Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 72 Siapa Dalangnya?


__ADS_3

Saat pria suruhan Santi mendekati Aisyah,tanpa disadari Santi ,Reni yang baru bangun berjalan ke arah taman dan Dio yang berkasnya tertinggal kembali lagi ke rumah melewati pintu samping karena di pintu utama para pelayan sedang sibuk mengeringkan air yang menggenang.


"Aku seperti mendengar suara teriakkan,"gumam Reni yang baru sampai di taman.Namun suara teriakkan itu tidak begitu jelas.Reni pun mencari dari mana asal suara teriakkan itu.


"Eh, siapa yang berteriak minta tolong?"batin Dio, berhenti sesaat kemudian menatap kesekitarnya.Namun kembali berjalan karena tidak mendengar suara teriakkan itu lagi.


Namun tidak lama terdengar lagi suara teriakkan itu dan sepontan Dio menoleh ke asal suara teriakkan itu.


Dio dan Reni pun terkejut saat melihat dari jauh Aisyah sedang dikejar dua orang pria.Spontan keduanya yang dari arah berbeda langsung berlari kearah Aisyah.


"Brengseek!! pekik Dio dengan wajah penuh amarah langsung menendang pria gondrong yang kancing celananya sudah lepas dan resletingnya sudah terbuka sedang memegang ujung gamis Aisyah.


Pria gondrong itu terpental namun segera bangun dan buru-buru mengancingkan celananya.Karena melihat Reni menghampiri pria yang memegangi Aisyah,Dio pun berkelahi dengan pria gondrong itu yang ternyata memiliki ilmu beladiri yang lumayan hingga membuat Dio sulit mengalahkannya.


Reni yang baru datang langsung menyerang pria brewok yang sedang memegang kedua tangan Aisyah dan membekap mulut Aisyah,"Kurang ajar!! Lepaskan menantuku!!"pekik Reni memukul, menjambak bahkan mencakar wajah pria brewok itu.


Dengan satu tangannya pria brewok itu mendorong tubuh Reni hingga terpental, lalu kembali memegangi Aisyah yang berusaha bangkit. Reni pun berusaha bangun agar bisa menolong Aisyah.


"Brak,"suara kursi yang ditimpa tubuh si gondrong karena tendangan Dio.


"Akkh..!!"pekik pria brewok itu ketika tiba-tiba Keynan muncul dan langsung menendangnya hingga terjengkang. Reni dan Dio langsung menoleh dan begitu terkejut saat melihat pria brewok yang terpental kebelakang itu tidak sengaja menarik jilbab Aisyah.


Reni, Dio dan Keynan sangat terkejut saat melihat Aisyah tanpa jilbab dan cadarnya.Reni dan Dio terkejut karena melihat wajah Aisyah yang sangat cantik.


Keynan langsung memeluk Aisyah dan menyembunyikan wajah Aisyah di dadanya.Kemudian menarik jilbab Aisyah dari tangan pria brewok itu dan memakainya pada Aisyah.


"Brengseek!!"pekik Keynan langsung menyerang pria brewok yang mau kabur itu.Hinga Dio juga kembali menghampiri pria gondrong yang menjadi lawannya tadi.


"Awas Dio!!"pekik Reni saat pria gondrong itu mengeluarkan pisau.


Sedangkan Keynan dengan mudah menghajar si pria brewok dan terdengar beberapa kali suara tulang yang patah diiringi pekikan pria brewok itu.


Sedangkan Reni sangat tegang saat pria berambut gondrong itu terus menyerang Dio dengan menggunakan pisau.


"Biar aku saja!"ucap Keynan yang melihat Dio kuwalahan.Dengan mudah pula Keynan melumpuhkan pria gondrong itu dan mematahkan beberapa tulangnya seperti yang dilakukan Keynan pada si brewok.


"Kak, tolong urus mereka,"ucap Keynan pada Dio.


"Iya,"sahut Dio yang langsung merogoh handphone di saku celananya lalu menelpon polisi.


Sedangkan si brewok dan si gondrong hanya bisa meringis menahan sakit.Mereka sudah tidak bisa lagi bergerak karena tangan dan kaki mereka telah dipatahkan oleh Keynan.


"Ay, bagaimana keadaan mu,"tanya Keynan memeluk Aisyah yang terlihat masih shock.


'Mas,"panggil Aisyah kemudian menangis tersedu-sedu.


Reni akhirnya bisa bernafas lega setelah dua pria asing itu sudah bisa dilumpuhkan.


"Terimakasih,Ma,Kak,"ucap Keynan menggendong Aisyah membawanya pergi dari tempat itu.


'Iya,"sahut Dio.Sedangkan Reni tampak bengong ditempatnya.


"Apa aku tidak salah dengar? Keynan memanggil ku 'mama'?"batin Reni.


"Siall!! Bagaimana ini?! Kenapa mereka bertiga tiba-tiba muncul sich!!"umpat Santi yang mengintip kejadian itu dari balkon kamarnya, takut ketahuan.


Sesampainya di kamar,"Ay,apa kamu baik-baik saja?"tanya Keynan sambil membuka jilbab dan cadar Aisyah.


"Aisyah takut Mas,"ucap Aisyah dengan wajah basah karena air mata.

__ADS_1


"Jangan takut,Mas ada disini.Apa perutmu sakit?"tanya Keynan sambil mengelus perut Aisyah.


"Tidak, Mas,"jawab Aisyah.


"Kalau begitu istirahatlah!,"ucap Keynan membantu Aisyah berbaring kemudian memeluk Aisyah hingga Aisyah tertidur karena kelelahan akibat kejadian tadi.


Keynan tadinya ingin pergi ke Wishaka company karena ada beberapa berkas yang harus ditandatangani nya.Namun entah kenapa hatinya merasa tidak tenang dan dan terus saja teringat pada Aisyah.


Karena takut terjadi sesuatu pada Aisyah, Keynan yang hampir tiba di Wishaka company langsung putar balik.Ketika mau masuk rumah Keynan dikejutkan oleh para pelayan yang sedang mengeringkan lantai.


Akhirnya Keynan memutar arah ingin masuk ke dalam rumah dari pintu samping.Tapi malah tidak sengaja melihat Dio berkelahi dengan seseorang dan Reni yang sedang membungkuk nampak memukuli seseorang.


Keynan pun berlari kearah Reni dan terkejut saat melihat Reni sudah terjengkang.Apalagi saatnya melihat seorang pria yang sedang memegangi tangan Aisyah dan juga membekap mulut Aisyah.Keynan pun langsung menendang pria itu dengan penuh emosi.


***


"Key !"panggil Dio saat melihat Keynan keluar dari kamarnya.


"Kak,bisa kita bicara di ruangan kerjaku,"ucap Keynan langsung menuju ruang kerjanya.


"Oke,"sahut Dio mengikuti Keynan.


"Apa dua orang tadi mau mengaku siapa yang menyuruh mereka?"tanya Keynan.


"Tidak.Mereka tidak mau mengaku.Mereka mengatakan tidak ada yang menyuruh mereka.Apa kamu curiga ada yang menyuruh mereka?"tanya Dio.


"Iya.Dan aku mencurigai dalang dari semua ini adalah Santi,"ucap Keynan.


"Santi?! Kenapa kamu mencurigai dia?"tanya Dio.


"Lihatlah ini,"ucap Keynan setelah mengetik beberapa saat di keyboard laptopnya kemudian menunjukkan rekaman cctv di laptopnya.


"Tapi semua bukti ini tidak menunjukkan Santi adalah dalang dari semua kejadian hari ini Key,"ucap Dio setelah memeriksa beberapa cctv yang dipasang Keynan.


"Ya rekaman ini hanya menunjukkan mereka masuk ke kamar Santi.Tidak bisa membuktikan dia bersalah, tapi aku sangat mencurigai Santi,"ujar Keynan.


"Dan lagi setelah aku bertanya pada seluruh pelayanan dan penjaga keamanan, mereka mengatakan bahwa kedua pria itu adalah tukang servis AC.Kata Bik Minah,Santi menyuruh Bik Minah untuk menelepon tukang servis AC,dan mereka berdua itu lah yang datang,"ujar Dio.


"Tapi aku yakin dia lah pelakunya,"ucap Keynan.


"Kalau begitu kamu harus benar-benar menyelidikinya.Jika memang benar Santi yang menjadi dalang dari kejadian ini, berarti dia sangat pintar, hingga bisa menyusun rencana seperti ini,"ucap Dio.


"Iya Kakak benar.Aku harus benar-benar teliti untuk mencari bukti,"ucap Keynan.


"Aku sebenarnya juga curiga pada Santi, karena kata mama dia menginginkan kamu,"ucap Dio.


"Iya, Kakak dan mama juga harus hati-hati.Aku takut kakak dan mama akan disakiti Santi karena telah membantu Aisyah.Karena aku merasa dia ingin menyingkirkan Aisyah,"ucap Keynan.


"Iya,mama juga berkata seperti itu, karena mama mendengarnya sendiri saat Santi bernegosiasi dengan papa.Saat aku butuh donor darah, Santi mengatakan akan mendonorkan darahnya padaku jika papa mau berjanji mau menikahkan kamu dengan Santi,"


"Bukan cuma itu, Santi juga mengungkit soal papa yang harus balas budi pada keluarganya.Papa bisa kuliah karena dibiayai oleh papanya Santi.Dan Santi menagih balas budi itu kepada papa dengan cara menikahkan kamu dengan Santi,"ujar Dio.


"Apa?Jadi sudah dua kali dia minta bantuan dari papa agar bisa menikah dengan ku?"tanya Keynan.


"Iya,itu yang aku dengar dari mama.Dan ingat saat mama hampir jatuh dari tangga itu?Mama sangat yakin kalau Santi ingin menyingkirkan mama karena mama menentang papa untuk mendekatkan Santi dengan kamu,"


"Kalau begitu kita benar-benar harus berhati-hati sekarang.Dimana kedua pria itu sekarang,Kak?"tanya Keynan.


"Mereka ada di rumah sakit xx karena kamu mematahkan tangan dan kaki mereka,"jawab Dio.

__ADS_1


"Itu tidak seberapa, tidak sebanding dengan apa yang telah mereka lakukan pada Aisyah.Jika ini bukan negara hukum,aku pasti sudah membunuh mereka berdua,"ucap Keynan dengan aura kemarahan di wajahnya, mengepalkan tangannya.


"Lalu bagaimana sekarang?"tanya Dio.


"Aku akan mengurusnya.Aku tidak akan melepaskan orang yang sudah berniat mencelakakan Aisyah,"ucap Keynan.


"Baiklah aku yakin kamu bisa mengatasi masalah ini.Kalau begitu Kakak akan kembali ke kantor sekarang,"ucap Dio meninggalkan ruangan kerja Keynan.


Keynan meraih handphonenya menghubungi Rinto,"Halo Pak, maaf jika bapak menunggu lama.Saya tidak bisa ke kantor hari ini.Nanti saya hubungi jika saya sudah bisa ke kantor,"ucap Keynan.


"Oh iya Nak, tidak apa-apa,"sahut Rinto melalui sambungan telepon.


"Terimakasih Pak,"sahut Keynan kemudian sambungan telepon pun terputus.


"Aku akan melihat keadaan Aisyah,"gumam Keynan kemudian kembali ke kamarnya.


Keynan yang sudah kembali ke kamarnya. melihat Aisyah yang masih terlelap.Keynan mendekatinya,membelai rambut Aisyah dengan lembut kemudian mengecup kening Aisyah.


"Emm...Mas,"panggil Aisyah dengan suara serak,khas suara orang yang baru bangun dari tidur.


"Maaf,Mas membuat mu terbangun.Kita periksakan kandungan mu ya?Mas belum tenang jika belum memeriksakan kalian ke dokter.Mau ya?!"tanya Keynan lembut dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Aisyah.


Malam harinya.


Danu, Dio dan Reni sudah berada di meja makan sedang menunggu Keynan dan Aisyah.


"Dimana Santi?"gumam Danu memandang kursi yang selalu diduduki Santi terlihat kosong.


"Saya dengar kurang enak badan Tuan.Dari sarapan tadi pagi Non Santi tidak turun,"sahut Bik Minah yang mendengar gumaman Danu.


"Apa dia sudah di periksa oleh dokter?Apa bibi sudah mengantarkan makanan untuknya?"tanya Danu.


"Saya sudah mengantarkan makanan ke kamar Non Santi.Tapi Non Santi tidak mau di panggilkan dokter Tuan,"jawab Bik Minah.


"Perhatian sekali papa sama anak itu,"ketus Reni.


"Dia kan keponakan papa, ma.Lagian kenapa bicara mama ketus begitu?"tanya Danu.


"Papa kan tahu kalau dari awal dia kesini,mama tidak terlalu suka padanya.Dan semakin ke sini mama semakin tidak suka padanya,"ketus Reni.


"Dan jika kejadian hari ini memang benar dia adalah dalangnya, Dio pastikan Santi akan di tendang Keynan keluar dari rumah ini dan mendekam di kantor polisi,"sela Dio.


"Kejadian? Kejadian apa?"tanya Danu yang tidak mengetahui kejadian hari ini.


"Ach Aisyah, bagaimana keadaan mu?Mama dengar kalian tadi pergi ke dokter,"ujar Reni yang langsung mengalihkan perhatian Danu dan Dio kearah Keynan dan Aisyah.


"Aisyah baik-baik saja ma,"jawab Aisyah.


"Syukurlah,"ucap Reni terlihat lega.


"Mari kita mulai makan malamnya,"ucap Keynan dan semua pun mulai makan malamnya dengan tenang.


"Ada kejadian apa sebenarnya hari in?"batin Danu.


...🌟 Semua orang berhak untuk bertobat dan berubah menjadi lebih baik, karena tidak satu manusia pun di dunia ini yang tidak pernah berbuat dosa.🌟...


..."Author"...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2