
"Aakkkh..." pekik Aisyah saat tiba-tiba Santi menumpahkan minyak panas didekat kaki Aisyah.
"Eh, sorry, aku nggak sengaja,"ucap Santi tanpa dosa.
"Non Aisyah!!"pekik Bik Minah.
"Aku ke kamar dulu Bik,"ucap Aisyah sambil meringis.
"Bik, bersihkan lantainya.Apa bibi mau aku terpeleset di sini karena bibi tidak mau membersihkan lantai?!"ucap Santi.
"Perempuan ini, lagaknya sudah seperti nyonya rumah saja!!Aku rasa dia sengaja menumpahkan minyak panas itu di kaki Non Aisyah.Mungkin ini alasannya Tuan Muda menikahi Non Aisyah.Tuan Muda tidak mencari yang cantik wajahnya tapi mencari yang cantik hatinya,"batin Bik Minah merasa tidak suka dengan Santi.
Aisyah mengganti pakaiannya yang terkena minyak dan membersihkan bagian tubuhnya yang terkena minyak.Aisyah mengoleskan salep pada kulitnya yang terkena minyak panas.
"Apa maunya perempuan itu?"batin Aisyah.
Malam harinya,semua orang sudah duduk di kursi masing-masing.Menghadap meja makan yang sudah penuh dengan nasi dan lauk pauk.Begitu pun dengan Keynan yang baru saja pulang.
"Ay,kamu masak apa ini?!"tanya Keynan.
"Ini aku yang masak Kak, di cobain ya?Enak loh!!Aisyah katanya tadi malas masak,"ucap Santi cepat sebelum Aisyah menjawab.
"Ah iya,Mas.Aisyah malas memasak, nampaknya masakan Santi enak dech.Bik Minah,mulai besok biar Santi saja yang memasak,"ucap Aisyah.
"Eh,kok jadi aku yang masak?!"protes Santi.
Bik Minah yang mendengar itu pun mengulum senyum kemudian kembali ke dapur.
"Kamu kan tidak ada kerjaan dirumah ini?! Bayangkan berapa biayanya jika kamu ngontrak dengan fasilitas kamar yang kamu tempati sekarang?! Belum biaya makan kamu sehari-hari,"ucap Aisyah kesal karena Santi sengaja mencari gara-gara dengannya.
Semua orang tampak terkejut mendengar kata-kata Aisyah.Mereka tidak mengira Aisyah yang selama ini diam akan berkata seperti itu.Sedangkan Keynan hanya tersenyum tipis.
"Om, menantu om ini tidak sopan sekali.Aku kan keponakan Om,apa salahnya jika aku tinggal bersama Om?!"adu Santi pada Danu.
"Aisyah, tolong jangan berbicara seperti itu.Samti adalah keponakan papa,dan dia itu yatim piatu.Apa salahnya jika dia tinggal disini?!"ujar Danu.
"Aisyah hanya menyukai Kak Keynan, tapi tidak mau menerima keluarganya.Lihatlah Om, Kak Keynan,tadi waktu aku mau memasak Aisyah sengaja menyiram air panas ke tangan ku hingga aku terkejut dan tidak sengaja menumpahkan minyak panas kelantai,"adu Santi pada Danu dan Keynan sambil menunjukkan tangannya yang melepuh, Namun Keynan nampak acuh.
"Aisyah,kenapa kamu melakukan ini pada Santi?!Papa tidak menyangka, setelah Keynan mengakui mu sebagai istrinya kamu akan berani seperti ini!!seru Danu dengan suara agak tinggi.
Sebenarnya Danu tidak rela, putranya yang kaya tampan dan sempurna dalam pandangannya itu harus menikah dengan Aisyah yang menurutnya buruk rupa.Terlepas dari Aisyah pernah menyelamatkan nyawanya.Danu ingin jodoh yang terbaik untuk Keynan.
"Aku rasa Aisyah tidak menyukai aku Om,"adu Santi berpura-pura sedih.
"Cukup..!! Jika kalian tidak ingin makan, tinggalkan ruang makan ini!!"bentak Keynan.
Semua orang pun terdiam lalu memulai makan malamnya.
"Sial.!!,Aku sudah menyiram tanganku dengan air panas tapi kenapa Kak Keynan tidak juga memarahi Aisyah,"dengus Santi didalam hati.
"Licik juga perempuan ini.Aku tidak percaya Aisyah melakukan apa yang di tuduhkannya.Sebaiknya aku menghindari perempuan ini, agar aku aman dari masalah.Walaupun Keynan tidak mau menganggap aku ibunya,tapi dia tidak pernah menghinaku dan selalu mencukupi kebutuhan keluargaku," batin Reni.
Selesai makan malam Aisyah langsung masuk kedalam kamar bersama Keynan.
"Maaf ya Mas,aku membuat keributan di meja makan,"ucap Aisyah.
"Itu tidak masalah.Sini,Mas ingin melihat kakimu,"ucap Keynan.
"Kaki Aisyah?!"tanya Aisyah.
"Iya,Ke marikan kakimu!!Mas ingin melihat kakimu yang terkena minyak panas,"ucap Keynan yang sudah tahu kejadian sebenarnya dari cctv yang tersambung dengan handphonenya.
Aisyah pun melepaskan kaos kakinya hingga Keynan dapat melihat kaki Aisyah yang memerah, namun tidak parah karena sudah diobati Aisyah dengan salep sehingga tidak melepuh.
"Jauhilah dia,Mas tidak ingin kamu terluka.Mas mengijinkannya tinggal disini hanya untuk menghormati papa,"ucap Keynan sambil mengoleskan salep pada kaki Aisyah.
"Iya Mas,"sahut Aisyah.
"Istirahat lah.Mas ada pekerjaan yang harus Mas selesaikan,"ucap Keynan, mengecup bibir Aisyah sekilas kemudian mulai berkutat dengan laptopnya.Sedangkan Aisyah membaca buku tentang hadits.
Di tempat lain.
Bayu baru saja menyelesaikan makan malamnya di sebuah restoran.Ketika keluar dari toilet restoran tersebut tiba-tiba seorang wanita paruh baya memegang lengannya.
"Nak, tolong ibu Nak.Putri ibu terjatuh di dalam toilet dan mengalami pendarahan,"ucap wanita itu dengan wajah cemas.
"Baiklah,mari Bu,"sahut Bayu.
__ADS_1
Wanita paruh baya itu langsung masuk kedalam toilet wanita diikuti Bayu.
"Astaga!!"ucap Bayu yang melihat seorang perempuan muda tergeletak di lantai dengan darah yang cukup banyak di bagian bawah tubuhnya.
Bayu pun segera mengendong perempuan itu diikuti oleh wanita paruh baya tadi.Namun saat akan melewati pintu keluar Bayu tak sengaja melihat Kirana yang akan memasuki restoran tersebut.
Bayu yang khawatir dengan perempuan dalam gendongannya itu pun hanya memandang Kirana sekilas.Sedangkan Kirana berhenti sejenak saat melihat Bayu dengan wajah khawatir menggendong seorang perempuan cantik.
"Apakah secepat itu dia mendapatkan pengganti ku?! Baru dua Minggu dia meninggalkan aku dan sekarang sudah mendapat yang baru?!"batin Kirana, matanya pun berkaca-kaca.
Semenjak Bayu meninggalkan dirinya, Kirana jadi banyak melamun,makan tidak teratur, bahkan sulit tidur karena terbiasa tidur dalam pelukan Bayu.
Bayu mengantar perempuan yang ditolongnya ke rumah sakit,dan mengantarnya sampai ke UGD.
"Sebaiknya ibu mengurus administrasi putri ibu,saya akan menggantikan ibu menungguinya disini sampai ibu kembali,"ucap Bayu.
"Terimakasih,Nak.Ibu urus administrasinya sebentar ya?!"pamit wanita paruh baya itu.
"Silahkan Bu,"sahut Bayu.
Beberapa saat kemudian wanita paruh baya itu pun kembali.
"Bu, saya permisi ya?! Saya masih ada keperluan lain,"ucap Bayu sopan.
"Oh iya, Nak.Terimakasih banyak,"ucap wanita itu.
"Sama-sama Bu,"ucap Bayu lalu pergi.
Dirumah Kirana.
"Bun,ini pesanan Bunda,"ucap Kirana pada Susi tanpa semangat.Sedang Rinto mengernyitkan keningnya melihat putrinya yang nampak tidak bersemangat.
"Terimakasih Ki,"ucap Susi senang saat melihat udang lobster asam manis kesukaannya.
"Kamu kenapa Ki?!"tanya Rinto.
"Tidak apa-apa,Yah,"sahut Kirana beranjak dari duduknya.
"Eh,kamu mau kemana Ki?!"tanya Susi.
"Mau ke kamar Bun,"sahut Kirana.
"Nanti saja Yah,"jawab Kirana kemudian pergi ke kamarnya.
"Bunda jadi khawatir sama Kirana Yah, semenjak Bayu pergi, Kirana nampak kesepian, tidak banyak bicara, susah makan dan sering melamun,"ujar Susi nampak sedih.
"Paling juga rindu sama Bayu, Bun.Tapi jaman sekarang kan hampir semua orang punya handphone Bun, bahkan bisa Vidio call.Beda sama kita dulu, harus kirim surat, paling cepat tiga hari baru nyampe, itupun kalau pakai pengiriman kilat khusus,"ujar Rinto.
"Iya juga ya Yah.Tapi Bunda tidak tega melihat Kirana seperti itu,"sahut Susi.
"Ya kita harus bagaimana Bun?! Tidak mungkin kan,kita menyuruh Bayu pulang dan meninggalkan pekerjaannya.
Mendengar jawaban suaminya, Susi pun hanya bisa menghela nafas berat.
Sedangkan Kirana yang sudah masuk ke dalam kamar langsung mengunci kamarnya dan menangis sejadi-jadinya.
"Bahkan dia tidak menyapaku saat berpapasan dengan aku.Dia sudah mendapatkan perempuan yang lebih muda dariku.Katanya mencintai aku, tapi dia meninggalkan aku dan mencari pengganti ku,"gumam Kirana sambil terisak hingga akhirnya tertidur karena lelah menangis.
Pagi harinya.
"Uwek... uwek..."Kirana mual dan muntah, tapi tak ada yang dimuntahkan karena tak ada makanan yang masuk kedalam perutnya sejak kemarin siang.
"Tok...tok...tok..."
"Ki... Ki..."panggil Susi pada putrinya.
"Ceklek,"pintu pun terbuka.
"Lho,kamu kenapa Ki?!Kok muka kamu pucat banget?!"tanya Susi khawatir.
"Nggak enak badan Bun,"sahut Kirana lemas.
"Ya ampun, badan kamu panas Ki.Ya sudah,ayo istirahat dulu,"kata Susi, kemudian menuntun Kirana ke tempat tidur,"Istirahat lah, Bunda akan membuatkan bubur untukmu,"ucap Bunda lalu bergegas pergi ke dapur untuk membuat bubur.
"Kirana sudah bangun Bun?! Semenjak Bayu pergi dia suka bangun kesiangan,"ujar Rinto yang melihat istrinya turun dari lantai dua.
"Kirana sakit,Yah,"sahut Bunda.
__ADS_1
"Sakit?!"tanya Rinto.
"Iya,Yah.Badan Kirana panas, mukanya pucat,"sahut Bunda sambil membuat bubur.
"Ayah akan melihatnya,"kata Rinto kemudian bergegas pergi ke kamar putrinya.
"Ki,Ayah masuk ya?!"tanya Rinto dari balik pintu.
"Iya Yah,"sahut Kirana dari dalam.
Setelah mendengar sahutan Kirana, Rinto pun masuk.
"Ya ampun Ki,badan kamu panas banget.Kita ke dokter ya?!"tanya Rinto khawatir.
"Nggak Yah.Kirana nggak mau ke dokter,"ucap Kirana lemah.
"Baiklah,Ayah akan memanggil dokternya ke rumah,"ucap Rinto.
Beberapa saat kemudian Susi sudah kembali dengan semangkok bubur,"Ayo,makan dulu Ki,"kata Susi.
"Kirana nggak selera makan Bun, mulut Kirana pahit,"ucap Kirana.
"Kalau kamu nggak mau makan, nanti nggak sembuh -sembuh Ki.Ayo makan dulu,"ucap Susi sambil menyodorkan sendok berisi bubur ke bibir Kirana,dan mau tak mau Kirana pun menerima suapan dari bundanya.
"Baru tiga sendok Kirana memakan bubur itu, tiba-tiba perutnya kembali mual.Dengan cepat Kirana berlari kekamar mandi dan memuntahkan bubur yang baru masuk ke dalam perutnya.
"Ki, pekik Susi segera mengejar Kirana ke dalam kamar mandi kemudian mengusap-usap punggung Kirana,"Sudah Ki?!"tanya Susi saat Kirana sudah tidak muntah lagi.
"Kirana lemes Bun,"ucap Kirana kemudian pingsan.
"Ki...Yah....Ayah...."teriak Susi karena panik.
Rinto yang baru mau berangkat ke kantor pun langsung berlari menuju kamar putrinya,dan terkejut saat mendapati putrinya pingsan di kamar mandi.
Karena khawatir dengan keadaan putrinya, Rinto dan Susi pun memutuskan untuk membawa Kirana ke rumah sakit.
Di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan putri kami dok?!"tanya Rinto saat dokter keluar dari ruang UGD.
"Pasien mengalami dehidrasi,asam lambungnya naik.Kapan terakhir pasien makan?!"tanya dokter.
"Kami tidak tahu dok, karena kalau kami ajak makan bersama jawabannya selalu nanti atau sudah,"jawab Susi.
Dokter itupun geleng-geleng kepala mendengar jawaban Susi.
***
Rinto sedang makan malam bersama klien.Setelah selesai, Rinto keluar dari private room dan tidak sengaja melihat Bayu keluar dari private room yang lain bersama seorang pria paruh baya.
"Bay..!"panggil Rinto.
Bayu pun menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.
"Ayah"ucap Bayu,"Mati aku,kenapa harus bertemu ayah di sini sich?!Apa alasanku nanti jika ayah mengajakku pulang?!"batin Bayu.
"Kalau begitu saya duluan Tuan Bayu,"ucap pria paruh baya yang bersama Bayu.
"Oh ya,silahkan Tuan,"sahut Bayu sopan.
"Bay, kapan kamu pulang dari luar kota?!"tanya Rinto saat sudah dekat dengan Bayu.
"Baru tadi sore,Yah,"jawab Bayu berbohong.
"Syukurlah kamu sudah kembali.Ayo kita pulang!!"ajak Rinto sambil menarik tangan Bayu.
"Tapi Yah, pekerjaan Bayu diluar kota belum selesai.Bayu kesini karena harus bertemu dengan klien tadi,"alasan Bayu.
Rinto berbalik menatap menantunya,"Bay, jika pekerjaan mu di luar kota belum selesai dan kamu memang harus kembali, paling tidak pulang dulu sebentar temui Kirana.Dia sakit, selama seminggu dia dirawat di rumah sakit dan baru pulang tadi sore,"
"Sebenarnya keadaannya belum terlalu membaik, tapi dia memaksa untuk pulang.Kirana saat ini sedang butuh kamu Bay.Kirana sedang mengandung,"ujar Rinto.
"Deg, Ki... Kirana sedang mengandung?!"
🌟Nothing Hurt more than realizing he meant everything to you but you meant nothing to him.
...(Tidak ada yang lebih menyakitkan dibanding menyadari bahwa dia sangat berarti untukmu namun kamu tidak berarti baginya.)🌟...
__ADS_1
To be continued