
"Akkh.!!!"pekik Aisyah.
"Aisyah,"pekik semua orang yang ada di ruangan itu.
Santi tiba-tiba menarik tubuh Aisyah dan menodongkan pisau di leher Aisyah.
"Lepaskan Aisyah!!"bentak Keynan.
"Jangan mencoba untuk mendekat!!!"bentak Santi semakin mendekatkan pisau yang dia pegang ke leher Aisyah, memelototi Keynan dan Dio.
Keynan dan Dio yang mau mendekati Aisyah dari Santi pun mengurungkan niatnya.Reni terlihat sangat cemas, sedangkan Danu hanya bengong seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Apa yang kamu inginkan?"tanya Keynan penuh amarah.
"Ambil map merah di atas kulkas dan tandatangani semua berkas yang sudah tertulis namamu!! Cepatt!!!"bentak Santi.
"Mass.."ucap Aisyah sambil menggeleng sedikit karena ada pisau di lehernya, mengisyaratkan agar Keynan tidak melakukan perintah Santi.
"Kamu tidak perlu khawatir Ay,"ucap Keynan yang mengerti isyarat yang di berikan Aisyah.
Keynan langsung mengambil sebuah map berwarna merah di atas kulkas yang sudah ada pena di dalamnya.Keynan segera menandatangani semua berkas yang sudah tertulis namanya di atas meja diawasi oleh Santi.
"Sudah.Lepaskan Aisyah!!"bentak Keynan.
"Apa kamu pikir aku bodoh?Jika aku melepaskan dia kalian pasti akan meringkus aku.Hei,nenek peot !!Masukkan berkas itu ke dalam tas ku!!Dan bawa kemari!!"bentak Santi menatap Reni.
Dengan wajah masam Reni melakukan apa yang di perintahkan Santi.
"Enak saja dia bilang aku nenek peot!! Walaupun aku sudah tua , tidak ada kerutan di wajahku,Aku masih terlihat segar dan cantik tanpa operasi plastik.Tidak seperti dia yang bisa cantik karena operasi plastik!!"gerutu Reni dalam hati.
Walaupun berusia lima puluh tahun, Reni masih terlihat cantik tanpa ada kerutan di wajahnya. Reni masih terlihat segar karena rajin olahraga dan perawatan kulit.
"Siapkan mobil beserta sopirnya!!Dan jangan coba-coba untuk mengikuti aku jika tidak ingin aku benar-benar melukai perempuan ini,"perintah Santi setelah mengambil tasnya.
Setelah mobil siap Santi membawa Aisyah dan masuk ke dalam mobil lalu mengikat tangan tangan Aisyah dengan tali yang sudah dia siapkan di dalam tasnya.
"Lepaskan aku Santi!!"pekik Aisyah terus meronta-ronta dan berteriak.
"Diam!!"bentak Santi.
Karena jengkel dengan ulah Aisyah yang terus memberontak, akhirnya Santi pun membius Aisyah. Sampai di gerbang rumah Keynan, Santi menyuruh sopir keluar dan tiba-tiba ada seorang pria yang masuk menjadi supir Santi.
"Turunkan aku di jalan xx, setelah itu kau bawa perempuan ini bersama teman-teman kamu keluar dari kota ini,"ucap Santi pada pria yang sedang mengemudi.
"Kami harus membawanya kemana bos?Dan harus kami apakan setelah itu?"
"Terserah kalian mau di bawa kemana,dan mau kalian apakan.Mau kalian gilir, kalian jual, atau kalian bunuh sekalipun aku tidak perduli,"ucap Santi.
"Oke bos, terima kasih.Kami akan mengajaknya bersenang-senang, dulu,"sahut anak buah Santi itu tersenyum smirk.
Keynan dan Dio berniat langsung mengikuti mobil yang membawa Santi dan Aisyah.Mereka takut Santi akan melakukan sesuatu pada Aisyah.Namun baru keluar gerbang mereka sudah di hadang beberapa mobil.
"Jika kalian tidak ingin perempuan dalam mobil itu celaka, sebaiknya kalian berhenti!! Kembali ke dalam atau aku akan menelpon bos ku untuk membunuh perempuan itu,"ucap seorang pria setelah keluar dari mobil yang menghadang mobil yang dikendarai Keynan bersama Dio.
__ADS_1
Mendengar kata-kata laki-laki itu Keynan pun terpaksa memundurkan kembali mobilnya,masuk kembali ke pelataran rumahnya tanpa turun dari mobil.
"Bagaimana ini Key?"tanya Dio nampak khawatir.
"Aku sudah menghubungi Bayu, untuk melacak keberadaan Aisyah melalui cincin Aisyah yang sudah ku tanam alat pelacak didalamnya,"ucap Keynan.
"Bayu? Bayu yang mana?"tanya Dio.
"CEO Sanjaya Bodyguard,"jawab Keynan.
"Oh iya,dia kan menantu Pak Rinto. Kamu berhubungan baik dengannya?Aku dengar dia masih muda dan sangat ahli menggunakan berbagai macam jenis senjata.Dan baru pulang dari luar negeri sekitar setahun lebih kemudian menikah dengan putri pak Rinto,"ujar Dio.
"Dia adalah sahabatku,"ucap Keynan sambil melihat handphone nya yang terhubung dengan alat pelacak yang ditanamnya di cincin Aisyah untuk mengetahui dimana keberadaan Aisyah.
Dio pun mengangguk sambil terus memperhatikan anak buah Santi yang masih ada di luar rumah mereka.
Setelah tiga puluh menit, mobil yang menghalangi gerbang keluar rumah Keynan pun pergi.
"Key, mereka sudah pergi,"ucap Dio.
"Kita akan menuju ke tempat yang di tunjukkan alat pelacak,"ucap Keynan langsung melajukan mobilnya.
"Ini sudah jauh sekali Key,dan sepertinya mereka menuju ke luar kota,"ucap Dio yang terus memperhatikan lokasi Aisyah melalui layar handphone.
Keynan pun langsung menghubungi Bayu dengan mode loud speaker.
"Halo Bay, gimana?"tanya Keynan.
"Kami sudah semakin dekat dengan target.Tapi sepertinya mobil itu dikawal oleh beberapa mobil yang lainnya,"jawab Bayu yang melihat beberapa mobil terlihat jelas sedang mengawal mobil yang di tumpangi Aisyah dan Santi.
"Jangan sampai lepas Bay!"ucap Keynan.
"Iya,kami akan berusaha sebaik mungkin.Aku juga sudah menyiapkan orang-orang kita untuk mengunci pergerakan mereka dari berbagai arah.Kita akan mengepung mereka,"jelas Bayu.
"Oke,"ucap Keynan mematikan sambungan teleponnya.
"Key, saat di pertigaan itu,apa tidak sebaiknya nanti kita mengambil jalur kiri? melihat posisi Aisyah lewat alat pelacak ini,akan lebih cepat jika kita mengambil jalur sebelah kiri,"ucap Dio yang sedang memperhatikan posisi Aisyah.
"Iya, Kak,"ucap Keynan singkat sambil terus mengemudi dengan wajah cemas.
"Key, target sudah berhenti,"ucap Bayu saat kembali menghubungi Keynan.
"Iya,aku akan berusaha secepatnya untuk sampai ke sana.Usahakalah agar kalian segera sampai di sana,"sahut Keynan.
"Oke,"sahut Bayu kemudian sambungan telepon pun di putus
***
Di sebuah bangunan kosong di pinggir kota yang jauh dari pemukiman penduduk.
"Bagaimana?Apa masih ada yang mengejar kita?"
"Kita berhasil menghalangi mereka bos,"
__ADS_1
"Kenapa banyak sekali orang yang mengejar kita?"
"Wajarlah bos, perempuan itu kan istri pemilik Wishaka company, perusahaan besar nomer dua di negeri ini,"
"Apa?Apa informasi mu itu dapat dipercaya?"
"Tentu saja bos.Memangnya bos tidak tahu siapa yang sedang kita culik ini?"
"Ach,sialll!! Perempuan itu membohongi aku.Dia bilang ini adalah istri CEO Wishaka company,"umpat pria yang di panggil bos.
"Kami curiga saat banyak orang yang mengejar kita Bos ,jadi kami mencari informasi tentang CEO Wishaka company dan istrinya Bos,dan menurut informasi,hanya istri pemilik Wishaka company yang memakai cadar di rumah itu,"
"Pantas, banyak sekali yang mengejar kita,"
"Lalu bagaimana sekarang bos?Kita apakan perempuan itu?"
"Kita bawa masuk dulu.Aku akan meminta bayaran tambahan pada perempuan bernama Santi itu.Beraninya dia menipu aku,"
"Dia sudah sadar bos,"
"Ya sudah cepetan bawa masuk!Dan kalian jaga di sini.Awasi sekitar tempat ini, jangan sampai ada yang datang ke mari,"ucap pria yang di panggil bos itu pada beberapa orang pria di luar bangunan itu.
"Tolong lepaskan, saya mohon!!"ucap Aisyah.
"Diam!"bentak pria yang menarik Aisyah keluar dari mobil.
"Ya Allah, di mana ini?"batin Aisyah.
Aisyah melihat ke sekeliling.Bangunan ini seperti berada di sebuah kebun karet.Karena Aisyah melihat pohon karet yang nampak tidak terurus di sekeliling bangunan itu.
"Jadi kita gilir kan bos?"tanya pria yang membawa Aisyah.
"Ya Allah lindungilah hamba-Mu ini Ya Allah.Jangan sampai ada pria selain suami hamba yang menyentuh hamba,"batin Aisyah.
"Kita bicarakan di dalam saja,"
'Penasaran bagaimana wajahnya yang tertutup cadar ini.Aku buka ya bos?"ucap pria itu setelah mereka di dalam kemudian mendekatkan tangannya untuk memegang cadar Aisyah.
"Tunggu.!!!Biar aku yang membukanya.Aku juga penasaran bagaimana wajah istri pemilik Wishaka company itu,"ucap pria yang di panggil Bos itu mulai mendekati Aisyah.
Aisyah yang didudukkan di sebuah kursi kayu semakin ketakutan saat pria yang di panggil bos itu mulai mendekatinya.
"Ya Allah, lindungilah hamba-Mu ini,"batin Aisyah.
Pria itu semakin mendekati Aisyah, perlahan tangannya terangkat ingin memegang cadar Aisyah.Aisyah yang tangannya di ikat di depan pun langsung menepis dengan kasar tangan pria itu dengan kedua tangannya yang terikat itu.
"Oho..kamu tidak ingin aku membuka cadarmu?Aku semakin penasaran! Bagaimana wajah di balik cadar ini!?"ucap pria itu tersenyum licik.
Pria itu kembali berusaha membuka cadar Aisyah, namun Aisyah selalu berusaha menghalanginya.
"Bos.!!"
...🌟"Ada sebagian orang yang menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuannya tanpa memperdulikan orang lain bahkan tega menyakiti orang lain."🌟...
__ADS_1
..."Author"...
To be continued