Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 70 Tom and Jerry


__ADS_3

Sore hari di pinggir pantai.


Seorang pemuda yang mengenakan life vest (jaket pelampung) terdampar di pinggir pantai perlahan membuka matanya.


"Dimana aku?"gumam pemuda itu.


Kemudian mulai berputar di ingatannya saat paniknya para penumpang pesawat termasuk dirinya saat pesawat yang ditumpanginya akan jatuh kedalam larutan.


Beberapa menit setelah dirinya dan beberapa penumpang lain keluar, tiba-tiba pesawat meledak dan saat terbangun dia sudah di pinggir pantai ini.Perlahan bangkit sambil memegang kepalanya, melihat sekitar kemudian disusurinya pantai untuk mencari bantuan.


"Aku harus kemana ini? "gumamnya merogoh saku celananya dan masih menemukan dompet kulit beserta kartu ATM dan uang cash dua ratus ribu.


"Permisi Pak, boleh saya bertanya?"tanya Aditya pada seorang pria paruh baya.


"Iya, silahkan Nak,"ucap pria itu sambil melihat penampilan Aditya dari atas sampai bawah yang nampak berantakan.


"Ini daerah mana ya Pak?"tanya Aditya.


"Ini daerah xx Nak,"jawab pria itu.


"Berapa jauh dari sini ke ATM terdekat, Pak?"tanya Aditya.


"Sekitar setengah jam Nak,tapi transportasi yang ada hanya ojek,"jawab bapak itu.


"Maukah bapak mengantar saya mencari ojek?Saya akan memberikan bapak imbalan jika bapak mau mengantar saya,"ucap Aditya.


Akhirnya bapak itu pun mau mengantar Aditya mencari ojek dan setelah itu Aditya langsung menarik uang di ATM dan bermaksud mencari bus untuk pulang.


Namun malang nasib Aditya,tak berapa jauh dari ATM itu, tiba-tiba dia di hadang beberapa orang yang teryata sudah memperhatikan dia saat mengambil uang di ATM tadi.


"Serahkan uang kamu!"ucap salah seorang pria yang sepertinya pimpinan para preman itu.


"Jika aku berikan uangku pada mereka,lalu bagaimana aku bisa pulang? Sedangkan uang di ATM ku sudah tidak ada lagi,"batin Aditya.


"Saya mohon Bang,saya tidak akan bisa pulang jika saya berikan uang saya pada Abang,"ucap Aditya memelas.


"Cepat kalian ambil uangnya!"ucap pimpinan preman itu.


"Bang,apa itu!!"teriak Aditya dan saat mereka melihat arah yang ditunjuk Aditya, Aditya langsung mengambil langkah seribu.


"Kurang ajar,kejar dia!"teriak pimpinan preman.


Terjadilah aksi kejar-kejaran dan mau tak mau Aditya harus melawan orang -orang itu untuk mempertahankan uangnya karena para preman itu telah berhasil mengejarnya dan sekarang sedang mengepungnya.


Namun karena jumlah orang -orang itu ada enam orang sedangkan Aditya hanya sendiri dengan ilmu bela diri yang seadanya, Aditya pun babak belur di hajar mereka.


"Hentikan!!"pekik seorang pria tampan bersuara bariton dengan tubuh yang atletis.


Aditya yang sudah tidak berdaya hanya bisa menatap pria itu, berharap pria itu mau menyelamatkannya.


"Jangan ikut campur dengan urusan kami!"teriak pimpinan preman.


"Jika kalian tidak mau pergi dari sini,aku pastikan akan mematahkan tulang-tulang kalian,"ucap pria tampan itu.


"Hajar dia,"teriak pimpinan preman itu.


Tanpa banyak bicara pria tampan itu langsung menyerang para preman.Dan benar apa yang dikatakannya dengan mudah pria tampan itu menangkis serangan keenam preman itu dan mematahkan tangan dan kaki para preman itu seolah hanya mematahkan ranting pohon kecil.


"Ayo!"ucap pria tampan itu langsung menggendong Aditya setelah berhasil membuat para preman itu babak belur dan patah tulang.


Aditya hanya menurut saat pria itu mengangkat tubuhnya yang sudah tidak dapat bergerak lagi karena lapar,lelah,dan babak belur dihajar para preman tadi.Dan setelah dibawa kedalam mobil Aditya akhirnya pingsan.


***


Pagi hari di rumah sakit xx.

__ADS_1


"Dit, akhirnya kamu sadar Nak.Bunda cemas sekali memikirkan kamu,"ucap Susi saat melihat putrinya membuka mata.


"Bunda, ayah, Kakak,"ucap Aditya merasa bahagia saat melihat ketiga orang yang disayanginya,"Dimana kita sekarang ini?"tanya Aditya.


"Kita ada di rumah sakit xx tak jauh dari rumah kita,"sahut Kirana.


"Apa yang kamu rasakan Dit?"tanya Rinto.


"Badan Adit sakit semua karena dihajar para preman itu yah,"keluh Aditya.


"Kamu jangan khawatir,kamu pasti segera sembuh.Ayo makan dulu !"ucap Bunda.


Rinto pun langsung membantu Aditya untuk duduk dan Susi pun segera menyuapinya.


"Bun, sebaiknya Bunda pulang.Sudah semalaman bunda dan ayah menjaga Adit dan beberapa hari ini Bunda juga tidak kurang tidur karena mengkhawatirkan Adit.Sebaiknya Bunda istirahat,biar Kirana yang menjaga Adit,"ucap Kirana.


"Iya Bun,benar kata Kirana,"ucap Rinto.


"Baiklah, Bunda akan pulang,nanti sore Bunda akan kesini lagi,"ucap Susi sambil mengelus kepala Aditya.


"Ki, tolong jaga adikmu ya?Ayah ada rapat di kantor,"ucap Rinto menepuk pundak Aditya pelan.


"Iya,yah,"sahut Kirana.Kemudian Rinto dan Susi pun keluar dari ruangan itu.


"Kak,mana suami Kakak?"tanya Aditya.


"Dia tadi masih ada urusan di kantor,tapi katanya sebentar lagi akan kesini,"jawab Kirana.


"Suami kakak tampan nggak?"tanya Aditya.


"Tampan lah, sangat tampan,perfek malah.Kamu nggak ada apa-apanya di bandingkan dengan suami Kakak,"ucap Kirana bangga.


"Yang benar saja,mana ada pria tampan apalagi perfek yang mau sama Kakak yang jutek dan judes,"kata Aditya mencibir Kirana.


"Sembarangan kalau ngomong.Kakak ini cantik tau!!"sergah Kirana.


"Enak saja kalau ngomong,kakak jutek cuma sama orang yang tidak Kakak kenal dan judes sama orang yang perlu di judes in,"kilah Kirana.


" Seperti apa sich suami Kakak?"tanya Aditya penasaran.


"Nanti kamu juga bisa melihatnya sendiri,"ucap Kirana.


"Ya...ya...aku akan berterima kasih kepadanya nanti karena mau menikah dengan Kakak.Untung saja dia mau sama Kakak, kalau tidak kakak bisa jadi perawan tua.Semoga dia tidak kurus kering setelah menikah dengan Kakak karena tekanan batin menghadapi Kakak,"ucap Aditya mengejek.


Mata Kirana langsung melotot menatap Aditya,"Eh,mau tak sambelin apa mulut mu itu.Ngasih kado enggak malah nyumpah in suami Kakak,"sergah Kirana.


"Ah iya Kak, maaf ya,kado yang aku belikan untuk kakak hilang dalam kecelakaan pesawat itu.Padahal uang tabunganku hampir habis untuk membeli kado itu.Mana pas ngambil sisa tabungan aku dikejar plus digebukin preman lagi. Apes banget nasibku,"keluh Aditya.


"Ki..."panggil Bayu saat masuk ke ruang rawat inap itu.Dan spontan Kirana dan Aditya menoleh ke arah Bayu.


"Mas..!"panggil Kirana dengan suara lembut.


"Eh, Kakak orang yang sudah menyelamatkan aku dari para preman itu kan?"tanya Aditya.


Bayu langsung merangkul Kirana yang menghampirinya kemudian mengecup kening Kirana.Aditya yang melihat kemesraan kakaknya dan pria yang menolongnya itu pun terkejut.


"Bagaimana keadaanmu?"sapa Bayu tersenyum ramah pada Aditya.


"Eh..ba.. baik Kak,"sahut Aditya gugup.


"Ini Kakak bawakan buah-buahan, dimakan ya biar cepat sembuh,"ucap Bayu.


"Iya, terimakasih, Kak"jawab Aditya.


"Mas,mana gado-gado pesanan ku?"tanya Kirana.

__ADS_1


"Ini, makanlah,"ucap Bayu mengelus kepala Kirana dengan lembut memberikan kantong plastik ditangannya pada Kirana.


Aditya yang melihat semua kemesraan kakaknya dengan pria yang sudah menolongnya itu pun bengong. Pria yang menurut Aditya sangat sempurna dengan tubuh tinggi, tegap atletis dan tampan.


Bahkan terlihat otot-otot yang mempesona di lengannya karena lengan kemejanya yang digulung sampai siku.


"Kak, Kakak ini suaminya Kak Kirana?"tanya Aditya pada Bayu karena tidak dapat lagi menahan rasa penasaran.


"Ah iya, aku suami kakakmu,namaku Bayu,"ucap Bayu mengulurkan tangannya.


"Ah,aku Aditya,"ucap Aditya menyambut uluran tangan dari Bayu.


"Bagaimana kamu bisa dihajar para preman itu,"tanya Bayu sambil duduk di sebelah brankar Aditya.Sedangkan Kirana asyik dengan makanannya.


"Setelah kecelakaan pesawat itu aku terdampar di pantai Kak,lalu aku mencari ATM terdekat karena tidak punya uang untuk pulang,"


"Tapi malah diikuti oleh para preman itu yang menginginkan uang milik ku.Aku tidak mau memberikan uang itu karena takut tidak bisa pulang,eh malah babak belur dihajar mereka, untung kakak menolongku,"jelas Aditya panjang lebar.


"Alah...bisa ilmu beladiri juga enggak sok melawan para preman,,ya pasti babak belur lah!"cibir Kirana yang membuat Aditya mengerucutkan bibirnya.


"Kami sangat cemas padamu, bahkan bunda dan ayah langsung ke kota C saat mengetahui pesawat yang kamu tumpangi mengalami kecelakaan.Sedangkan aku dan kakakmu menyusul keesokan harinya.Empat hari kami mencari mu,"ujar Bayu.


"Terimakasih kalian tidak putus asa mencari ku,"ucap Aditya tulus.


"Ya mana mungkin kami tidak mencari mu, kamu kan keluarga kami,"ujar Bayu.


"Oh iya, ngomong-ngomong Kakak jago sekali bela dirinya,"puji Aditya yang kagum akan kemampuan bela diri yang dimiliki Kakak iparnya itu.


"Ya pasti lah, masak CEO perusahaan bodyguard nggak bisa ilmu beladiri,"sela Kirana dengan mulut penuh makanan membuat Bayu gemas saat melihatnya.


"Kakak CEO perusahaan bodyguard?! Wahh pantes kakak jago sekali bela dirinya.Mimpi apa Kak Kirana bisa dapat suami kayak Kak Bayu?"


" Kebaikan apa yang dia lakukan hingga bernasib baik bisa punya suami kayak Kakak?Apa jangan-jangan Kak Bayu di pelet ya sama Kak Kirana makannya Kak Bayu mau sama Kak Kirana?"


"Pakai ajian apa kamu Kak?Jaran goyang apa Semar mesem buat melet Kak Bayu?"cerocos Aditya.


Kirana yang telinganya panas mendengar ocehan adiknya itupun bangkit dari duduknya dan menghampiri Aditya.


"Pletakk,"suara tangan Kirana yang memukul kepala Aditya karena jengkel dengan adiknya yang panjang lebar mencibirnya.


"Auwh.!"sakit Kak!!" pekik Aditya sedang Bayu hanya tersenyum melihat tingkah kakak dan adik itu.


"Itu mulut bener-bener pengen tak sambelin pake cabe setan ya? Kalau ngomong bikin panas kuping saja.Merem dan istirahat, kalau masih ngoceh, Kakak lakban tuh mulut!!"


"Bikin nafsu makan Kakak hilang saja!"sergah Kirana yang geregetan menjadi jengkel karena kata-kata Aditya.Sedangkan Aditya hanya nyengir kuda.


"Sayang, jangan marah-marah, kasihan baby-nya,"ucap Bayu merangkul Kirana dan mengelus perut Kirana dengan lembut untuk menenangkan macan betinanya itu.


"Habis nich anak bikin emosi terus Mas,"adu Kirana pada Bayu dengan suara manja.


"Eh,si jutek dan judes ini bisa manja juga?Wahh bener-bener hebat Kakak ipar ku ini bisa menaklukkan Kak Kirana!"cibir Aditya mengulum senyum.


"Kamu..."ucapan Kirana langsung dipotong Bayu.


"Sudah,ayo duduk! Kalian ini sudah seperti Tom and Jerry saja. Habiskan gado-gadonya, sayang kalau nggak dihabiskan, mubasir.Apa kamu masih ingin makan atau minum sesuatu?"tanya Bayu lembut.


"Enggak Mas,"sahut Kirana yang sudah duduk di sofa ruangan itu kemudian melanjutkan kegiatan makannya.


"Dit,apa kamu ingin sesuatu?"tanya Bayu pada Aditya.


"Aku pengen ke kamar mandi,bisa tolongin nggak Kak?"jawab Aditya sekaligus bertanya.


"Oke,akan Kakak bantu,"ucap Bayu lalu membantu Aditya kekamar mandi.


🌟 Dalam cinta ada yang berubah, ada yang bertahan, ada pula yang merelakan.Namun hanya satu yang pasti, takdir tak bisa dilawan.🌟

__ADS_1


..."Author"...


To be continued


__ADS_2