Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 59 Permintaan Maaf


__ADS_3

"Mati kamu Keynan..!!!"


"Dor..."


"Aisyah..!!!!"pekik Keynan Dio, Reni dan Bik Minah.


Aisyah menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi suaminya.Sedangkan Dio langsung mendekati Cicilia, diam-diam berusaha merebut pistol yang dipegang Cicilia hingga...


"Dor...pyarrr...."Cicilia yang berebut pistol dengan Dio, tidak sengaja menarik pelatuk pistol hingga pelurunya mengenai lampu gantung yang besar.


"Akkkhhhh..."teriak Santi, Reni,dan Bik minah,semua yang ada di tempat itu pun langsung mencari tempat yang aman.


"Dor...pyarrr.."kembali pistol itu mengeluarkan timah panas yang mengenai sebuah guci keramik besar yang ada di sudut ruang tamu.Entah Dio apa Cicilia yang membuat pistol itu mengeluarkan timah panas lagi.


Semua orang semakin panik.Karena Cicilia memegang pistol itu begitu erat akhirnya Dio memelintir lengan Cicilia hingga pistol yang dipegang Cicilia terlepas.Dan setelah berusaha keras akhirnya Dio dapat mengunci pergerakan Cicilia.


"Pa, cepat telepon polisi!"kata Dio dengan nada agak tinggi karena geregetan melihat Danu hanya diam.


"Bik Minah, cepat ambil tali!"perintah Dio, setelah sambil memegang Cicilia.


"Baik Tuan,"jawab Bik Minah langsung berlari mengambil tali dan segera diberikan kepada Dio.


"Lepaskan!!Akan aku bunuh kalian semua!!"teriak Cicilia berusaha melepaskan diri dari Dio.


"Ay...."teriak Keynan sambil memeluk Aisyah.


"Aku tidak apa-apa Mas,"sahut Aisyah.


"Kamu berdarah Ay,"kata Keynan yang melihat ada darah yang mengalir di lengan Aisyah.


"Key,jangan diam saja!Ayo bawa Aisyah ke rumah sakit!"pekik Reni sambil berlari keluar rumah.


"Ayo Ay,kita ke rumah sakit,"ucap Keynan langsung menggendong Aisyah.


"Mas,aku masih bisa berjalan,"ucap Aisyah, tapi Keynan tidak menghiraukannya.


Reni segera mengeluarkan mobil dari garasi dan saat sudah tiba didepan rumah Reni langsung membuka pintu mobil penumpang di bagian belakang kemudi.Setelah Keynan masuk bersama Aisyah, Reni segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Tak lama kemudian, Reni, Keynan dan Aisyah pun sudah sampai di rumah sakit dan langsung menuju UGD.


Sedangkan di kediaman Wishaka, polisi sudah datang.


"Selamat pagi," ucap seorang polisi sambil menelisik ruangan yang tampak berantakan itu.


Ada bercak darah yang berceceran di lantai,lampu gantung dan guci keramik yang pecah hingga pecahannya berserakan mengotori lantai.


"Pagi Pak,"ucap Danu, Dio, Santi dan Bik Minah.Dio masih memegangi Cicilia, yang mulutnya dilakban oleh Dio karena tidak tahan mendengar teriakkan Cicilia.


"Bisa jelaskan kronologi kejadiannya?"tanya polisi tersebut memandang ke-lima orang itu bergantian.


"Ini Pak, perempuan ini datang ke rumah kami pagi ini,dia menuduh adik saya menyebarkan video panas miliknya lalu menembak adik saya.Itu pistolnya,dan adik saya sekarang sedang ke rumah sakit,"jawab Dio dengan singkat dan tegas.


Polisi yang lain pun segera mengamankan barang bukti dan membawa Cicilia ke mobil.


"Siapa saja yang melihat kejadian ini?"tanya polisi itu.


"Saya, papa-mama saya, kedua adik saya yang salah satunya tertembak,sepupu saya dan asisten rumah tangga kami,"jawab Dio sambil menunjukkan orang yang namanya disebutnya,kecuali Reni, Keynan dan Aisyah yang tidak ada di tempat itu.


"Bisa ikut kami sebagai saksi?"tanya polisi itu lagi.


"Bisa Pak,"sahut Danu, Dio dan Bik Minah bersamaan.


"Saya nggak ikut nggak apa-apa kan, Pak? Sudah banyak juga yang ikut,"kata Santi.


"Sebaiknya Anda ikut, karena jika anda tidak ikut, nanti kami juga pasti akan memanggil anda,"jawab Pak polisi tegas.


"Baiklah,"jawab Santi malas.

__ADS_1


"Huh,malas banget.Aku do'akan si Aisyah itu mati dan aku akan menjadi Nyonya Keynan Wishaka,"batin Santi.


Di rumah sakit.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?apa pelurunya sudah bisa dikeluarkan?"tanya Keynan saat seorang dokter keluar dari UGD.


"Anda tidak perlu khawatir, istri anda baik-baik saja.Peluru yang bersarang di lengannya sudah bisa kami keluarkan, sebentar lagi istri anda akan dipindahkan ke ruang rawat,"sahut dokter.


"Terimakasih,dok,"ucap Keynan dokter perempuan itu.


"Sama-sama,"jawab sang dokter kemudian pergi.


"Alhamdulillah,"ucap Keynan.


"Syukurlah, pelurunya sudah bisa di keluarkan ,"gumam Reni.


Akhirnya Aisyah dipindahkan ke ruang rawat.Keynan dan Reni pun masuk ke dalam ruangan itu.


"Ay, bagaimana keadaanmu?!"tanya Keynan duduk di kursi sebelah banker Aisyah,mengusap kepala Aisyah yang menggunakan hijab.


"Aisyah baik-baik saja Mas,"ucap Aisyah.


"Jangan melakukannya lagi Ay,Mas tidak sanggup jika harus kehilanganmu,"ucap Keynan mengecup punggung tangan Aisyah berulang kali.


"Oh ya ampun,mesra sekali Keynan ini,"batin Reni.


"Terimakasih ya ma,mau repot-repot mengantarkan Aisyah ke rumah sakit,"ucap Aisyah yang merasa tidak enak hati karena Keynan menunjukkan kemesraan mereka di hadapan Reni.


"Ah itu tidak sebanding dengan apa yang kamu lakukan untuk Dio," ucap Reni jujur.


"Kak Dio adalah Kakak dari suami Aisyah berarti dia juga kakak Aisyah.Mama tidak perlu merasa berhutang budi pada Aisyah,"ucap Aisyah.


"Mama minta maaf karena dulu mama suka berkata-kata yang menyakiti hatimu,"ucap Reni tulus.


"Lupakan saja ma, semua orang pernah berbuat salah , yang penting sekarang mama sudah sadar bahwa perbuatan mama itu salah,"ucap Aisyah.


"Aku juga minta maaf padamu Key,aku telah berusaha membunuhmu,Kamu boleh menghukum ku bahkan melaporkan aku pada polisi pun tidak apa-apa,aku rela untuk menebus kesalahanku,"ucap Dio yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu dan bersimpuh di depan Keynan.


"Kamu tidak marah padaku Key?"tanya Dio.


"Untuk apa aku marah sama Kakak,aku malah bersyukur dan berterimakasih pada Kakak ,"ucap Keynan.


"Maksud kamu?"tanya Dio tidak mengerti.


"Jika Kakak tidak berusaha membunuhku,aku tidak akan bertemu Aisyah.Aku memaafkan Kakak, karena perbuatan Kakak itu aku bisa mendapatkan istri yang mencintaiku setulus hati,jadi aku tidak akan dendam apalagi marah pada Kakak,"ucap Keynan tersenyum mengusap pipi Aisyah yang tertutup cadar.


"Terimakasih Key, karena kamu mau memaafkan Kakak.Kakak menyesal karena telah berbuat jahat padamu,"ucap Dio tulus.


"Jika Kakak menyesal, perbaikilah hidup kakak.Bekerjalah dengan giat,selama ini kakak hanya setengah hati dalam bekerja.Jika kakak bersungguh-sungguh dalam bekerja,aku yakin jabatan kakak akan segera naik, karena aku tahu kalau kakak itu sebenarnya orang yang cerdas,"ujar Keynan.


"Iya Key,mulai sekarang kakak akan bekerja dengan giat,"ucap Dio penuh semangat.


"Satu lagi yang aku minta dari kakak, berhentilah bermain perempuan.Carilah wanita baik-baik untuk mendampingi Kakak.Apa kakak tidak takut tertular penyakit karena bergonta-ganti pasangan?"tanya Keynan.


"Iya,mama juga setuju dengan Keynan.Carilah istri Dio!"pinta Reni.


"Dan soal perempuan, kakak tahu tidak kalau kemarin kakak itu akan dibunuh pacar dari wanita yang kakak tiduri?"tanya Keynan.


"Apa?Siapa perempuan itu?"tanya Dio.


"Perempuan yang bekerja di sebuah market itu,"jawab Keynan.


"Maksud kamu pacar Sari yang ingin membunuhku?"tanya Dio.


"Iya,pacar Sari itu ketua geng.Sari ingin putus dengan pria itu tapi pria itu tidak mau dan selama ini sudah ada beberapa pria yang dianiaya nya untuk menjauhkan mereka semua dari Sari.Kakak jangan berhubungan dengannya lagi,"jelas Keynan.


"Iya Key, Kakak akan berusaha memperbaiki diri, bekerja lebih giat dan mencari perempuan baik-baik untuk mendampingi Kakak,"ucap Dio serius.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kakak mau berubah,"ucap Keynan.


"Bagaimana keadaan kamu Aisyah?"tanya Dio.


"Alhamdulillah baik Kak, pelurunya sudah berhasil dikeluarkan,"jawab Aisyah.


"Tapi jika kamu tidak mendorong Keynan, mungkin peluru itu akan mengenai jantung Keynan,"ucap Dio.


"Iya,aku juga berpikir sama dengan Kakak,"sahut Keynan.


'"Cicilia benar-benar sudah gila,"kata Dio.


"Menurut informasi yang aku dapat,dan pengalamanku selama bersama dia beberapa bulan lalu,dia itu tipe perempuan yang harus mendapatkan apapun yang diinginkannya.Dari kecil dia terlalu di manjakan oleh Wira,"


"Apalagi saat ibunya meninggal, usianya baru tiga belas tahun.Cicilia sempat depresi saat itu, hingga pada usia enam belas tahun dia terjun ke dunia modeling dan terjerumus dalam pergaulan bebas,"jelas Keynan.


"Apa kamu tahu siapa yang menyebarkan video panas Cicilia itu key?"tanya Dio penasaran.


"Aku belum tahu kak.Sebelum menikah dengan ku, Cicilia suka menyewa pria penghibur untuk memuaskan dirinya dengan bayaran tinggi.Dan setelah bercerai dengan ku,dia merayu pengusaha baik tua maupun muda untuk memuaskan dirinya sekaligus untuk mendapatkan uang,"


"Gaya hidup Cicilia selama ini begitu gelamor.Dan setelah Wira bangkrut, Cicilia hanya mempunyai uang dari hasilnya menjadi foto model.Untuk mencukupi kebutuhannya itu dia tidur dengan banyak pengusaha."Apa Kakak tahu kalau Cicilia itu hipers*k?"tanya Keynan.


"Apa?Dia hipers*k?"tanya Dio.


"Iya, dari informasi yang aku dapat, Cicilia selalu memberi obat kuat untuk partner nya di atas ranjang agar dia bisa puas.Karena menurut informasi yang aku dengar dari para pria penghibur yang pernah tidur dengannya, Cicilia tidak mau jika hanya sebentar,"ujar Keynan.


"Pantesan dia memberiku obat waktu itu.Dan caranya menggodaku di atas ranjang juga lihai sekali.Tubuhnya juga tampak sangat fit walaupun aku sudah mendapatkan pelepasan dua kali dengan durasi yang cukup lama,dia sama sekali tidak terlihat lelah,"


Malah dia masih mampu memuaskan aku dari atas,tidak seperti perempuan lain yang cepat kelelahan.Bahkan caranya bermain pun benar-benar membuat aku ketagihan,"batin Dio mengingat malam panasnya bersama Cicilia.


"Mama tidak menyangka Cicilia seperti itu,"ucap Reni membuyarkan lamunan Dio.


"Mas,kita pulang saja ya?"pinta Aisyah.


"Nggak Ay,kamu harus dirawat di sini dulu,"ucap Keynan.


"Lukanya nggak parah Mas, Aisyah tidak suka berada di rumah sakit,"ucap Aisyah.


"Nggak Ay,kita akan disini sampai dokter menyatakan kalau kamu baik-baik saja dan sudah boleh pulang,"ucap Keynan.


"Baiklah,"sahut Aisyah menurut.


"Dio,kamu mau pulang atau belum?Mama akan pulang duluan,soalnya mama ada arisan siang ini,"ucap Reni.


"Iya,aku juga mau pulang,ma,"jawab Dio,"Key, Aisyah,kami pulang dulu ya?!"pamit Dio.


"Iya Kak, terimakasih,"sahut Keynan.


"Terimakasih Kak,"sahut Aisyah, Dio hanya mengangguk dan tersenyum tipis sebagai jawabannya.


"Mama pulang ya Key,Ais,"pamit mama.


"Iya ma, terimakasih,"ucap Aisyah.


"Terimakasih,ma,"ucap Keynan.


Deg, jantung Reni seakan berhenti berdetak saat mendengar Keynan memanggil Reni dengan sebutan 'mama'.Selama ini jangankan memanggil Reni dengan sebutan mama,bahkan berbicara secara langsung dengan Reni pun Keynan tidak mau.


"A...i...iya,"jawab Reni gugup, rasanya tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Apa aku tidak salah dengar?Keynan mau memanggil mamaku dengan sebutan mama?!"batin Dio juga tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Selama ini Keynan membenci Reni karena Danu berselingkuh dengan Reni saat mamanya masih hidup.Dan juga karena Reni yang gila harta serta suka menghamburkan uang.


Tapi Keynan juga menyadari bahwa papanya juga butuh pendamping yang bisa melayaninya sebagai pria normal yang butuh kepuasan batin.


Selaim itu setelah Dio hampir mati kemarin, Reni nampak berubah sedikit demi sedikit kearah yang lebih baik.Apalagi tadi Reni tampak khawatir dan tulus menolong Aisyah,jadi hati Keynan pun melunak.

__ADS_1


🌟 Bisa memaafkan belum tentu bisa melupakan.Karena, walaupun kaca yang pecah bisa di satukan lagi,tapi tidak akan memantulkan bayangan yang sempurna lagi.Itulah hati.🌟


To be continued


__ADS_2