
Bab 1
Anita tersenyum memandang bi Siti dan pak To yang sedang bercanda di halaman sambil mencabut rumput rumput liar yang tumbuh diantara bunga yang sedang mekar.Pasangan yang sudah sepuh tapi sangat bahagia walaupun tidak dikarunia anak.
"Hm....akankah kami bisa seperti mereka berdua" gumam Anita dalam hati.
Tak berapa lama sebuah kendaraan memasuki halaman rumah.Anita tersenyum.Anita sudah hapal jadwal kepulangan suaminya,tepat jam 5 sore.Anita berlari menyongsong seorang lelaki yang baru keluar dari mobil dan meraih tangannya dan menciumnya.
Lelaki tersebut bernama Hardi.suami Anita.tampak sekali Anita gembira dengan kedatangan suaminya.
"Bagaimana keadaan Abang hari ini?" tanya Anita penuh senyum.
"Baik sayang.seperti yang kamu lihat" sahut Hardi sambil mengecup kening Anita dengan lembut.Anita tersenyum manis sambil meraih tas kerja Hardi.
"Sini aku bawakan.. bersihkan diri dulu ya bang.sudah aku siapkan semuanya."
"Iya sayang."Hardi mencubit gemas pipi Anita dengan lembut dan berjalan masuk rumah dengan menggandeng tangan Anita.
Seperti biasa Anita selalu mempersiapkan segala keperluan suaminya.baik saat mau berangkat bekerja ataupun setelah pulang.
Anita berdiri termenung memandang ke langit,terlihat tak ada satu bintang pun di sana.
"Tampaknya cuaca kurang bagus malam ini.apakah akan turun hujan?" gumamnya.
Matanya beralih menatap suaminya Hardi yang sudah tertidur pulas.entah kenapa malam ini dia tidak bisa tidur.ada perasaan was was dihatinya.Anita berusaha untuk memejamkan matanya tapi tidak bisa.
"Ada apa ini.apakah ada yang salah." gumamnya
__ADS_1
Hingga jam 3 pagi Anita tetap tidak bisa tertidur.Hingga azan subuh berkumandang Anita hanya berjalan bolak balik di kamar.segala aktifitas Anita tampaknya tidak mengganggu tidur Hardi,tadinya Anita takut kalau dia akan membangunkan suaminya,tapi ketakutan itu hilang sirna ketika dilihatnya suaminya tidak terganggu.
"Tampaknya Abang sangat lelah.jadi tertidur sangat pulas." ucap Anita dalam hati.
Anita mengusap wajah tampan yang tertidur tenang di ranjang mereka.
*Sungguh beruntung aku bang.engkau sangat baik kepadaku.padahal kau tahu.aku hanyalah perempuan yang tidak sama kedudukan denganmu dan keluarga mu,Abang tidak memandang perbedaan itu,aku mencintai abang,terimakasih sudah memberikanku kesempatan untuk berdiri mendampingi Abang."gumam Anita.
Anita.,ya.Anita hanyalah seorang gadis yang hidup bersama dengan ibunya,ayahnya sudah lama wafat,Anita gadis yang sederhana,rutinitas hidupnya mulai remaja hanya sekolah dan membantu ibunya membuat kue kering yang dititipkan di toko toko,tidak ada cerita gadis yang nongkrong bareng teman temannya di mall ataupun cafe,yang ada bekerja dan dapat uang untuk membiayai hidup dan biaya sekolahnya,dan ibunya sangat ingin Anita bisa menempuh pendidikan seperti teman temannya yang lain.
Ya ...Anita memang berhasil menempuh pendidikannya,menyelesaikan kuliahnya dan menjadi kebanggaan ibunya.
Anita juga sudah memiliki pekerjaan yang dilakoninya semenjak SMA menjadi resepsionis hotel ternama di kotanya.Anita bukan orang yang mudah bergaul.kesan pertama bagi siapa yang mengenalnya pasti akan mengatakan Anita type yang sangat dingin dan tertutup,dan Anita bukanlah orang yang dengan mudah tersenyum,hingga kadang teman Anita yang satu pekerjaan mengatakan senyum Anita sangatlah mahal.
Walaupun dikatakan seperti itu.Anita hanya diam dan menatap dengan tatapan datar,tak ada.senyum yang terukir di bibirnya.Apakah Anita marah....tidak...Anita tidak pernah marah,walau berbagai perkataan yang ditujukan pada dirinya,ada juga perkataan yang bermaksud menjatuhkannya...Anita tidak pernah menangggapinya,yang ada dipikirannya adalah "Nanti akan hilang dengan sendirinya sesuai dengan berjalannya waktu"
Ya... Anita berbeda,mungkin sebagian menganggap Anita gadis yang tidak normal.Anggapan itu juga sampai ke telinganya.Anita hanya menarik napas panjang dan tidak menanggapinya..
"Biarkan mereka berpikir sesuai dengan pikiran mereka,tidak menjadi masalah buatku"gumam Anita.
Anita menatap lembut suaminya"Abang sudah bangun"
"Iya sayang.kemarilah.abang sangat lelah tadi malam hingga tidur duluan,maafkan Abang ya sayang" ucap Hardi merentangkan tangannya minta dipeluk.
"Tidak apa bang.yang penting Abang cukup istirahatnya nanti waktu kerja tetap fit,air mandi sudah aku siapkan juga pakaian Abang."Anita membalas pelukan suaminya dan mencium lembut bibir suaminya.
"Aku siapkan sarapan Abang dulu ya." Anita melepas pelukan suaminya.
__ADS_1
"Baiklah sayang.abang mandi dulu"Hardi beranjak dari tempat tidur.
Anita berlalu meninggalkan suaminya menuju dapur sedang Hardi masuk kamar mandi yang berada di kamar mereka.
Beberapa saat Hardi terpaku sejenak memandang foto pernikahan mereka yang terletak di atas meja rias.Foto pernikahan yang diambil dua tahun yang lalu,tampak jelas terlihat wajah Anita yang sendu dan malu malu,senyum kecil terlukis dibibir Anita.Teringat perjuangannya mendapatkan istrinya dulu bukan hal mudah.Anita gadis 23 tahun yang bekerja di hotel milik orangtuanya dikenal sebagai gadis dingin dan pelit senyum.Anita hanya tersenyum kepada tamu hotel setelah tamu berlalu wajahnya akan datar kembali. Teringat bagaimana dia berusaha memancing tawa Anita dengan cerita cerita lucu tapi semuanya tak pernah terlihat dibibir Anita senyuman yang di inginkan ya.
Karena karakter Anita inilah yang membuat Hardi begitu penasaran dan bertekad untuk mendapatkannya dan tidak sedikit juga teman kerja Anita dan beberapa tamu yang berusaha mendapatkan Anita.Saingan Hardi sangat banyak disamping karekteristik Anita yang sudah untuk didekati.
Hardi menggelengkan kepala teringat kejadian 2 tahun lalu,dengan penuh perjuangan dia mendapatkan Anita,dan sekarang sudah menjadi istrinya.Hal yang membuat Hardi terkejut dia tidak mengenali Anita sebenarnya,rupanya dibalik sikapnya yang dingin Anita adalah gadis yang hangat,mudah tersenyum dan selalu memperlakukannya bagai seorang dewa yang disembah.
Hari berganti ,bulan dan tahun berganti Hardi merasakan sikap Anita yang sangat sempurna baginya,Anita sangat pandai menjaga dirinya,sikap dinginnya dan pelit senyum hanya ditujukan kepada orang orang yang bukan suaminya,berbeda bila Anita bersamanya sangat lembut,manja.,walaupun manja padanya sebenarnya Anita sangat tegas dan mandiri.
"Abang...sarapannya sudah siap," tegur Anita lembut membuyarkan lamunan Hardi.
"Lho... Abang belum mandi?' tanya Anita sambil mengernyitkan kedua alisnya.
"Iya ini,Abang sudah mau mandi.'sahut Hardi masuk ke kamar mandi.
Anita menggelengkan kepalanya seraya menarik napas panjang"Apa sih yang Abang lamunankan pagi pagi,"gumam Anita tersenyum kecut sambil membereskan tempat tidur dan membuka jendela kamar agar udara pagi yang segar memasuki ruang kamar meraka.
Tak beberapa lama Hardi keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalutkan handuk pada pinggangnya,Anita tersenyum ,pemandangan seperti itu sudah biasa baginya dan berjalan mendekati suaminya.
"Sini ku bantu mengeringkan rambut Abang" Anita mengambil hair dryer yang tersimpan di nakas.
Pekerjaan rutin yang dilakukan Anita setiap kali selama 2 tahun menjalani pernikahan.sudah 2 tahun dia menjadi istri Hardi.melayaninya dengan sepenuh hati.karena dia sangat mencintai suaminya .Suaminya yang sangat dibanggakannya dan sangat dihormatinya membuat dia takut berbuat kesalahan yang akan mengecewakan suaminya.
"Baiklah,sudah selesai suamiku tersayang,kita sarapan dulu ya,"ucap Anita sambil meneliti penampilan suaminya.
__ADS_1
keduanya tersenyum bahagia keluar kamar menuju meja makan.