
"Bos!!"pekik seorang pria masuk ke ruangan itu.
"Ada apa?"tanya pria yang di panggil Bos, mengurungkan niatnya untuk membuka cadar Aisyah.
"Kita di kepung dari segala arah, tiba-tiba mereka muncul,"ucap pria yang baru datang itu terlihat panik.
"Ikat perempuan itu di kursi!!"ucap si Bos.
Pria di dekat Aisyah dan pria yang baru datang itu pun langsung mengikat tubuh Aisyah di kursi.Setelah itu ketiga pria itu pun langsung keluar dan mengunci pintu yang terlihat sudah agak rapuh,tempat mereka menyandra Aisyah.
"Sial!!Mana bisa kita melawan mereka yang sebanyak ini?"umpat pria yang dipanggil bos itu saat keluar dari ruangan tempat Aisyah di sandra.
Lalu bagaimana ini Bos?"
"Kita cari jalan masing-masing!!"ucap si pria yang dipanggil bos,segera mencari celah untuk melarikan diri.
Selang beberapa menit sekelompok pria yang menyandra Aisyah pun sudah bergelimpangan, terkapar babak belur di hajar anak buah Bayu.
"Cepat geledah seluruh tempat ini!!Dan pastikan tidak ada seorangpun dari mereka yang lolos,"perintah Bayu.
"Baik ketua,"sahut anak buah Bayu.
Bayu kemudian menatap layar handphone nya dan bergegas untuk mencari Aisyah.
Keynan sudah tiba di tempat Aisyah di sandra, Keynan pun langsung turun dari mobilnya bergegas untuk mencari Aisyah.Sedangkan Dio mengikuti Keynan dari belakang.Dio melihat ke sekitar tempat itu,semua anak buah Bayu sudah berhasil membuat para penyandera Aisyah terkapar.
"Tuan Muda.!!!"ucap semua anak buah Bayu kepada Keynan sambil membungkukkan tubuh mereka untuk memberi hormat.
Keynan hanya mengangguk membalas sapaan mereka dan bergegas masuk mengikuti arah alat pelacak kedalam ruangan tempat Aisyah di sandra.
"Mengapa mereka semua seperti sangat menghormati Keynan? Seolah-olah Keynan adalah bos dan atasan mereka,"batin Dio.
"Brakk"dengan sekali tendang,Bayu berhasil membuka pintu ruangan tempat Aisyah di sandra.
"Aisyah,"ucap Bayu saat menemukan Aisyah di ruangan itu.
"Kak,"panggil Aisyah saat melihat Bayu.
Bayu segera melepaskan tali yang mengikat tubuh Aisyah.
"Ay..!!!"teriak Keynan yang tiba-tiba muncul dan langsung berlari memeluk Aisyah yang baru saja dilepaskan ikatannya oleh Bayu.Sedangkan Dio berada di belakang Keynan.
"Bagaimana keadaan kamu?"tanya Keynan memandang tubuh Aisyah dari atas sampai bawah.
"Aisyah baik-baik saja, Mas,"jawab Aisyah.
Bayu yang melihat kedatangan Keynan pun langsung meninggalkan ruangan itu untuk mengurus para penjahat yang menyandra Aisyah.Sedang Dio memilih berdiri di luar ruangan itu menunggu Keynan dan Aisyah.
"Ikat mereka semua!!Apa sudah kalian pastikan untuk mematahkan tangan dan kaki mereka?!"tanya Bayu menatap tajam para pria yang sudah berani menyandra Aisyah.
"Sudah ketua,"ucap anak buah Bayu.
"Berani sekali kalian menyandra Nyonya Muda,"ucap Bayu mencekik ketua kelompok itu kemudian menghempaskan pria itu saat pria itu sudah kesulitan untuk bernafas.
"Cepat ikat mereka semua,"perintah Bayu pada anak buahnya.
"Baik ketua,"sahut anak buah Bayu.
"Key!"panggil Bayu saat melihat Keynan keluar dari bangunan itu bersama Aisyah dan Dio di belakang mereka.
__ADS_1
"Terimakasih Bay.Tolong urus mereka semua Bay,aku pulang dulu,"ucap Keynan menepuk pundak Bayu.
"Ini sudah tugasku,"sahut Bayu.
"Terimakasih Kak Bayu, terimakasih semuanya,"ucap Aisyah pada Bayu dan anak buah Bayu.
"Sama-sama Nyonya Muda,"jawab Bayu dan anak buahnya sambil membungkukkan tubuh mereka memberi hormat.
"Mengapa mereka memanggil Keynan dan Aisyah Tuan Muda dan Nyonya Muda?Bukankah ketua mereka orang yang bernama Bayu itu?"batin Dio semakin bingung.Bahkan Dio melihat mereka membukakan pintu untuk Aisyah dan Keynan saat mereka akan masuk mobil.
"Kak, Kakak yang mengemudi ya?!"ucap Keynan pada Dio.
"Oke,"sahut Dio langsung masuk ke dalam mobil di bagian pengemudi.
"Maafkan Mas,ya? Karena Mas kamu selalu dalam bahaya,"ucap Keynan memeluk Aisyah.
"Jangan menyalahkan diri sendiri,Mas!Semua yang terjadi itu adalah atas izin Allah,"ucap Aisyah.
"Mas tahu,tapi Mas merasa jadi penyebabnya,"ucap Keynan.
"Sudah, jangan dibahas dan di pikirkan lagi.Yang penting semuanya sudah baik-baik saja,"ucap Aisyah dan Keynan pun mengelus kepala Aisyah yang tertutup hijab itu dengan penuh kasih sayang.
"Tangan kamu lecet karena di ikat Ay,"ucap Keynan memegang tangan Aisyah.
"Nggak apa-apa Mas, nanti di kasih salep juga sembuh,"sahut Aisyah.
"Key, kira-kira berkas apa yang diminta Santi untuk kamu tandatangani?"tanya Dio setelah beberapa lama di dalam mobil itu hening.
"Aku juga tidak tahu, Kak.Aku sama sekali tidak membacanya,"jawab Keynan.
Derrt...dertt....
"Halo, Pak,"sahut Keynan setelah menggeser ikon berwarna hijau di handphonenya.
"Halo, Nak.Di sini ada seorang perempuan yang bernama Santi membawa empat orang pengacara.Perempuan bernama Santi itu mengatakan jika dia adalah pemilik Wishaka company yang baru.Dia membawa berkas serah terima kepemilikan yang Nak Keynan tandatangani,"sahut Rinto melalui sambungan telepon.
Keynan membuang nafas kasar kemudian berkata,"Tolong Bapak suruh perempuan itu untuk menunggu dan segera hubungi Pak Tirta agar secepatnya ke sana,"ucap Keynan.
"Baiklah Nak,"ucap Rinto dan sambungan pun di putus.
"Ada apa Key?"tanya Dio.
"Santi datang ke Wishaka company dengan membawa beberapa orang pengacara dan mengatakan kalau dia adalah pemilik Wishaka company yang baru,"ucap Keynan.
"Mas..."ucap Aisyah tapi Keynan langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Aisyah.
"Sstt..kamu tidak perlu khawatir,semua akan baik-baik saja.Santi tidak akan bisa mengambil apapun dari kita,"ucap Keynan dengan wajah tenang.
"Kak, tolong bawa Aisyah pulang. Turunkan aku di lampu merah di depan sana.Aku akan pindah ke mobil salah satu bodyguard kita,"ucap Keynan.
"Baiklah,"jawab Dio yang mengetahui bahwa mereka diikuti oleh anak buah Bayu.
Flash back on
"Nona dan Tuan-tuan ini mau bertemu dengan siapa?"tanya seorang resepsionis saat melihat Santi dan empat orang pengacara masuk dan berada tepat di depan meja resepsionis.
"Nama saya adalah Santi dan saya adalah pemilik baru dari perusahaan Wishaka company ini.Lihat ini!"ucap Santi menyodorkan berkas yang berisi penyerahan kepemilikan perusahaan Wishaka company dari Keynan kepada Santi.
"Panggil semua petinggi di perusahaan ini untuk menemui ku di lobby sekarang juga,.Kau dengar apa kataku?"ujar Santi dengan angkuh dan penuh percaya diri.
__ADS_1
"Iya, Nona,"sahut sang resepsionis.
Santi lalu berjalan menuju lobby bersama ke empat pengacara yang di sewanya.
"Hey,kau!! Buatkan aku dan ke empat pengacara ku ini minuman,"ucap Santi saat melihat seorang cleaning servis melintas.
Cleaning servis itu pun menatap sang resepsionis seolah meminta persetujuan, dan resepsionis itu pun menganggukkan kepala.Cleaning servis itu pun beranjak pergi dari tempat itu.Namun Santi yang tidak sabar langsung menghardik cleaning servis itu.
"Hey!!! Cepat buatkan kami minuman!!Apa kamu ingin aku pecat!!"hardik Santi pada cleaning servis itu.
"I...iya Nona,"sahut cleaning servis itu lalu cepat-cepat pergi dari tempat itu.
"Sombong sekali,"batin cleaning servis itu.
"Apa benar dia pemilik baru perusahaan ini?"Sombong dan angkuh sekali dia? Kalau tidak ingat tamu adalah raja, sudah ku tendang perempuan itu.Tapi jika benar dia pemilik baru perusahaan ini,bisa di pecat aku jika berani macam-macam sama dia,"batin resepsionis sambil menghubungi Kirana.
"Halo, Nyonya Kirana,di sini ada seorang wanita bernama Santi bersama empat orang pria mengaku sebagai pemilik Wishaka company yang baru dan menyuruh semua petinggi di perusahaan ini untuk berkumpul di lobby,"
"Perempuan itu menunjukkan berkas-berkas yang menunjukkan bahwa Tuan Muda Keynan telah menyerahkan Wishaka company padanya Nona itu,"ucap resepsionis tadi menghubungi Kirana.
"Oke, suruh untuk menunggu sebentar,"ucap Kirana.
Tok..Tok .Tok..
"Masuk!!"terdengar suara dari dalam.
"Ada apa Ki?"tanya Rinto melihat Kirana sekilas kemudian kembali menatap layar laptopnya.
"Di bawah ada seorang perempuan bernama Santi,mengaku sebagai pemilik Wishaka company yang baru dan menyuruh semua petinggi perusahaan untuk berkumpul di lobby.Perempuan itu juga menunjukkan berkas-berkas penyerahan Wishaka company dari Tuan Muda Keynan kepadanya,yah,"ucap Kirana pada Rinto.
"Sebentar,ayah akan menghubungi tuan muda,"ucap Rinto langsung menghubungi Keynan.
Setelah menghubungi Keynan dan menghubungi Tirta atas perintah Keynan, Rinto pun memasukkan handphonenya ke dalam saku jasnya.
"Ayo kita turun ke bawah!"ajak Rinto.
Flash back off
Beberapa menit kemudian Rinto dan Kirana sudah keluar dari lift.Dari jauh, Rinto dan Kirana dapat melihat seorang perempuan dan empat orang pria berada di lobby.
"Selamat siang!Saya Komisaris di perusahaan ini,ada perlu apa anda kemari?"tanya Rinto dengan penuh wibawa.
"Suruh semua petinggi perusahaan ini berkumpul di sini!"perintah Santi dengan wajah angkuhnya.
"Untuk apa?"tanya Rinto datar.
"Saya ingin melihat dan berbicara pada kalian semua,"ketus Santi karena jengkel melihat sikap Rinto yang seolah meremehkannya.
"Memangnya anda siapa hingga berani menyuruh semua petinggi perusahaan ini untuk berkumpul di sini menemui anda?"tanya Rinto sinis.
"Percaya diri sekali dia,dia pikir bisa menjadi pemilik Wishaka company,"batin Rinto.
"Saya adalah pemilik Wishaka company yang baru.Dan jika kalian tidak menuruti perintah saya,maka saya akan menendang kalian dari perusahaan ini,"ucap Santi dengan nada angkuh.
"Benarkah?!"
...🌟"Percaya diri itu perlu,tapi jika kepercayaan dirimu itu terlalu,mungkin suatu saat kepercayaan dirimu itu akan membuat kamu malu"🌟...
..."Author"...
__ADS_1
To be continued