Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 80 Di Usir


__ADS_3

Di ruang makan,Dinara mengambilkan makanan untuk Satria.


"Sudah, Sya, itu terlalu banyak,"ucap Satria menghentikan Dinara yang mengambil makanan.


"Aku ingin makan satu piring berdua dengan Kakak," sahut Dinara tersenyum lebar.


"Kamu belum makan?"tanya Satria.


"Sudah, tapi tadi aku muntah-muntah,jadi lapar lagi,"jawab Dinara sambil nyengir kuda.


"Apa kamu sering mual dan muntah?"tanya Satria sambil mengelus kepala Dinara yang tertutup hijab.


"Iya,"sahut Dinara sambil mengangguk kecil.


"Sini,kita makan bersama, biar Kakak suapi,"ucap Satria mulai menyuapi Dinara dan juga dirinya sendiri.


Marwah yang berjalan dekat ruang makan pun tak sengaja melihat kemesraan mereka.Marwah ikut merasa bahagia melihat wajah sepasang suami-isteri yang nampak bahagia itu.


Selesai makan Dinara mengajak Satria ke kamarnya.Setelah masuk ke dalam kamar, Satria pun melepaskan jas yang dikenakannya.Namun baru saja Satria melepaskan jas nya, Dinara langsung memeluk Satria.


"Aku rindu sekali pada Kakak,"ucap Dinara.


"Sya, Kakak mau mandi dulu.Badan kakak sudah terasa sangat lengket,"ucap Satria merenggangkan pelukan Dinara.


"Baiklah,"ucap Dinara melepaskan pelukannya meski tidak rela.


Beberapa menit kemudian,"Bersihkan dirimu dan gantilah pakaianmu,"ucap Satria setelah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar,mengenakan celana pendek dan baju kaos oblong.


"Iya,"sahut Dinara meletakkan handphone yang sedang dimainkan nya kemudian segera masuk ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Dinara keluar dengan mengenakan baju atasan tanpa lengan dengan tali kecil di kedua bagian bahunya dan celana pendek longgar sebatas paha.Nampak seksi saat Dinara mengenakannya.


Dinara langsung duduk di atas paha suaminya yang sedang duduk bersandar di headboard ranjang sambil mengecek email yang masuk.


"Kakak nggak kangen sama aku?"ucap Dinara memeluk Satria dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Satria.


"Nggak, Kakak nggak kangen sama kamu,"ucap Satria datar seraya meletakkan handphone nya di atas nakas.


Dinara mendongakkan kepalanya menatap wajah Satria dengan mengerucutkan bibirnya,"Beneran Kakak nggak kangen sama aku?! tanyanya terlihat sebal.


Satria mendekatkan wajahnya pada Dinara,"Nggak kangen,cuma rindu," bisik Satria ditelinga Dinara kemudian terkekeh.


"Kakak!!"pekik Dinara manja sambil mencubit perut Satria.


"Auwh.!!"Sakit Sya!!"pekik Satria berpura-pura sakit.

__ADS_1


"Bodo!!"sahut Dinara memanyunkan bibirnya lalu berniat turun dari pangkuan Satria namun dengan cepat Satria langsung memeluk pinggang Dinara. dan dengan cepat mencium bibir Dinara.


"Kakak rindu sekali padamu,"ucap Satria setelah melepaskan tautan bibir mereka kemudian membelai wajah yang sudah seminggu lebih dia rindukan.


"Aku juga sangat merindukan Kakak,"sahut Dinara kemudian mencium lembut bibir Satria yang langsung di balas Satria.


Akhirnya malam itu sepasang suami-isteri yang seminggu lebih menahan rindu itu pun melepas rindu mereka, bergumul di atas ranjang berlayar ke samudera cinta.


***


Di kediaman Wishaka.


Setelah makan malam Keynan meminta keluarganya untuk berkumpul di ruang tamu.


"Ada apa Key?Apa ada yang penting?"tanya Danu setelah semuanya duduk di ruang keluarga.


"Ini,"Keynan mengeluarkan sebuah kunci dari kantong celananya,"Ini adalah kunci sebuah apartemen.Aku sudah menyewanya selama satu tahun.Mulai besok,Santi akan tinggal di sana,"ucap Keynan memegang sebuah kunci lalu meletakkan kunci yang di pegang nya itu di atas meja.


"Apa maksud Kakak?"tanya Santi.


"Maksudku, malam ini sebaiknya kamu membereskan semua barang-barang mu, karena besok kamu harus segera pindah dari rumah ini,"jawab Keynan datar sambil meletakkan sebelah tangannya di pundak Aisyah.


Dio dan Reni yang mendengar kata-kata Keynan pun tersenyum senang.


"Mana bisa seperti itu kak,Om Danu sudah mengijinkan aku tinggal di rumah ini.Kenapa Kakak menyuruh aku pindah?!"protes Santi.


"Papa yang mengijinkan Santi untuk tinggal di sini,bukan Key,"ucap Keynan datar.


"Tapi Key,papa ingin Santi tetap tinggal di rumah ini,"ucap Danu bersikeras.


"Apa papa lupa siapa pemilik rumah ini?"tanya Keynan datar.


"Papa tidak lupa,rumah ini adalah rumah kamu.Tapi Santi itu keponakan papa Key, yang berarti sepupu kamu.Dia sudah tidak punya siapapun selain kita Key.Jadi tolong biarkan Santi tetap tinggal di sini,"mohon Danu.


"Key, tidak bisa.Key tidak mau orang yang selalu berusaha untuk menyakiti keluarga Key tinggal di rumah ini,"ucap Keynan.


"Mampus.!!!"batin Reni tersenyum sinis pada Santi.


"Apa maksud Kakak? Kakak menuduh aku menyakiti keluarga kakak?Kapan aku menyakiti keluarga kakak? Kenapa Kakak memfitnah aku seperti itu?"protes Santi tidak terima.


"Kamu, sudah menumpahkan minyak panas hingga membuat kaki Aisyah terluka, menumpahkan baby oil di tangga hingga membuat mama hampir jatuh dari tangga,menumpahkan minyak di tepi kolam renang hingga Aisyah terpeleset dan jatuh ke kolam renang.Dan jika peristiwa pelecehan terhadap Aisyah terbukti ada hubungannya dengan kamu,aku tidak segan-segan akan menjebloskan kamu ke jeruji besi,"sergah Keynan.


"Aku tidak sengaja menumpahkan itu kak.Dan Kakak jangan menuduhku yang bukan -bukan.Apa karena aku anak yatim-piatu yang tidak punya apa-apa dan siapa-siapa hingga Kakak memperlakukan aku seperti ini?!"kilah Santi.


"Aku tidak perduli lagi kamu sengaja atau tidak, kamu yatim-piatu atau bukan,yang pasti kehadiran kamu di sini sudah membuat keluargaku celaka,"kata Keynan.

__ADS_1


"Kak, tolong lah!!Aku akan berusaha lebih hati-hati agar tidak membuat celaka keluarga ini.Apa kakak tega membiarkan aku tinggal sendiri di luar sana,"ucap Santi memelas.


"Iya Key, kasihan Santi jika harus tinggal sendiri di luar sana.Lagian sampai sekarang Santi belum mempunyai pekerjaan,"bela Danu.


"Key akan mentransfer uang ke rekeningnya setiap bulan sampai dia mendapatkan pekerjaan,"ucap Keynan.


"Berapa kamu akan mentransfer uang tiap bulan untuk Santi?"tanya Danu penasaran begitu pula semua orang yang ada di ruangan itu.


"Sesuai UMR (Upah Minimum Regional)kota ini,"ucap Keynan datar.


"Apa? Itu kecil sekali Key?!"sergah Danu.


"Terus apa papa ingin Keynan memberikan uang puluhan juta untuk dia setiap bulannya?!Keynan tidak punya kewajiban untuk menyediakan tempat tinggal dan menafkahi Santi.Sudah untung Keynan mau menyewakan apartemen dan memberikan uang selama dia belum mendapatkan pekerjaan.Papa jangan meminta lebih,"ketus Dio.


"Jika papa begitu khawatir dengan Santi, kenapa tidak papa temani saja Santi tinggal di apartemen itu!!"sergah Reni yang merasa sebal karena Danu terus saja membela Santi.


"Ma,mama ini bicara apa sich?"sergah Danu tidak suka istrinya bicara seperti itu.


"Papa kenapa sich, membentak mama hanya untuk membela Santi?"ketus Dio yang tidak terima mamanya di bentak Danu.


"Sudah cukup!!Aku tidak ingin mendengar perdebatan kalian.Besok pagi,kamu harus sudah keluar dari rumah ini.Jika tidak aku yang akan menyuruh pelayan untuk melempar barang-barang kamu keluar,"ucap Keynan lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan itu bersama Aisyah.


Reni dan Dio pun ikut pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan sebal kepada Danu.


"Maaf Santi,Om tidak bisa membela kamu kali ini,"ucap Danu lalu beranjak pergi.


"Sial!!! Awas saja kamu Keynan!!! Beraninya kamu mengusir aku.Jika aku tidak bisa memiliki kamu,maka aku akan menghancurkan kamu!"!umpat Santi dalam hati.


"Aku tidak akan pergi dari rumah ini dengan tangan kosong,"ucap Santi tersenyum kemudian kembali ke kamarnya dan menghubungi seseorang.


***


Keesokan harinya.


Semua orang sudah selesai menyantap sarapan pagi mereka.


"Bagaimana?Apa kamu sudah membereskan barang-barang kamu?"tanya Keynan masih duduk di kursi meja makan.


"Sudah,"jawab Santi lalu bangkit dari duduknya dan mendekati Aisyah.


"Akkh.!!!"pekik Aisyah.


"Aisyah,"pekik semua orang yang ada di ruangan itu.


🌟"Rata-rata orang lain memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka.Kendati terkadang ada saja orang memperlakukan kita dengan buruk, walaupun kita sudah memperlakukan mereka dengan baik."🌟

__ADS_1


To be continued


__ADS_2