
"Apa dia tidak salah bicara?Tidak bisa menemukan wanita secantik dan setulus Aisyah?Apa matanya sudah rabun sehingga melihat Aisyah yang buruk rupa seperti bidadari?"gumam Danu tak percaya.
"Keynan bahagia dengan Aisyah, untuk apa mempermasalahkannya sich pa?"protes Reni,dia bersyukur karena Keynan tidak mengusir dia dan Dio walaupun tahu Dio telah berusaha membunuh Keynan.
"Iya pa,mama benar.Biarkan saja Keynan dengan Aisyah, yang penting dia bahagia,"ucap Dio mendukung Reni.
"Ih,kenapa Kak Dio dan nenek tua itu malah mendukung Aisyah sich?"batin Santi.
"Kalian ini kenapa sich? Kenapa tiba-tiba mendukung Keynan dengan Aisyah?"tanya Danu yang tidak mengerti dengan perubahan sikap anak dan istrinya.
"Papa saja yang tidak mengerti,anak sudah bahagia kok di usik,"sahut Reni.
Reni pun berjalan menghampiri Dio kemudian mengajaknya Dio pergi dari ruang makan itu.
"Dio,apa Keynan benar-benar tahu kalau kamu yang sudah berusaha membunuhnya?"tanya Reni penasaran sekaligus was-was.
"Dio rasa Keynan benar-benar tahu ma.Mama tahu kan kalau Keynan tidak pernah bicara sembarangan?"sahut Dio.
"Minta maaf lah padanya Dio.Tidak apa-apa menundukkan kepalamu sedikit asal kita aman disini,"nasehat Reni.
""Iya ma.Aku akan minta maaf padanya,tapi bukan sekarang.Sekarang sepertinya bukan waktu yang tepat. Setelah kejadian diruang makan tadi,aku yakin suasana hati Keynan sedang tidak baik,"kata Dio.
"Iya,mama setuju.Carilah waktu yang tepat untuk meminta maaf padanya,"ucap Reni.
"Iya,ma,"sahut Dio.
***
Di kamar Kirana.
"Apa kamu tidak bekerja?"tanya Kirana pada Bayu yang seharian ini ada di rumah.
"Aku sekarang sedang bekerja,"jawab Bayu yang sibuk dengan laptopnya.
"Maksudku bekerja di kantor,"kata Kirana lagi.
Bayu mengernyitkan keningnya,"Kenapa?Apa kamu tidak suka jika aku seharian bersamamu?Apa kamu merasa terganggu?"tanya Bayu penasaran.
"Bukan...bukan seperti itu.Aku hanya merasa tidak enak jika pekerjaan mu terbengkalai karena merawat ku,"sahut Kirana.
"Kamu tidak perlu mencemaskan itu.Aku bisa mengaturnya.Apa kamu butuh sesuatu?"tanya Bayu.
"Tidak,"jawab Kirana.
Bayu menutup laptopnya kemudian berjalan ke arah Kirana,"Sudah malam,tidurlah!"ucap Bayu membantu Kirana yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang untuk berbaring kemudian berjalan menuju sofa.
"Ti.. tidurlah di sini.Badanmu akan pegal-pegal jika tidur di sofa,"ucap Kirana gugup,
"Apa kamu tidak terganggu jika aku tidur di ranjang?"tanya Bayu yang memang merasa tubuhnya pegal-pegal jika tidur di sofa,namun tidak berani tidur di ranjang sejak pertengkaran mereka waktu itu.
"Tidak,"jawab Kirana singkat.
Akhirnya Bayu pun berbaring di ranjang di sebelah Kirana.Beberapa menit kemudian Bayu nampak sudah terlelap.Sedangkan Kirana masih belum bisa tidur.Entah kenapa Kirana ingin sekali tidur dalam pelukan Bayu.Seharian ini Kirana hanya mual dan muntah tadi pagi saja.
Setiap dia mual dan ingin muntah Bayu mendekatinya dan bertanya,"Kenapa?Kamu ingin muntah?Aku bantu kekamar mandi,"tanya nya sambil duduk di dekat Kirana seraya mengusap-usap punggungnya.Dan anehnya rasa mual nya hilang saat mencium aroma tubuh Bayu.
"Apa dia benar-benar sudah tidur?," batin Kirana,"Bay....Bay...."panggil Kirana,tapi tidak ada sahutan dari Bayu.
Perlahan Kirana mendekatkan tubuhnya ke tubuh Bayu, memberanikan diri untuk memeluk tubuh suaminya,mengendus aroma tubuh suaminya yang entah mengapa sekarang begitu disukainya. Perlahan terlelap memeluk tubuh yang beberapa Minggu ini dirindukannya.
Keesokan paginya, Bayu terbangun dan terkejut melihat ada istrinya yang tidur di bawah ketiaknya sambil memeluk pinggangnya.
"Kenapa dia bisa tidur seperti ini?"batin Bayu.
Perlahan Bayu melepaskan tangan Kirana yang melilit di pinggangnya.Bayu turun dari ranjang dan menyelimuti tubuh Kirana, kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah selesai Bayu pun turun untuk sarapan.
"Eh Bayu?Ayo sarapan!"ajak Rinto.
"Iya, Yah,"sahut Bayu kemudian duduk dan sarapan bersama kedua mertuanya.
"Kirana mana Bay?"tanya bunda.
"Masih tidur Bun,"jawab Bayu.
__ADS_1
"Apa dia mual dan muntah lagi, Bay?"tanya Susi penasaran.
"Hanya kemarin pagi Bun,"jawab Bayu.
"Eh,ajaib sekali!"seru bunda.
"Apa yang ajaib Bun?"tanya Rinto.
"Itu, Kirana.Biasanya tiap ada makanan yang masuk ke perutnya dia langsung muntah-muntah.Ayah tau sendiri kan,satu Minggu dia dirawat di rumah sakit karena semua makanan yang masuk diperutnya pasti dimuntahkan.Kamu kasih apa dia Bay,kok nggak muntah-muntah lagi,"tanya Susi penasaran.
"Bayu nggak kasih apa-apa Bun,"sahut Bayu jujur.
"Ternyata kata-kata Bik Narsih benar , Bik,"ucap Susi saat melihat Bik Narsih.
"Bibi sudah bilang Nyah,obat perempuan hamil yang suka mual dan muntah itu biasanya ya suaminya,"sahut Bik Narsih.
Sedangkan Bayu dan Rinto hanya saling menatap mendengar ucapan kedua perempuan itu, seolah bertanya,"Apa benar?"
***
Didalam sebuah mobil yang sedang melaju lambat karena macet.
"Ay,ap kamu mau pergi ke suatu tempat?"tanya Keynan yang sedang mengemudi.
Keynan dan Aisyah baru saja berkunjung ke sebuah panti asuhan.Membawa hadiah yang lumayan banyak untuk anak-anak panti dan juga menyumbang uang.
"Nggak Mas,kita langsung pulang saja.Jalannya aja macet kayak gini,bikin males mau kemana-mana,"sahut Aisyah.
"Ya sudah.Kita lewat jalan lain saja,biarin muter agak jauh yang penting nggak macet,"sahut Keynan.
"Iya Mas,"timpal Aisyah.
Akhirnya Keynan mengambil jalan memutar yang lumayan agak jauh untuk menghindari macet.
"Mas,di didepan itu kayak ada orang yang lagi dikeroyok dech!!"kata Aisyah yang melihat ada beberapa orang yang sedang menghajar seorang pria,"Astaghfirullah,Mas....Itu sepertinya Kak Dio dech Mas.Dia dikeroyok orang Mas,"pekik Aisyah kaget.
"Kamu tunggu di mobil Ay,Mas akan menolong Kak Dio,"kata Keynan.Keynan meraih handphonenya lalu menghubungi Bayu,"Halo Bayu,kamu kirim orang ke daerah xx,Dio dikeroyok orang,aku share lock,"kata Keynan begitu telepon tersambung,lalu mematikannya tanpa menunggu jawaban dari Bayu.
Keynan mengendarai mobilnya melewati Dio yang sedang dikeroyok orang-orang bertubuh kekar, kemudian berhenti agak jauh karena ada Aisyah di dalam mobil.Keynan takut para pria itu menyerang Aisyah.
"Tapi Mas, Aisyah takut Mas....."
"Mas akan baik-baik saja percayalah!!Dengar, kamu kunci mobilnya dari dalam!!"kata Keynan memotong kata-kata Aisyah kemudian turun dari mobil.
Setelah Keynan turun,Aisyah segera mengunci mobil dari dalam dan menghubungi polisi sesuai permintaan Keynan.Keynan berlari menghampiri para pria yang sedang mengeroyok Dio yang sudah kuwalahan.
Keynan dengan gerakan cepat menghajar para pria yang sedang mengeroyok Dio.Namun sayangnya ada seorang pria yang berhasil menusuk Dio dengan pisau.
Keynan yang melihat kakaknya ditusuk pisau pun semakin ganas menghajar para pria itu.Ada yang kakinya dipatahkan Keynan saat menendang,ada tangannya yang plintir Keynan sampai patah.Saat semua orang yang mengeroyok Dio itu sudah tumbang, Keynan bergegas membawa Dio ke mobilnya.
Aisyah yang melihat Keynan membopong Dio kearah mobil pun langsung membuka kunci mobil kemudian turun membukakan pintu bagian penumpang dibelakang kemudi agar Keynan bisa membaringkan Dio di sana.
"Kak,sadar kak, jangan pejamkan matamu,"kata Keynan pada Dio.
Dio yang masih sadar pun hanya mengedipkan matanya sebagai jawaban karena menahan sakit di sekujur tubuhnya dan luka tusuk diperutnya.
"Gimana ini Ay,darahnya banyak banget,"kata Keynan khawatir saat membaringkan Dio di jok belakang.
"Ini Mas,ikat dengan ini!"ucap Aisyah memberikan kain panjang.Keynan menatap Aisyah sebentar lalu meraih kain yang diberikan Aisyah untuk mengikat perut Dio yang terkena tusukan agar darahnya tidak terlalu deras keluar.
"Kamu menggunting jilbab kamu Ay'?"tanya Keynan yang baru duduk di kursi pengemudi.
"Iya Mas, Aisyah lihat ada gunting di dasbor,ya udah Aisyah pakai saja untuk menggunting jilbab Aisyah,"jawab Aisyah.
"Kita harus segera tiba di rumah sakit,"kata Keynan dengan wajah tegang,mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata,"Kamu sudah menghubungi polisi Ay?"tanya Keynan.
"Sudah Mas,"sahut Aisyah tegang karena cepatnya Keynan mengemudi.
Sesampainya di rumah sakit,Dio langsung dibawa ke UGD,"Ay, Mas urus administrasinya dulu ya?Kamu tunggu di sini,"kata Keynan.
"Iya Mas,"jawab Aisyah.
Sambil berjalan menuju tempat untuk mengurus administrasi, Keynan menelpon papanya,"Halo pa,papa segera ke rumah sakit xx kak Dio ada di UGD,"ucap Keynan kemudian langsung menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari Danu karena Keynan harus mengurus administrasi untuk Dio.
__ADS_1
***
Di kediaman Wishaka.
"Ma, Dio masuk rumah sakit dan sekarang ada di UGD ma,"kata Danu pada Reni.
""Apa?Ke...kenapa Dio masuk rumah sakit, pa?tanya Reni khawatir.
"Papa juga tidak tahu,ma.Belum sempat papa bertanya Keynan sudah memutuskan sambungan teleponnya.Mama mau ikut ke rumah sakit tidak?"tanya Danu.
"Iya pa, tunggu sebentar,"kata Reni langsung bersiap untuk ikut ke rumah sakit.
***
Setengah jam kemudian Danu dan Reni sudah sampai di rumah sakit.Danu dan Reni terkejut melihat Keynan yang bajunya berlumuran darah dan bagian bawah jilbab Aisyah yang yang nampak di gunting asal.
"Sebenarnya apa yang terjadi, Key?"tanya Danu.
"Kami melihat kak Dio dikeroyok enam orang di sebuah jalan sepi.Kak Dio babak belur dihajar oleh mereka bahkan terkena luka tusuk di perut,"ujar Keynan.
"Apa? Dikeroyok orang?Apa kamu mengenali mereka Key?Apa motif mereka menyerang Dio?"tanya Danu.
"Key tidak tahu.Tapi Key akan menyelidiki apa motif mereka menyerang kak Dio,"jawab Keynan.
"Apa kalian keluarga pasien?"tanya seorang perawat yang keluar dari ruangan tepat Dio ditangani.
"Iya,"jawab Danu, Reni dan Keynan.
"Pasien memerlukan donor darah,dan kami tidak mempunyai stok darah yang sama dengan pasien. Golongan darahnya adalah O,apa ada diantara kalian yang golongan darahnya O?"tanya perawat tersebut.
"Golongan darah saya O,"ucap Danu dan Keynan bersamaan.
"Mari ikut saya,"ucap perawat tersebut.
"Saya permisi ke toilet dulu,ma,"ucap Aisyah pada Reni dan dibalas anggukan oleh Reni
"Bagaimana pa?"tanya Reni setelah beberapa saat Danu kembali.
"Papa tidak bisa menyumbangkan darah papa.Tekanan darah papa agak tinggi.Kata perawat tadi selain Keynan kita juga harus mencari pendonor lain,ma.Dio kehilangan banyak darah,"ucap Danu.
"Sulit mencari golongan darah O pa,"ucap Reni.
Beberapa menit kemudian Keynan sudah selesai diambil darahnya.
"Dimana Aisyah,pa?"tanya Keynan.
"Dia pergi ke toilet,"jawab Reni.
"Pa,aku membersihkan diri dulu,"kata Keynan.
"Oh iya,"jawab Danu.
Setengah jam kemudian Keynan sudah kembali dengan tubuh yang segar dan pakaian bersih,"Ay, gantilah pakaianmu,ini Mas sudah membelikan pakaian untukmu,"ucap Keynan menyodorkan paper bag pada Aisyah.
"Iya Mas,"sahut Aisyah menerima paper bag yang disodorkan Keynan.
Satu jam kemudian,seorang perawat kembali keluar,"Apa kalian sudah menemukan pendonor lain?"tanya perawat tersebut.
"Kami sudah berusaha,tapi belum menemukan pendonor lain,"ucap Reni.
"Kalian harus cepat menemukannya, pasien sangat membutuhkannya,"ucap perawat tersebut.
"Golongan darah saya juga O,saya bersedia mendonorkan darah saya,.Boleh kan Mas?"tanya Aisyah pada Keynan.
"Boleh,"jawab Keynan tersenyum pada Aisyah.
Aisyah tidak tahu jika Danu dan Reni sibuk mencari pendonor lain, karena Aisyah pergi ke toilet saat Danu memberitahu Reni bahwa mereka membutuhkan pendonor lain.
Danu dan Reni pun langsung menoleh kearah Aisyah.
"Benarkah? Terimakasih Aisyah!"ucap Reni.
🌟 Terkadang pertolongan kecil yang kamu berikan untuk orang lain sangat berarti bagi orang tersebut,maka janganlah berhenti tolong menolong dalam kebaikan.🌟
__ADS_1
To be continued