Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 87 Segala Cara


__ADS_3

"Lo pengen di pukuli penyapu sama kakak ipar gue gara-gara jadi pelakor?"ucap Dinara.


"Jadi kakak Lo udah nikah?"tanya Lina.


"Udah mau punya anak malah,"jawab Dinara.


"Yahh... terlambat dong gue.Emang istrinya galak?"tanya Lina lagi.


"Nggak sih.Cuma kalau dia cemburu,kakak gue suka dipukuli sama penyapu.Padahal kakak gue nggak pernah dekat sama cewek manapun selain sama mama ,gue dan kakak ipar.Cuma nggak tahu kenapa setiap kakak gue nggak sengaja kontak fisik sama perempuan lain selalu kepergok sama Kakak ipar,"


"Lalu kakak ipar gue cemburu dan kakak gue berakhir dipukuli sama penyapu. Kayaknya kakak ipar gue punya indera ke enam dech!!,"jelas Dinara sambil tertawa geli jika mengingat kakaknya yang seorang ceo tampan,gagah,dan disegani anak buahnya mengeluh padanya karena dipukuli sama penyapu oleh kakak iparnya gara-gara cemburu.


Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya kelulusan mereka pun di umumkan.


"Alhamdulillah...kita lulus,"ucap Dinara memeluk Lina.


"Iya,aku senang banget.Jadi kan kuliah di tempat yang sama dan ngambil jurusan yang sama.,"sahut Lina.


"Jadi dong.Kak Satria sudah ngasih ijin kok.Udah Lo balikin sana cincin dari Aldo,"perintah Dinara.


"Iya..iya .gue balikin.Tapi jadi kan beliin gue cincin?"tanya Lina.


"Jadi dong,nggak usah khawatir!"sahut Dinara.


"Oke,"sahut Lina kemudian pergi mencari Aldo.


Lina berkeliling mencari keberadaan Aldo, hingga akhirnya melihat Aldo sedang bersama beberapa orang temannya,"Do...!!"panggil Lina.


"Ada apa?"tanya Aldo.


"Gue ingin bicara sama lo,"kata Lina menarik tangan Aldo agar menjauh dari keramaian.


"Apaan sich Lo? Jangan pegang-pegang gue!"seru Aldo menghempaskan tangan Lina dengan kasar.


"Lo mau ikut gue ,atau Lo mau gue bikin malu disini?"tanya Lina dengan ketus.


"Oke..oke gue ikut Lo.Tapi nggak usah nyari kesempatan buat pegang-pegang gue,"ujar Aldo percaya diri.


"Sorry dorry kanan kiri ya!!Gue juga nggak nafsu sama playboy cap kaleng macam Lo!!"sergah Lina.


"Sombong amet!!Jatuh cinta sama gue baru tau rasa Lo!"ketus Aldo.


"Mending gue jatuh dari gedung yang mempunyai 27 lantai dari pada jatuh cinta sama elo!! Dasar buaya darat!!"cibir Lina.


"Udah di sini aja.Mau ngapain sih?!"tanya Aldo ketus.


"Nich,gue di suruh balikin ini ke elo sama Dinara.Dia bilang dia nggak akan pernah menerima Lo jadi pacarnya,karena dia sudah jadi bini orang,"ucap Lina menyerahkan kotak berisi cincin yang dibawanya kepada Aldo lalu pergi begitu saja.


"Hey, tunggu!! Lo bercanda kan?Sengaja ngomong kayak gitu biar gue nggak ngejar Dinara terus?!"tanya Aldo sambil mengejar Lina.


"Gue nggak bercanda.Terserah Lo mau percaya atau tidak,"kata Lina sejenak berhenti lalu kembali melangkah meninggalkan Aldo.

__ADS_1


"Nggak mungkin!!"gumam Aldo berhenti mengejar Lina, meremas kotak yang di pegang nya.


"Klo elo nggak bisa gue dapetin secara halus gue bakalan dapetin elo secara kasar Dinara.Kemarin gue gagal dapetin elo,tapi tidak dengan kali ini,"gumam Aldo tersenyum miring.


***


Di sebuah rumah sakit jiwa.


Santi tidak pernah lagi mengamuk dan melukai orang lain sehingga dia dibiarkan berada di luar ruangan.


Santi melakukan banyak hal untuk mengelilingi rumah sakit jiwa itu guna mencari jalan keluar.Kadang Santi berkeliling memetik satu persatu daun dari pohon yang berbeda.Menyapu halaman dengan berpindah-pindah tempat.


Kadanng pura-pura berlari mengejar kupu-kupu, dan berbagai tingkah konyol lainya sambil tertawa dan bicara sendiri untuk mendalami aktingnya.


Dan di sini lah kini dia berada, memukuli sarang semut yang dekat dengan sebuah pintu keluar lain dari rumah sakit jiwa itu.


"Semut nakal,mati kamu!!! Kenapa kamu menggigit aku hiks..hiks...hiks...Hey kupu-kupu cantik bawa aku terbang,"akting Santi saat melihat kupu-kupu, berlari mengejar kupu-kupu itu ke sana kemari.


"Aku benar-benar bisa gila kalau lama-lama berada di sini gara-gara mendalami akting jadi orang tidak waras.Aku sudah berkeliling mencari jalan keluar, tapi nampaknya tidak ada celah untuk melarikan diri,"


"Aku harus mencari cara lain untuk keluar dari tempat ini.Aku tidak mau benar-benar jadi tidak waras karena terlalu lama di sini.Aku juga merasa bahwa aku selalu diawasi oleh beberapa orang,"batin Santi.


Beberapa saat Santi duduk menyembunyikan wajahnya di antara dua lututnya yang ditekuk.


"Ahaa...aku punya ide,"batin Santi.


Siang itu Santi berkeliling mencari sesuatu yang bisa dijadikannya alat untuk melarikan diri dari rumah sakit jiwa itu.Santi bahkan berhasil mengambil korek api seorang pengunjung dengan cara membuat seorang pria terjatuh, hingga membuat korek api yang tersimpan di saku kemejanya ikut terjatuh dan Santi langsung menyembunyikannya.


"Ceklek,"akhirnya Santi berhasil membuka pintu itu.Segera Santi menutupnya lagi tapi tidak terlalu rapat.Santi kemudian mencongkel saklar lampu yang menempel di dinding.Santi kemudian menarik seprai dan menyangkutkan ke saklar lampu yang sudah terlepas tapi masih terhubung dengan kabelnya.


Dengan cepat Santi membakar seprei yang terhubung dengan kabel listrik itu agar terjadi kebakaran.Setelah seprai terbakar setengah, Santi segera mengendap-endap keluar dari dalam kamar itu.


Tak lama listrik di seluruh rumah sakit jiwa itu pun padam dan terjadi kebakaran yang semakin membesar hingga membuat seisi rumah sakit jiwa itu panik berlari menyelamatkan diri.


"Akhirnya, aku bisa kabur juga dari tempat itu.Sekarang aku harus mencari pakaian untuk mengganti bajuku dan mencari cara untuk mendapatkan uang,"batin Santi setelah berhasil keluar dari rumah sakit jiwa itu dan berlari agak jauh.


Santi berhasil mendapatkan pakaian dari sebuah kontrakan berjejer yang terdapat jemuran di terasnya.


"Sekarang aku harus mencari uang, perutku lapar sekali.Dimana pagi-pagi begini aku bisa mendapatkan uang?ATM...!!! Ya di sana aku akan mendapatkan uang,"batin Santi.


Santi pun berjalan mencari ATM dan bersembunyi di sekitar tempat pengambilan uang tunai itu untuk mengincar orang yang selesai mengambil ATM.


"Aku tidak mungkin bisa melawan laki-laki,jadi aku harus mencari perempuan yang sudah mengambilkan uang di ATM,"batin Santi.


Setelah menunggu beberapa jam , akhirnya Santi melihat seorang perempuan paruh baya mengambil uang di ATM.Setelah perempuan paruh baya itu keluar Santi langsung mengikuti perempuan itu.


"Copet.!! copet...!!! copet..!!!"pekik perempuan paruh baya yang tiba-tiba dompetnya di copet oleh Santi, membuat orang-orang yang ada di sekitar tempat itu mengejarnya Santi.


Santi langsung berlari secepat kilat dan mencari tempat untuk bersembunyi kemudian melepaskan kemeja yang di pakainya untuk mengelabuhi orang-orang yang mengejarnya.


"Akhirnya aku lolos juga, batin Santi dengan nafas tersengal-sengal,"Ini semua gara-gara Keynan,awas saja,aku akan membuatmu menderita,"batin Santi.

__ADS_1


Santi memeriksa isi dompet yang berhasil di copetnya,"Lumayan juga,ada dua juta.Aku akan mencari makan, rasanya cacing-cacing di perutku sudah pada demo di dalam sana,"gumam Santi kemudian mencari warung makan.


***


Di kediaman Wishaka.


"Mas, kenapa?"tanya Aisyah yang melihat Keynan nampak gelisah.


"Mas nggak tahu Ay, dari semalam perasaan Mas nggak enak,"jawab Keynan.


"Jika mas merasa tidak tenang, sebaiknya Mas ambil wudhu dulu lalu sholat,"ucap Aisyah.


Derrt...derrt....derrt... belum sempat Keynan berkata-kata,saat terdengar suara getar dari handphonenya menunjukkan ada panggilan masuk.


Keynan pun mengambil handphonenya, melihat nama siapa yang memanggil lalu menggeser ikon yang berwarna hijau.


"Halo, Bay.Ada apa?"sahut Keynan.


"Halo, Key.Key,rumah sakit tempat Santi di rawat mengalami kebakaran jam dua dini hari tadi,"sahut Bayu di ujung telepon.


"Apa?Lalu bagaimana dengan Santi?"tanya Keynan.


"Kami belum tahu, sekarang aku sedang meluncur ke lokasi,"jawab Bayu.


"Oke,aku juga akan meluncur ke sana,"sahut Keynan lalu mematikan panggilan.


"Ada apa Mas?!"tanya Aisyah yang melihat Keynan nampak khawatir.


"Rumah sakit tempat Santi dirawat kebakaran,"jawab Keynan.


"Apa?Lalu bagaimana keadaan Santi?"tanya Aisyah yang kaget mendengar berita itu.


"Mas juga belum tahu,"sahut Keynan.


"Mas akan ke sana?"tanya Aisyah.


"Iya, Mas pergi dulu ya?!"ucap Keynan.


"Apa boleh Aisyah ke panti asuhan sendiri?"tanya Aisyah.


"Iya, tapi diantar supir ya?!"ucap Keynan.


"Iya Mas,"sahut Aisyah.


"Ya sudah, Mas pergi dulu,"pamit Keynan kemudian mencium kening Aisyah lalu ke


luar dari kamar itu.


"Semoga semuanya baik-baik saja,"batin Aisyah memandang kepergian suaminya.


...🌟"Hidup itu bukan seperti mie instan yang enak plus murah meriah, cukup lima menit jadi.Tapi hidup ini berjalan sesuai takdir yang tidak bisa dipercepat atau diperlambat, apalagi di ulang kembali."🌟...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2