
Sudah hampir sebulan Anita dan Rohan tidur dalam satu kamar,dan sejauh ini tidak terjadi apa-apa pada mereka, kontak fisik pun hanya sebatas sentuhan tangan
Selama seminggu Rohan mengajaknya ke kantor,karena Rico libur sekolah, setelah Rico masuk sekolah Anita kembali pada rutinitas mengantar dan menjemput Rico.
Anita merasakan perubahan pada Rico, kelihatannya Rico lebih dewasa dan lebih mandiri dari sebelumnya,
Kalau biasanya Rico akan bergelayut manja dengannya setiap pulang sekolah, kini tidak lagi,tapi Rico selalu menanyakan keadaaan papanya.
Rico tampak lebih perhatian lagi pada papanya,Anita merasa senang melihat perubahan dalam diri Rico.
" Ma ... seandainya Rico bisa naik kendaraan sendiri,Rico tidak ingin lagi di antar dan di jemput mama.'
kata Rico sambil tersenyum.
" Kenapa?" tanya Anita dalam heran.
"Lebih baik mama temani papa bekerja saja." kata Rico
"Tapi papa kan sudah biasa sendiri,dan lagi mama akan mengganggu pekerjaan papa di sana," kata Anita dengan nada datar.
" Tapi papa kan ngga ada temannya ,ma ,papa sendiri.' kata Rico lagi.
" Ada banyak karyawan papa yang membantu di sana.....Rico tidak perlu cemas." kata Anita menghibur Rico.
Rico diam saja.,sambil melihat pemandangan di sepanjang jalan.
" Ma..... lusa Rico sudah ikut kemah yang akan diadakan di sekolah selama seminggu." kata Rico menerangkan.
" Ya....mama sudah dengar,Rico benar benar ingin ikut?" tanya Anita .
" Ya ma."
" Rico tidak akan cari nenek,papa atau mama di sana?" tanya Anita lagi.
Rico tertawa," Tidak lah ma...malu ma...., masa Rico begitu,Rico kan sudah besar ."
Anita memandang Rico senang,karena Rico sudah mulai tidak terlalu bergantung pada dirinya , Rico mulai mandiri.
" Rico ,mama suka Rico,teruslah seperti ini," kata Anita sambil mengusap pundak Rico.
" Ma.... nanti kalau Rico ikut kemah,mama mau kan temani papa ke kantornya."
Anita bingung mendengar permintaan Rico.
" Kenapa Rico..?"
" Rico takut ada yang ganggu papa." kata Rico sambil memainkan jemarinya.
" Papa sudah besar Rico, tidak ada yang berani ganggu papa." kata Anita datar, sebenarnya dia ingin tertawa mendengar perkataan Rico yang baginya sangat lucu.
Rico hanya diam saja mendengar jawaban Anita .Dia memandang Anita yang tampak fokus menyetir.
Keduanya tampak diam larut dalam pikiran masing masing.
****
Anita menyiapkan keperluan Rico untuk berkemah di sekolahnya .Acara ini acara rutin tahunan untuk memperingati Hari Ulang Tahun sekolah mereka dan akan diadakan selam seminggu.
__ADS_1
Acara ini juga bertujuan agar anak anak belajar.mandiri di bawah pengawasan ketat guru guru di sekolah.
Rico untuk pertama kali ikut Karena itulah membuat neneknya Ratih agak cemas.,juga Anita. Hanya Rohan papanya yang kelihatan agak santai.
" Rico....kamu benar-benar ingin ikut? " tanya Ratih berharap Rico berubah pikiran.
" Ya nek...Rico sudah besar." jawab Rico dengan antusias.
" Ya. .. sudah.... tapi Rico jangan lupa telpon nenek atau mama ya ,kalau di sana." kata Ratih dengan nada cemas.
Anita merasa semua keperluan Rico sudah tidak ada yang tertinggal,semuanya sudah dimasukan ke dalam mobil,jadi tinggal berangkat saja .
" Rico....pamit sama papa ." kata Anita.
Rico mengangguk dan berjalan menuju kamar Rohan. Anita dan Ratih menunggu di teras.
Ratih ingin ikut mengantar Rico.
Ratih kelihatan gelisah.
" Ma....tidak apa apa Rico ingin belajar mandiri kita harus dukung,karena Rico laki laki yang satu saat akan jadi tulang punggung keluarga dan juga akan melanjutkan apa yang papanya lakukan saat ini," kata Anita menghibur mertuanya yang seakan tidak rela berpisah dengan cucunya.
Padahal kalau dipikir Rico hanya ikut kemah disekolah ,bukan diluar daerah,Ratih terlalu cemas.
" Ya....An...semoga Rico tidak apa apa di sana." kata Ratih penuh harap.
Anita melihat Rico bersama Rohan disampingnya.Anita segera menuju mobil diikuti Rico dan Ratih.Setelah pamit pada Rohan mereka bertiga meninggalkan rumah menuju sekolah Rico.
Rico kelihatan sangat gembira
Berbeda dengan neneknya Ratih yang tampak masih cemas.
Tidak makan waktu lama mereka sudah sampai di gerbang sekolah, Mereka dilarang ikut masuk,para orang tua mengantar hanya sebatas pintu gerbang sekolah,ada satpam yang sudah berjaga di depan pintu gerbang.
Anita dan Ratih melihat Rico membawa barang bawaan miliknya,Ratih merasa kasihan melihat Rico,tetapi tidak bisa membantunya,mereka hanya bisa melihat dari kejauhan.
Dan saat mereka melihat Rico melambaikan tangannya berarti mereka harus meninggalkan sekolah Rico.
Walau dengan berat hati Ratih dan Anita akhirnya meninggalkan sekolah Rico.
Keduanya menuju pulang ke rumah.
\*\*\*\*
Anita sedang berbelanja rutin bulanan saat Handphonenya berbunyi.
Anita melihat layar ponsel yang tertulis my husband.
Anita mengangkatnya.
" Hallo."
" Hallo...An ...ada dimana?"
" Aku lagu belanja keperluan rumah,belanja rutin." kata Anita.
" Di mana?"
__ADS_1
" Di xxx mart.Jalan A."
" Ok...aku ke sana."
" Tapi ..."
Sambungan telpon sudah diputuskan sepihak.
Anita menghembuskan napasnya dan melanjutkan memilih barang yang dia perlukan.
" Anita....." suara seseorang memanggil namanya.
Anita berbalik dan melihat Hardi sudah berdiri di belakangnya.
Anita hanya diam tidak menjawab dan melanjutkan aktivitasnya.
" Bagaimana kabarmu?"
Anita menoleh sebentar pada Hardi kemudian kembali fokus pada belanjanya.
" Baik..." sahut Anita datar dan berjalan meninggalkan Hardi.
Tetapi Hardi tetap mengikuti Anita,hal itu membuat Anita tidak nyaman.
" An....bisakah kita bicara sebentar." pinta Hardi
" Ada masalah apa hingga harus dibicarakan." kata Anita dengan nada dingin.
Hardi terdiam melihat reaksi Anita yang sangat berbeda jauh dengan Anita yang selama ini menjadi istrinya.
" Aku. ingin memulai dari awal An....beri aku kesempatan...." pinta Hardi.
Anita menatap nanar pada mantan suaminya dan menggelengkan kepalanya.
" Maaf .... sudah tidak ada lagi,yang lalu biarlah berlalu, aku tidak bisa mengulangi waktu yang sudah dilewati,orang lain mungkin bisa ...tapi aku tidak.....jadi ...maaf,...kuharap jangan menggangguku lagi." kata Anita beranjak meninggalkan Hardi yang penuh dengan penyesalan.
Dari kejauhan Anita melihat Rohan yang tampak mencari cari dirinya,Anita berjalan melangkah mendekati Rohan.
" Ada apa menyusul ke sini." tanya Anita setelah berada disamping Rohan.
" Aku hanya ingin nemani istriku belanja,tadi aku telpon mama katanya kamu lagi belanja .Aku telpon tadi hp mu tidak di angkat." kata Rohan mengambil alih keranjang yang dibawa Anita.
" Aku tidak dengar,karena di dalam tas." kata Anita sambil memeriksa panggilan tak terjawab sebelumnya.
" Apa barang keperluan nya sudah lengkap semua?" tanya Rohan.
" Sudah."
" Kita ke kasir....terus kita pulang."
" Kamu tidak ke kantor..?"tanya Anita.
" Urusanku sudah selesai,"
Anita hanya mengangguk mengiyakan .Rohan ternyata menyusulnya ke tempat belanja sengaja menggunakan taxi jadi mereka pulang dengan memakai mobil Ratih yang dibawa Anita.
Mereka tidak sadar ada sepasang mata yang.menatap kepergian mereka dengan pilu.
__ADS_1
\*\*\*