
Setelah menjalani operasi dan mendapatkan pengobatan pada seluruh luka yang ada di tubuhnya, Dio pun dipindahkan ke ruang rawat.
"Ma,dimana Keynan?"tanya Dio.Begitu sadar, Dio langsung ingin bertemu dengan Keynan.
"Dia sudah pulang,apa kamu ingin sesuatu?"tanya Reni.
"Tidak ma, Dio hanya ingin meminta maaf dan berterimakasih pada Keynan,"kata Dio yang masih lemah.
"Sebenarnya apa yang terjadi Dio?"tanya Reni.
"Mobil Dio tiba-tiba dihadang,lalu Dio dipaksa keluar dari mobil dan mereka langsung menyerang Dio.Untung Keynan menyelamatkan Dio, kalau tidak Dio pasti sudah mati, ma,"ucap Dio.
"Iya, Keynan dan Aisyah bukan hanya menyelamatkan nyawa mu dari orang-orang yang menyerang mu tapi juga mendonorkan darah mereka berdua untuk kamu.Mama sangat berterimakasih pada mereka,"
"Mama tidak dapat membayangkan bagaimana jika terjadi hal buruk pada kamu,kamu satu-satunya anak mama,"ujar Reni dengan air mata berlinang.
"Mama jangan sedih, sekarang Dio sudah selamat dan baik-baik saja,"ucap Dio menenangkan mamanya.
"Iya, sekarang mama baru mengerti dengan pemikiran Keynan, tidak ada gunanya mempunyai istri berwajah rupawan jika hatinya jahat,"
"Kenapa mama berkata seperti itu?"tanya Dio.
"Kamu tahu, Santi yang ditolong dan dibawa papamu ke rumah mempunyai golongan darah yang sama dengan mu,tapi dia tidak mau mendonorkan darahnya padamu,"
"Sedangkan Aisyah,saat mendengar kamu masih memerlukan donor darah, Aisyah langsung mengajukan dirinya untuk menjadi pendonor dengan meminta ijin dari Keynan.Wajah Santi memang lebih cantik dari Aisyah,tapi hati Aisyah jauh lebih cantik dari Santi,"ujar Reni.
Saat Dio masih memerlukan darah Danu langsung menghubungi Santi karena Danu tahu golongan darah Santi juga O.Tapi Santi menolak mendonorkan darahnya pada Dio.
Setelah dirayu dan dijanjikan akan dibantu agar bisa menjadi istri Keynan baru Santi mau.Tapi jika saat itu menunggu donor darah dari Santi,maka Dio tidak akan bisa diselamatkan.
Flash back on
"Halo,"sapa Danu melalui sambungan telepon.
"Halo,Om,"sahut Santi.
"Santi, golongan darah kamu O kan?"tanya Danu.
"Iya Om, memang kenapa?"tanya Santi.
"Tolong kamu datang ke rumah sakit xx,"kata Danu.
"Kenapa? Untuk apa Om?"tanya Santi.
"Dio diserang beberapa orang dan mendapatkan luka tusuk di perut.Sekarang Dio sedang ditangani dokter di UGD dan memerlukan banyak darah,"ucap Danu.
"Lalu?"tanya Santi santai.
"Kamu tolong Dio ya?Donor kan darah kamu untuk Dio,"pinta Danu.
"Apa? Mendonorkan darah?"tanya Santi mastikan.
"Iya,kamu kesini secepatnya ya?"kata Danu.
"Aku tidak mau Om,aku takut jarum suntik,"kata Santi.
"Tolong lah Santi, jika Dio tidak mendapatkan donor darah, Dio akan......"Danu tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Aku tidak mau Om, sudah aku bilang kalau aku takut jarum suntik,"kekeh Santi.
"Apa benar perempuan seperti dia takut jarum suntik?"batin Reni yang ada disebelah Danu dan masih bisa mendengar kata-kata Santi walaupun Danu tidak mengaktifkan load speaker.
"Santi, tolonglah Om benar-benar tidak tahu harus mencari donor darah kemana.Waktu Om untuk mendapatkan donor tinggal sedikit lagi,"ucap Danu putus asa.
"Om jangan memaksaku, kalau aku jatuh sakit karena trauma pada jarum suntik bagaimana?"ucap Santi tetap kekeuh dengan pendiriannya.
"Om punya sedikit saham dan tabungan,jika kamu mau mendonorkan darah mu pada Dio,Om akan memberikan semuanya untuk kamu,"bujuk Danu.
"Aku akan bersedia memberikan darahku pada Kak Dio jika Om berjanji akan menikahkan Kak Keynan dengan aku,"tawar Santi.
"Dasar wanita ular, sudah ditolong tidak mau balas budi.Aku yakin dia berambisi untuk memiliki harta Keynan.Apa dia pikir dia bisa memilikinya?"batin Reni.
"Om tidak bisa janji,tapi akan Om usahakan,"ucap Danu.
__ADS_1
"Oke,aku ke sana sekarang,"ucap Santi mematikan teleponnya.
"Kenapa papa disini?"tanya Keynan yang menghampiri Danu dan Reni yang tidak menunggu Dio yang sedang dioperasi tapi malah mojok bersama Reni.
"Eh, nggak apa-apa cuma nyari angin.Ayo kita kembali ke sana ,"jawab Danu gugup.
Flash back off
***
Satu bulan kemudian.
Di sebuah rumah sederhana terlihat seorang pria paruh baya tengah berkutat dengan alat dapur mencoba memasak bahan makanan sederhana menjadi makanan istimewa untuk putrinya.
"Pa, sudah selesai belum memasaknya?"tanya Cicilia.
"Sebentar lagi,"sahut Wira.
Ya, sekarang Cicilia hanya tinggal di sebuah rumah sederhana.Semenjak perusahaan milik papanya jatuh pailit, Cicilia tidak bisa lagi meminta uang dari papanya.
Wira sudah berusaha mencari pekerjaan tapi tak satupun perusahaan yang mau menerimanya sebagai karyawan.Image Wira yang buruk saat menjadi pengusaha, membuat banyak perusahaan menghindarinya.
Seorang pengusaha yang arogan, menyingkirkan siapa saja yang menjadi saingan atau siapa saja yang menjadi penghalang dengan seribu satu cara,itulah image Wira dimata para pengusaha.
Wira hanya bisa mengandalkan Cicilia untuk bertahan hidup.Sedangkan Cicilia selain menjadi model dia juga suka menggaet om-om untuk memenuhi gaya hidupnya.
Cicilia mencabut handphonenya dari charger, mengaktifkan handphonenya yang semalam sempat mati karena lowbat.
Dertt.....dertt.....dert.....Ting...Ting.... Ting...dertt..derttt... dertt...
Saat Cicilia mengaktifkan handphone Cicilia langsung mendengar banyak notifikasi yang masuk dan tak lama ada panggilan masuk,"Halo,"jawab Cicilia,"Apa? Yang benar?Ka...Kamu tidak bohong kan?"tanya Cicilia.
Wira nampak penasaran dengan apa yang dibicarakan Cicilia di telepon, Wira merasa Cicilia mempunyai masalah.
Cicilia langsung mematikan panggilan kemudian menggeser layar handphonenya beberapa kali, matanya melotot saat video panas dirinya dan Santo beredar luas di dunia Maya.
"Akkhhhh..!!!Sialan...!!!!Berani sekali dia melakukan ini padaku!!!"pekik Cicilia.
"Sayang,ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa kamu seperti ini?"tanya Wira yang bingung dengan sikap Cicilia.
"Sayang!!Kamu mau kemana?"tanya Wira tapi tidak dihiraukan oleh Cicilia.
"Pak,ke alamat xx,"ucap Cicilia saat berhasil menyetop sebuah taksi.
Sesampainya di alamat yang dituju Cicilia langsung turun dari taksi dan segera masuk kedalam sebuah rumah.
"Santo...Santo....Santo......"teriak Cicilia.
"Ada apa Nona,"tanya Santo yang tergopoh-gopoh keluar dari dapur.
"Kenapa kamu melakukan ini padaku!Aku sudah bilang kalau aku semalam sedang ada jadwal pemotretan dan aku kelelahan.Aku akan menuruti keinginanmu saat aku tidak punya jadwal kerja"
"Aku tidak pernah berbohong padamu,tapi kenapa kamu melakukan ini padaku? Jawab!!"bentak Cicilia pada Santo sambil memegang kerah baju Santo.
"Apa maksud Nona?"tanya Santo bingung.Santo tidak tahu apa yang membuat Cicilia begitu marah padanya.
"Jangan berlagak tak tahu apa-apa kamu?Kamu sudah menghancurkan karirku sebagai model, kamu menyebarkan video panas kita itu kan?! Jangan bertingkah seperti orang tidak berdosa kamu!!"bentak Cicilia.
"Bukan saya yang melakukannya Nona.Saya bahkan tidak tahu kalau Vidio itu beredar di dunia maya,"kilah Santo membela diri.
"Kamu pikir aku percaya padamu?Jika bukan kamu siapa lagi?!Dalam video yang tersebar itu cuma wajahku yang tidak di blur!"bentak Cicilia.
"Saya bersumpah,saya tidak melakukannya Nona,"ucap Santo meyakinkan Cicilia.
"Kalau bukan kamu lalu siapa lagi? Semalaman kamu yang mengancam ku akan menyebarkan video itu jika aku tidak menemui mu,"tanya Cicilia.
'Nona, coba Nona pikir,siapa yang bisa melakukan ini selain saya?Dan siapa yang mempunyai Vidio itu selain kita berdua?"tanya Santo.
Cicilia nampak berpikir sebentar,"Kurang ajar!!Akan ku habisi dia,berani sekali dia ingkar janji.Aku tidak mau hancur sendirian,"gumam Cicilia dengan tangan yang terkepal.
"Nona, Nona mau apa?"tanya Santo saat melihat Cicilia masuk kedalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Tok...tok...tok...
__ADS_1
"Nona,apa yang Nona lakukan didalam?Buka pintunya Nona!"seru Santo dari luar.
Dari dalam kamar Santo terdengar suara beberapa benda jatuh, dan beberapa laci yang sepertinya dibuka dan ditutup secara kasar.
"Nona,apa yang Nona cari?Buka pintunya Nona!!Saya akan mendobrak pintu ini jika Nona tidak segera membukanya!!"ancam Santo.
Cicilia mengobrak-abrik kamar Santo, setelah menemukan beberapa barang yang dia cari, Cicilia langsung keluar dari kamar Santo, tepat saat Santo sudah mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamarnya sendiri.
"Minggir!!"bentak Cicilia mendorong tubuh Santo yang ada didepan pintu.
"Nona,apa yang Nona cari di kamar saya?"tanya Santo yang melihat kamarnya sudah seperti kapal pecah.
"Aku pinjam sebentar!!"teriak Cicilia berlari keluar dari rumah Santo.
Santo tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Cicilia, apalagi saat melihat kamarnya yang sudah amburadul seperti kapal pecah gara-gara ulah Cicilia.Kepala Santo jadi pusing saat membayangkan harus membereskan kamarnya itu.
Sementara Cicilia langsung menyetop taksi dan pergi dengan seringai di wajahnya.
Saat berada dalam mobil Cicilia membuka kembali handphonenya.Dan betapa terkejutnya Cicilia saat melihat bukan hanya satu video panas dirinya yang beredar tapi ada tujuh video panas dirinya yang sudah beredar luas.
Cicilia langsung menonaktifkan handphonenya.Tangannya terkepal, amarah begitu terlihat di wajahnya.
Empat puluh lima menit kemudian Cicilia tiba di depan sebuah rumah besar.
Cicilia melempar beberapa petasan didepan pagar rumah tersebut dan saat para penjaga keluar untuk memastikan apa yang terjadi, Cicilia langsung menyelinap masuk,tanpa diketahui para penjaga tersebut.
Ting... tung....Ting....tung.....
Cicilia menekan bel beberapa kali hingga pintu yang kokoh penuh dengan ukiran itu terbuka,"Nona?!"ucap perempuan paruh baya yang membukakan pintu.
"Minggir!!"bentak Cicilia sambil mendorong wanita paruh baya itu dan langsung menerobos masuk.
"Nona,mau kemana?"tanya wanita paruh baya yang hampir terjatuh karena didorong Cicilia.
"Keynan..!!! Keynan..!!! Keluar kamu..!!"teriak Cicilia membuat semua penghuni rumah itu keluar.
"Ada apa?Kenapa kamu teriak-teriak di rumahku?!"tanya Keynan yang muncul bersama Aisyah .
"Kita sudah berjanji,jika aku tidak mengganggu hidupmu kamu tidak akan menyebarkan video panasku.Kenapa kamu ingkar janji?!"teriak Cicilia.
Keynan sudah mengetahui bahwa video panas Cicilia tersebar di dunia Maya hingga membuat geger dunia maya dan juga jagat hiburan.Tapi Keynan tidak tahu siapa yang menyebarkannya.
"Aku tidak menyebarkan video itu"ucap Keynan.
"Bohong!!"bentak Cicilia.
"Aku tidak bohong,dan untuk apa aku menyebarkan video itu?!"tanya Keynan.
"Kamu pasti masih dendam padaku karena aku telah menjebak kamu!"sergah Cicilia.
"Aku menggunakan Vidio itu hanya untuk mengancam mu agar kamu tidak menganggu ku lagi.Dan selama ini kamu tidak menganggu aku,jadi untuk apa aku menyebarkan video panas itu,"ucap Keynan dengan nada tenang.
Aisyah, Danu, Reni, Dio,Santi dan Bik Minah yang ada di sana pun hanya mendengarkan perdebatan dua orang itu.
"Selain aku dan Santo,hanya kamu yang mempunyai Vidio itu!!"bentak Cicilia.
"Tapi itu tidak membuktikan kalau aku yang menyebarkan video itu, lagipula aku hanya punya satu video panas mu, sedangkan yang beredar itu ada tujuh,"kilah Keynan.
"Aku tidak percaya,kamu yakin kamu bisa melakukan apapun untuk mendapatkan video-vidio itu.Papaku sudah bangkrut dan sekarang karirku sudah hancur!!"
"Aku tidak mau hancur sendirian,jika aku hancur maka kamu juga harus hancur!!"teriak Cicilia lalu mengeluarkan pistol yang diambilnya dari kamar Santo, mengarahkannya pada Keynan, membuat semua orang berteriak.
Ya, Cicilia mengobrak-abrik kamar Santo untuk mencari pistol yang dimiliki oleh Santo dan tidak sengaja menemukan petasan yang digunakannya untuk mengecoh para penjaga tadi.
Cicilia merasa putus asa saat Vidio panasnya beredar, sedangkan mata pencahariannya hanya sebagai model, papanya juga sudah bangkrut.Jadi saat ini Cicilia benar-benar putus asa.
"Mati kamu Keynan..!!!"
"Dor..."
"Akkkhhhh....."
🌟Setiap orang pasti pernah merasakan berada di satu titik yang membuatnya putus asa,saat itulah dukungan dari orang yang disayanginya dibutuhkan. 🌟
__ADS_1
..."Author"...
To be continued