
Keynan melihat seorang perempuan yang menunduk,mengenakan cadar dan gamis longgar yang mengingatkan Keynan pada Aisyah.
"Kenalkan namanya Aisyah,"ucap Danu lagi.
"Deg,"
"Aisyah?!"ucap Keynan seolah meyakinkan bahwa pendengarannya tidak salah.
Mata Keynan menelisik wanita yang menunduk diseberang mejanya, mencari kebenaran, apakah benar wanita ini Aisyah nya, karena dari pakaian yang digunakan tidak seperti yang biasa Aisyah gunakan.
Aisyah selalu mengenakan pakaian yang polos tanpa corak saat diluar rumah, tapi ini pakaiannya bermotif bunga dan Keynan sama sekali tidak bisa melihat wajahnya karena perempuan itu terlalu menunduk.
"Iya,Aisyah Larasati, iya kan Nak?"tanya Danu kepada Aisyah.
"Iya,"ucap Aisyah reflek mengangkat wajahnya menjawab pertanyaan Danu,menatap wajah Danu sekilas kemudian menunduk lagi.
"Dia benar-benar Aisyah,"batin Keynan saat mendengar suara Aisyah dan menatap wajah itu walau sekilas dia dapat mengenalinya karena Keynan sangat hafal dengan suara dan wajah wanita yang sangat dicintainya itu walaupun hanya dengan melihat matanya.
"Aisyah adalah orang yang sudah menyelamatkan papa hingga dia harus kehilangan janinnya yang berusia tiga bulan,"ucap Danu dengan wajah sendu.
"Deg,"Keynan merasa dadanya menjadi sesak mendengar kata-kata papanya.
"Ya Allah,suami macam apa aku ini?!Aku meninggalkan istriku yang sedang mengandung anakku,bahkan aku tidak ada disampingnya untuk menghiburnya saat dia kehilangan janin kami,"batin Keynan, kedua tangannya mengepal erat di atas pahanya,rasa sesal dan bersalah begitu besar menghantam hatinya.
"Udah sih pa, jangan bahas dia terus,ayo makan,"ucap Reni yang tidak suka pada Aisyah karena suaminya tampak perhatian pada Aisyah.
Akhirnya makan malam pun dimulai.Rasanya Aisyah tidak berselera sama sekali untuk makan, begitu pun dengan Keynan, rasanya susah sekali untuk menelan makanan yang ada di mulutnya seolah makanan itu seperti batu yang susah ditelan.
Mereka semua makan dalam diam dan dengan pikirannya masing-masing.Baru tiga sendok Keynan makan tapi dia tidak sanggup lagi menghabiskan makanannya.
"Aku sudah selesai, kalian lanjutkan saja makannya,"ucap Keynan hendak berdiri namun ditahan Cicilia.
"Sayang,kok makanannya nggak dimakan sih?,"tanya Cicilia sambil memegang tangan Keynan tapi ditepis oleh Keynan.
"Key, Aisyah akan bekerja disini sebagai asisten rumah tangga,"ucap Danu meminta ijin dari Keynan.
"Deg,"Keynan yang sudah berdiri dan akan melangkah sepontan berhenti mendengar kata-kata Danu.
"Apa?! Asisten rumah tangga?! Istri dari Keynan Wishaka menjadi asisten rumah tangga di rumah suaminya sendiri?!'batin Keynan tidak terima.
"Pa,dia mau tidur dimana?semua kamar pembantu sudah penuh,"ucap Reni yang merasa cemburu karena keperdulian Danu pada Aisyah.
"Berikan dia kamar di sebelah ruang ibadah, biarkan dia mengerjakan apapun yang dia suka dirumah ini,dan aku tidak mengijinkan seorangpun dirumah ini untuk menyuruhnya mengerjakan apapun kecuali atas keinginannya sendir,"
"Jika sampai aku tahu ada yang menyuruhnya mengerjakan sesuatu, kalian harus siap-siap berhadapan dengan aku,"ucap Keynan membalikkan badannya menatap semua orang di meja makan itu.
"Kenapa kamu memberikan keistimewaan seperti itu kepadanya sayang?Dia kan hanya akan menjadi pembantu di rumah ini?"protes Cicilia yang merasa Aisyah begitu diperhatikan dan diistimewakan oleh Keynan.
"Dia bukan pembantu di rumah ini!!"bentak Keynan dengan suara menggelegar yang belum pernah seisi rumah itu dengar, bahkan Aisyah pun terkejut.
__ADS_1
Selama Keynan bersama dengannya, Aisyah tidak pernah mendengar Keynan berbicara dengan nada tinggi seperti itu.
Menyadari pandangan curiga dari semua orang, Keynan memejamkan mata menarik nafas dalam-dalam untuk menurunkan emosinya, kemudian kembali berkata dengan nada yang lebih rendah agar orang dirumah itu tidak menaruh curiga atas sikapnya tadi.
"Dia telah menyelamatkan nyawa papaku sampai ia harus kehilangan janinnya, pengorbanannya sangat besar,dan dia berhak mendapatkan perhatian dari kita dan bila ada yang tidak suka dengan keputusan ku, silahkan angkat kaki dari rumahku,"ucap Keynan tegas kemudian pergi meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya.
Semua orang nampak tertegun mendengar kata-kata Keynan, sedangkan Danu merasa bahagia karena mengira Keynan melakukan semua itu untuk dirinya.
Setelah masuk ke dalam kamar, Keynan melempar jas yang sudah dilepaskannya,bejalan menuju ruang gym yang ada didalam kamarnya,meninju sansak untuk meluapkan emosinya sampai terduduk lemas.
"Maafkan aku Aisyah, maafkan aku.Aku bukan suami yang baik,aku tidak bisa menjagamu dan anak kita, aku tidak ada saat kamu butuh aku, maafkan aku,"gumam Keynan dengan bercucuran air mata,merasa sangat bersalah kepada Aisyah.
Sedangkan Aisyah juga sudah masuk kedalam kamar yang diberikan Keynan untuknya.Air mata yang sejak tadi ditahannya pun tidak bisa dibendungnya lagi.Aisyah menangis sampai sesenggukan.
"Ya Allah, seperti inikah kisah rumah tanggaku? Haruskah aku mengikhlaskan orang yang aku cintai?Orang yang hampir setahun ini mengisi hati dan hari-hari ku, orang yang membuatku merasa bahagia dan terlindungi. Teryata orang itu bukan milikku, ternyata aku hanya orang ketiga,"gumam Aisyah dengan air mata yang berderai.
Di lantai atas.
"Key!!Key!!Tok!!tok!!tok!!"teriak Cicilia Cicilia sambil mengetuk pintu kamar Keynan.
"Ceklek,"
"Ada apa?!tanya Keynan dengan wajah datar.
"Ayo ke kamarku, aku sangat rindu padamu,"ucap Cicilia meraih tangan Keynan namun seperti biasa, Keynan selalu menghempaskan tangan Cicilia.
"Aku capek dan tidak ingin diganggu,"ucap Keynan langsung masuk lagi ke dalam kamar dan segera menutup pintunya.
Jam dinding menunjukkan pukul satu dini hari.Diam-diam Keynan keluar dari kamarnya, sesekali melihat sekitar kemudian berjalan menuruni anak tangga menuju sebuah kamar di lantai satu.
"Klek,"Keynan berusaha membuka pintu kamar itu tapi ternyata pintu itu terkunci.Keynan segera mencari kunci cadangan dengan hati-hati berusaha agar tidak menimbulkan suara.
"Akhirnya ketemu juga,"batin Keynan, bibirnya tersenyum tipis menatap kunci di tangannya kemudian kembali membuka pintu kamar tadi dengan kunci cadangan.
'Ceklek,"Keynan berhasil membuka pintu kamar itu kemudian masuk dan kembali mengunci pintu itu.
Di atas ranjang nampak terbaring seorang wanita.Keynan perlahan-lahan mendekati wanita di atas ranjang itu kemudian duduk di sisi ranjang.
"Aisyah,"gumam Keynan melihat wanita didepannya.Nampak ada kerinduan yang mendalam dimata Keynan, saat memandang wanita didepannya.
Perlahan Keynan melepaskan cadar dan jilbab yang menutupi wajah dan rambut perempuan itu.
"Aisyah,"gumam Keynan, kemudian merapikan rambut yang menutupi wajah wanita yang sangat dirindukannya itu.
Ditatapnya wajah yang selama ini dirindukannya.Wajah cantik itu sekarang menjadi tirus,pucat, dengan mata yang nampak sembab.Keynan yakin Aisyah tertidur karena lelah menangis, terlihat masih ada cairan bening yang tersisa di pipi dan sudut matanya.Bulu mata yang tebal dan panjang itu pun masih basah.
Keynan mengusap wajah Aisyah, menghapus sisa-sisa air mata di sana kemudian mengecup kening Aisyah dengan lembut.
Perlahan Keynan naik keatas ranjang, menggantikan bantal yang digunakan Aisyah dengan lengannya,memeluk tubuh itu dengan hangat dan penuh cinta sambil mengelus rambut panjang Aisyah hingga Keynan ikut terlelap.
__ADS_1
Pukul tiga dini hari, Aisyah terbangun tapi betapa terkejutnya Aisyah saat mendapati dirinya dalam pelukan seseorang yang ia hafal benar bau parfumnya.Dengan sekuat tenaga Aisyah mendorong tubuh itu agar pelukan pria itu terlepas, tapi karena perbuatannya itu, Keynan yang sedang tidur itu pun jatuh ke lantai.
"Auwhh,!! pekik Keynan saat tubuhnya terjun bebas di lantai.
"Ay,"ucap Keynan beranjak dari lantai yang dingin.
Aisyah berusaha memakai kembali jilbab dan juga cadarnya.Sedangkan Keynan perlahan naik keatas ranjang.
"Ay, kenapa dipakai lagi?Mas ingin melihat wajahmu Ay,"ucap Keynan menahan tangan Aisyah yang sedang mengenakan jilbabnya.
Aisyah menepis tangan Keynan,"Tidak baik jika Anda berada di sini, sebaik anda keluar dari kamar ini,"ucap Aisyah memalingkan wajahnya.
Tidak bisa Aisyah pungkiri bahwa dia sangat merindukan sosok disampingnya ini,rindu dengan dekapan hangat dan juga belaiannya.Tapi Aisyah benar-benar merasa hatinya panas saat mengingat ada wanita lain yang memanggil suaminya dengan sebutan"sayang" sambil bergelayut manja di lengan suaminya.
Ingin sekali Aisyah menarik perempuan itu menjauhkannya dari suaminya dan mencabik-cabik tubuh perempuan itu.
"Ay,kenapa bicara seperti itu dengan Mas?Ke marilah,"ucap Keynan membentangkan kedua tangannya berharap Aisyah masuk ke dalam pelukannya seperti biasanya.Namun bukanya mendekat Aisyah malah menjauh turun dari ranjang.Keynan pun menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan nafasnya perlahan.
"Jika anda tidak ingin keluar dari kamar ini,biar saya saja yang keluar,"ucap Aisyah kemudian membereskan barang-barangnya.
"Ay, Mas minta maaf,dengerin penjelasan Mas dulu,"ucap Keynan mendekati Aisyah lalu memeluknya dari belakang.
"Lepaskan,"ucap Aisyah berusaha melepaskan pelukan Namun bukannya lepas pelukan itu malah semakin kuat.
"Tidak,Mas tidak akan melepaskan mu,"ucap Keynan, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.
"Saya akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi ke sini.Saya tidak akan menggangu rumah tangga Anda,"ucap Aisyah berusaha menahan air mata yang sudah hampir menetes.
'Dengerin Mas dulu Ay,Mas memang salah karena tidak ada di sisimu saat kamu mengandung,Mas nggak ada buat kamu saat kamu keguguran,maaf, maafkan Mas Ay,Mas punya alasan kenapa Mas tidak pulang.Itu karena......
"Karena saya hanya istri yang tidak pernah anda harapkan,dan terpaksa anda nikahi,"kata Aisyah memotong kata-kata Keynan.
"Bukan seperti itu Ay',kamu salah paham.Mas minta maaf karena tidak jujur padamu.Mas salah, tapi semua ini terpaksa Mas lakukan Ay.Tolong mengertilah Ay, Mas akan menjelaskan semuanya padamu, tolong dengar penjelasan Mas,Ay,"ucap Keynan lembut.
"Tidak perlu, Anda tidak perlu menjelaskan apapun,saya sudah mengerti anda terpaksa hidup dengan saya,"ujar Aisyah.
"Ay, dengerin Mas dulu, Cicilia itu....
"Dia adalah istri anda,dan saya hanya pengganggu.Saya sadar diri,saya tidak pantas untuk Anda.Saya minta maaf karena pernah memaksa anda untuk menikahi saya atas dasar balas budi,"
"Seharusnya saya tidak melakukan itu,saya hanya perempuan kampung yang miskin, tidak berpendidikan, yatim piatu, dan tidak pantas bersanding dengan Anda, yang ..... emmmp..."
Ucapan Aisyah terpotong saat tiba-tiba Keynan membalikkan badan Aisyah dan menyumpal mulut Aisyah dengan bibirnya.
Keynan memegang tengkuk dan pinggang Aisyah, mendekatkan pada tubuhnya, memperdalam ciumannya menumpahkan rasa rindu yang sudah lama ditahannya, hingga Aisyah memukuli dadanya kerena kehabisan nafas.
"Diam dan dengerin,Mas.Jika kamu tidak mau dengerin penjelasan Mas,Mas akan......."
...🌟"Dalam sebuah hubungan diperlukan kejujuran agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa menjadi bibit-bibit pertengkaran yang bisa berujung pada perpisahan,"🌟...
__ADS_1
..."Author"...
To be continued