Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 84 Cinta Itu Buta


__ADS_3

Di kediaman Wishaka.


"Ini semua salah papa karena membawa wanita ular itu ke rumah ini.Mama sudah peringatkan berulang kali pada papa agar tidak membela apalagi mendukung Santi.Apa papa tidak bisa menilai kalau Santi itu bukan orang baik?"gerutu Reni kesal.


"Papa hanya mau balas budi,ma?"jawab Danu.


"Ya ampun pa.!! Sudah berapa puluh kali mama katakan,papa boleh membalas budi tapi bukan seperti itu caranya!"sergah Reni semakin kesal dengan Danu.


"Terus papa harus bagaimana ma?"tanya Danu ikut kesal.


"Mama kan sudah bilang, ganti biaya kuliah papa yang diberikan papanya Santi sepuluh kali lipat atau kalau perlu seratus kali lipat asal papa jangan berurusan lagi dengan perempuan itu, apalagi mempertahankannya di rumah ini,"ujar Reni.


"Memang mama rela jika semua harta yang papa miliki habis untuk mengganti biaya kuliah papa?"


"Mama rela, ikhlas,ridho, asal mama tidak melihat perempuan itu lagi di hidup mama terutama di rumah ini,"jawab Reni.


"Sebegitu benci kah mama pada Santi sampai mama rela harta papa habis agar Santi pergi dari sini?"tanya Danu tak percaya.Istrinya yang matre rela kehabisan harta asal keponakannya pergi jauh dari mereka.


"Mama tidak membencinya, tapi mama tidak mau anak-anak kita celaka karena dia.Lagian mama sekarang sudah punya usaha sendiri walaupun kecil-kecilan.Dan setiap bulan Keynan dan Dio juga memberikan mama uang jajan,"


"Mama tidak akan pusing tentang uang walaupun papa tidak memberikan mama uang.Mama sekarang tidak lagi berminat mengoleksi barang-barang branded,"ujar Reni panjang lebar.


"Papa hanya tidak tega pada Santi ma, karena dia hanya sebatang kara,"ucap Danu.


"Ya ampun pa, tapi tidak dengan cara seperti itu juga!!Papa mempertahankan keponakan papa di sini dan mengabaikan kebahagiaan bahkan keselamatan keluarga papa sendiri,"


"Apa sich yang Santi berikan pada papa sehingga papa mati-matian membela dan mendukungnya?Apa jangan-jangan papa sudah berselingkuh dengan Santi dibelakang mama?"tuduh Reni.


"Mama kok bisa-bisanya sich menuduh papa seperti itu?"sergah Danu.


"Tentu saja mama curiga papa berbuat seperti itu.Apa wajar seorang ayah lebih memperdulikan keponakannya dari pada anaknya sendiri? Atau jangan-jangan Santi itu anak hasil selingkuh papa?"tanya Reni menyelidik sambil memicingkan matanya.


"Apaan sich ma?Mama ini semakin ngelantur saja!!"sergah Danu.


"Habis papa itu terlalu membela Santi.Gimana mama enggak curiga?!"ketus Reni.


"Ach.. sudahlah!!Papa pusing mendengar ocehan mama,"kata Danu kemudian pergi meninggalkan Reni di ruang tamu menuju ruang kerjanya.


"Dasar!! Sudah tua tapi nggak ngerti-ngerti juga.Pantesan perusahaan tidak maju tapi malah mundur saat dia yang memimpin.Nggak peka sama masalah dan nggak tegas dalam mengatasi masalah,"


"Karena sikapnya yang lembek itulah aku jadi perempuan matre yang nggak insyaf-insyaf.Coba dia jadi suami yang bener kayak Keynan, sudah jadi perempuan Solehah aku,"gerutu Reni yang tidak sengaja didengar Bik Minah.


"Nyonya Reni memang banyak berubah semenjak dekat dengan Non Aisyah.Lebih suka di rumah,memasak bersama Non Aisyah.Tidak suka keluyuran seperti dulu,"


"Sudah punya usaha sendiri walaupun kecil-kecilan.Tidak boros lagi dan sudah mulai menjalankan ibadah shalat lima waktu.Dan tidak suka marah-marah lagi pada pelayan,"batin Bik Minah merasa senang melihat perubahan majikannya.


"Assalamu'alaikum,"ucap Aisyah saat tiba di pintu utama diikuti oleh Dio di belakangnya.


"Aisyah,"pekik Reni tanpa menjawab salam, dengan wajah yang nampak bahagia langsung menghambur memeluk Aisyah.


"Kamu baik-baik saja kan? Tidak terluka kan?"tanya Reni melihat Aisyah dari bawah sampai atas kemudian memutar-mutar tubuh Aisyah.


"Aisyah baik-baik saja ma,"ucap Aisyah.


"Syukurlah,mama sangat khawatir pada kalian.Dio,kamu baik-baik saja kan?"tanya Reni beralih pada Dio melakukan hal yang sama kepada Dio seperti yang dilakukannya pada Aisyah.


"Dio baik-baik saja ma.Jangan memutar-mutar Dio ma! Pusing kepala Dio,"ucap Dio.


"Keynan?!Mana Keynan? Kenapa dia tidak bersama kalian?"tanya Reni celingukan mencari keberadaan Keynan.

__ADS_1


"Keynan ke perusahaan ma.Santi membuat ulah di sana.Ais,kamu istirahatlah dulu,"ucap Dio.


"Ach iya.Istirahalah dulu Ais!!"ucap Reni lembut.


"Iya ma,"sahut Aisyah.


"Apa ada yang bisa saya bantu Non?"tanya Bik Minah.


"Tidak Bik, terimakasih,"ucap Aisyah lalu pergi ke kamarnya.


"Gimana... gimana?Apa maksud kamu Santi membuat ulah di perusahaan?"tanya Reni sambil menarik Dio untuk duduk di ruang tamu.


"Dia mengaku sebagai pemilik baru Wishaka company dengan berkas-berkas yang di tandatangani Keynan tadi pagi ma,"jelas Dio.


"Apa?! Dasar wanita ular!!Lalu bagaimana?"tanya Reni semakin penasaran.


"Aku sudah menghubungi Keynan tadi.Katanya tidak apa-apa.Keynan sudah menanganinya. Keynan bilang, sekarang Santi sudah di bawa ke kantor polisi,"jelas Dio.


"Syukurlah!!Mama lega mendengarnya,"ucap Reni nampak lega.


"Ini Tuan minumannya,"ucap Bik Minah menyodorkan segelas jus jeruk pada Dio.


"Terimakasih Bik,"ucap Dio yang sekarang juga berubah lebih baik.


"Sama-sama Tuan.Dan ini untuk Nyonya, pasti Nyonya haus karena marah-marah terus pada Tuan Danu,"ucap Bik Minah sambil nyengir.


"Ha..ha..ha..jadi kerjaan mama hari ini memarahi papa?"tanya Dio terkekeh geli.


Dio bisa membayangkan bagaimana muka Danu kalau dimarahi mamanya.Reni tidak akan berhenti memarahi dan tidak akan membiarkan Danu pergi sampai kesalnya hilang.


"Iya Tuan, pasti telinga Tuan Danu panas karena begitu lama di marahi Nyonya,"sahut Bik Minah.


"Ya sudah,mama istirahat dulu sana! Pasti capek dari marahin papa,"ucap Dio tersenyum geli.


"Sudah.!! Tidak usah membahas papamu.!!Mama sendiri heran,kenapa bisa jatuh cinta pada pria seperti dia.Bertahan dengan papamu bikin emosi plus darah tinggi,"ujar Reni beranjak pergi.


"Lalu kenapa tidak mama tinggal pergi?"tanya Dio membuat Reni menghentikan langkahnya.


"Bertahan memang bikin emosi plus darah tinggi.Tapi kalau mama tinggal pergi,mama nggak ikhlas dia cari pengganti,"ucap Reni kemudian kembali melanjutkan langkahnya.


"Huhhh.. bilang saja kalau mama masih cinta!! Sudah tua juga masih gengsi bilang cinta,"ucap Dio.


"Whatever,"ucap Reni tanpa menghentikan langkahnya.


"Hufh... Kalau melihat mama,aku membenarkan statement yang mengatakan bahwa cinta itu buta,"ucap Dio geleng-geleng kepala.


"Dio..!!"ucap Danu yang tiba-tiba muncul,membuat Dio terkejut.


""Papa.?!?Papa bikin Dio kaget aja!"pekik Dio yang kaget.


"Apa benar Santi dibawa ke kantor polisi?"tanya Danu.


"Kata Keynan iya.Memang kenapa?Apa papa masih mau membelanya?Jika papa masih mau membelanya,papa akan menjadi musuh kami semua,"sahut Dio.


"Berapa lama kira-kira dia akan dipenjara?"tanya Danu.


"Mungkin belasan tahun Santi baru bisa keluar dari penjara,"ujar Dio.


"Papa bisa apa?"ucap Danu menghembuskan nafas berat.

__ADS_1


"Papa bisa memperbaiki diri, dengan lebih memperhatikan kami keluarga papa sendiri dan berhenti membela Santi yang jelas-jelas ingin menghancurkan kebahagiaan anak papa sendiri,"ujar Dio lalu pergi meninggalkan Danu.


"Anak malang. Maaf Om tidak bisa membantu kamu,"gumam Danu.


***


Di sebuah Rutan,dalam kamar tahanan wanita.Nampak beberapa tahanan berada di sana.Duduk dalam kamar yang sempit banyak penghuni.


"Aku mencintaimu Keynan!Kenapa kamu tidak mencintaiku?hiks...hiks..."racau Santi memeluk tubuh perempuan di sebelahnya.


"Dasar sinting,"ucap perempuan itu mengibaskan tangan Santi.


"Kamu harus hancur!! Harus hancur!!!Ha..ha..ha..."racau Santi dalam kamar itu.


"Diam!! Berisik!!"bentak seorang tahanan yang lain.


"Aisyah,kamu harus mati!!Mati kamu!!Mati kamu!!"ucap Santi yang tiba-tiba bangkit dan mencekik leher perempuan yang membentaknya tadi.


Semula yang lain tidak perduli,tapi saat perempuan yang di cekik Santi itu nampak tidak bisa lagi melawan , mereka mulai panik.


"Hey, lepaskan dia!"teriak tahanan yang lain mencoba menolong perempuan yang di cekik Santi.


"Mati kamu!!Aku tidak akan membiarkan kamu hidup!!"ucap Santi dengan mata melotot dan wajah penuh amarah,semakin kuat mencekik leher perempuan itu.


"Ekhg...ekhg..."suara perempuan itu tidak bisa lagi bicara karena Santi mencekiknya semakin kuat.


"Hey, lepaskan dia"


"Kamu bisa membunuhnya!"


"Tolong..!! Tolong..!!


Para tahanan itu berusaha memisahkan Santi dengan perempuan yang di cekik nya.


"Ada apa ini?" tanya penjaga.


"Lihatlah..!!Dia mencekik leher tahanan yang lain,"adu seorang tahanan.


"Lepaskan!!"Hardik penjaga perempuan lalu memukul leher Santi hingga Santi pingsan.


"Uhuk...uhuk...uhuk..."perempuan yang di cekik Santi pun terbatuk-batuk setelah bisa lepas dari cekikan Santi.


"Ada apa ini?"tanya penjaga yang lain karena mendengar keributan di ruangan itu.


'Perempuan ini mencekik tahanan lain,jadi terpaksa saya pukul,"jelas penjaga yang memukul Santi.


"Dia tertawa sendiri, menangis sendiri,lalu marah dan mencekik dia,"jelas seorang tahanan lalu menunjuk seorang tahanan yang di cekik Santi.


"Kita bawa dia ke klinik,"ucap penjaga yang baru datang.


Catatan:


𝗧𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗱𝗶𝘃𝗼𝗻𝗶𝘀 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗱𝗶𝗹𝗮𝗻, 𝘀𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗻𝗮𝗿𝗮𝗽𝗶𝗱𝗮𝗻𝗮 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵.𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝘂𝗻𝗶 𝗥𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝘁𝗲𝗿𝗱𝗮𝗸𝘄𝗮. 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝘂𝗻𝗶 𝗟𝗮𝗽𝗮𝘀 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗻𝗮𝗿𝗮𝗽𝗶𝗱𝗮𝗻𝗮/𝘁𝗲𝗿𝗽𝗶𝗱𝗮𝗻𝗮.


...🌟"Mungkin memang benar kalau cinta itu buta, karena walaupun sudah mengetahui kekurangan dan keburukan orang yang di cinta,tetap saja tidak bisa berhenti mencintainya, apalagi melupakannya"🌟...


..."Author "...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2