Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 75 Hijrah


__ADS_3

Di sebuh restoran sederhana.


"Gimana Bay," tanya Keynan pada Bayu.


"Santi memang sangat licin,dua orang pria yang kamu hajar itu sudah kami buat bicara dengan bekerja sama dengan polisi. Mereka mengaku jika memang Santi yang membayar mereka.Tapi kita tidak punya bukti untuk menangkapnya,"


"Satu-satunya bukti yang dimiliki dua orang pria itu adalah uang yang di transfer oleh Santi.Tapi setelah di cek,nama orang yang mentransfer uang itu bukan nama Santi,"


"Bahkan orang yang memiliki nomor rekening itu tidak dapat kami temukan.Sepertinya dia memakai nomor rekening orang lain agar kejahatannya tidak bisa dilacak,"jelas Bayu.


"Perempuan ini benar-benar berbahaya,"ucap Keynan.


"Lalu apa rencana kamu?"tanya Bayu.


"Tidak ada, selain berhati-hati,"ucap Keynan.


'Oh ya,soal orang yang mengaku-ngaku sebagai pemilik Sanjaya company itu,aku sudah menangkap tiga orang.Tapi aku rasa akan ada lagi yang akan mengaku sebagai kamu,jika kamu tidak mempublikasikan dirimu pada publik,"ucap Bayu.


"Aku tidak suka menjadi sorotan publik,aku lebih suka berada dibelakang layar,"ucap Keynan.


"Apa kamu tidak kasihan pada orang-orang yang tertipu karena ada orang lain yang menggunakan namamu?"kata Bayu.


"Itu kecerobohan mereka, yang mudah percaya pada orang lain tanpa menelusurinya lebih lanjut.Tangkap saja orang-orang yang berani menyamar sebagai diriku.Polisi pasti akan membantu mu, karena kalian juga sering membantu polisi,"ucap Keynan.


"Iya,kita sering membantu polisi mengungkap para kriminal terutama pengedar narkotika dan penyelundup senjata api.Jadi hubungan kita dengan polisi sangat baik,"ujar Bayu.


"Kamu bisa pergi jika ada urusan lain,"ucap Keynan yang mengerti dengan kesibukan Bayu.


"Oke, jika kamu perlu bantuan,kamu hubungi saja aku.Aku cabut,"ucap Bayu yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Keynan.


***


Di kediaman Wishaka.


Aisyah nampak berdiri di antara kolam renang dan kolam ikan yang bersebelahan, memberi makan pada ikan yang nampak gemuk-gemuk.


"Aisyah bisa berenang apa tidak ya? Ah masa bodoh dia bisa berenang atau tidak.Kalau dia jatuh ke kolam kan bisa jadi tontonan, syukur-syukur kalau nggak bisa renang,biar mati sekalian,"batin Santi mulai mendekati Aisyah.


Keynan yang sedang berada di ruang kerja langsung menghentikan kegiatannya dan langsung menyusul Aisyah ke kolam bagian belakang rumah saat melihat dalam kamera cctv, Santi mendekati Aisyah.


"Kamu sedang apa Aisyah?"tanya Santi mengejutkan Aisyah.


"Sedang memberi makan ikan,"sahut Aisyah melihat sekilas pada Santi.


"Ohh,"ucap Santi kemudian melanjutkan langkahnya melewati Aisyah menuju ke arah taman.


Aisyah yang sudah selesai memberi makan pada ikan pun,berniat pergi dari tempat itu.Namun baru tiga langkah Aisyah berjalan, tiba-tiba Aisyah terpeleset.


"Akkhh..!!!Byurrr..."Aisyah jatuh ke dalam kolam renang.


Keynan yang sudah tidak jauh dari Aisyah, melihat Aisyah jatuh ke kolam renang pun secepat kilat langsung berlari ke arah kolam renang.


Aisyah yang tidak bisa berenang pun berusaha untuk keluar dari kolam renang itu.Tapi semakin lama Aisyah semakin tenggelam.


"Ternyata dia tidak bisa berenang.Semoga saja dia cepat mati.Tidak sia-sia aku menumpahkan minyak tadi,"batin Santi yang sedang bersembunyi di balik rimbunnya bunga.Santi merasa bahagia sudah berhasil membuat Aisyah jatuh ke kolam renang karena terpeleset minyak yang sengaja dia tumpahkan.


"Ay.."Byurrr..."pekik Keynan langsung masuk ke dalam kolam renang dan menolong Aisyah.


"Sial..!! Kenapa sich Keynan selalu tahu kalau Aisyah dalam bahaya?!"batin Santi.


"Ay..!!"panggil Keynan saat sudah berhasil mengangkat tubuh Aisyah ke pinggir kolam renang.


"Uhuk... uhuk...uhuk..."Aisyah terbatuk-batuk karena air sempat masuk ke hidungnya.


"Terimakasih Mas, Aisyah tidak apa-apa,"kata Aisyah yang melihat kekhawatiran di wajah Keynan.


"Ayo kita masuk,"ucap Keynan langsung menggendong Aisyah menuju kamar mereka.


"Kenapa kamu tadi bisa terjatuh ke kolam?"tanya Keynan, setelah Aisyah selesai membersihkan diri.

__ADS_1


"Aisyah terpeleset, Mas.Aiysah merasa lantainya licin,"ujar Aisyah.


"Besok kamu akan ikut dengan Mas keluar negeri.Mulai sekarang Mas tidak akan meninggalkan kamu lagi.Mas akan membawamu kemanapun Mas pergi,"ucap Keynan memegang wajah Aisyah kemudian mengecup bibir Aisyah untuk sesaat.


"Apa nanti di sana Aisyah tidak akan menggangu pekerjaan Mas?"tanya Aisyah.


Keynan bangkit dari duduknya kemudian memeluk Aisyah dari belakang dan berbisik di telinga Aisyah.


"Jika kamu tidak ikut,Mas akan kepikiran karena mengkhawatirkan kamu.Tapi jika kamu ikut Mas akan tenang, Mas tidak akan kedinginan karena akan ada kamu yang menghangatkan Mas,"ucap Keynan mengecup pipi Aisyah, membuat Aisyah tersipu.


"Gombal,"ucap Aisyah memalingkan wajahnya ke arah kiri, karena Keynan menatapnya dari sebelah kanan.


"Gombal pada istri sendiri nggak apa-apa kan?Syah-syah saja.Lagian kamu suka kan?"cibir Keynan.


"Mas..!!"hardik Aisyah mencubit paha Keynan.


"Auwh... sakit Ayang,"pekik Keynan berpura-pura mengusap pahanya yang sebenarnya tidak sakit.


Keynan sangat suka menggoda istrinya, karena walaupun sudah setahun lebih mereka menikah, Aisyah masih nampak malu jika Keynan menggodanya.


"Mas akan menghubungi Bayu,"ucap Keynan kemudian meraih handphonenya dan menghubungi Bayu.


"Bay,aku akan pergi ke luar negeri untuk beberapa hari.Tolong kamu selidiki tentang Santi sedetail-detailnya.Cari bukti tentang semua kejahatannya.Pastikan tidak akan ada aliran dana yang akan masuk ke rekeningnya,agar dia tidak bisa lagi melakukan kejahatan,"kata Keynan saat telepon sudah terhubung dengan Bayu.


"Baik,aku akan menyelidiki lebih detail tentang Santi,"jawab Bayu dan keynan pun langsung memutuskan sambungan telepon.


***


Di sebuah kamar nampak suami-isteri yang sedang berpelukan dengan keringat yang membasahi tubuh mereka yang polos tanpa sehelai benang, hanya selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.Menandakan mereka baru saja mendaki puncak kenikmatan surga dunia.


"Sya..."panggil Satria sambil membelai rambut Dinara.


"Emm..."sahut Dinara yang sedang asik meraba dada dan perut Satria dan sesekali menggosok-gosokkan hidungnya di dada Satria dengan gemas.Kegiatan yang selalu dilakukan Dinara jika sedang berbaring dengan Satria.


"Besok Kakak akan pergi ke luar negeri,"ucap Satria menghela nafas berat.


"Keluar negeri lagi?"tanya Dinara menghentikan kegiatan tangannya, mendongak menatap wajah suaminya.


"Iya ,aku tahu,"jawab Dinara lesu.


"Tapi sepertinya kali ini agak lama karena ada beberapa perusahaan yang ingin bertemu langsung dengan kami untuk menjalin kerjasama,"ucap Satria.


"Berapa lama?"tanya Dinara.


"Mungkin selama sepuluh hari dan paling lama dua Minggu,"jawab Satria.


"Lama sekali.Aku akan sangat merindukan Kakak,"ucap Dinara memeluk tubuh Satria dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Bagaimana dengan janjimu untuk menutup aurat?"tanya Satria.


"Karena Kakak sudah membawakan baju muslim yang begitu banyak untukku.Mulai besok aku akan menutup aurat ku,"ucap Dinara masih memeluk Satria.


""Benarkah?"tanya Satria merenggangkan pelukannya agar bisa melihat wajah Dinara.


"Iya.Aku tidak punya alasan lagi untuk tidak menutup aurat ku.Bahkan Kakak sudah membelikan baju seragam sekolah dengan baju dan rok panjang beserta hijabnya.Berapa stelan baju yang Kakak belikan untuk ku setiap hari,hingga tiba-tiba lemari bajuku penuh dengan baju muslim?"tanya Dinara.


"Setiap hari Kakak membelikan kamu baju muslim dari butik yang berbeda-beda.Dan Kakak akan membelinya jika Kakak suka,"ucap Satria.


Sejak Dinara mengatakan bersedia menutup aurat, setiap hari Satria selalu membawakan baju muslim untuk Dinara.Bukan cuma satu, setiap sehari Satria bisa membawa tiga sampai lima baju muslim.Hingga dalam waktu singkat Dinara sudah memiliki banyak baju muslim.


Keesokan harinya.


"Selamat pagi ma,pa!"ucap Dinara saat akan duduk di kursi meja makan.


"Subhanallah..!!Ara..!!Kamu cantik sekali.!!"puji Marwah saat melihat putrinya mengenakan hijab.


"Syukurlah, akhirnya kamu mau hijrah, menutup aurat mu,"kata Tirta tersenyum bahagia.


Kapan kamu membeli baju ini?Kamu kan tidak pernah kemana-mana?"tanya Marwah mulai menyelidik, karena semenjak Tirta dan Marwah pulang dari luar negeri Dinara tidak pernah kemana-mana, bahkan selalu diikuti oleh bodyguard.

__ADS_1


"Online ma,"jawab Dinara yang sudah mempersiapkan jawaban.Hafal dengan sifat mamanya yang teliti dan banyak tanya seperti polisi yang sedang mengintrogasi penjahat.


"Kok mama nggak tahu?"tanya Marwah.


"Ara kan nggak ngasih tau mama kalau Ara belanja online dan mama juga nggak lihat pas tukang paketnya dateng,"ucap Dinara.


"Ohh begitu ya?!"sahut Marwah.


"Ya sudah, sarapan lah agar kamu tidak telat ke sekolah.Nanti minta uang sama mama untuk membeli baju muslim,"ucap Tirta.


"Makasih pa,"ucap Dinara.


***


Di gerbang sekolah.


"Lin!"panggil Dinara yang nampak celingukan.


"Di... Dinara?ini beneran kamu?!Ya ampun,kamu cantik sekali..!!!"puji Lina memutar-mutar tubuh Dinara seakan tak percaya.


"Lin, jangan seperti ini..!!"ucap Dinara menghentikan aksi sahabatnya itu.


"Sumpah,kamu tambah cantik kalau memakai hijab Din,"kata Lina.


"Makasih..!!!"ucap Dinara.


"Pantesan dari tadi aku celingukan nyari kamu nggak ketemu, teryata penampilan kamu sudah berubah.Ya sudah,ayo kita ke kelas!"ajak Lina langsung menggandeng tangan Dinara.


"Di,itu beneran Dinara kan,"tanya Aldo pada Didi menunjuk pada Dinara.


"Iya Do,ya ampun Dinara semakin cantik saat berhijab,"kata Didi memang Dinara.


"Aku semakin ingin mendapatkan Dinara,"ucap Aldo.


"Tapi sekarang tambah susah mendekati Dinara.Semenjak dia tidak diantar lagi oleh pria yang disebut Dinara sebagai suaminya itu, Dinara malah di antar jemput oleh dua orang pria yang sepertinya adalah bodyguard nya,"ujar Didi.


"Iya,kamu benar,"sahut Aldo.


***


Sore itu Dinara nampak duduk di Gasebo dengan gamis yang sederhana dan jilbab instan.


"Huhh..malam ini aku akan tidur sendiri.Tidak ada Kak Satria yang akan memelukku.Baru tadi pagi kita berpisah, tapi sekarang aku sudah merindukanmu,"gumam Dinara menatap kosong pada berbagai macam bunga yang ditanam di sekitar Gasebo.


"Ra.."panggil Marwah.


"Iya ma,"sahut Dinara.


"Ayo mandi, sudah sore.Nanti malam kita akan kedatangan tamu istimewa,"ucap Marwah nampak antusias.


"Tamu istimewa?! Ara tau, pasti Kak Bayu dan kakak ipar akan kesini kan?!"tebak Dinara.


"Bukan,kamu salah,"sahut Marwah.


"Terus, siapa dong tamu istimewanya?!"tanya Dinara penasaran.


"Seseorang yang akan menjadi orang yang istimewa di hidupmu,"jawab Marwah ambigu.


"Maksud mama?!Ara tidak mengerti,"ucap Dinara nampak bingung.


"Iya, orang yang akan mendampingi mu,"jawab Marwah.


"Au ah gelap.!! Ara nggak ngerti maksud mama,"ujar Dinara kesal karena mamanya malah membuat teka-teki.


"Oke.!!Oke.!!Mama kasih tahu,yang akan datang malam ini adalah calon mertua dan calon suami mu,"ucap Marwah tersenyum lebar.


"Apa.!!?"


🌟 Tahukah kamu apa bedanya luka dan rindu? Kalau luka semakin lama semakin sembuh tapi kalau rindu sebentar sembuh lama-lama menjadi kambuh.🌟

__ADS_1


To be continued


__ADS_2