MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Membujuk Anita


__ADS_3

Rahma menatap wajah Anita dengan sendu, siapa yang menyangka gadis yang dulunya tidak disukainya bahkan di bencinya ternyata lebih baik dari Lilian yang disayanginya.


Tapi penyesalan selalu datang terlambat, namun Rahma masih berharap bisa memperbaiki dan kembali seperti semula.


" Maaf bu,......saya mohon jangan dipermasalahkan lagi,semuanya sudah berlalu,"


" Tapi Anita....bisakah memberi kesempatan .....?"


" Maaf bu,........." Anita menggeleng.


" Apakah kamu tidak cinta lagi pada Hardi?"


" Saya tidak bisa menjawabnya Bu, hanya saja saya tidak bisa kembali seperti dulu." jawab Anita dengan nada lirih.


Rahma menatap Anita dengan mata berkaca-kaca .


" Apakah kamu tidak memaafkan kesalahan saya dan Hardi ,Anita?"


" Tidak Bu, bukan begitu, tidak ada yang salah,jadi tidak ada yang perlu dimaafkan, mungkin takdir mengharuskan kita menjalani ini bu,...."


" Tapi Anita.....ibu tidak tahan melihat Hardi yang begitu menderita,Hardi mengharapkanmu kembali,"


Anita menggelengkan kepalanya


" Tidak mungkin bisa bu, saya sudah menikah." ucap Anita dengan nada datar.


Rahma menghela napas panjang...Rahma memang mendengar kabar kalau Anita sudah menikah tapi dia ingin mendengar langsung dari mulut Anita apakah itu kabar angin atau tidak.Kini dia mendengar langsung dari Anita.


Rahma tidak bisa berkata apa-apa lagi,harapannya sudah hilang,air matanya jatuh di pipi nya...kesedihan tidak dapat disembunyikannya lagi.


" Bu,mungkin jodoh kami hanya sampai disini,jangan ibu merasa sedih,saya berharap bang Hardi akan menemukan orang yang pantas dengannya.." kata Anita.


"Ibu tidak tahu apakah Hardi bisa mendapatkan pengganti selain Anita." ucap Rahma lirih.


" Pasti bisa bu," Anita teringat temannya yang bernama Ica yang sudah sejak lama memendam rasa pada Hardi.


" Bu.... ...ada seseorang yang sampai kini masih menunggu bang Hardi." ucapan Anita.


Rahma terkejut menatap Anita,seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Anita.


"Dan saya berharap dia bisa mendampingi bang Hardi kelak."


" Dari mana Anita tahu? Apakah saya mengenalnya?"


" Saya sangat mengenalnya.Ibu juga pernah bertemu dengannya tapi belum mengenalnya."


" Benarkah?"


" Ya ....bu...mungkin ibu ingat terakhir berjumpa dengan saya pada waktu sidang cerai.....dia ada disana,..... dan bekerja di sana." kata Anita sambil menatap Rahma.


Rahma hanya bisa mengangguk,dan berharap benar apa yang dikatakan Anita, walau tipis kemungkinan hal itu terjadi.


Tapi rasa sesal dalam diri Rahma tidak bisa hilang dalam sekejap.


Anita tidak bisa lagi berkata apa apa pada Rahma, baginya masa lalu adalah masa lalu....tidak mungkinlah mengulang waktu yang telah lewat.


Anita hanya berharap Rahma,mantan ibu mertuanya tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama


" Bu,,,, jangan menyesali apa yang telah terjadi, karena waktu tidak bisa diulang kembali.' kata Anita sambil meraih tangan mantan ibu mertuanya dan menggenggamnya.

__ADS_1


Rahma hanya bisa tertunduk lesu,menyesal juga sudah tiada guna.


" Ibu pamit dulu,maaf sudah sudah mengganggu." kata Rahma dengan nada sedih.


" Tidak apa apa bu, saya juga minta maaf tidak bisa memenuhi keinginan ibu." kata Anita pelan.


" Terimakasih Anita sudah mau menerima ibu " kata Rahma dengan nada lemah.


Anita menganggukkan kepalanya,"Tolong sampaikan salam ku pada ibu mertuamu.'


" Baik .Bu.."


Rahma segera berdiri dikuti Anita yang berjalan dibelakangnya.


Tidak ada pembicaraan lagi hingga Rahma pergi meninggalkan kediaman Ratih.


Anita memandang kepergian Rahma dengan tatapan nanar." Apa yang terjadi tidak akan pernah terulang lagi.' gumamnya seorang diri.


Anita kembali melangkah masuk ke dalam rumah.Pandangannya bertemu dengan Ratih yang berada diruang tamu.


" Maaf kan Anita......"


" Sudahlah Anita, mama sudah mendengarnya,"


"Saya tidak ingin ada masalah seperti ini muncul,saya tidak menyukainya.ma......" kata Anita setengah putus asa.


" Kadang kita tidak bisa menghindari masalah,yang perlu kita lakukan bagaimana menyikapi masalah itu sendiri."


Anita menganggukan kepalanya,membenarkan apa yang dikatakan mertuanya.


"Belajarlah untuk lebih bijaksana dalam menghadapi masalah."


" Ya ...ma.."


Anita memandang wajah Ratih, sepasang mata itu menunjukkan guratan kesedihan yang teramat dalam.


" Mama tidak tahu sampai kapan Rohan akan seperti itu,mama tidak bisa membuatnya kembali seperti semula."


" Mungkin belum waktunya ma,suatu saat pasti dia akan bertemu dengan orang yang akan membuatnya bahagia."


" Mama berharap seperti itu." kata.Ratih.


Sebenernya Ratih berharap pada Anita,tapi tampaknya Anita masih belum membuka diri,Ratih tahu Anita masih mencintai mantan suaminya.


Hanya saja Anita seorang yang sulit didekati, prinsip Anita yang sangat kuat,baginya satu kejadian dalam hidup cukup satu kali dialami dan tidak akan mengulanginya dengan orang yang sama.....walaupun akan menyakiti dirinya sendiri.


Ratih sangat mengagumi prinsip Anita,tapi itu juga.membust. Anita.menjadi orang.yang sangat sulit diraih.


" Sudahlah Anita.,mungkin mama terlalu banyak berharap." Ratih menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Anita memandang lekat lekat wajah wanita paruh baya yang ada di depannya.


Tampak juga terlihat sisi kelelahan terpancar di wajah mertuanya


***


Anita sedang berada dalam mobil sambil menatap ruang kelas Rico. Tiba tiba Anita dikejutkan oleh ketukan pada sistem kaca jendela mobil di sisinya.


Anita melihat siapa yang mengetuknya,dan betapa terkejutnya Anita,Hardi lah yang mengetuk kaca mobilnya.

__ADS_1


Anita membuka pintu mobil segera turun.


" Ada apa?" tanya Anita dengan nada tidak senang.


" Aku ingin bicara.....Anita."


" Apa yang dibicarakan?"


"Anita tolong beri aku waktu."


pinta Hardi dengan memelas.


"Katakan dan setelah itu cepat tinggalkan tempat ini.!!!!!"


" Aku ingin kita bersama lagi ,Anita.....mama sudah tahu semuanya,....mama juga ingin kita bersama lagi."


Anita menatap Hardi,lelaki yang telah mengisi hari harinya selama dua tahun dan lelaki ini juga yang telah.mengecewkan dirinya,walaupun tidak semua kesalahan dari Hardi semua,tapi Anita dengan ketidak tegaskan dan ketidakjujuran yang telah dilakukan Hardi padanya.


"Setelah apa yang terjadi.... rasanya hal itu menjadi tidak mungkin." kata Anita dengan tatapan dingin serasa menusuk jantung Hardi.


" Kita memulainya dari awal lagi.Anita....."


Anita menggelengkan kepalanya.


" Tidak akan terjadi.'


"Anita aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi.'pinta Hardi.


"Untuk orang lain mungkin bisa, tapi untukku sudah tidak ada lagi.'


" An.....apakah tidak ada maaf bagiku lagi?"


" Maaf..... ?aku sudah memaafkan semuanya,hanya saja aku tidak bisa mengulang nya dari awal lagi."


" Kenapa.....An?"


"Kaca yang retak memang masih bisa disatukan dan direkatkan kembali, tapi tetap akan meninggalkan bekas yang terlihat." kata Anita datar, sambil menatap Hardi tanpa ekspresi.


Hardi diam membeku mendengar perkataan Anita,tampaknya sudah tidak ada lagi jalan baginya untuk bisa bersama dengan Anita yang sangat dicintainya.


"Apakah tidak ada sedikitpun celah untukku ,Anita.?" tanya Hardi.


" Maaf." Anita.menggelengkan kepalanya.


Hardi menunduk,"Baiklah,tapi aku masih berharap padamu Anita."


" Jangan buang buang waktu degan percuma, status ku sudah berubah." sahut Anita dengan nada datar.


" Kau mencintainya Anita......"


Anita memandang tajam Hardi," Kurasa aku tidak perlu menjawabnya...... pergilah......masih ada orang.lain yang dengan setia menunggumu...."


Hardi menggelengkan kepalanya.


"Maaf .... aku mohon jangan ganggu hidupku lagi.." pinta Anita dengan nada sendu.


Hardi melihat wajah Anita ,kemudian membalikan tubuhnya dan berjalan meninggalkan halaman parkir.


Anita memegang kepalanya yang terasa sangat sakit,pandangannya agak buram karena sudah ditutupi cairan bening yang memenuhi kedua matanya.

__ADS_1


" Semuanya sudah berakhir....jangan dikenang lagi." ucapnya sambil mengusap kedua matanya.


***


__ADS_2