MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
-


__ADS_3

Bab 3


Malam telah larut,Anita memandang jam dinding yang tergantung di dinding ruang keluarga sudah menunjukkan angka dua belas.


Anita menatap nanar telpon genggam yang tergelatak di atas meja,pikirannya sudah buntu,tidak tahu kemana lagi dia harus menghubungi orang yang tahu keberadaan suaminya.


Anita belum pernah merasa risau seperti saat ini,sejak tadi dia berusaha untuk tidur, tetapi pikiran dan rasa was was membuatnya tidak bisa tidur.


"Ada apa ini,kenapa perasaanku tidak enak,apakah terjadi sesuatu pada Abang Hardi?" tanyanya dalam hati sambil meremas kedua tangannya.


"Ya Allah...ya Tuhanku.Lindungi suamiku jangan sampai ada hal yang membuatnya susah." ucap Anita lirih.Tak terasa ada bening menghiasi kedua mata Anita.


Karena terlalu capek dan tidak ada teman untuk diajak bicara akhirnya Anita jatuh tertidur di sofa.


Pukul 5 pagi Anita terbangun,menatap ke sekeliling ruangan ,tak ada tanda tanda kedatangan suaminya.Anita melangkah menuju kamar berharap suaminya ada di kamar,Namaun harapan itu sia sia.


Anita menghela napas kembali melihat sekelilingnya.memperhatikan ruangan demi ruangan"Kenapa perasaanku sangat takut melihat rumah ini."gumam Anita.


"Aku percaya akan adanya makhluk astral tapi aku tahu semuanya punya dunia masing masing,tapi bukan itu yang kutakutkan,aku takut sesuatu yang aku tidak tahu apa itu."gumam Anita lagi.


Setelah Anita mandi,dia menuju dapur bersiap membuat sarapan seperti biasa.


Hari ini bi Siti dan pa To akan ke rumah.pasangan suami istri ini hanya datang tiga kali dalam seminggu untuk bersih bersih rumah.Anita bisa bertukar cerita pada keduanya.Semenjak jadi istri Hardi, Anita memang jarang keluar rumah,dan Anita juga bukan orang yang mudah bergaul,namun sebenarnya Anita bisa saja menempatkan dirinya sesuai posisinya, tetapi tidak dilakukan karena menghormati ibu mertuanya yang sudah dianggap seperti ibunya sendiri.


Rumah bagi Anita merupakan tempat yang paling damai.Anita akan keluar rumah kalau diajak suaminya atau membeli keperluan rumah tangga.Kalau boleh dikatakan hidup Anita sangatlah menoton,tapi sesuai dengan keinginan ibu mertuanya.Anita menerima keadaannya.,karena baginya menjadi istri bang Hardi adalah anugerah terbesar dalam hidupnya.


Anita meraih hpnya,mencoba menghubungi suaminya tapi tetap seperti semalam,tidak aktif.


Entah mengapa tiba tiba dia teringat sahabatnya Lina yang kemarin menanyakan perihal suaminya kemarin.Anita segera menghubungi Lina.Setelah menunggu beberapa saat hubungan tersambung"Lin,kamu sedang apa?" tanya Anita hati hati.takut mengganggu pekerjaan Lina .


"Lagi santai ,ada apa pagi pagi sudah nelpon,kangen ya."seloroh Lina.


"Ih.kamu Lin.aku tanya karena takut mengganggu kamu."


"No..no..untuk kamu Anita, akan selalu ada waktu, sahabatku sayang."


"Ih,tumben kamu bilang sayang."sahut Anita dengan nada datar.


"Ha...ha...ha...apa aku tidak boleh menyayangimu Anita,kau ia the best." Lina tertawa diseberang sana.


"Ok...ada apa nyonya pagi pagi telpon,apa yang bisa aku bantu?"


Anita menarik napas panjang,berat rasanya untuk mengatakannya,tapi bila dia tahan akan terasa sangat mengganggu pikirannya.


"Mengenai masalah yang kemarin,bang Hardi,sampai saat ini dia tidak pulang,aku khawatir Lin,kalau kalau ada sesuatu yang terjadi pada bang Hardi,kalau sampai siang ini bang Hardi tidak pulang aku akan lapor polisi."ucap Anita panjang lebar

__ADS_1


Lina mendengarkan perkataan Anita diam sejenak.


"Anita..maaf kalau aku beri saran,sebaiknya kau tidak lapor polisi, suamimu akan pulang,dia akan pulang tapi dalam keadaan berbeda."sahut Lina penuh dengan teka teki.


"Apa maksudmu dalam keadaan berbeda Lin."


Anita,aku sayang kamu, nanti kau akan tahu jawabannya,aku harap kau cukup sabar menghadapinya."


"Lin...tolong jelaskan apa maksud perkataan mu,seolah olah kau tahu sesuatu." kejar Anita.


"Ya..aku tahu sahabatku,tapi aku tidak bisa mengatakannya,aku tidak ingin melukai hatimu yang tulus dan murni itu." gumam Lina dalam hati.


"Lin...apakah kau masih disana,kenapa tidak jawab!"


"Anita...adakalanya sesuatu itu dikatakan tapi ada juga harus dirasakan."sahut Lina lirih.


"Aku benar benar tidak mengerti apa yang kau katakan Lin,aku hanya ingin tahu keberadaan bang Hardi,dan sepertinya kau mengetahui tetapi tidak ingin mengatakannya,ada apa denganmu Lin?"


"Tidak apa apa Anita,yang jelas aku sayang kamu,aku ingin kamu istirahat dan tenang,suamimu pasti pulang."


"Baiklah kalau begitu,terimakasih Lin."Anita menutup pembicaraan ,dia tidak ingin memaksa Lina untuk berbicara.Lebih baik menunggu kedatangan suaminya seperti yang disebutkan Lina.


waktu sudah menunjukan jam 8 pagi, terlihat pasangan suami istri pa To dan biaya Siti memasuki halaman,keduanya berjalan beriringan seperti pasangan kekasih,padahal usia mereka sudah tidak muda lagi.


"Waalaikum salam bi.bagaimana kabar bibi hari ini?"


"Baik nyonya." sahut bisa Siti sambil menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Anita menatap perempuan paruh baya di depannya,usianya hampir sama dengan ibunya,tidak ada perbedaan keduanya,mereka berdua perempuan tangguh.


Anita jadi teringat ibunya,semenjak menikah dua tahun yang lalu ,Anita setiap bulan berkunjung


ke rumah ibunya,karena ibunya tidak mau diajak tinggal bersamanya dengan alasan malu kalau hidup bergantung pada anak dan menantunya.


Alasan itulah yang membuat Anita tak berdaya untuk membawa ibunya tinggal bersama dan membuatnya dengan rela mengunjungi ibunya setiap bulan.Sebenarnya Anita sangat khawatir dengan keadaan ibunya karena tinggal sendiri, takut terjadi sesuatu yang ibunya tidak bisa mengatasi.


"Bi Siti kerja dulu ya nyonya."ucap bi Siti membuyarkan lamunan Anita.


"o ...iya bi.." sahut Anita


Bi Siti beranjak pergi meninggalkan Anita yang berdiri terpaku di teras rumah.


Anita juga memperhatikan pa To yang membersihkan halaman.Sejenak dia memandang garasi mobil yang terlihat kosong,dia berharap mobil suaminya terparkir di sana,tapi harapan itu hilang lenyap.


Anita memandang laptop di depannya.berusaha untuk mengerjakan dua buah desain lagi permintaan dari Lina.

__ADS_1


Anita mendengus kesal, sejak tadi tak ada satupun ide yang mampir ke otaknya.Anita tidak bisa konsentrasi, ketidak pulangan suaminya sangat mengganggu pikirannya.beberapa kali dia berusaha tetap tidak bisa.


Anita menggelengkan kepalanya


"Sepertinya kaadaannya kurang baik saat ini,aku butuh udara segar.' Anita berdiri dari duduknya.


Anita kembali ke teras duduk di kursi berharap suaminya datang.


Anita merasa kepalanya sangat sakit,karena mungkin terlalu dipaksa berpikir dari kemarin dan juga tidurnya yang kurang.Anita memijit kepala nya dengan kedua tangannya.Tubuhnya juga terasa lemah,Anita menyandarkan dirinya pada sandaran kursi dan memejamkan matanya,berharap tertidur.


Suara mobil yang sudah begitu dikenali Anita memasuki halaman.Anita terbangun mendengar mobil suaminya datang.


"Bang Hardi pulang.' senyum manis terukir di bibir Anita.


Anita berlari menyongsong kedatangan suaminya .


"Abang sudah pulang.' ucap Anita girang seperti anak kecil yang baru dapat mainan.


Anita berdiri disampingnya pintu supir,menunggu sosok yang dirindukannya turun dari mobil.


Sejenak Anita terdiam melihat sosok suaminya .Entah mengapa dia melihat suaminya seperti orang asing di depannya.


"Anita,kenapa diam,ada apa ,"tegur Hardi membuyarkan lamunan Anita.


"o ..iya bang." Anita meraih tangan suaminya dan mengambil tas kerja Hardi.


"Abang bersihkan diri dulu ya." ucap Anita.


Anita memperhatikan Hardi,baju yang dipakainya adalah. baju yang kemarin dan tampaknya penampilan suaminya agak lusuh seperti tidak terurus.


Setelah Hardi mandi dan penampilannya kembali fresh,Anita mengajak suaminya makan.


Selama makan Hardi diam membisu,Anita merasakan kalau suaminya tak ingin bicara,untuk itu dia menahan mulutnya untuk bertanya kemana Hardi semalam.


setelah makan Hardi langsung tidur tanpa berkata sepatah katapun pada Anita,


Anita merasakan perubahan sikap Hardi.


"Apakah aku melakukan kesalahan hingga bang Hardi tidak mau bicara padaku."gumam Anita


Anita menatap suaminya yang tertidur pulas.Anita merasakan ada sesuatu yang terasa kosong di hatinya,dan sepertinya tidak ada kehangatan pada tatapannya.


"Apa yang terjadi.sepertinya ada yang berubah,ada apa dengan diriku.?" tanya Anita dalam hati


Ada sesuatu yang mengganjal di hati Anita.dan itu yang tidak dimengerti ya.

__ADS_1


__ADS_2