resepsionis.


"Saya akan bertanya dulu,apa beliau mau menemui anda atau tidak,"ucap resepsionis tersebut kemudian langsung menghubungi Kirana.Masih berusaha sopan terhadap orang menyebalkan didepannya.


"Ya sudah, cepatlah!!Saya paling tidak suka menunggu lama.Dasar pegawai rendahan!!"ucap Wira ketus.


"Silahkan kelantai dua puluh, ruangan Pak Rinto ada di sana,"ucap resepsionis itu setelah mendapatkan persetujuan dari Kirana.


Mendengar kata -kata resepsionis tersebut Wira pun segera menuju ke lift tanpa mengatakan apapun pada resepsionis itu.


"Sombong sekali sih orang itu,pakai menghinaku lagi.Memangnya apa salahnya jika aku hanya pegawai rendahan?!Jika bisa aku juga ingin jadi bos besar pemilik perusahaan,"


"Tanya sama seluruh umat manusia,apa ada dari mereka yang bercita-cita jadi pegawai rendahan?! Dasar orang kaya sombong,aku doain jatuh bangkrut jadi orang miskin kau.Biar tahu rasa bagaimana jadi orang kecil seperti ku ini,"gerutu sang resepsionis.

__ADS_1


Tak lama kemudian Wira pun sampai di lantai dua puluh, Wira segera menghampiri seorang perempuan yang sedang duduk menghadap komputer.


"Hey,kamu!! Dimana ruangan orang yang bernama Rinto?"tanya Wira dengan angkuhnya.


"Anda siapa?!tanya perempuan itu.


"Saya Wira Ganendra, cepat tunjukkan dimana ruangan Rinto,"ucap Wira.


Perempuan itu menghela nafas, lalu bangkit dan mengantarkan pria paruh baya itu keruangan Rinto.Setelah mengetuk pintu dan mendengar ada suara yang menyuruh masuk, perempuan yang tak lain adalah Kirana, mempersilahkan Wira untuk masuk.


"Cihh, sombong sekali, percuma kaya kalau tidak mempunyai etika dan tata Krama,"gumam Kirana.


Didalam ruangan Rinto.


"Kamu?!"kata Wira yang terkejut melihat pria didepannya itu.


"Sial!!! Kenapa harus dia sich?!Akan susah mendapatkan dana jika berurusan dengan dia,"batin Wira.


"Iya,ini saya.Ternyata anda masih ingat dengan saya,"kata Rinto tersenyum sinis.


"Aku kira kamu sudah menjadi gelandangan, ternyata kamu bekerja disini.Aku penasaran bagaimana kamu bisa bekerja di perusahaan ini,dan mempunyai kedudukan yang tinggi,"ujar Wira.


"Sayang sekali harapan anda untuk menjadikan saya gelandangan itu tidak terjadi,"ucap Rinto.


"Aku akui kamu memang saingan terberat ku sejak duduk di bangku SMP,dan yang membuatku semakin membencimu adalah saat kamu bekerja di perusahaan ayahku dan ayahku selalu memuji-muji dirimu, mengandalkan mu hingga mengesampingkan aku,"ucap Wira.


"Itu nasib orang rendahan sepertimu, sudah aku bilang dari dulu, jangan bersaing dengan ku," ucap Wira tersenyum mengejek.


Dari SMP Wira selalu bersaing dengan Rinto untuk mendapatkan rangking satu disekolah, tapi Wira selalu kalah dengan Rinto,dan puncak kekesalan Wira adalah saat Rinto bekerja di perusahaan ayahnya dan ayahnya selalu membanggakan Rinto sebagai pegawai teladan dan kompeten.


Bahkan ayahnya mencibir dirinya yang lulus kuliah diluar negeri kalah dengan Rinto yang hanya kuliah di dalam negeri dengan beasiswa pula.Hal itulah yang membuat Wira semakin benci pada Rinto dan menggunakan segala cara untuk menyingkirkan Rinto.


"Saya tidak pernah merasa bersaing dengan siapapun,saya hanya berusaha membahagiakan orang tua saya dengan mendapatkan nilai yang baik hingga bisa mendapatkan beasiswa dan bisa meringankan beban orang tua saya,"


"Dan saya memang orang dari kalangan. menengah kebawah yang anda anggap rendah,tapi saya tidak akan mendapatkan sesuatu dengan cara rendahan,"ucap Rinto.


"Kamu!!seru Wira.


"Kenapa?!Apa kata-kata saya menyinggung harga diri anda?!"tanya Rinto tersenyum sinis.


"Aku malas bicara dengan orang rendahan sepertimu.To the point aja aku kesini untuk dana yang akan diberikan Keynan padaku,"ucap Wira menahan emosi.


"Kami tidak punya dana yang menganggur,jadi Wishaka company tidak akan memberikan pinjaman sepeserpun pada perusahaan anda,"ucap Rinto tegas.

__ADS_1


"Baru juga menempati posisi ini kamu sudah sombong, berikan aku pinjaman atau aku akan membuatmu dipecat kembali seperti beberapa puluh tahun yang lalu,"ancam Wira.


"Sayang sekali gertakan anda itu tidak akan mempan pada saya.Apa anda belum mengerti juga kenapa Tuan Muda tidak mau memberikan keputusan untuk tidak mau meminjami anda uang dan malah menyerahkan keputusan ini pada saya?!"ucap Rinto tersenyum miring.


"Kenapa?"tanya Wira penasaran.


"Karena Tuan Muda tidak akan menjalin hubungan apapun dengan orang yang suka curang seperti anda.Tuan Muda menyuruh Anda menemui saya itu adalah penolakan Tuan Muda secara halus,"


"Semua orang pun tau bagaimana sepak terjang anda dalam dunia bisnis.Anda menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, menghancurkan perusahaan lain yang menyaingi anda.Tapi kali ini pesaing anda bukan orang sembarangan,"


"Saya dengar pemilik Sanjaya company itu mempunyai beberapa perusahaan didalam maupun diluar negeri bahkan mempunyai hubungan baik dengan beberapa perusahaan besar diluar negeri,"


"Perusahaan anda tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Sanjaya company,"ujar Rinto ingin menjatuhkan mental Wira.


"Dasar bocah tengil!!Jadi dia menolakku secara halus?! Berani sekali dia!"batin Wira kesal karena merasa dipermainkan oleh Keynan.


"Kamu tampaknya tahu banyak tentang perusahaan itu,beri tahu saya siapa pemilik Sanjaya company?!"ucap Wira penasaran.


"Tidak ada yang tahu siapa pemilik Sanjaya company.Dan alasan utama saya kenapa tidak mau memberikan dana untuk anda adalah karena beberapa tahun ini kami sudah bekerjasama dengan Sanjaya company,"


"Saya tidak mau Sanjaya company menarik investasinya karena saya membantu anda.Itu akan merugikan Wishaka company.Lagi pula orang bodoh mana yang akan mengucurkan dana untuk perusahaannya saingan Sanjaya company?! Sudah mau bangkrut lagi,"ujar Rinto tersenyum miring.


"Kamu!!"ucap Wira dengan emosi meraih kerah baju Rinto.


"Lepaskan tangan kotor anda dan tunggulah detik-detik kehancuran dari kesombongan anda.,"ucap Rinto dengan tatapan tajam kepada Wira tanpa rasa takut sedikitpun lalu menghempaskan tangan Wira.


"Tunggu saja pembalasan ku nanti!"seru Wira.


"Ya,tunggu saja pembalasan dari Tuhan untuk anda.Dan silahkan keluar dari ruangan saya,saya masih banyak pekerjaan.Anda tahu kan dimana pintu keluarnya?!"tanya Rinto lalu kembali duduk di kursi kebesarannya tanpa menghiraukan Wira.


Wira yang emosi pun keluar dari ruangan itu dengan membanting pintu hingga Kirana yang ada didepan ruangan itu terkejut.


"Ayah,ayah tidak apa-apa?!"tanya Kirana yang segera masuk keruangan Rinto saat Wira sudah keluar dari ruangan ayahnya.


"Tidak, Ki.Ayah baik-baik saja,"ucap Rinto.


"Syukurlah, teryata benar tentang kabar yang beredar itu, bahwa Wira Ganendra itu sombong,angkuh dan suka merendahkan orang lain,"ucap Kirana.


"Iya,itu memang benar.Tapi sebentar lagi kesombongan dan keangkuhannya itu akan berakhir,"ucap Rinto.


Sedangkan Wira merasa marah, emosi, kecewa dan frustasi menjadi satu setelah keluar dari ruangan Rinto tadi.


"Aku tidak menyangka Rinto yang memegang perusahaan Keynan, orang yang aku benci.Dan teryata Wishaka company mendapatkan investasi dari Sanjaya company.Pantas saja akhir-akhir ini perusahaan ini berkembang pesat, teryata mereka bekerja sama dengan perusahaan besar,"

__ADS_1


"Dan yang membuat aku tidak mengerti adalah kenapa Sanjaya company ingin sekali menghancurkan perusahaan ku?! Padahal aku merasa tidak pernah bersinggungan dengan perusahaan itu.Siapa sebenarnya pemilik Sanjaya company itu?!Ah sial!!!sial!!!.sial!!!"pekik Wira yang sedang ada didalam lift,meninju dan menendang udara.


To be continued


__ADS_2