
Tak lama kemudian tuan rumah pun muncul,"Pak Tirta?Apa kabar?"tanya Rinto.
"Pak Rinto?Ini rumah Pak Rinto?"tanya Tirta.
Tap..tap...tap.... suara langkah kaki yang turun dari tangga mengalihkan perhatian mereka.
"Ayah, Bunda, perkenalkan ini papaku,"kata Bayu saat sudah berada di ruang tamu.
"Ha...ha...ha....ha..."Tirta dan Rinto yang tadinya bingung malah tertawa bersamaan saat Bayu mengenalkan mereka,membuat semua orang yang ada di ruangan itu bingung karena mereka merasa tidak ada yang lucu.
"Saya tidak menyangka kalau kita ternyata adalah besan,"ucap Rinto setelah berhenti tertawa.
"Saya juga tidak menyangka jika anak saya akhirnya menikah juga,saya pikir dia akan jadi bujang lapuk,"ucap Tirta karena selama ini tidak pernah melihat Bayu dekat dengan seorang wanita.
"Jadi kalian saling mengenal,"tanya Susi penasaran.
"Tentu saja kami saling mengenal Bun,kami bekerja pada orang yang sama,"sahut Rinto.
"Jadi papa dan pak Tirta bekerja pada Tuan Muda Keynan?"tanya Susi lagi.
"Iya, Bun.Pak Tirta ini memegang perusahaan jasa bodyguard milik tuan Muda Keynan,"ucap Rinto.
"Bay,bawa masuk hadiah yang sudah kita bawa, untuk menantu papa dan mama,"ucap Tirta.
"Baik pa,"sahut Bayu kemudian mengajak beberapa pelayan untuk membawa masuk hadiah yang di bawa kedua orang tuanya.
"Kemari sayang!"kata Marwah kepada Kirana.
Kirana pun mendekati Marwah,dan Marwah langsung memeluk Kirana.
"Terimakasih kasih sudah mau menjadi pendamping hidup Bayu.Semoga kalian selalu bahagia,"ucap Marwah tulus.
"Terimakasih emm......"ucap Kirana menggantung dan langsung di sahut oleh Marwah.
"Mama, kamu bisa memanggil saya dengan sebutan mama,sama seperti Bayu,"sahut Marwah.
"Iya,ma,"jawab Kirana masih canggung.
"Sudah berapa bulan umur cucu Oma ini,"ucap Marwah sambil mengusap perut Kirana yang masih terlihat rata itu.
"Dua bulan ,ma,"jawab Kirana.
__ADS_1
"Mama bahagia, karena akan segera mempunyai cucu.Mama tidak ingin mati sebelum bisa menimang cucu,"ucap Marwah dengan wajah yang bahagia.
"Jadi bagaimana Pak Rinto? Kapan kita akan mempublikasikan pernikahan putra-putri kita?Saya ingin mengadakan resepsi pernikahan untuk mereka,"tanya Tirta sebagai orang tua dari pihak laki-laki.
"Kami sich terserah pada kalian, tapi kalau kami boleh usul kami ingin dipublikasikan secepatnya,"jawab Rinto.
"Baiklah, bagaimana kalau dua Minggu lagi?Apa keluarga Pak Rinto setuju?"tanya Tirta.
"Oke,saya setuju,"jawab Rinto.
"Kalau begitu, Pak Rinto silahkan mencatat siapa saja yang akan Pak Rinto undang.Yang lainnya biar kami dari pihak laki-laki yang bertanggung jawab,"ucap Tirta yakin.
Setelah beberapa lama mengobrol serius tentang pernikahan,mereka pun mengobrol santai hingga tidak terasa hari semakin malam.Keluarga Tirta akhirnya berpamitan pulang kepada keluarga Rinto.
Kirana dan Bayu pun masuk kedalam kamar mereka setelah Tirta dan Marwah pulang.
"Kenapa dia membawa orang tuanya kesini?Bukankah setelah aku melahirkan dia akan menceraikan aku?Apakah karena mamanya yang nampak sangat menginginkan cucu?Iya,aku rasa dia melakukannya karena mamanya yang sudah menginginkan cucu,"
"Aku harus berusaha menjauhinya, agar saat kami berpisah hatiku tidak terlalu terluka,"batin Kirana, berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya, menggosok gigi serta mengganti pakaiannya.
Setelah selesai Kirana keluar dari kamar mandi dan Bayu yang sedang mainkan handphonenya pun segera meletakkannya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Bayu keluar dari kamar mandi, Bayu melihat Kirana yang sudah memejamkan matanya. Bayu naik keatas ranjang kemudian menatap Kirana yang tidur membelakanginya.
Beberapa menit kemudian Kirana yang biasanya tidur dalam pelukan Bayu, belum juga bisa memejamkan matanya.Begitupun Bayu yang biasa memeluk Kirana, terasa hampa saat tidak ada Kirana dalam pelukannya.
Apalagi semenjak Bayu bertengkar dengan Kirana dan pergi dari rumah waktu itu, sampai sekarang Bayu tidak berani meminta haknya sebagai seorang suami.Sehingga Bayu selalu menahan keinginannya untuk meniduri Kirana.
Bayu yang gelisah tidak bisa tidur pun ,perlahan memberanikan diri untuk memeluk Kirana dari belakang.
"Kenapa dia memelukku seperti ini?"batin Kirana merasakan jantungnya yang berdegup kencang karena Bayu memeluknya dari belakang dan menggesekkan hidungnya di leher Kirana.
"Sial, aku benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi,"batin Bayu.
Bayu yang sudah tidak bisa menahan keinginannya itu semakin nakal memberi ciuman,dan hisapan di leher Kirana, tangannya pun tidak tinggal diam, bergerilya kemana-mana meremas apa yang bisa di remas hingga membuat Kirana tidak bisa lagi mengontrol suaranya yang keluar begitu saja.
"Ahhh ... Bay..!!"ucap Kirana tanpa bisa ditahannya.
Bayu yang merasa Kirana tidak menolaknya pun semakin aktif menyusuri tubuh Kirana hingga Kirana mengeluarkan suara-suara yang membuatnya semakin terbakar, menarik tubuh Kirana hingga terlentang kemudian mengungkungnya.
Bayu melahap bibir Kirana, mengakses semua yang ada didalam mulut Kirana, menyusuri leher putih mulus itu dengan tangan yang terus aktif melepaskan helai demi helai benang yang menutupi tubuh mereka hingga semua terlepas dan tubuh mereka polos tanpa ada sehelai benang pun yang menempel.
__ADS_1
Karena sudah benar-benar terbakar gair*h , Bayu pun memulai penyatuan mereka, menghentakkan pinggulnya menikmati rasa yang benar-benar sudah lama diinginkannya.
Kirana pun semakin terhanyut dalam permainan Bayu, mengeluarkan suara yang membuat Bayu semakin mempercepat gerakan pinggulnya hingga mereka mencapai puncak kenikmatan itu bersamaan.
"Makasih Ki,"ucap Bayu dengan nafas yang belum teratur, kemudian mengecup kening Kirana dengan hangat.
Bayu menjatuhkan tubuhnya disamping Kirana kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.Merengkuh Kirana dalam pelukannya.
Kirana pun membalas pelukan Bayu, menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya seperti biasanya.Berharap bisa seperti itu selamanya.
"Ki, bisakah kita seperti ini selamanya?Aku mencintaimu Ki,demi anak yang ada dalam rahimmu, belajarlah untuk menerima dan mencintaiku Ki,"ucap Bayu semakin mengeratkan pelukannya.
Kirana meneteskan air matanya saat mendengar ucapan cinta lagi dari Bayu, hatinya benar-benar bahagia sekaligus menyesal karena dulu pernah menyangkal bahwa dia mencintai Bayu hingga membuat Bayu pergi karena sakit hati dengan ucapannya.
Bayu melepaskan pelukannya saat merasakan dadanya basah.Diangkatnya dagu Kirana dengan jari telunjuk dan jempolnya hingga Bayu bisa melihat wajah Kirana yang sudah basah karena air mata.
"Kenapa? Apakah permintaan ku berlebihan?"tanya Bayu.
Kirana menggelengkan kepalanya,"Maaf,"ucapnya kemudian kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya sambil terisak.
Bayu tidak mengerti dengan maksud Kirana yang menggeleng tapi meminta maaf.
"Apakah kamu tidak ingin lagi bersamaku setelah anak ini lahir? tanya Bayu dengan jantung berdebar yang dapat dirasakan oleh Kirana karena wajahnya yang menempel di dada bidang suaminya itu.
Kirana perlahan menengadahkan wajahnya,memberanikan diri menatap mata Bayu,"Bu.. bukan seperti itu.Aku..aku ingin kita tetap bersama selamanya.Aku...aku mencintaimu,"ucap Kirana langsung menyembunyikan wajahnya di dada Bayu lagi.
Kirana tidak mau Bayu pergi lagi darinya hanya karena dia tidak mau mengakui perasaannya.Karena itu Kirana berusaha menyatakan perasaannya.
Deg
Bayu seolah tidak percaya dengan apa yang sudah didengarnya dari mulut Kirana.Direnggangkannya pelukan mereka kemudian Bayu memegang kedua bahu Kirana.
"Apa kamu benar-benar mencintaiku?"tanya Bayu menatap wajah Kirana yang menunduk.
Perlahan Kirana mendongakkan wajahnya,"Maaf... Maafkan aku karena gengsi untuk mengatakan bahwa aku...aku mencintaimu,"ucap Kirana kemudian menundukkan kepalanya.
Mendengar itu Bayu langsung kembali memeluk Kirana,"Terimakasih,kita akan memulai semuanya dari awal lagi.Dan kita akan merawat dan membesarkan anak-anak kita bersama-sama,"ucap Bayu dengan hati yang bahagia.
"Iya,"sahut Kirana yang masih betah menyembunyikan wajahnya di dada Bayu.
🌟 Terkadang sangat sulit untuk mengakui perasaan saat ego dan gengsi menguasai diri, hingga tanpa disadari suatu saat akan melukai hati.🌟
__ADS_1
..."Author"...
To be continued