
"Brakkkk....Brakkk...Brakkk...."
Mobil yang ditumpangi Aisyah pun berakhir di tabrak oleh mobil yang dikendarai Santi.Ada pula beberapa mobil dan motor yang bertabrakan karena tidak sempat mengerem.
"Ay...!!!?"pekik Keynan yang masih ada dalam mobilnya.
Keynan sangat terkejut saat melihat sebuah mobil yang melaju dengan kencang menabrak mobil yang ditumpangi oleh Aisyah, ikuti beberapa kendaraan lain yang juga ikut mengalami kecelakaan.Jalan raya pun langsung macet.
Keynan langsung keluar dari mobilnya, berlari ke arah mobil Aisyah.Dengan perasaan yang begitu cemas, Keynan langsung menghampiri mobil yang ditumpangi oleh Aisyah.
Orang-orang yang ada di sekitar tempat itu pun langsung berusaha menolong beberapa korban kecelakaan.Keynan menemukan Aisyah, seorang anak kecil dan supir mobil Aisyah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Darah pun membasahi tubuh ketiga orang itu.
Keynan dibantu beberapa orang yang ada di sana pun berusaha mengeluarkan mereka bertiga dari dalam mobil..
"Ay..Sadarlah Ay..!!"ucap Keynan memeluk tubuh Aisyah yang sudah di keluarkan dari dalam mobil,"Jangan tinggalkan Mas, Ay!!Mas tidak akan sanggup hidup tanpa kamu!!"lirih Keynan tidak bisa lagi menahan air matanya.
Beberapa menit kemudian mobil ambulans pun datang. Aisyah dan beberapa korban kecelakaan yang lain pun segera di bawa ke rumah sakit.
***
Di kediaman orang tua Aldo.
Bel rumah itu pun berbunyi dan seorang pelayan pun muncul dari balik pintu. Pelayanan itu sangat terkejut saat melihat tamu yang datang adalah beberapa orang yang berseragam polisi.
"Selamat sore Pak. Ada yang bisa saya bantu?"tanya pelayan itu.
"Apakah saudara Aldo Mahesa ada di rumah?"tanya seorang polisi.
"Dari tadi pagi belum pulang, Pak,"jawab pelayan itu dengan perasaan takut.
Tiba-tiba ada mobil yang masuk ke garasi rumah itu. Seorang pria paruh baya keluar dari dalam mobil itu.Pandangan beberapa orang polisi dan pelayan itu pun teralihkan pada pria paruh baya itu.
"Bik, kenapa tamunya tidak disuruh masuk?Mari bapak-bapak,silahkan masuk!"ucap pria paruh baya yang mengenakan setelan jas lengkap dengan dasinya itu kepada beberapa orang polisi itu. Dalam hati bertanya-tanya kenapa ada banyak polisi yang datang ke rumahnya.
"Silahkan duduk!!"ucap pria paruh baya itu setelah mereka tiba di ruang tamu.
"Maaf,ada keperluan apa bapak-bapak ini ke rumah saya?Apa ada yang bisa saya bantu?"tanya pria paruh baya itu, dengan guratan lelah diwajahnya karena baru pulang dari bekerja.
"Kalau boleh tahu, ada hubungan apa anda dengan saudara Aldo Mahesa?"tanya seorang polisi.
"Saya Mahesa, ayahnya Aldo Mahesa,"jawab Mahesa mulai merasa cemas dengan maksud kedatangan beberapa orang polisi itu.
"Begini, maksud kedatangan kami adalah untuk menjemput saudara Aldo Mahesa,"ucap polisi.
"Apa anak saya melakukan kesalahan?"tanya Mahesa semakin terlihat cemas.
"Saudara Aldo Mahesa telah menyuruh orang untuk melakukan penyerangan terhadap saudara Satria dan saudari Dinara.Jadi mohon kerjasamanya,kami harus menggeledah rumah anda.Ini surat penangkapan saudara Aldo,"ucap seorang polisi.
"Apa?Apa ada buktinya Pak,"tanya Mahesa.
"Ada beberapa kamera cctv, dan juga delapan orang yang melakukan penyerangan yang sudah di tangkap,"ucap polisi tersebut.
"Baiklah, silahkan geledah rumah saya,"ucap Mahesa pasrah, tidak mengetahui putranya ada di rumah atau tidak.
Beberapa menit kemudian para polisi itu pun sudah kembali ke ruang tamu.
"Kami tidak menemukan saudara Aldo di rumah ini.Jika anda tahu dimana keberadaan saudara Aldo, kami mohon kerjasamanya untuk melaporkan pada pihak berwajib,"ucap seorang polisi.
"Baiklah,jika saya sudah mengetahui dimana keberadaannya saya akan melapor,"ucap Mahesa.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi. Terimakasih atas kerjasamanya,"ucap seorang polisi, kemudian para polisi itu pun meninggalkan rumah Mahesa.
Setelah para polisi itu pergi, Mahesa berusaha untuk menghubungi Aldo, tapi nomor ponsel Aldo malah tidak aktif.Mahesa kemudian menyuruh orang -orangnya untuk mencari Aldo.
__ADS_1
"Halo, tolong kalian cari putra saya sampai ketemu,"ucap Mahesa pada orang kepercayaannya.
"Baik Tuan,"sahut seseorang di ujung telepon.
"Dan juga tolong carikan pengacara yang hebat untuk anak saya. Berapapun biayanya akan saya bayar. Dan tolong selidiki, siapa orang yang telah melaporkan anak saya ke pihak yang berwajib,"ucap Mahesa.
"Baik Tuan. Akan segera saya kerjakan.
"Ada apa dengan anak itu? Biasanya dia hanya bergonta-ganti pasangan saja, tidak pernah sampai menyakiti orang lain,"batin Mahesa.
***
Di rumah sakit.
Di depan UGD nampak Keynan, Danu, Dio, dan Reni sedang menunggu dengan cemas.Sudah beberapa jam mereka menunggu,tapi dokter belum juga keluar dari UGD.
Keynan mondar mandir di depan ruangan itu dengan pakaian acak-acakan penuh dengan noda darah, serta wajah yang nampak kusut, takut, khawatir, gelisah dan entah apalagi hingga Dio yang melihatnya ikut frustasi.
"Key, mandilah dulu, bersihkan tubuhmu,"bujuk Dio.
"Tidak Kak,aku tidak akan pergi dari sini sebelum aku mengetahui keadaan Aisyah,"sahut Keynan.
"Kalau begitu duduklah dengan tenang.Aku frustasi melihat penampakan mu dan tingkah kamu yang sebentar-sebentar duduk, sebentar-sebentar berdiri lalu mondar-mandir.Aku semakin cemas dan pusing karena melihatmu,"keluh Dio.
"Kakak pikir aku hantu apa pakai bilang penampakan ku? Lagian kalau kakak pusing melihatku mending kakak pergi dari sini!"sergah Keynan.
"Sudah.. sudah.!! Dio,kamu ini bukanya menenangkan adikmu malah bikin keributan,"bentak Reni kemudian mendekati Keynan.
"Key, sebaiknya bersihkan dirimu dulu. sholat lah, berdoa pada Allah agar Aisyah di beri keselamatan dan kesembuhan.Ini mama sudah membawakan baju ganti untuk kamu,"ucap Reni sambil mengelus lengan Keynan, menyerahkan sebuah paper bag pada Keynan.
"Apa ini benar-benar mamaku?Mama tidak ketempelan jin Soleh kan? Kenapa dia jadi bijak seperti itu?"batin Dio seolah tidak percaya mendengar kata-kata mamanya sendiri.
"Iya ma, terimakasih,"ucap Keynan lalu pergi membersihkan diri. Keynan berpikir bahwa apa yang di katakan Reni ada benarnya.Menunggu tanpa melakukan apapun di depan UGD tidak akan bisa membantu Aisyah, tapi berdoa kepada Sang pemilik kehidupan akan lebih baik dan juga bisa untuk menenangkan diri, karena itu Keynan menurut.
"Iya ma,"sahut Dio menurut.
Beberapa menit kemudian Keynan dan Dio sudah kembali dengan wajah yang lebih segar.
"Dio, Key, mama dan papa pergi sebentar ya?'!"pamit Reni kemudian menarik tangan Danu ke sebuah ruangan yang tidak jauh dari UGD.
"Ada apa sich ma?Kenapa menarik-narik papa seperti ini?"tanya Danu setelah mereka masuk ke dalam sebuah ruangan.
"Pa,mama harap semua kejadian ini tidak ada hubungannya dengan papa,"tanya Reni.
Waktu di depan UGD berdua dengan Danu, Reni tidak berani bicara terlalu keras.Jadi Reni memilih untuk mengajak Danu ke ruangan ini setelah Keynan dan Dio pergi.
"Apa maksud pertanyaan mama?"tanya Danu.
"Maksud mama apa papa membantu Santi dalam membuat keributan kali ini?"ketus Reni.
"Kenapa mama selalu mencurigai papa sich ma? Tidak mungkin papa membantu Santi berbuat kejahatan.Papa masih waras dan tidak mau mendekam di penjara,"sahut Danu.
"Ya gimana mama nggak curiga? Selama ini papa selalu memperhatikan Santi.Bahkan setiap hari papa sengaja mengirimkan makanan untuk Santi yang berada di rumah sakit jiwa,"sahut Reni.
"Mama memata-matai papa?"tanya Danu curiga.
"Iya.Memangnya kenapa jika mama memata-matai papa?Apa papa takut jika perbuatan papa yang tidak benar mama ketahui?"ketus Reni.
"Papa hanya mengirimkan makanan buat Santi karena kasihan. Santi tidak mau makan jika tidak papa kirimi makanan,"sahut Danu membela diri.
"Papa terlalu memanjakan keponakan papa itu.Dan inilah akibatnya!! Papa memberi makan ular dan ular itu malah mematuk anak papa sendiri. Apa setelah kejadian ini papa masih kasihan juga dengan Santi? Lihatlah berapa banyak korban yang berjatuhan karena ambisi keponakan papa itu!!"
"Berapa orang yang menjadi korban kecelakaan siang ini? Dan berapa orang yang meninggal dan juga terluka dini hari tadi karena keponakan papa itu? Apa papa tahu bagaimana kesedihan keluarga mereka karena kehilangan orang-orang yang mereka sayangi?!"
__ADS_1
'Tanpa papa sadari, rasa kasih sayang dan kasihan papa pada Santi sudah memakan banyak korban,"ujar Reni.
"Iya,papa memang salah,"sahut Danu pasrah.Danu menyadari bahwa apa yang di katakan istrinya memang ada benarnya.
"Mama harap setelah ini papa memutuskan hubungan dengan Santi,Jika tidak jangan meminta bantuan mama jika anak-anak papa sendiri membenci papa,"ujar Reni kemudian berjalan meninggalkan Danu sendirian di ruangan itu.
Danu hanya bisa menghela nafas berat kemudian menyusul istrinya keluar dari ruangan itu.
Tak lama setelah Reni dan Danu duduk, pintu UGD itu terbuka.Keynan dan yang lainnya pun langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar itu.
"Bagaimana keadaan istri saya dan janin dalam kandungannya, dok?"tanya Keynan.
Danu, Reni dan Dio terkejut saat Keynan menanyakan tentang janin dalam kandungan Aisyah. Pasalnya mereka tidak mengetahui jika Aisyah sedang mengandung.
"Mereka selamat.Cuma ada benturan yang agak keras dibagian kepala,"jelas dokter.
"Apakah berbahaya dok?"tanya Keynan khawatir.
"Kemungkinan bisa menyebabkan amnesia.Kita bisa memastikannya nanti saat pasien sadar.Sekarag kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap.Saya permisi,"pamit dokter.
"Terimakasih dok,"ucap Keynan yang dibalas anggukan kepala oleh sang dokter.
Beberapa menit kemudian Aisyah pun sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.Keynan duduk di samping Aisyah sambil memegang tangan Aisyah.
"Key,apa benar Aisyah sedang mengandung?"tanya Reni hati-hati.
"Iya ma.Maaf,aku merahasiakan hal ini karena takut Santi akan mencelakai janin yang di kandung Aisyah,"jawab Keynan.
"Iya, tidak apa-apa.Mama mengerti dengan kekhawatiran kamu,"sahut Reni.
"Key,ada Bayu diluar,"ucap Dio yang baru memasuki ruangan.
"Iya,kak.Aku akan menemuinya,"sahut Keynan kemudian keluar dari ruangan itu diikuti oleh Dio. Reni duduk di tempat Keynan duduk tadi.Sedanngkan Danu duduk di sofa.
"Bagaimana Bay?"tanya Keynan.
"Santi berhasil kita tangkap. Perempuan yang di sekap nya di dalam mobil tadi selamat,"jawab Bayu.
"Lalu dimana Santi sekarang?"tanya Keynan lagi.
"Sekarang dia sedang ditangani oleh seorang dokter.Kata dokter yang menanganinya Santi mengidap duck syndrome.
"Apa itu duck syndrome?"tanya Dio yang dari tadi hanya menjadi pendengar.
"Gangguan psikologis yang mengakibatkan munculnya duck syndrome misalnya ingin selalu terlihat sempurna (perfeksionisme), rendahnya kepercayaan diri, pandangan yang negatif terhadap kondisi tubuhnya sendiri, maupun sebagai pelarian dari ejekan yang sering diterimanya dari lingkungan,"
"Selain menuntun seseorang pada duck syndrome, gangguan psikologis ini juga dapat mengakibatkan stres dan depresi.Kamu tidak lupa kan Key? Santi dulu di bully karena gemuk dan jelek hingga dia beberapa kali melakukan operasi plastik?"
"Dan kamu sudah tahukan bagaimana Santi menghancurkan orang yang telah membully dia dulu?"jelas Bayu.
"Apa benar dia tidak berpura-pura? Jangan-jangan dia berpura-pura lagi!?"ucap Keynan.
"Psikologisnya benar-benar terganggu Key.Dokter sudah memeriksanya beberapa kali dan hasilnya tetap sama.
"Seharusnya kita mengetahui fakta tentang semua ini sejak awal, hingga kita bisa mencegah semua kekacauan ini dari awal,"ujar Dio.
"Kami berpikir Santi hanya berambisi mendapatkan kekayaan.Tidak menyangka jika peristiwa masa lalunya menjadi trauma hingga membuat psikologisnya terganggu,"ujar Bayu.
"Baiklah, berikan dia perawatan dan juga dokter spesialis untuk menyembuhkan gangguan psikologis yang dia derita.Aku tidak mau lagi dia menjadi penyebab penderitaan bahkan hilangnya nyawa orang lain. Sudah banyak orang yang terluka karena ulah Santi, bahkan tidak sedikit nyawa yang melayang karena Santi,"ujar Keynan.
"Baiklah,aku akan mengurusnya,"sahut Bayu.
...🌟"Banyak orang yang mulut dan jempolnya tanpa disadari telah melukai hati, membuat orang lain terpuruk bahkan mendorong seseorang untuk bunuh diri."🌟...
__ADS_1
To be continued