MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Menggugat cerai


__ADS_3

Anita dan Lina memasuki mobil Lina yang terparkir di pinggir jalan depan rumah Hardi.keduanya duduk diam sejenak .Lina menghembuskan napasnya kuat kuat.


"Gila kamu ,Anita, apa yang kau lakukan tadi membuatku merinding."ucap Lina menggelengkan kepalanya.


Anita menatap Lina yang masih terlihat shock.


"Tapi kenapa kau lakukan seperti itu,apa kamu tahu kejadian ini akan membuat namamu sangat buruk,dan kau tahu mulut ibu mertuamu seperti apa."


*Aku memang sengaja melakukannya,dengan begitu tidak ada orang yang berani mendekatiku apalagi laki laki yang hanya suka mempermainkan perempuan.


"O....." Lina hanya bisa ber ooo ria.


"Dan aku tidak ingin berhubungan dengan Hardi lagi."


"Tapi kalian status nya masih suami istri.An."


"Sebentar lagi tidak."


"Apa maksudmu ?" tanya Lina


sambil menjalankan mobilnya.


"Aku akan menggugat cerai Lin."


Lina terkejut mendengar perkataan Anita.


"secepat itu kah An.?!"


"Ya .secepatnya,kalau kau tidak keberatan tolong antar aku ke Pengadilan Agama,aku mau mendaftarkan gugatan ku." ucap Anita datar.


Lina menoleh pada Anita," kau serius?"


Anita menganggukkan kepalanya."Lebih dari serius."


Lina terdiam mendengar jawaban Anita.Lina tidak bisa membayangkan bila kejadian yang menimpaku Anita terjadi padanya,apakah dia bisa bertahan sekuat Anita ataukah hancur lebur jatuh tak berdaya.


Lina bergidik membayangkannya."Aku rasa aku tak akan sanggup." gumamnya.


An.kita sarapan dulu yuk,walaupun sudah terlambat,aku tadi belum sarapan." ajak Lina.


"Ya Lin,aku juga belum sarapan,tadi pagi aku malas sarapan dengan mereka." sahut Anita .


" Ya nih.perutku sudah tidak sabar minta disi,kita makan bubur ayam dipojokan jalan itu aja ya An."Lina menunjukan ke arah sebuah warung kecil yang berada di pojok jalan yang mereka lalui.


" Iya ,Lin.


Lina memarkirkan mobilnya dan segera turun diikuti Anita.


"Lho, tumben mba Lina siang.biasanya pagi pagi." sapa pemilik warung dengan ramah.


"saya jemput teman dulu bu,dia ingin merasa bubur buatan ibu." ucap Lina sambil tersenyum ke arah Anita.


"Bubur ayam dua porsi ya Bu."kata Lina pada ibu yang punya warung.


"Siap mba."


Lina memilih meja yang pojok bersama Anita.

__ADS_1


"Kamu sering ke sini ya Lin?"


"Iya. kan dekat dengan boutique ku."


Tak berapa lama pesanan mereka datang,aroma kuah dari bubur ayam sangatlah enak ,membuat perut mereka bertambah lapar.


"Ayo.An.dicicipi buburnya,pasti kamu ketagihan ,karena rasanya sangat enak."


Anita mulai memasukan sesendok bubur ke mulutnya dan benar apa yang dikatakan Lina.sangat enak.


"Benar Lin,sangat enak.bisa bisa nambah kalau begini."ucap Anita.


Dan memang benar apa yang diucapkan Anita ,dia memang nambah satu porsi lagi, hingga membuat Lina tertawa.


"Benarkan apa ku bilang,sangat enak." tawa Lina.


Selesai sarapan Lina.mengantar kan Anita ke Pengadilan Agama sesuai permintaan Anita.


Lina memarkirkan mobilnya dihalaman kantor PA,untuk beberapa saat Lina diam.


"An.yakin kau akan melakukannya?'" tanya Lina memandang Anita yang tampak mengeluarkan dua buah buku kecil berwarna hijau dan coklat.


" Hatiku sudah mantap Lin,"


"Aku takut suatu saat kau menyesali keputusanmu ini."


"Tidak Lah.bagiku semua tinggal masa lalu dan aku tidak ingin terikat dengan masa lalu." ucap Anita mantap.


Lina tidak bisa berkata apa ,Anita sudah mengambil keputusan .


"Ya Lin.terimakasih engkau sudah membantu dan mendukungku dalam menghadapi ini semua,aku tidak akan pernah melupakan semua pengorbananmu Lin."Anita membuka pintu mobil.


"Tunggu sebentar aku akan mendaftar dulu.mudah mudahan tidak membuatmu bosan menunggu.."


Lina menganggukan kepalanya tanpa menyahut.


Sebenarnya hatinya sangat sedih melihat keadaan sahabatnya tapi dia tidak bisa membantu banyak karena berhubungan dengan perasaan,berbeda dengan bantuan berupa materi.


Tak terasa satu jam sudah Lina menunggu.tampak dari kejauhan Anita berjalan menuju parkiran mobil.berjalan ke arah tempatnya menunggu.


Wajah Anita tatap tanpa ekspresi,wajah yang datar dan dingin,kadang membuat orang takut mendekatinya ,sebenarnya Anita punya wajah yang lumayan manis.tetapi Anita tidak terlalu suka menghias wajahnya dengan make up,dia lebih suka apa adanya,bedak. yang tipis juga lipstik


yang natural,tubuhnya juga ramping,walaupun tidak terlalu tinggi,tapi masih sesuai dengan ukuran wanita, tidak pendek pendek amat.


Anita tampak tergesa gesa menuju ke arahnya.


"Maaf sudah membuatmu menunggu Lin."


"Tidak apa An ,masuklah.kita pulang."


"Lin .bisakah aku minta tolong mengantarkan ku menemui ibu,aku ingin memberitahukan masalah ini pada ibu,sebelum ibu tahu dari orang lain,aku tidak ingin ibu terluka."


"Aku akan mengantarmu,jangan khawatir."


"Terimakasih Lin."


"Jangan bilang terimakasih,kita ini bersaudara sudah selayaknya saling tolong , baiklah kita berangkat sekarang." Lina menjalankan mobilnya.

__ADS_1


Selama perjalan menuju rumah Ibu Anita keduanya hanya diam asik dengan pikiran masing masing. Tidak terasa tiga puluh menit sudah berlalu mereka sudah sampai di depan sebuah rumah mungil kediaman ibu Anita.


Wanita paruh baya yang tampak sedang duduk di kursi teras mengetahui kedatangan Anita dan Lina.


"Assalamualaikum Bu."ucap Anita dan Lina secara bersamaan


"Wa Alaikum salam.masuk nak." Ibu Anita merentangkan kedua tangannya.


Anita dan Lina segera memeluk wanita paruh baya tersebut dengan gembira.


" Bagaimana kabar kalian?"tanya Lasmi ibu Anita.


Anita dan Lina diam tidak menjawab.


"Bu.Anita ingin mengatakan sesuatu dan Anita berharap ibu tidak kaget apalagi marah."


Lasmi memandang Anita ,kemudian pandangan beralih pada Lina.


"O iya kenapa kalian berdua ke sini dan Anita mana suamimu? " tanya Lasmi yang baru menyadari kedatangan Anita tidak dentan suaminya.


Anita tidak menjawab,dia menatap Lina.


"Katakanlah An.ibu harus tahu."


"Ada apa nak,jangan membuat ibu bertanya tanya."


"Begini bu,.Anita dan bang Hardi sudah tidak bersama lagi.'ucap Anita sambil menelan ludah takut ibunya terkejut.


"Apa maksudmu Anita,Lina tolong beritahu ibu.!"Lasmi berkata dengan nada bergetar.


Anita memandang Lina dan menganggukan kepala menyetujui Lina yang berbicara.


Anita memperhatikan ibunya yang tampak terkejut mendengar penuturan dari Lina,terlihat Lasmi sangat shock setelah mendengar cerita yang disampaikan Lina.


Ada butir bening menghiasi kedua matanya.


"Kenapa nasibmu begini nak."


"Bu sudahlah.jangan disesali dengan apa yang sudah terjadi.Anita tidak apa apa,ibu tenang saja ."


"Tinggallah kembali bersama ibu nak,ibu tidak ingin kamu bersedih nak."


" Tidak bu,pasti Bang Hardi akan ke sini mencari Anita."


"Anita tidak ingin bertemu untuk saat ini,Anita tidak ingin diganggu."


"Terus kamu akan tinggal di mana?"


"Belum tahu bu.,mungkin akan mencari kontrakan untuk sementara waktu.


Lasmi menarik napas panjang,dia tidak bisa menghalangi niat Anita.


"Tapi Anita tidak apa apa kan nak?"


" Bu jangan khawatir,Anita hanya tidak ingin bertemu bang Hardi selama proses perceraian ini,kalau semuanya sudah selesai Anita pasti pulang menemani ibu."


"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu nak."

__ADS_1


__ADS_2