Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 65 Rindu


__ADS_3

"Kak, bantu Ara buat ketemu kak Satria dong!!Ara kangen banget sama Kak Satria,"bujuk Dinara pada Bayu saat mereka ada di taman belakang.


"Kakak harus pakai alasan apa ,agar kamu bisa ketemu Satria?"tanya Bayu.


"Apa saja Kak, yang penting Ara bisa ketemu Kak Satria,"ujar Dinara bergelayut manja di lengan Bayu.


"Tiga hari lagi juga ketemu Ra,"kata Bayu.


"Ini kangennya sudah di ubun-ubun Kakak!!"seru Dinara dongkol.


"Haish, bocah ini! Baru juga empat hari nggak ketemu,"ucap Bayu.


"Baru Kakak bilang?! Empat hari itu lama Kak, sudah seperti empat abad rasanya,"ucap Dinara bersungut-sungut.


"Haish,lebay sekali sich,nich bocah!"seru Bayu.


"Kak, ayolah Kak,tolongin Ara,"ucap Dinara menggoyangkan lengan Kakaknya.


"Sedang apa kalian disini?"tanya Marwah yang tiba-tiba muncul.


"Eh, Bunda!!"ucap Bayu dan Dinara bersamaan.


"Jangan meminta barang mahal lagi dari kakakmu Ra.Kakakmu itu sudah punya istri dan sebentar lagi punya anak.Akan banyak kebutuhan yang harus disiapkan kakakmu,"ujar Marwah menasehati Dinara.


"Iya,ma,"jawab Dinara tidak bersemangat.


"Bay,mana menantu mama?"tanya Marwah.


"Tadi masih mandi Bun,"ucap Bayu.


"Jam berapa kalian akan ke butik untuk fitting terakhir baju resepsi kalian, Bay?"tanya Marwah.


"Sebentar lagi Bun,'jawab Bayu.


"Kak Bayu akan ke butik?Aha.!!! Ini kesempatan ku untuk bertemu Kak Satria,"batin Dinara.


"Ma,Ara ikut kak Bayu ke butik ya?"tanya Dinara.


"Wah,modus nich bocah pengen ketemu lakinya,"batin Bayu menebak akal bulus adiknya.


"Jangan bilang kamu mau minta dibelikan gaun sama kakakmu?!"selidiki Marwah.


"Enggak kok ma,iya kan Kak?"tanya Dinara pada Bayu sambil mencubit pelan lengan kakaknya yang sedari tadi tidak dilepaskannya.


"Iya,ma"jawab Bayu singkat.


"Ya mana mungkin Ara minta sama aku kartu ATM yang diberikan Satria padanya saja isinya satu miliar,belum lagi kartu kreditnya,"batin Bayu yang mengetahui berapa isi ATM yang diberikan Satria pada Dinara.


Bayu pernah iseng bertanya apakah Satria menafkahi Dinara.Dan dengan jujur Dinara memberi tahu pada Bayu isi ATM yang diberikan Satria padanya.


"Ya sudah,sana gih siap-siap dulu!"ucap Marwah.


"Terimakasih ma,"ucap Dinara mengecup pipi mamanya.


Dinara pun dengan semangat empat lima langsung berlari ke kamarnya.Bayu dan Marwah pun geleng-geleng kepala melihat tingkah Dinara.


"Dasar,sudah kayak burung mau dikeluarkan dari sangkar saja,"gumam Marwah tapi masih bisa didengar oleh Bayu.


Sesampainya didalam kamar Dinara langsung menelpon Satria,"Halo Kak,kita ketemu di butik xx bisa nggak Kak?"tanya Dinara saat telepon sudah terhubung.


"Oke,tapi Kakak harus menyelesaikan pekerjaan Kakak dulu.Mungkin empat puluh lima menit lagi kakak baru sampai di sana,"ucap Satria yang masih memeriksa beberapa berkas.


"Oke,aku tunggu ya kak?!"sahut Dinara.


"Oke,"sahut Satria dan panggilan pun di tutup.


Tak lama kemudian Dinara pun turun dari lantai dua,dimana kamarnya berada,"Kak,ayo berangkat,"ucap Dinara memandang kakak dan kakak iparnya sudah siap mau berangkat.


Dinara memakai kaos oblong,celana dan jaket jeans dengan rambut yang digerai.


"Kamu semangat sekali sich Ra? Kayak kamu aja yang jadi pengantinnya,"ujar Marwah.


Marwah merasa heran dengan sikap Dinara yang bersemangat untuk pergi.Sedangkan Kirana dan Bayu sudah menduga kalau Dinara pasti akan bertemu dengan Satria.Karena itulah Dinara terlihat amat bahagia dan bersemangat untuk ikut dengan mereka.


"Ara ini sudah seperti burung dalam sangkar,jadi kalau ada kesempatan keluar dari sangkar ya pasti Ara bahagia lah,"ujar Dinara dengan senyum lebar.


"Ya kamu nya keluyuran terus sich!! Mangkanya kamu dikurung papa,"ujar Marwah.


"Ya sudah,ayo kita berangkat!!"ajak Bayu, kemudian merangkul Kirana.


Setengah jam kemudian Bayu, Kirana dan Dinara pun sampai di butik tempat Kirana dan Bayu memesan baju untuk resepsi pernikahan mereka.


"Ayo kita masuk Ra!"ajak Kirana pada Dinara.


"Kakak ipar dan Kak Bayu duluan saja,"ucap Dinara.


"Jadi bener dugaan kakak,kalau kamu janjian ketemuan sama Satria?"tanya Bayu.


"Iya kak,"sahut Dinara tersenyum lebar.

__ADS_1


."Ya sudah,kakak duluan,"ucap Bayu.


"Eh itu kak Satria,"ucap Dinara menunjuk seorang pria yang baru tiba dengan mengendarai motor sport.


Satria memarkirkan motornya kemudian berjalan kearah Dinara, Bayu dan Kirana yang sudah ada di depan butik.Satria pun memakai kaos oblong,celana dan jaket jeans yang berwarna senada dengan Dinara, serta kain yang diikatkan di kepalanya sehingga menutupi sebagian keningnya.


Bayu dan Kirana yang baru akan melangkahkan kaki mereka untuk masuk butik itupun mengurungkan niat mereka.Mereka bertiga menunggu Satria yang baru saja memarkirkan motornya dan berjalan kearah mereka.


"Beneran itu CEO Sanjaya company, Mas?Kok penampilannya tidak seperti yang pernah aku lihat?"tanya Kirana berbisik pada Bayu.Kirana melihat penampilan Satria lebih mirip anak motor atau anak band dari pada seorang CEO.


"Dia memang berpenampilan seperti itu jika tidak sedang bekerja,"jawab Bayu.


"Oh gitu ya!!"sahut Kirana yang agak pangling dengan Satria.


Tak lama Satria pun menghampiri mereka.Begitu Satria sudah dekat dengan mereka bertiga, Dinara pun langsung menghambur memeluk Satria.


"Kakak,"pekik Dinara berlari menghampiri Satria,memeluk pria bertubuh tinggi,kekar dan tegap itu.Dinara berjinjit meraih tengkuk Satria kemudian menarik nya agar dekat dengan wajahnya dan tanpa memperdulikan sekitar langsung mencium bibir Satria beberapa kali.


"Astaga!!!"ucap Bayu dan Kirana bersamaan yang terkejut karena keagresifan Dinara.


"Sya, sudah.Malu dilihat orang,"ucap Satria menghentikan keagresifan istrinya.


"Maaf! Kelepasan, soalnya aku kangen banget sama Kakak,"ucap Dinara sambil nyengir kuda.


"Kamu lihat sendiri kan, bagaimana agresifnya bocah kecil itu,"kata Bayu pada Kirana.


"Iya,"sahut Kirana tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku adik iparnya itu.


"Apa kabar Kak?"tanya Satria saat sudah didepan Bayu.


Ya,semenjak Bayu menikahkan mereka, Satria membiasakan diri memanggil Bayu dengan sebutan kakak.Karena kenyataannya usia Satria memang lebih muda dibandingkan dengan usia Bayu.


"Baik.Oh ya kenalkan ini istriku, Kirana,"ucap Bayu memperkenalkan Satria pada Kirana.


"Satria,"ucap Satria mengulurkan tangannya pada Kirana.


"Kirana,"ucap Kirana menyambut uluran tangan dari Satria.


Satria memang mengetahui kalau Kirana adalah putri dari Rinto.Namun tidak pernah berkenalan dengan Kirana secara langsung.


"Ya sudah, ayo masuk,"ucap Bayu merangkul Kirana di ikuti Satria dan Dinara di belakangnya.


'Sya,apa kamu sudah mempunyai gaun untuk pesta nanti?"tanya Satria.


"Sudah sich.Tapi...."ucap Dinara menggantung ucapannya.


"Aku pengennya kita pakai baju dengan warna senada,"ucap Dinara.


"Ya sudah,kita lihat-lihat dulu,siapa tahu ada yang cocok,"sahut Satria.


"Beneran kak?"tanya Dinara.


'Tentu saja,"jawab Satria mengecup puncak kepala Dinara.


"Kak Bayu,kakak ipar,aku lihat-lihat baju dulu ya?!"pamit Dinara.


"Oke,"jawab Bayu sedangkan Kirana hanya tersenyum.


Dinara dan Satria pun langsung mencari baju yang mereka inginkan,yaitu baju dengan warna senada.


"Kak, setelah ini mau kemana?"tanya Dinara pada Bayu, setelah mendapatkan baju yang diinginkannya.


"Kakak mau ketemu klien,"jawab Bayu.


"Terus Kakak ipar gimana?"tanya Dinara.


"Kakakmu akan kakak antar pulang dulu ke rumah orang tuanya.Kakakmu pengen makanan yang dimasak Bunda,"ucap Bayu.


"Kalau begitu aku boleh pergi sama Kak Satria kan Kak? Nanti kalau Kakak sudah mau pulang hubungi aku,biar aku nanti bisa pulang bareng Kakak,"ujar Dinara.


"Oke, nanti kakak kabarin,"sahut Bayu yang mengerti bahwa adiknya pasti merindukan suaminya.


"Makasih kak."ucap Dinara kemudian mengecup pipi kakak dan kakak iparnya.


"Kami pergi dulu Kak,"pamit Satria.


"Hati -hati!"ucap Bayu.


"Iya,"ucap Satria dan Dinara bersamaan.


Satria memakaikan helm Dinara, setelah itu naik ke motornya diikuti Dinara dibelakangnya yang langsung memeluk Satria, melingkarkan tangannya di perut Satria.


Bayu dan Kirana pun memandang motor mereka yang semakin menjauh.


"Mesra sekali mereka,"ucap Kirana tanpa sadar.


"Apa seperti ini bisa dibilang mesra?"tanya Bayu langsung mengecup bibir Kirana.


"Iiihh, Mas!!Malu dilihat orang,"ucap Kirana dengan wajah memerah kemudian berjalan menuju mobil mereka diikuti Bayu yang terkekeh geli melihat wajah Kirana yang memerah.

__ADS_1


"Kita mau kemana Sya?"tanya Satria.


"Terserah Kakak,"sahut Dinara.


"Oke,kita ke pantai saja ya?"ucap Satria.


"Eh, jangan ke pantai Kak, kejauhan.Nanti waktu kita cuma habis diperjalanan,"sahut Dinara.


"Oke,ke danau deket sini aja ya?"ucap Satria.


"Iya,"sahut Dinara.


Tak berapa lama Satria dan Dinara pun sampai di sebuah danau buatan.Mereka mencari tempat yang sepi untuk berduaan melepaskan rindu.Satria memegang tangan Dinara, membawanya duduk di tepi danau.


Tapi bukannya duduk sendiri, Dinara malah duduk dipangkuan Satria,dan memeluknya.Satria sempat terkejut dengan aksi Dinara itu, namun langsung membalas pelukan istri kecilnya itu.


"Aku kangen banget sama kakak,"ucap Dinara pada Satria, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Satria,mengendus aroma tubuh suami yang beberapa hari terakhir ini dia rindukan.


"Kakak juga,"balas Satria, mengecup puncak kepala Dinara beberapa kali.


"Masih empat bulan lagi sampai aku lulus Kak,"ucap Dinara masih betah dalam pelukan Satria.


"Belajar yang benar biar nilai kamu bagus,"ucap Satria.


"Iya,"ucap Dinara,"Kakak kangen nggak sich sama aku?"tanya Dinara mendongakkan kepalanya.


"Tentu saja kangen,"ucap Satria mencubit hidung Dinara.


"Kakak nggak bakalan selingkuh kan selama kita LDR-an (Long Distance Relationship)?tanya Dinara menatap mata Satria dan memegang wajah tampan suaminya itu.


"Untuk apa Kakak selingkuh, kalau Kakak punya istri yang cantik, lucu dan menggemaskan seperti ini?!"ucap Satria meraih tangan Dinara yang memegang wajahnya kemudian mengecup tangan itu beberapa kali.


"Beneran nggak bohong?"tanya Dinara masih menatap mata Satria.


"Beneran,"ucap Satria mengelus wajah Dinara, menatap wajah itu penuh kerinduan.


Perlahan Satria memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Dinara.Dengan lembut diciumnya bibir Dinara, Dinara pun membalas ciuman itu, menautkan lidah mereka mencari kepuasan.


Dinara mengalungkan tangannya di leher Satria.Sedangkan Satria,tangan kirinya memeluk pinggang Dinara dan tangan kanannya memegang tengkuk Dinara, memperdalam ciuman mereka hingga akhirnya melepaskan tautan itu karena kesulitan bernafas.


"Aku mencintaimu,"ucap Satria menatap Dinara sambil mengatur nafasnya.


"Aku lebih mencintai Kakak,"ucap Dinara kemudian kembali mengulang ciuman panas mereka,dan melepaskannya saat mereka mulai susah bernafas.


Satria memeluk erat tubuh Dinara meredam hasr*tnya yang sudah mulai terpancing.


"Kita cari makan yuk!Kamu pasti lapar kan?"tanya Satria.


"Hemm,"sahut Dinara yang masih betah dalam pelukan suaminya.


"Ayo!"ucap Satria mengajak Dinara bangkit.


Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah warung makan lesehan dan menyantap makanan yang sudah tersaji.


Sesekali saling menyuapi dan tertawa kecil hingga membuat orang yang melihatnya merasa iri.Namun sayangnya,tak lama kemudian handphone Dinara berdering.


"Halo Kak,"sahut Dinara.


"Ra Kakak tunggu di jalan xx ya?"ucap Satria dalam sambungan telepon.


"Iya Kak,"sahut Dinara lesu kemudian panggilan pun diakhiri.


"Ayo, Kakak antar,"ucap Satria yang sudah tahu bahwa yang menelpon Dinara adalah Bayu yang berarti dia harus mengantar Dinara ke Bayu.


"Masih kangen,"ucap Dinara dengan suara manja memeluk tubuh Satria.


Beberapa menit kemudian Satria dan Dinara pun sampai ditempat Bayu menunggu mereka.


Satria melepaskan helm Dinara kemudian merapikan rambut Dinara yang panjangnya sepinggang.Dinara kembali memeluk Satria.


"Ayo Ra,mau pulang nggak? Kakak tinggal nich!!"ucap Bayu yang melihat Satria dan Dinara enggan berpisah.


Satria merenggangkan pelukan mereka kemudian mengecup kening, kedua pipi dan terakhir bibir Dinara sesaat.


"Pulanglah!"ucap Satria mengelus rambut Dinara kemudian menuntun Dinara ke mobil Bayu,dan membuka pintu penumpang bagian belakang lalu menutupnya setelah Dinara masuk.


"Kami pulang Sat,"pamit Bayu pada Satria.


"Iya kak,"sahut Satria.Kemudian mobil Bayu pun melaju meninggalkan tempat itu dimana Satria masih berdiri menatap mobil Bayu dan pergi setelah mobil Bayu sudah tidak terlihat lagi.


Dinara pun menatap Satria dari dalam mobil sampai tubuh Satria tak terlihat lagi olehnya.


"Sudah jangan sedih kayak gitu,tiga hari lagi juga ketemu,"ucap Bayu yang sedang mengemudi, melirik Dinara dari kaca spion tengah mobil.Sedangkan Kirana yang duduk di samping Bayu hanya tersenyum tipis saat melihat wajah adik iparnya yang mendung lagi.


🌟 Tahukah kamu kalau rindu itu curang? Rindu selalu bertambah tapi tidak mau berkurang.🌟


..."Author"...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2