
"Awhh ... kakiku benar-benar tidak bisa dipakai berjalan ini.Gendong aku!!"perintah gadis itu pada Bayu yang masih memegangi tubuh gadis itu agar tidak jatuh.
"Apa?!Gendong?!"tanya Bayu.
"Kamu tuli apa budek sich?!"tanya gadis itu.
"Issh,kamu minta tolong apa nyuruh?!"tanya Bayu
"Dua-duanya,"jawab gadis itu ngegas.
"Mau digendong kemana?!"tanya Bayu yang sudah mengangkat tubuh gadis itu ala bridal style.
"Ke rumahmu juga boleh,"ucap gadis itu sambil nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi.
"Jangan bercanda!?"seru Bayu kesal.
Dertt.... dertt......dert.....
"Bentar..... bentar itu handphone gue kan?!"ucap gadis itu lalu meraih tasnya yang masih dipegang Bayu.
"Cepetan berat nich!! Pegel tangan gue,"ucap Bayu yang malah meladeni Kirana ngomong Lo-gue.
"Ya ile,letoy banget sich Lo jadi cowok.Masa segini aja berat,"kata gadis itu kemudian mengangkat handphone nya yang sedari tadi berbunyi.Sedangkan Bayu memutar bola matanya malas.
"Halo, Pak Hadi, "ucap gadis itu menempelkan handphone nya ditelinga.Sedangkan Bayu mulai berjalan sambil mengendong gadis itu mencari tempat untuk duduk.
"Halo Nona Kirana, saya ingin memajukan pertemuan kita, setengah jam lagi kita bertemu di restoran hotel xx,"ucap seseorang di ujung telepon.
"Apa , Pak?! Setengah jam lagi?!"tanya gadis yang dipanggil Kirana.
"Iya Nona Kalau anda tidak bisa saya akan memundurkan pertemuan kita seminggu lagi,"ucap Pak Hadi.
"Ah iya,saya akan segera on the way,"jawab Kirana.
"Baik, saya tunggu,"ucap Pak Hadi kemudian memutuskan sambungan telepon.
"Ih menyebalkan sekali pria ganjen itu, seenak jidatnya saja memajukan pertemuan,"gerutu Kirana."Eh mau Lo bawa kemana gue."tanya Kirana pada Bayu.
"Ke kursi itu,"tunjuk Bayu kesebuah kursi dengan dagunya.
"Jangan..!!Jjangan .!!Antar gue ke mobil yang ada di parkiran supermarket itu saja,"ucap Kirana.
"Issh..ngapa nggak bilang dari tadi?!"mana mobilnya?!"tanya Bayu kesal.
Kirana segera menekan tombol remote mobilnya sehingga Bayu langsung tahu yang mana mobil gadis dalam gendongannya itu.
"Bawa gue ke kursi depan bagian penumpang,"ucap Kirana.
Bayu menuruti saja apa kata Kirana, setelah Kirana membuka pintu mobil, Bayu mendudukkan Kirana di kursi penumpang bagian depan.
"Ini,"ucap Kirana memberikan kunci mobil pada Bayu, membuat Bayu mengernyitkan keningnya.
"Untuk apa?!"tanya Bayu.
"Ya untuk mengantarkan gue ke restoran hotel xx lah."ucap Kirana enteng.
"Apa?! Gue ini bukan supir pribadi lo!!"seru Bayu.
"Eh ..gue bilangin ya, kalau nolong orang itu jangan nanggung-nanggung,"ucap Kirana.
"Gue juga punya urusan,bukan elo aja yang punya urusan,"kata Bayu.
Seeet... secepat kilat Kirana menarik kemeja Bayu yang membungkuk ke mobil karena bicara dengan Kirana sedangkan pintu mobil masih terbuka.
"Eh ...mau ngapain lo?!"tanya Bayu kaget dengan tindakan Kirana.
"Kalau elo nggak mau nganterin gue, gue bakalan teriak kalau elo melecehkan gue,"ancam Kirana.
"Silahkan saja!!"ucap Bayu sambil menghempaskan tangan Kirana hingga tiga kancing atas kemeja Bayu lepas.Namun sayang sebegitu tangan Kirana terlepas dari bajunya,Kirana langsung berteriak.
__ADS_1
"Tolong...emppp..."teriakan Kirana terhenti karena Bayu langsung membekap mulutnya.
"Oke...oke..,gue anterin!!menyebalkan sekali,"gerutu Bayu lalu menyambar kunci mobil di tangan Kirana.
Kirana tersenyum penuh kemenangan."Gitu dong dari tadi,"kata Kirana.
"Manis juga nich cewek kalau senyum, cantik sich.Ih apaan sich ngapain gue mikirin dia,"batin Bayu kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya.Bayu pun segera mengendarai mobil Kirana menuju restoran hotel xx.
"Ganteng juga nich cowok,walau jutek.Wih..dadanya bidang juga, tubuhnya juga atletis,"batin Kirana tanpa disadari dirinya terpesona menatap pemuda disampingnya, apalagi melihat dada bidangnya yang mengintip dari kemeja yang tiga kancing atasnya terlepas gara-gara ulahnya tadi.
"Ngapain Lo lihat-lihat gue?! Naksir,ya?!"ucap Bayu yang memergoki Kirana memandangi dirinya.
" Ha.?!Ha...ha..ha....,PD amet lo!!"tawa Kirana garing karena baru' tersadar dari lamunannya.
"Ya iyalah, banyak cewek ngantri pengen jadi pasangan gue,"ucap Bayu.
"Narsiss!!"cibir Kirana.
"Suka-suka gue, lagian emang nyatanya begitu,"jawan Bayu masa bodoh.
"Udah jangan banyak bacot,buruan,entar gue terlambat.Molor kayak karet,, nggak on time itu bukan gaya gue,"ucap Kirana.
"Iya-iya bawel,"ketus Bayu.
Dua puluh lima menit kemudian mereka pun tiba ditempat tujuan.
"Hey,udah nyampe nich,"ucap Bayu pada Kirana.
"Ya sudah cepetan,"ucap Kirana.
Bayu mengernyitkan keningnya "Cepetan apaan?!"tanya Bayu tidak mengerti.
"Ya cepetan gendong gue ke restoran itu,"ucap Kirana enteng.
"What?!Yang bener aja ?!Malu gue gendong-gendong elo ditempat rame kek gitu,"ucap Bayu menolak.
"Ya rame sich,tapi lebih rame disini."jawab Bayu
"Udah nggak usah banyak bacot, cepetan gendong gue,keburu telat ini,"perintah Kirana
"Nggak... nggak mau gue,"tegas Bayu.
"Oke.. kalau elo nggak mau gendong gue masuk restoran itu gue bakalan sobek baju gue,"kata Kirana.
"Ngapain elo sobek baju elo?!"tanya Bayu tidak mengerti dengan gadis di sampingnya ini.
"Gue bakalan sobek baju gue terus teriak-teriak kalau elo mau memperkosa gue,"kata Kirana.
"Oke...oke...gue ngalah,elo menang,"jawab Bayu takut gadis itu benar-benar nekat seperti pas di supermarket tadi.
Dengan berat hati Bayu menggendong gadis itu masuk kedalam restoran hotel tersebut yang langsung jadi pusat perhatian seluruh pengunjung restoran dan hotel itu, bahkan banyak yang senyam-senyum melihat mereka berdua.
"Ya Tuhan...mimpi apa gue semalam,sampai ketemu gadis pemaksa macam ini.Udah pegel ini tangan gendong dia, malu lagi diliatin orang banyak,"
"Gue doain suaminya nanti punya stok sabar yang banyak buat ngadepin ni cewek, kasihan gue pada cowok yang bakalan jadi suami ni cewek,"gumam Bayu dalam hati,sambil melangkah ke private room yang ditunjukkan pelayan.
tok....tok....tok....
"Masuk,"sahut suara dari dalam.
Klek.. Kirana membuka pintu kemudian Bayu berjalan masuk dengan Kirana dalam gendongannya.
Hadi nampak mengerutkan keningnya,"Apa-apaan ini kenapa dia malah main gendong -gendongan .Mana ganteng dan masih muda lagi.Bisa kalah saing aku,"batin Hadi yang nampak tidak suka gadis incarannya digendong seorang pemuda tampan.
"Saya tidak terlambat kan?!ini sudah pas jam dua belas siang,"ucap Kirana setelah Bayu mendudukkan dirinya di kursi.
"Oh tidak.Kalau begitu mari pesan makanan untuk kita berdua,"kata Hadi seolah meniadakan kehadiran Bayu.
"Maaf bukan berdua,tapi bertiga,"sahut Bayu yang merasa tersinggung dengan ucapan Hadi seolah dirinya tidak ada.Apalagi melihat cara Hadi menatap Kirana,entah kenapa dia tidak suka.
__ADS_1
"Kami disini akan membicarakan bisnis,dan anda tidak ada keperluan disini,*ucap Hadi.
"Saya yang punya keperluan sama dia Tuan,"sahut Kirana.
"Keperluan apa?!"tanya Hadi.
"Sewaktu saya kesini kaki saya terkilr dan tidak bisa berjalan,jadi dia mengendong saya kesini,"ucap Kirana.
Kaki Nona terkilr?! Kalau begitu biar saya nanti yang menggendong dan mengantar Nona pulang,"ucap Hadi antusias mencari kesempatan mendekati Kirana,membuat Bayu jengah.
"Mana bisa begitu?!"tanya Bayu.
"Memang kenapa?!Masalah buat anda jika saya menggendong dan mengantarnya pulang,"ucap Hadi.
"Tentu saja masalah,"ucap Bayu tegas.
"Apa masalahnya?!"tanya Hadi lagi.
"Masalahnya saya tidak mengizinkannya,"kata Bayu, sedang Kirana hanya menyimak dan memandang dua pria didepannya itu bergantian.
"Memangnya anda siapanya Nona Kirana?!"tanya Hadi lagi.
"Saya?! Siapanya?!"tunjuk Bayu pada dirinya sendiri kemudian menunjukkan jari telunjuknya pada Kirana."Saya calon suami Kirana,"jawab Bayu, kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Bayu.
"Ya ampuunn....kenapa gue ngaku-ngaku calon suaminya?!calon suami gadis pemaksa ini ?!Oh tidak..,gue tidak bisa membayangkan kalau jadi suaminya,bisa tamat riwayat gue kalau jadi suami gadis galak dan pemaksa macam dia,"batin Bayu
"A....apa itu benar Nona?!"tanya Hadi.
"Sebaiknya kita segera pesan makanan dan membahas urusan bisnis kita Tuan Hadi,"ucap Kirana tidak menjawab pertanyaan Pak Hadi.
Akhirnya makan siang dan pembahasan bisnis itu berjalan dengan lancar walaupun diawali dengan ketegangan,dan sikap Hadi yang tidak ramah pada Bayu.
Bayu pun kembali membawa Kirana ke mobil dengan tatapan tidak suka dari Hadi.
Sampai di mobil,"ke marikan kakimu,"pinta Bayu.
"Untuk apa?!"tanya Kirana.
"Sini biar gue lihat.'kata Bayu langsung menaikkan kaki Kirana di pahanya.
"Eh...mau apa Lo?!"tanya Kirana.
"Aduh...aduh sakit.Jangan .. sakit.....hentikan.,"pekik Kirana saat Bayu mengurut kakinya, dipukulinya lengan Bayu.
"Hentikan... sakit!!!"pekik Kirana dengan air mata mengalir, menjambakki rambut Bayu sampai acak-acakan.
"Diam!!akan gue buat tambah sakit kalau elo nggak diam,"bentak Bayu.
"Uadah ....udah ...gue nggak mau, hentikan.....sakit!!"ucap Kirana beralih memukul-mukul dada Bayu menarik kemeja Bayu hingga semua kancingnya lepas,,tapi tidak dihiraukan oleh Bayu.
"Diam,"bentak Bayu lagi.
Lepasin.... sakit.!!!"pekik Kirana menahan sakit, mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Auwch.!!! Sakit!!! pekik Kirana ketika Bayu memutar kakinya hingga terdengar suara 'Krek"dari pergelangan kaki Kirana dan Kirana menangis tersedu-sedu.
Duk...duk...duk...duk .,..duk....
Tiba-tiba mobil Kirana digedor-gedor empat orang laki-laki berpakaian security, masing-masing dua orang dari samping kiri dan dua orang dari samping kanan.Bayu pun membuka kaca mobil.
"Apa yang kalian lakukan didalam mobil?!"tanya seorang security dari samping kiri.
"Kalian berbuat messumm ya?!"
🌟"Terkadang apa yang kita lihat dan kita dengar itu belum tentu benar"🌟
..."Author"...
To be continued....
__ADS_1