Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 91 Kenyataan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Di kediaman Mahesa.


Malam itu Mahesa nampak gelisah menunggu kabar dari orang kepercayaannya. Anak semata wayangnya tersandung masalah dan menurut polisi, putranya lah yang berada di pihak yang salah.


"Tuan,"sapa Bagas, orang kepercayaan Mahesa, menunduk memberi hormat pada Mahesa.


"Bagaimana ?"tanya Mahesa.


"Tuan Muda masih dalam perjalanan, sebentar lagi akan tiba disini,"jawab Bagas.


"Lalu bagaimana dengan pengacaranya?Apa kamu sudah mendapatkan pengacara yang hebat?"tanya Mahesa.


"Tidak ada seorang pengacara pun yang mau menjadi pengacara Tuan Muda,Tuan,"sahut Bagas menghela nafas berat.


"Apa? Apa maksud kamu? Kenapa tidak ada pengacara yang mau mendampingi putra ku di pengadilan? Apa kamu tidak mengatakan bahwa saya akan memberi bayaran yang tinggi?"tanya Mahesa bertubi-tubi.


"Saya sudah mengatakannya pada mereka akan memberikan bayaran yang tinggi Tuan.Tapi setelah membaca berkas kasus Tuan Muda, mereka menolak kasus ini Tuan,"sahut Bagas.


"Kenapa? Kenapa mereka tidak mau menjadi pengacara putra saya?"tanya Mahesa.


"Karena orang yang diganggu Tuan Muda bukan orang sembarangan, pengacaranya juga bukan orang sembarangan,"sahut Bagas tertunduk.


"Memangnya siapa yang diganggu putra ku? Dan siapa pengacaranya?"tanya Mahesa penasaran.


"Orang yang diganggu Tuan muda adalah CEO Sanjaya company dan adik dari CEO Sanjaya Bodyguard.Jadi anda dapat menebak kan siapa pengacaranya?"tanya Bagas balik.


"Apa? Kamu tidak mendapatkan informasi yang salah kan? Karena jika informasi kamu benar, berarti pengacaranya adalah Tirta Samudra,"ujar Mahesa.


"Informasi yang saya dapat tidak salah dan anda benar Tuan. Pengacaranya adalah Tirta Samudra,"jelas Bagas.


"Ach..!!! Siall..!! Kenapa anak itu bisa berurusan dengan orang-orang besar seperti mereka,"umpat Mahesa sambil menjambak rambutnya, merasa frustasi.


"Tuan, Tuan Muda sudah datang,"lapor seorang security.


Mahesa langsung memandang kearah pintu, dilihatnya putranya memasuki rumah dengan dikawal beberapa orang suruhannya.


"Pa, kenapa papa menyuruh mereka membawaku pulang secara paksa,"protes Aldo yang baru saja tiba.


Mahesa langsung bangkit dari duduknya mendekati putranya.


"Plak..!! Plak..!!"tiba-tiba Mahesa menampar Aldo di kedua pipinya.


"Pa..?! Kenapa papa menampar Aldo?"protes Aldo tidak terima.


"Sebenarnya apa alasanmu membayar orang untuk menyerang Tuan Satria?"tanya Mahesa berusaha menahan emosinya.


"Tuan Satria? Siapa dia? Aldo tidak mengenal orang yang bernama Satria,"sahut Aldo.


"Orang yang kamu serang tadi siang !! Dia melaporkan kamu pada pihak yang berwajib, dan sekarang kamu sudah menjadi tersangka dalam kasus itu,"hardik Mahesa.


"Apa? Aldo tidak mau masuk penjara pa,"rengek Aldo.


"Apa motif kamu melakukan penyerangan pada mereka?"tanya Mahesa kesal.


"Gadis itu beberapa kali menolak untuk Aldo jadikan pacar dan Aldo tidak terima,"jelas Aldo.


"Ya Tuhan..!! Hanya karena itu kamu bertindak tanpa berpikir panjang? Apa kamu tahu siapa pria dan wanita yang kamu serang itu?"tanya mahesa.


"Yang perempuan adalah teman satu sekolah Aldo dan yang pria adalah orang yang setiap hari mengantar dan menjemputnya, pa ,"sahut Dio.


"Apa kamu tahu latar belakang mereka berdua?"tanya Mahesa lagi.


"Tidak pa,"sahut Aldo.


"Yang pria adalah CEO Sanjaya company dan yang perempuan adalah adik CEO Sanjaya Bodyguard, putri dari pengacara kondang di negeri ini Tirta Samudra!!"kata Mahesa dengan nada tinggi dan penuh penekanan.


"Apa?!""tanya Aldo tidak percaya.


Sebagai anak seorang pebisnis, Aldo tahu bagaimana terkenalnya orang-orang yang disebutkan oleh papanya. Aldo tidak pernah tahu bahwa Dinara adalah adik seorang CEO dan putri seorang pengacara ternama.


Aldo juga tidak menyangka, bahwa pria yang selalu mengantar jemput Dinara dengan menggunakan motor sport yang tidak begitu mahal itu adalah seorang CEO yang terkenal.


Selama ini memang orang-orang terkenal itu menutup diri dari media.Jadi masyarakat hanya mengenal nama mereka tanpa mengetahui wajah mereka.Hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui wajah mereka.


"Sekarang kamu harus menyerahkan diri ke kantor polisi, dan meminta maaf pada mereka.Papa akan berusaha mengajak mereka untuk berdamai,"ujar Mahesa.


"Baiklah pa,"sahut Aldo pasrah.

__ADS_1


Malam itu Mahesa menelpon polisi bahwa dia telah menemukan Aldo. Mahesa memohon agar malam ini Aldo bisa menginap di rumah dan akan menyerahkan diri keesokan paginya.Dan juga ingin bertemu dengan pihak pelapor.


***


Di rumah sakit tempat Aisyah dirawat.


Keynan masih setia duduk di kursi sebelah ranjang Aisyah.Tangan Keynan terus menggenggam tangan Aisyah.Sampai akhirnya Keynan tertidur dalam posisi duduk dengan kepala yang berada di ranjang Aisyah tapi tidak menghadap ke wajah Aisyah.


Sedangkan Reni,Danu dan Dio sudah disuruh pulang oleh Keynan walaupun tadinya mereka menolak.


Perlahan jemari wanita yang berparas rupawan itu bergerak-gerak tanpa di sadari oleh Keynan yang tertidur. Perlahan mata wanita itu mulai terbuka dan berkedip-kedip menyesuaikan cahaya yang terasa silau dimatanya.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku ada disini?"batin Aisyah mengamati ruangan tempatnya berada dan jarum infus yang menancap di tangannya.


Perlahan mata Aisyah tertuju pada seorang pria yang tertidur dengan memegang tangannya. Aisyah tidak dapat melihat wajah pria itu karena wajah pria itu tidak menghadap kearahnya.


"Ayah,"panggil Aisyah dengan suara lemah sambil menggerakkan jari tangannya yang dipegang oleh seorang pria yang diyakini Aisyah sebagai ayahnya.


Keynan merasakan pergerakan tangan Aisyah pun terbangun dan begitu bahagia saat melihat istrinya sudah membuka mata.


"Ay,kamu sudah sadar,"ucap Keynan dengan wajah yang bahagia bergegas menekan tombol untuk memanggil dokter, kemudian membuka pintu ruangan yang dikuncinya.


Aisyah nampak diam tanpa kata, terkejut melihat pria yang tidak dikenalnya. Aisyah berusaha mencari cadarnya,tapi tidak menemukannya.


Seorang dokter perempuan, satu orang perawat perempuan dan satu orang perawat laki-laki hendak masuk ke dalam ruangan itu.


"Tunggu..!!"ucap Keynan langsung menahan perawat laki-laki itu agar tidak masuk kedalam ruangan itu.


Dokter dan perawat perempuan tadi pun terkejut dengan tindakan Keynan.


"Ada apa Tuan?"tanya sang dokter.


"Bukankah sudah saya katakan,saya tidak mengizinkan seorang laki-laki masuk ruangan istri saya kecuali atas seizin saya.?!"kata Keynan tegas dengan aura yang dingin.


"Maaf Tuan, tapi ....."


"Saya tidak mau mendengar alasan apapun, cepat periksa istri saya.!"potong Keynan menatap sang dokter.


"Dan kamu, saya tidak mengizinkan kamu masuk ke ruangan ini,"kata Keynan dengan suara berat penuh penekanan, menatap perawat laki-laki itu.


Dokter dan perawat perempuan itupun akhirnya masuk untuk memeriksa Aisyah, dan Keynan pun ikut masuk lalu menutup pintu ruangan itu meninggalkan perawat laki-laki di depan ruangan itu.


"Bagaimana keadaannya dok?"tanya Keynan setelah dokter selesai memeriksa keadaan Aisyah.


"Keadaan Nyonya sudah membaik.Besok pagi kami akan mengeceknya lebih lanjut dan mengganti perban diwajahnya. Kalau tidak ada lagi yang ingin ditanyakan kami permisi,"ucap dokter itu.


"Saya tidak mau kejadian tadi terulang lagi,"ucap Keynan dengan penuh penekanan.


"Maaf,saya tadi lupa karena terburu-buru. Kalau begitu saya permisi,"pamit sang dokter yang tidak ditanggapi oleh Keynan karena masih merasa kesal dengan kejadian perawat laki-laki yang hampir masuk keruangan istrinya dirawat.


"Kamu masih di sini?"tanya dokter yang memeriksa Aisyah kepada perawat laki-laki yang di usir Keynan tadi.


"Iya,dok.Jadi pria itu yang tidak mau istrinya ditangani oleh tenaga medis laki-laki dok?"tanya perawat laki-laki itu.


"Iya,dan dia sudah membayar mahal untuk itu,"sahut sang dokter.


"Memangnya secantik apa sich dok, istrinya itu?"tanya perawat laki-laki itu penasaran.


"Sangat cantik,"sahut dokter dan perawat perempuan bersamaan.


Sementara di dalam ruangan, setelah mengunci pintu ruangan itu,Keynan berjalan mendekati Aisyah. Aisyah nampak tidak nyaman saat Keynan semakin dekat dengannya.


"Dimana cadar saya?"tanya Aisyah pada Keynan tanpa mau menatap wajah Keynan.


"Wajahmu terluka Ay, karena itu Mas tidak memakaikan kamu cadar. Lagian Mas sudah mengunci pintunya,"ucap Keynan.


"Kita bukan muhrim, tidak baik jika berduaan dalam satu ruangan,"ucap Aisyah tanpa menatap wajah Keynan.


"Deg,"jantung Keynan rasanya berhenti saat mendengar kata-kata Aisyah. Walaupun dokter sudah memberi tahu tentang kemungkinan ini,tapi tetap saja Keynan merasa sedih saat orang yang dicintainya tidak mengingat dirinya.


"Ay, kamu tidak mengingat Mas?"tanya Keynan memegang tangan Aisyah, namun Aisyah langsung menarik tangannya.


"Nama saya bukan Ay dan saya tidak mengenal anda, tolong tinggalkan saya,"ucap Aisyah.


"Aku ini suami kamu Aisyah Larasati binti Mohammad Yassin,"ucap Keynan dengan nada tegas.


"Anda jangan mengaku-ngaku, saya belum pernah menikah,"balas Aisyah yang sempat terkejut mendengar Keynan mengucapkan nama lengkapnya.

__ADS_1


Keynan mengusap wajahnya dengan kasar.Keynan tahu Aisyah akan bersikap tegas jika berbicara kepada orang lain Aisyah hanya akan berbicara dengan lembut jika bersamanya, Danu dan Reni saja.Bahkan degan Dio pun Aisyah masih menjaga jarak.


"Apa perlu Mas buktikan jika kamu istri Mas?"tanya Keynan.


"Apa buktinya?"tanya Aisyah.


Tanpa berkata apa-apa Keynan langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Aisyah.


"Apa yang Anda lakukan?!"pekik Aisyah yang terkejut dengan perbuatan Keynan.


"Lihatlah ini !"ucap Keynan menyentuh perut Aisyah namun langsung ditepis oleh Aisyah.


"Saya bilang jangan sentuh saya.!"sergah Aisyah.


"Lihatlah perutmu itu.! Kamu sedang mengandung anakku,"ucap Keynan.


Aisyah reflek meraba perutnya dan sangat terkejut saat meraba dan melihat perutnya yang sudah agak membuncit.


"Kita sudah menikah Ay, dan....."


"Tolong biarkan saya sendiri,"kata Aisyah memotong kata-kata Keynan.


Keynan pun menuruti keinginan Aisyah, kembali menyelimuti tubuh Aisyah kemudian pergi menuju kamar mandi untuk berwudhu.


"Apa benar aku sudah menikah dan dia suamiku? Dan perutku? Aku sedang mengandung?"batin Aisyah bertanya-tanya.


Beberapa saat kemudian Keynan keluar dengan wajah yang lebih segar. Keynan kemudian duduk di sofa mulai membaca Al-Qur'an dengan membuka aplikasi Al-Qur'an di handphonenya.


Aisyah mendengar suara Keynan yang sedang mengaji, terdengar indah dan begitu fasih. Aisyah memejamkan matanya sambil mendengarkan ayat-ayat suci yang di lantunkan Keynan.


Setelah sekitar setengah jam mengaji, Keynan pun menyudahi bacaannya. Perlahan Keynan mendekati Aisyah, mengusap kepala Aisyah, mengecup kening Aisyah dengan lembut, kemudian duduk di kursi samping ranjang Aisyah sambil memegang tangan Aisyah.


Aisyah yang sebenarnya hanya memejamkan mata pun terkejut dengan perlakuan Keynan tapi tetap memejamkan matanya, dan entah mengapa membiarkan tangannya di pegang oleh Keynan.


"Apa benar dia suamiku? Tapi aku sama sekali tidak mengingatnya.Dan dimana ayah?"batin Aisyah.


Beberapa menit kemudian Keynan nampak kembali tertidur dengan posisi duduk di kursi dan kepala di atas ranjang Aisyah, namun kini wajahnya menghadap kearah Aisyah.


"Tampan...dia tampan sekali. Apa benar dia suamiku?"batin Aisyah mencoba mengingat wajah yang sedang terlelap itu hingga akhirnya Aisyah pun ikut terlelap.


***


Di kantor polisi.


Pagi itu Mahesa bersama Aldo telah datang ke kantor polisi.Tak lama Tirta dan Bayu pun muncul menemui Mahesa dan Aldo.


"Tuan Tirta, Tuan Bayu, silahkan masuk,"ucap seorang polisi yang sedang bersama Mahesa dan Aldo di sebuah ruangan.


Mahesa dan Aldo pun ikut bangkit dari duduknya menyambut kedatangan Tirta dan Bayu yang baru mereka lihat wajahnya kali ini. Anak dan bapak yang terlihat tampan dan penuh karisma, dengan tubuh atletis.


"Tuan Tirta, Tuan Bayu, perkenalkan saya Mahesa ayah dari Aldo,"ucap Mahesa sedikit ragu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Tirta dan Bayu.


Namun diluar dugaannya, Tirta dan Bayu mau menjabat tangannya. Kemudian Aldo pun ikut menjabat tangan Tirta dan Bayu.


"Silahkan duduk!"ucap pak polisi.


"Begini Tuan Tirta, Tuan Bayu, atas nama putra saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kejadian kemarin siang. Saya tahu putra saya memang bersalah, tapi tolong jangan penjarakan putra saya,"ucap Mahesa memohon.


"Selamat pagi!"sapa Satria yang tiba-tiba muncul.Mereka semua pun sepontan melihat ke arah Satria.


"Tuan Satria,mari silahkan masuk,"ucap pak polisi yang langsung menyalami Satria.


"Jadi dia CEO Sanjaya company? Wajahnya memang jauh lebih tampan dari Aldo, bahkan tubuhnya juga terlihat atletis seperti Tuan Tirta dan Tuan Bayu,"batin Mahesa.


"Dia pria yang bersama Dinara waktu di kafe itu. Jadi dia pria yang selama ini mengantar dan menjemput Dinara yang tidak pernah membuka helmnya,"batin Aldo.


"Pa,"ucap Satria menyalami Tirta kemudian mengecup punggung tangan Tirta,"Bang,"ucap Satria pada Bayu sambil menjabat tangan Bayu dan menepuk bahu Bayu.Bayu pun membalas dengan cara yang sama.


Mahesa, Aldo dan seorang polisi yang ada di ruangan itu pun mengernyitkan dahi saat melihat interaksi ketiga pria tampan bertubuh atletis berbeda usia itu.


"Tuan Satria, perkenalkan saya Mahesa, ayah dari Aldo,"ucap Mahesa kemudian menjabat tangan Satria.


"Tuan Satria,atas nama putra saya,saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kejadian kemarin siang. Saya tahu putra saya memang bersalah, tapi tolong jangan penjarakan putra saya,"ucap Mahesa mengulangi kata-kata yang dia ucapkan pada Tirta dan Bayu.


"Saya dan istri saya sudah memaafkan putra anda.Tapi hukum harus tetap berjalan agar lain kali putra anda berpikir dulu sebelum bertindak. Karena dulu putra anda juga sudah pernah mencoba untuk menculik istri saya,"kata Satria tegas dan penuh wibawa.


"Istri anda?!"

__ADS_1


🌟"Sudah dimaafkan tapi bukan berarti tidak perlu di hukum, karena hukuman adalah peringatan agar orang yang berbuat jahat tidak mengulangi perbuatannya.'🌟


To be continued


__ADS_2