Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 46 Siapa Yang Istri Siri?


__ADS_3

"Apa?!!"ucap Cicilia, Danu, Reni dan Dio bersamaan.


"Kamu jangan bercanda!!Aku sendiri yang menandatangani buku nikah kita,mana mungkin aku istri siri mu?!Yang ada perempuan itulah istri siri mu,"kata Cicilia sinis.


"Buku nikah kita itu palsu,dalam penulisan tanggal lahir bahkan penulisan namanya salah.Kamu bisa memeriksanya dengan data di KTP ku,"ucap Keynan.


"Wah,licik juga Keynan ini,"batin Dio.


"Tidak mungkin, kamu pasti berbohong kan?!"tanya Cicilia tidak percaya.


"Untuk apa aku berbohong, kalaupun data di buku nikah itu asli,tetap saja pernikahan kita tidak cacat dimata hukum,"ucap Keynan.


"Kenapa?!"tanya Cicilia.


"Karena Aisyah adalah istri pertama ku yang sah dimata hukum dan agama,aku sudah menikah dengan Aisyah sekitar setahun yang lalu sebelum aku menikah denganmu,"


"Dan saat aku menikah denganmu aku tidak meminta izin kepada Aisyah dan juga tidak mengajukan permohonan poligami ke pengadilan agama.Jadi pernikahan kita cacat dimata hukum,"jelas Keynan.


"Apa?!Jika Keynan sudah menikah dengan Aisyah sekitar setahun, berarti anak yang dikandung Aisyah waktu itu adalah cucuku?!"batin Danu.


"Jadi kamu menipuku?!"sergah Cicilia.


"Kamu yang menjebak ku terlebih dahulu,"ucap Keynan sinis.


"Jadi Keynan menikah dengan Cicilia karena dijebak?!Pantas Keynan terlihat sangat membenci Cicilia,"batin Dio.


"Kalau begitu kamu harus tetap memberikan separuh hartamu padaku.Jika tidak aku akan menyebarkan foto-foto tak senonoh mu ke media dan kamu pasti tahu itu akan berpengaruh terhadap perusahaan mu,"kata Cicilia sinis.


"Foto-foto tidak senonoh Keynan?!Apa maksudnya?!"batin Aisyah.


"Silahkan sebarkan foto-foto itu jika kamu ingin berhenti menjadi model.Papamu sudah bangkrut dan kamu berhenti menjadi model,aku pastikan kalian akan hidup miskin,"ucap Keynan.


"Apa maksudmu?!"tanya Cicilia.


"Jika kamu menyebarkan foto-foto itu maka aku akan menyebarkan video panas kamu dengan bodyguard mu itu ke media,"ucap Keynan.


"Apa?!Jadi Cicilia tidak hanya berselingkuh dengan Dio?!"batin Reni.


"Kamu,...jangan mengada-ada!!Mana ada video semacam itu?!"ketus Cicilia menyembunyikan kegugupannya.


"Apa perlu aku unggah video itu sekarang agar kamu percaya?!"kata Keynan mulai mengambil handphone nya dari saku celananya.


"Tidak!!Kumohon jangan lakukan itu,"mohon Cicilia.


"Aku tidak akan menggunggah video itu jika kamu pergi dari hidupku dan tidak mengganggu keluarga ku lagi, pilihan ada padamu,"ucap Keynan dengan tatapan tajam.


"Baiklah,aku akan pergi dan tidak akan mengganggu keluargamu lagi,"ucap Cicilia lalu pergi membawa barang-barangnya.


"Sial!! Bagaimana dia bisa mendapatkan video panas ku dengan Santo?!Apa Santo mengkhianati aku?!"batin Cicilia lalu meninggalkan rumah Keynan membawa barang-barangnya.


"Huh, akhirnya harta Keynan selamat,"batin Reni.


"Key, jadi kamu dan Aisyah sudah lama menikah?"tanya Danu.


"Iya,dan Aisyah lah yang telah menolong aku saat aku sekarat.Jika bukan karena Aisyah aku pasti sudah mati,dan kalian tidak akan tinggal di rumah ini lagi.Kalian tahu kan,jika aku mati maka seluruh harta yang aku miliki akan menjadi milik negara dan sepeserpun kalian tidak akan bisa menikmatinya,"ucap Keynan membuat Danu, Dio dan Reni terdiam.


"Untung dia masih hidup, kalau dia mati mungkin kami sudah jadi gelandangan,"batin Reni.


"Kami permisi,"ucap Keynan kemudian menggandeng Aisyah masuk ke dalam kamarnya.


Didalam kamar mandi,"Mas, foto apa yang dimaksud Cicilia?!"tanya Aisyah hati-hati.


"Foto yang seolah-olah aku sedang bercinta dengan dia.Tapi pada kenyataannya dia bercinta dengan bodyguardnya.Sudahlah,kita tidak usah membahasnya,"ucap Keynan yang nampak tidak suka.


"Mas,Mas membersihkan kamar Mas sendiri?!"tanya Aisyah mengalihkan pembicaraan.Aisyah tahu tidak ada seorangpun yang boleh masuk kekamar Keynan,tapi kamar itu terlihat selalu bersih.


"Hanya sedikit, Mas punya beberapa robot untuk membersihkan kamar Mas ini.Ayo Mas tunjukkan,"ucap Keynan kemudian mengajak Aisyah membuka ruangan yang kemarin tidak dia tunjukkan.


"Lihatlah ini, ini beberapa robot yang membersihkan kamar Mas.Semuanya sudah Mas program, jadi mereka akan bekerja sesuai jadwal walaupun Mas tidak ada, bahkan akan otomatis mencharge sendiri jika baterainya tinggal sepuluh persen,"jelas Keynan.


"Kok Aisyah nggak melihat mereka membersihkan kamar Mas?!"tanya Aisyah.


"Robot ini akan otomatis membersihkan ruangan saat ada kotoran dan tidak ada orang di dalam kamar ini,"ucap Keynan.

__ADS_1


"Oh,pantesan Aisyah nggak melihatnya,"ucap Aisyah.


"Ya sudah,kita istirahat yuk!! Tapi biar tidurnya lebih nyenyak kita olahraga dulu ya?!"ucap Keynan tiba-tiba memeluk tubuh Aisyah,"Kamu cantik Ay,"ucap Keynan memandang wajah Aisyah.


"Jangan mengagumi kecantikan Mas, karena wajah yang cantik semakin lama akan semakin pudar dimakan usia,"ucap Aisyah.


"Mas tahu, wajah Mas juga tidak akan selamanya seperti ini,semakin lama kita akan semakin menua.Dan Mas ingin kita bisa menua bersama,"ucap Keynan melepaskan cadar dan jilbab Aisyah, membelai wajah ayu itu kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah dan perlahan menautkan bibirnya dengan bibir Aisyah, menikmati bibir ranum itu hingga hampir kehabisan nafas.


"Mas sudah mencintaimu, sebelum Mas bisa melihatmu, karena keihklasan dan kecantikan hatimu,bukan karena paras rupa mu,"ucap Keynan kembali menautkan bibir mereka kemudian bibir itu pun mulai merayap turun ke leher dengan tangan yang super aktif bergerilya kemana-mana, hingga berakhir dengan pergulatan panas di atas ranjang.


"Terimakasih,"ucap Keynan mengecup kening,pipi dan bibir Aisyah setelah mereka mendapatkan pelepasan.


Keynan mendekap erat tubuh Aisyah, mencium puncak kepala Aisyah berulang kali, meluapkan perasaan cintanya.


Aisyah pun menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya, tempat ternyaman yang menjadi favoritnya.


"Aisyah juga mencintai Mas, bahkan sebelum Mas bisa melihat wajah Aisyah,"ucap Aisyah memandang wajah Keynan,membuat Keynan merasa sangat bahagia.


"Terimakasih Ay,Mas sangat mencintaimu, sangat, sangat mencintaimu,"ucap Keynan memandang wajah Aisyah, mengecup bibir Aisyah beberapa saat kemudian mempererat pelukannya.Ada perasaan tenang dan bahagia saat tubuh Aisyah berada dalam dekapannya.


***


Di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA).


"Do,lihat tuh si Dinara mau lewat,"ucap Didi.


"Mang kenapa kalau dia mau lewat?!"tanya Aldo cuek.


"Walaupun penampilannya biasa saja dia itu cewek yang cantik tanpa make-up,Do.Nggak pernah dandan, nggak pernah neko-neko.Sudah banyak cowok yang ditolak sama dia.Dan satu lagi,cuma dia yang nggak pernah caper sama elo, bahkan kalau lewat dekat Lo dia tuch kayak cuek banget tahu?!"ucap Didi.


"Masa sich?!"tanya Aldo tak percaya.


Aldo, badboy yang tampan dan kaya, banyak digandrungi oleh penghuni sekolah,cewek manapun bisa dia dapatkan,bahkan pada antri untuk menjadi pacarnya.


"Kalau Lo nggak percaya,Lo lihat ya,bentar lagi dia lewat sini,"ucap Didi.


Tak lama kemudian Dinara benar-benar lewat di depan Aldo dan Didi.Dan benar saja Dinara benar-benar cuek seolah Aldo dan Didi tidak ada di sana.


"Wih,dia benar-benar cuekin gue?! Menarik sekali, anaknya juga cantik.Akan ku pastikan kamu akan jadi milikku,"gumam Aldo tidak terima kalau ada cewek yang nggak tertarik padanya.


"Kelas dua belas.Ngapa,Lo tertarik sama dia?!"tanya Didi.


"Boleh juga tuh cewek,kok gue nggak pernah lihat dia ya?!Ini awal tahun ajaran baru berarti udah dua tahun tuh cewek satu sekolah sama kita,"ucap Aldo.


"Ya elo nya aja yang sibuk sama cewek yang lain.Baru hari ini Lo duduk manis sama gue tanpa ditemenin cewek.Tumben Lo,pada kemana tuh cewek Lo?!"tanya Didi.


"Nggak tau,"jawab Aldo cuek.


Semenjak saat itu Aldo berusaha mendekati Dinara,tapi Dinara tetap cuek bahkan terkesan menghindari Aldo hingga membuat Aldo semakin penasaran.


Bel pulang berbunyi.


"Hey,Din?! Pulang bareng siapa?!"sapa seorang pemuda menghampiri Dinara yang sedang berjalan di koridor sekolah.


"Ada kok,"sahut Dinara menatap sekilas pemuda yang ada disampingnya.


"Ikut gue sebentar yuk,"ucap pemuda itu.


"Mau ngapain?!"tanya Dinara terus melangkah,sama sekali tidak menoleh pada pemuda itu.


"Gue ingin bicara sama lo,"ucap pemuda itu.


Sekarang kita juga sedang bicara,"balas Dinara tanpa menghentikan langkahnya


"Anjir,gue benar-benar dicuekin,gue bikin klepek-klepek Lo sama gue,"batin Aldo.


"Eh,mau ngapain lo?! Lepaskan!!Aldo!!bentak Dinara saat tiba-tiba Aldo menarik tangannya ke tempat yang sepi.


"Din, gue udah lama suka sama elo, maukah elo jadi pacar gue?!"ucap Aldo setelah berhasil membawa Dinara ke tempat yang sepi, menyodorkan coklat kepada Dinara.


"Maaf,gue nggak bisa nerima Lo,gue nggak suka sama elo,"ucap Dinara datar.


"Apa?!Dia nolak gue?! Cewek ini benar-benar merendahkan gue,selama ini nggak ada satupun cewek yang menolak gue,"batin Aldo.

__ADS_1


"Kenapa?!Kenapa elo nggak suka sama gue?!"tanya Aldo penasaran.


"Elo bukan tipe gue,"sahut Dinara enteng.


"What?!nih cewek benar-benar menginjak-injak harga diri gue.Gue yang ganteng, keren dan atletis ini bukan tipe dia?! Nggak bisa dibiarkan!"batin Aldo menahan emosi.


"Tolonglah Din,gue mohon elo mau ya jadi pacar gue?!"'tanya Aldo memelas.


"Shitt !!nggak pernah gue memohon cinta pada cewek, tapi nggak apa-apa setelah dia jatuh cinta sama gue, bakalan gue campakkan dia,biar tahu rasa,"batin Aldo.


"Maaf,gue nggak bisa,"sahut Dinara.


"Tapi gue tetep mau elo jadi pacar gue,"ucap Aldo serius.


"Gue nggak mau,"balas Dinara.


"Ogah gue punya cowok playboy kayak elo,lagian hati gue cuma buat kak Satria,"batin Dinara.


"Sombong sekali sich lo ini?!Sok kecantikan sok jual mahal!!"bentak Aldo yang sudah merasa jengah pada Dinara.


"Sok jual mahal apa maksud Lo?!tanya Dinara yang terkejut karena Aldo tiba-tiba berkata kasar.


Seminggu ini Aldo suka memberi hadiah untuk Dinara tapi selalu ditolak.Sering mengikuti kemanapun Dinara pergi,tapi Dinara selalu menghindar.


"Lo selalu menghindar kalau gue deketin,jangan Lo kira Lo ini cewek paling cantik di sekolah ini?!"sergah Aldo.


"Siapa juga yang bilang kalau gue cantik.Gue nggak pernah ngomong sama orang lain kalau gue ini cantik,"ketus Dinara kemudian berlalu pergi.


"Jangan panggil gue Aldo kalau gue nggak bisa dapetin elo,"teriak Aldo pada Dinara tapi tidak digubris oleh Dinara.


"Sial!!Sial!!Sial!! Sombong sekali dia, berani-beraninya menolak gue,"umpat Aldo kesal.


Beberapa hari kemudian.


Dinara dan Lina sedang berada di kafe favorit mereka.


"Kok,kak Satria sudah beberapa hari ini nggak kesini ya?!"tanya Dinara pada Lina.


"Elo sich, agresif banget.Baru pertama ketemu udah bilang cinta.Mana kalau dia kesini Lo samperin mulu ke meja do'i,"sahut Lina sambil menyedot minumannya.


"Tapi dia kan nggak pernah marah sama gue, katanya gue lucu,"sahut Dinara dengan senyum yang berbinar, lalu menyedot minumannya.


."Ish, dasar bucin.Do'i kan bilang cuma nganggeb kamu adek,"sahut Lina.


"Adik ketemu gede!,"ucap Dinara tertawa renyah.


"Dasar!! Anak bau kencur, udah tambah malam nich, kita cabut,yuk!"ajak Lina.


"Kayak situ udah gede aja.Ya udah,habisin dulu minumannya biar nggak mubasir,"sahut Dinara.


"Eh Din,kok tiba-tiba perut gue mules ya?!Gue ke toilet dulu ya,"kata Lina langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Dinara.


"Huh, dasar!!"gumam Dinara,"Eh,kok gue jadi ngantuk ya?!"gumam Dinara lagi.


Dinara meminum lagi minumannya untuk mengusir kantuk yang dia rasakan,tapi bukannya membuat kantuknya hilang,tapi malah semakin parah.Hingga kesadarannya akhirnya hilang hingga kepala bertumpu di atas meja.


Seseorang tiba-tiba mengendong Dinara keluar kafe.


"Eh Mas, kenapa cewek ini"tanya pelayanan kafe.


"Oh,dia pingsan karena sedang tidak enak badan, saya akan membawanya ke rumah sakit,"ucap pemuda itu lalu segera keluar dari kafe itu.


"Eh,tapi siapa nama masnya?!"tanya pelayanan kafe itu hendak mengejar pemuda itu tapi urung karena dipanggil pelanggan yang memesan makanan yang sedang dia bawanya.


"Akhirnya gue bakalan dapetin elo cewek sombong,"batin pemuda itu tersenyum smirk mengendong Dinara keluar kafe.


"Di, cepat buka pintu mobilnya,"ucap pemuda itu pada temannya saat sudah dekat dengan mobilnya.


"Eh, kenapa tuh cewek Do,"tanya pemuda yang ternyata adalah Didi.


""Udah, cepetan buka,"balas Aldo.


"Mau kamu bawa kemana Dinara?!"tanya seorang pemuda.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2