Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 60 Bertemu Mertua


__ADS_3

Di kediaman Rinto.


"Eh Bay, udah pulang?"tanya Susi saat jam enam pagi Bayu sudah pulang dari luar kota.


"Iya, Bun,"jawab Bayu.


"Jam berapa kamu berangkat dari kota xx, Bay?"tanya Bunda.


"Kemarin malam Bun,jam tujuh,"jawab Bayu.


"Loh,kok lama banget Bay?"tanya Susi.


"Semalam di daerah xx hujan deras sampai mengakibatkan longsor, Bun.Jadi jalannya ditutup sementara.Terpaksa Bayu tidur di mobil karena kalau cari hotel Bayu harus balik lagi dan jaraknya terlalu jauh,"jawab Bayu.


"Ya sudah, istirahat dulu gih,"ucap Susi.


"Iya Bun,"jawab Bayu.


Bayu pun menaiki tangga dan segera masuk ke dalam kamarnya.


"Ceklek,"Bayu membuka pintu kamarnya.


"Uwek... uwek... uwek..."terdengar suara Kirana yang sedang muntah-muntah di kamar mandi.


Bayu segera menutup pintu kamarnya, meletakkan ranselnya dan bergegas menuju ke kamar mandi.


"Ki....'pekik Bayu segera berlari merengkuh tubuh Kirana yang hampir jatuh.


Bayu menggendong Kirana keluar dari kamar mandi kemudian membaringkan tubuh Kirana di atas ranjang.Di ambilnya tisu basah untuk mengelap mulut Kirana.


"Apa mual banget?"tanya Bayu dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Kirana.


Kirana mengulurkan kedua tangannya kepada Bayu, sedangkan Bayu mengernyitkan keningnya karena tidak mengerti dengan keinginan Kirana.


"Peluk,"ucap Kirana lirih namun masih terdengar oleh Bayu.


Perlahan Bayu naik ke atas ranjang kemudian memeluk Kirana.Kirana pun langsung membalas pelukan Bayu, mencari posisi yang nyaman di dada Bayu.Kirana menggesek-gesekkan hidungnya di dada Bayu, mencium aroma tubuh suaminya.


"Harum sekali,aku suka aroma tubuh Bayu.Entah kenapa rasa mual di perutku hilang saat mencium aroma tubuh Bayu.Tiga hari sejak dia keluar kota,aku kembali mengalami mual dan muntah,"batin Kirana.


"Kenapa dia suka sekali tidur seperti ini,"batin Bayu membiarkan Kirana melakukan apa yang diinginkannya.


"Sudah hampir satu bulan ini kamu tidak mual dan muntah-muntah, kenapa kamu tadi mual dan muntah-muntah lagi?"tanya Bayu penasaran.


"Nggak tahu," jawab Kirana,"Aku nggak tahu kenapa semenjak kamu pergi keluar kota,aku mulai mual dan muntah lagi,"batin Kirana.


"Kamu ingat kan,kalau hari ini kita akan pergi ke dokter kandungan,"ucap Bayu.


"Hemm,"sahut Kirana.


"Janji ketemu dokternya jam sembilan, kamu ingin sarapan dulu apa mandi dulu?"tanya Bayu pada Kirana yang masih betah menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Biarkan aku seperti ini dulu,"sahut Kirana.


Beberapa menit kemudian, dengan enggan Kirana melepaskan pelukannya.


"Mandi dulu ya?"tanya Bayu.


"Hemm,"sahut Kirana yang sebenarnya belum mau melepaskan pelukannya pada suaminya.Tapi karena harus periksa ke dokter kandungan,mau tidak mau Kirana harus melepaskan pelukannya untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit.


Tanpa berkata apa-apa Bayu langsung menggendong Kirana ke kamar mandi,dan Kirana yang semenjak mengandung memang suka jika berada didekat Bayu pun tidak menolak saat Bayu menggendongnya ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Kirana sudah selesai mandi dan Bayu pun bergegas untuk mandi.Hingga beberapa menit kemudian Bayu sudah selesai mandi dan memakai pakaiannya.


"Kamu sudah siap Ki?"tanya Bayu.


"Sudah, Mas,"jawab Kirana.


Kirana masih canggung saat memanggil Bayu dengan panggilan 'Mas'.Namun Kirana berusaha membiasakan diri.


"Eh, Ki, Bay,kalian mau kemana?"tanya Susi yang melihat sepasang suami-isteri itu sudah rapi.


"Mau periksa kandungan Kirana,Bun,"jawab Bayu, menarik kursi untuk di duduki Kirana kemudian duduk di sebelah Kirana.


"Memang kamu nggak capek Bay? Baru pulang udah mau pergi lagi?"tanya Bunda.


"Hari ini ada janji ketemu dokter,Bun,"jawab Bayu.


"Ohh.... Bunda pikir kalian ke rumah sakit karena tiga hari ini Kirana mual dan muntah lagi gara-gara kamu tinggal ke luar kota,Bay,"ujar Susi santai.


"Jadi selama aku keluar kota kamu mual dan muntah lagi, Ki?"tanya Bayu.

__ADS_1


'Em..ah iya,"jawab Kirana.


"Nggak usah terlalu khawatir Bay, kalau ada kamu pasti sembuh.Ayo, sarapan lah dulu,"pinta Susi.


"Iya, Bun," jawab Bayu.


Setelah sarapan, Bayu dan Kirana pun segera pergi ke rumah sakit.Sesampainya di rumah sakit mereka pun langsung menemui dokter obgyn, karena sebelumnya sudah membuat janji.


๐ƒ๐จ๐ค๐ญ๐ž๐ซ ๐ฌ๐ฉ๐ž๐ฌ๐ข๐š๐ฅ๐ข๐ฌ ๐จ๐›๐ฌ๐ญ๐ž๐ญ๐ซ๐ข ๐๐š๐ง ๐ ๐ข๐ง๐ž๐ค๐จ๐ฅ๐จ๐ ๐ข ๐ฌ๐ž๐ซ๐ข๐ง๐  ๐๐ข๐ฌ๐ž๐›๐ฎ๐ญ ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š ๐๐จ๐ค๐ญ๐ž๐ซ ๐จ๐›๐ ๐ฒ๐ง ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐๐จ๐ค๐ญ๐ž๐ซ ๐ค๐š๐ง๐๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง. ๐ƒ๐จ๐ค๐ญ๐ž๐ซ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ง๐๐š๐ง๐  ๐ ๐ž๐ฅ๐š๐ซ ๐’๐ฉ๐Ž๐† ๐ข๐ง๐ข, ๐ญ๐š๐ค ๐ก๐š๐ง๐ฒ๐š ๐ฌ๐ž๐ค๐š๐๐š๐ซ ๐ฆ๐ž๐ฆ๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฌ๐š ๐๐š๐ง ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐š๐ญ๐š๐ฌ๐ข ๐ ๐š๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐š๐ง ๐ฉ๐š๐๐š ๐ค๐ž๐ก๐š๐ฆ๐ข๐ฅ๐š๐ง ๐ฌ๐š๐ฃ๐š, ๐ญ๐ž๐ญ๐š๐ฉ๐ข ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š ๐ฌ๐ž๐ฉ๐ฎ๐ญ๐š๐ซ ๐ค๐ž๐ฌ๐ž๐ก๐š๐ญ๐š๐ง ๐จ๐ซ๐ ๐š๐ง ๐ซ๐ž๐ฉ๐ซ๐จ๐๐ฎ๐ค๐ฌ๐ข ๐ฐ๐š๐ง๐ข๐ญ๐š.


"Maaf suster,kami sudah membuat janji dengan dokter obgyn, pukul sembilan pagi ini,"kata Bayu pada seorang suster yang ditemuinya di depan ruangan dokter obgyn tersebut.


"Dengan Nyonya Kirana,ya?"tanya suster tersebut.


"Iya,Sus,"jawab Kirana.


"Silahkan masuk!Dokter Nita ada di dalam,"ucap suster tersebut ramah.


"Terimakasih,Sus,"ucap Bayu.


"Sama-sama,"ucap suster tersebut kemudian pergi.


Tok..tok...tok...


Bayu mengetuk pintu di depannya itu.


"Masuk!"sahut seorang wanita dari dalam ruangan.Bayu dan Kirana pun langsung masuk ke dalam ruangan itu.


"Selamat pagi,dok!"sapa Kirana.


"Selamat pagi, Nyonya Kirana,ya?"tanya dokter Nita.


"Iya dok,"jawab Kirana.


"Apa ada keluhan?"tanya dokter Nita.


"Sudah tiga hari ini istri saya mual dan muntah lagi, dok,"sahut Bayu.


"Ya ampun, kenapa dia menanyakan itu? Padahal aku akan baik-baik saja saat ada dia bersamaku,"batin Kirana.


"Ada keluhan yang lain?"tanya dokter Nita sambil menulis sesuatu di buku KIA(buku Kesehatan Ibu dan Anak).


"Tidak ada, dok,"ucap Kirana.


Kirana dan Bayu pun mengikuti Dokter Nita.Kirana berbaring di brankar , kemudian dokter Nita mengoleskan gel di perut Kirana, setelahnya menempelkan sebuah alat diperut Kirana dan menggeser kan alat tersebut hingga terlihatlah gambar di layar dimonitor.


"Itu adik bayinya,masih sebesar kacang tanah.Detak jantungnya normal,perkembangannya juga bagus,sehat,"ucap dokter Nita.


"Nampak terlihat kebahagiaan di wajah Bayu dan Kirana.Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, akhirnya Bayu dan Kirana keluar dari ruangan tersebut dengan wajah bahagia.


Bayu dan Kirana berjalan menyusuri koridor rumah sakit,saat seorang suster memanggil mereka.


"Maaf,Nyonya, Tuan,ini handphone nya tertinggal di ruangan dokter obgyn tadi,"ucap seorang suster.


"Bayu?"itu Bayu,bersama siapa dia? Kenapa dia dari ruangan dokter obgyn?"gumam pria paruh baya yang melihat Bayu, kemudian berjalan lebih dekat kearah Bayu.


"Oh iya, terimakasih Sus,"ucap Kirana menerima handphone yang di berikan suster tersebut.


"Sama-sama, Nyonya,"jawab suster tersebut, kemudian pergi.


"Bay.!!"panggil seorang pria paruh baya.


"Papa!Papa sudah pulang?Kok nggak ngasih tau Bayu?"tanya Bayu.


"Papa baru sampai tadi pagi,"jawab pria paruh baya yang teryata adalah Tirta.


"Dia papanya Bayu?"batin Kirana melihat seorang pria paruh baya di depannya.Pria paruh baya yang terlihat masih bugar, dengan bentuk tubuh yang atletis dan wajah yang mirip dengan Bayu.


"Kenapa papa berada di rumah sakit ini?"tanya Bayu.


"Papa sedang memeriksakan kesehatan mamamu,"jawab Tirta.


"Mama kenapa?"tanya Bayu.


"Tidak apa-apa, hanya saja kami kan dari perjalanan jauh jadi papa memeriksakan keadaan mamamu.Oh ya,kamu ngapain di rumah sakit ini?Dan ini siapa?"tanya Tirta pada Bayu kemudian beralih menatap Kirana.


"Oh ini, Kirana.Ki, kenalkan,ini papaku,"ucap Bayu memperkenalkan Tirta dan Kirana.


"Kirana,"ucap Kirana mengulurkan tangannya pada Tirta.


"Saya Tirta, papanya Bayu,"ucap Tirta menyambut uluran tangan Kirana.

__ADS_1


"Pa,ada sesuatu yang ingin Bayu ceritakan pada mama dan papa.Bayu antar Kirana pulang dulu ya, pa? Nanti setelah Bayu mengantar Kirana pulang Bayu akan pulang ke rumah,"ucap Bayu.


"Oke,papa akan keruangan mamamu dulu,"ucap Tirta kemudian pergi,"Siapa perempuan yang bersama Bayu tadi? Bayu selama ini tidak pernah dekat dengan perempuan.Dan tadi, mereka dari dokter obgyn?"batin Tirta bertanya -tanya.


***.


Sepanjang perjalanan Bayu dan Kirana sama-sama diam dalam pikiran mereka masing-masing.Kirana berpikir kenapa Bayu tidak memperkenankan dirinya sebagai istri Bayu tapi tidak berani menanyakan nya kepada Bayu.


Sedangkan Bayu berpikir bagaimana nanti dia akan menjelaskan tentang pernikahannya dengan Kirana kepada orang tuanya.


"Ki,aku nggak nganterin kamu masuk ya?Aku akan pulang untuk menemui papa dan mamaku dulu,"kata Bayu sesampainya di depan rumah Rinto.


"Iya,"jawab Kirana tidak bersemangat.


Setelah Kirana turun dari mobilnya, Bayu langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Kirana menatap mobil Bayu yang semakin menjauh dengan wajah sendu,"Kenapa Bayu tidak memperkenalkan aku pada papanya sebagai istrinya?Apa karena setelah anak ini lahir dia akan menceraikan aku seperti katanya dulu?,"batin Kirana.


***


Sesampainya di rumah, Bayu langsung mencari kedua orang tuanya.


"Bik,mana papa dan mama?"tanya Bayu pada pelayanan di rumahnya.


"Sedang duduk di taman belakang Tuan Muda,"jawab pelayan tersebut.


"Makasih Bik,"ucap Bayu.


"Sama-sama Tuan Muda,"ucap pelayanan tersebut.


Bayu menghampiri papa dan mamanya yang sedang duduk di kursi dekat taman.


"Assalamualaikum,ma,"ucap Bayu mencium punggung tangan Marwah.


"Wa'alaikumu salam, Bay,"balas Marwah mengecup kening Bayu.


"Gimana keadaan mama?"tanya Bayu berjongkok di depan Marwah sambil memegang kedua tangan Marwah.


"Alhamdulillah lebih baik Bay,"jawab Marwah.


"Bay, siapa perempuan yang bersamamu di rumah sakit tadi pagi?"tanya Tirta penasaran.


Bayu menghela nafas sejenak kemudian duduk di kursi dan mulai berbicara,"Dia istri Bayu,pa,"jawab Bayu.


"Istri?"tanya Tirta dan Marwah bersamaan.


"Ceritanya panjang ma,pa,"ucap Bayu.


"Ceritakan lah,"ucap Tirta nampak serius.


Akhirnya Bayu mulai bercerita dari awal mula dirinya bertemu dengan Kirana sampai akhirnya mereka menikah dan sekarang Kirana sedang mengandung anaknya.


"Masya Allah, jadi sebentar lagi papa dan mama akan menimang cucu?"ucap Marwah dengan wajah yang berbinar-binar.


"Kalau begitu nanti malam kita ke sana ma,"ucap Tirta antusias.


"Iya pa,mama akan mempersiapkan segala keperluan untuk pergi ke sana.


Akhirnya Tirta dan Marwah pun mempersiapkan semua keperluan untuk mengunjungi besan sekaligus menantu mereka.Bayu merasa bahagia dengan respon kedua orang tuanya.Bayu tidak menyangka kedua orang tuanya akan sebahagia itu.


Malam harinya Tirta, Marwah dan Bayu pergi ke kediaman Rinto.


"Ting..tun...ting...tung...."


"Ceklek,"Bik Narsih membuka pintu itu.


"Tuan Muda,"ucap Bik Narsih lalu melihat dua orang paruh baya dibelakang Bayu.


"Bik tolong kasih tahu ayah dan bunda,ada tamu,"ucap Bayu.


"Iya, Tuan Muda,"jawab Bik Narsih lalu pergi ke kamar majikannya.


"Papa dan mama duduk dulu ya?Bayu akan memanggil Kirana,"ucap Bayu mengantar Tirta dan Marwah ke ruang tamu.


"Iya,"ucap Tirta.


"Tak lama kemudian tuan rumah pun muncul,"Pak Tirta?Apa kabar?"tanya Rinto.


"Pak Rinto?Ini rumah Pak Rinto?"tanya Tirta.


๐ŸŒŸ Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini, dosa kita semua dilebur dan kita menjadi suci kembali. Bila ada kata-kata yang tidak berkenan dan perbuatan yang menyakitkan, mohon dimaafkan. Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1443 H, Minal Aidin Wal Faidzin๐ŸŒŸ

__ADS_1


..."Author"...


To be continued.


__ADS_2