
"Mas minta tolong agar kamu mau merahasiakan hubungan kita dan berpura-pura tidak mengenal Mas sebelumnya,apa kamu bersedia?!"ucap Keynan.
"Sampai kapan??'tanya Aisyah.
"Mas tidak tahu sampai kapan, tapi Mas akan berusaha agar secepatnya Mas menemukan kelemahan mereka dan dapat menguasai keadaan.Mau ya?!Please!!!"ucap Keynan memohon.
'Aisyah akan coba,"ucap Aisyah.
"Terimakasih,Ay,"balas Keynan mengecup kening istrinya dengan hangat.
"Hemm,"sahut Aisyah.
"Ay, kenapa handphone kamu tidak aktif sekitar sebulan ini?! Empat hari setelah terakhir kali Mas menghubungimu,Mas pulang karena takut terjadi sesuatu padamu.Sampai di rumah, Mas tidak menemukanmu,kamu kemana?"tanya Keynan penasaran.
"Mas pulang untuk mencari ku?"tanya Aisyah menatap suaminya.
"Hemm, kata tetangga sebelah rumah waktu itu,sudah empat hari dia tidak melihatmu.Jemuran mu juga tidak diangkat selama empat hari,"
"Bahkan Mas mencari mu sampai ditempat kerjamu dan ternyata kamu juga tidak bekerja selama beberapa hari tanpa kabar pada pemilik toserba ataupun rekan-rekanmu.Dan kenapa kamu tiba-tiba ada di kota ini?!"tanya Keynan yang penasaran.
"Aisyah diculik,Mas,"jawab Aisyah.
"Apa?! Diculik?!Siapa,.. siapa yang menculik mu??"tanya Keynan.
"Aisyah tidak tahu siapa bos mereka Mas,"ucap Aisyah.
"Lalu,apa kamu tahu kenapa mereka menculik mu?"tanya Keynan.
"Sepertinya mereka adalah jaringan Human trafficking.Mereka memisahkan kami dalam dua kelompok, kelompok satu yang wajahnya menarik dijadikan wanita penghibur dan kelompok dua yang nggak masuk standar untuk dijadikan wanita penghibur akan di jual organ dalamnya,"
"Mereka menyekap kami disebuah villa yang tidak terlalu besar tapi dikelilingi pagar yang tingginya sekitar tiga meter, yang dijaga sekitar dua puluh orang.Sebelum kami melarikan diri sudah ada lima orang dari kami yang dijual organnya,"jelas Aisyah.
"Mereka membuka cadarmu?kamu memakai gigi palsu itu, kan?"tanya Keynan.
"Hem,"sahut Aisyah.
"Apa reaksi mereka saat melihat wajahmu?"tanya Keynan penasaran.
"Mereka terkejut dan langsung menyuruh ku untuk memakai cadar ku kembali,"jawab Aisyah membuat Keynan tertawa mengingat bagaimana jeleknya wajah Aisyah saat memakai gigi palsu itu.
"Lalu bagaimana cara kalian melarikan diri?"tanya Keynan setelah tawanya reda.
"Kami membakar villa itu,lalu berpencar melarikan diri, dari malam sampai pagi Aisyah berjalan menjauh dari villa itu hingga menemukan jalan besar,"
"Terus dari pagi sampai siang Aisyah melamar pekerjaan kemana-mana agar Aisyah bisa makan, tapi tidak ada yang mau memberikan Aisyah pekerjaan.Sampai saat kecelakaan itu terjadi....,"jelas Aisyah yang wajahnya menjadi sendu.
"Saat kamu menyelamatkan papa dan akhirnya kehilangan anak kita?"tanya Keynan dengan perasaan sedih.
"Hemm,"sahut Aisyah dengan air mata yang menetes di pipinya.
"Maafkan Mas, Ay.Mas belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu hingga kamu harus mengalami semua ini,"ucap Keynan mengusap air mata Aisyah kemudian memeluknya dan mencium puncak kepala Aisyah berulang kali.
"Seharusnya Aisyah banyak istirahat saat melarikan diri, tapi karena takut tertangkap Aisyah memaksakan diri untuk menjauhi villa itu hingga membuat kandungan Aisyah jadi lemah karena kelelahan,"ucap Aisyah merasa menyesal.
"Maafkan Mas, ya?"ucap Keynan lagi.Dan hanya di balas Aisyah dengan anggukan kepala.
"Ay,baju yang kamu pakai itu....."ucap Keynan menggantung.
"Papa Mas yang membelikan,"jawab Aisyah.
"Besok Mas belikan seperti yang biasa kamu pakai,"ucap Keynan.
__ADS_1
"Terimakasih, Mas,"ucap Aisyah.
"Terimakasih nya, jangan pakai kata-kata,"ucap Keynan.
"Terus pakai apa?"tanya Aisyah.
"Pakai masakan, Mas sudah rindu dengan masakan mu,"ucap Keynan.
"Baiklah, nanti Aisyah akan masak buat ,Mas.Untuk sarapan,makan siang atau makan malam?"tanya Aisyah.
"Untuk makan malam saja.Mas nggak mau kamu kecapekan,"ujar Keynan.
***
Di dapur kediaman Wishaka.
"Mau masak apa, Bik?"tanya Aisyah pada Bik Minah.
"Eh, Non Aisyah.Nggak tau nih Non mau masak apa.Masih bingung,"jawab Bik Minah.
"Boleh saya melihat bahan masakan nya Bik?,"tanya Aisyah.
"Ah, silakan, Non,"sahut Bik Minah sopan.
"Em,...Bik,boleh saya yang memasak?"tanya Aisyah.
"Ah,tentu saja boleh Non,Tuan muda kan bilang kalau Nona bisa melakukan apapun yang Non suka,"sahut Bik Minah.
"Tapi bantuin ya,Bik!?"ucap Aisyah.
"Iya, Non,"sahut Bik Minah.
Dengan cekatan Aisyah pun mulai memasak dibantu oleh Bik Minah.Bik Minah merasa senang karena ternyata Aisyah tidak sombong bahkan sangat ramah dan menyenangkan.Dengan cepat mereka menjadi akrab.
"Masak apa sich Bik? Baunya harum sekali,"tanya Reni.
"Soto, Nyah,"jawab Bik Minah.
"Emmm.....harum sekali baunya.Masak apa sih Bik?"tanya Danu yang baru datang.
"Soto, Tuan," jawab Bik Minah.
Tak lama kemudian Dio, Cicilia dan Keynan pun masuk ke ruang makan.Keynan tersenyum tipis saat mencium aroma soto daging di meja makan.Tak lama setelah mereka semua duduk, Aisyah membawa satai kambing dari dapur.
"Wah,harum banget baunya.,"puji Dio yang perutnya jadi keroncongan gara-gara mencium aroma soto daging ditambah dengan satai kambing.
"Aisyah, makanlah bersama kami,"ucap Keynan saat Aisyah sudah meletakkan satai yang dibawanya.
"Iya Aisyah, makanlah bersama kami,"ucap Danu menimpali.
"Iya,"jawab Aisyah.
Reni dan Cicilia tampak tidak suka dengan perhatian ayah dan anak itu kepada Aisyah.Sedangkan Dio nampak cuek karena sudah kelaparan saat melihat lauk yang tersaji.Akhirnya Aisyah pun duduk di sana dan mulai makan bersama mereka.
"Bik,masih ada nggak lauknya?ini yang daging pakai kuah,"tanya Dio yang tidak tau nama masakan yang dimakannya.
"Iya, Tuan muda,"jawab Bik Minah kemudian datang dengan semangkok soto.
"Wah Bik, masakannya enak sekali.Bibik mencoba resep baru ya?"tanya Danu yang sangat menikmati makan malamnya.
"Tidak Tuan,"jawab Bik Minah.
__ADS_1
"Terus,kok dari dulu Bik Minah nggak pernah masak kayak gini?"tanya Danu lagi.
"Ini Non Aisyah yang masak Tuan,"jawab Bik Minah.
"Benarkah?Wah Aisyah, ternyata kamu pintar masak ya?!"puji Danu.
"Ah, sedikit, Pak,"ucap Aisyah merendah.
"Baguslah, setidaknya kamu ada manfaatnya di sini nggak numpang makan sama tidur doang,"celetuk Reni.
"Brakk"tiba-tiba Keynan menggebrak meja dan berdiri dari duduknya, hingga membuat semua orang yang ada di meja makan itu terkejut.
"Saya sudah bilang, jika ada yang tidak suka dengan keputusan saya yang mengijinkan Aisyah tinggal di sini, silahkan angkat kaki dari rumah ini,"ucap Keynan penuh amarah kemudian meninggalkan ruangan makan itu.Danu pun memelototi Reni.
"Kenapa sih Keynan itu,sampai segitunya membela Aisyah.Jangan-jangan Keynan menyukai Aisyah.Tidak bisa dibiarkan ini.,"batin Cicilia.
***
Di sebuah ruangan presiden direktur.
"Brakk"
"Jelaskan padaku, kenapa jadi seperti ini, Johan?!"tanya seorang pria paruh baya melempar setumpuk berkas keatas meja dengan emosi hingga ada beberapa berkas yang terjatuh.
"I.. ini karena hampir semua produk yang kita keluarkan dan biasanya laris manis di pasaran ada saingannya, Tuan.Produk saingan kita itu lebih bagus dengan harga yang hampir sama dengan produk kita.Bahkan dari segi penampilan produk pesaing lebih keren,"ucap Johan menunduk.
"Siapa pesaing kita itu,ha?! Berani sekali bersaing dengan perusahaan ku,!Akan ku hancurkan perusahaan itu,"ujarnya penuh emosi.
"Perusahaan itu jauh di atas kita Tuan,"kata Johan.
"Memangnya perusahaan mana yang menjadi pesaing kita, hah??"tanya pria paruh baya itu emosi.
"Sanjaya company, Tuan," sahut Johan.
"Sanjaya company?"
"Iya Tuan Wira, sebenarnya Sanjaya company adalah perusahaan nomor satu di negara ini, pusatnya juga ada di sini,tapi sangat terkenal diluar negeri, karena selama ini mereka selalu memasarkan produk mereka ke luar negeri dan tidak memasarkannya didalam negeri,"
"Tapi entah kenapa sekitar sebulan ini malah mengeluarkan produk di dalam negeri dengan kualitas expor dan harga miring.Hal inilah yang membuat produk kita kalah saing hingga pendapatan kita menurun,"jelas Johan panjang lebar.
"Berapa banyak produk kita yang sama dengan produk mereka?"tanya Wira.
"Hampir 7 dari 10 produk,Tuan,"ucap Johan.
"Apa?! Bagaimana bisa?!"tanya Wira terkejut.
"Saya juga tidak tahu Tuan.Tapi yang pasti mereka sepertinya sengaja menyaingi kita.Padahal selama bertahun-tahun kita tidak pernah bersinggungan dengan mereka.Saya dengar mereka sangat menghargai sesama pengusaha dari dalam negeri.Dan mereka hanya......"ucap Johan menggantung.
"Hanya apa?!"tanya Wira.
"Mereka hanya akan menghancurkan perusahaan yang mencurangi atau menyinggung mereka.Apakah ada perbuatan Tuan yang menyinggung mereka?"tanya Johan hati-hati.
"Aku merasa tidak melakukan apapun yang dapat memicu persaingan dengan perusahaan itu.Kita juga sudah beberapa kali mengajak berkerjasama dengan mereka tapi mereka selalu menolak.Dan kita juga tidak pernah bersinggungan dengan mereka.Bahkan siapa pemilik Sanjaya company ini aku juga tidak tahu."ucap Wira.
"Sampai sekarang memang tidak ada yang tahu siapa pemilik Sanjaya company, Tuan.Mereka menutup rapat-rapat informasi tentang pemiliknya.Yang menjalankan perusahaan itu adalah asistennya.Tapi bahkan informasi tentang asistennya pun tidak bisa didapatkan.Mereka ini sangat misterius, Tuan,"ucap Johan.
"Padahal aku yakin produk kita itu akan meledak, karena baru dua Minggu kita luncurkan sudah banyak peminat.Kita sudah terlanjur memproduksinya besar-besaran dan setelah siap dipasarkan malah kalah saing.Cari cara agar kita tidak mengalami kerugian terlalu besar,"ucap Wira.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi,"ucap Johan kemudian keluar dari ruangan itu.
"Siapa pemilik Sanjaya company itu,"gumam Wira.
__ADS_1
...🌟 Manjakan perut suamimu,maka dia akan semakin mencintaimu.🌟...
To be continued