MENGEJAR CINTA ANITA

MENGEJAR CINTA ANITA
Rico meminta


__ADS_3

Anita memandang Rico dari kejauhan, tampaknya Rico sedang dalam suasana hati kurang bagus ketika keluar dari ruang kelas.


Anita melangkah mendekati Rico yang berjalan menuju ke arahnya.


" Ada apa sayang, wajahnya kok cemberut?""


" Rico lagi sebel sama teman Rico ,ma...."


" Kenapa dengan teman Rico?" tanya Anita ,sambil menggandeng tangan Rico.


" Teman Rico bilang ,Rico anak manja."


" Kenapa teman Rico bilang begitu?Rico bagi mama anak hebat,anak mandiri,mama bangga sama Rico.' kata Anita.


" Kata mereka Rico ngga punya saudara ." ucap Rico sedih.


Anita menatap Rico dengan perasaan campur aduk, kenapa selalu saja ada yang mengusik ketenangan Rico.Anita tidak habis pikir dengan anak anak yang suka usil dan membully


Anita merasa anak anak itu tidak pernah di didik orangtunya untuk menghargai orang lain.


" Nanti mama akan bicara dengan guru Rico." hibur Anita.


" Tapi ma,Rico juga pengen punya saudara, Rico juga pengen punya adik, bagaimana rasanya ya ma,kalau Rico gangguan adik ,terus adik nangis,terus Rico sayang sayangi lagi." ucap Rico dengan nada polos.


Anita yang mendengar penuturan Rico kaget setengah mati.


" Ampun kenapa Rico punya pikiran seperti ini' gumam Anita dalam hati,tubuhnya jadi bergetar,tiba tiba jantungnya berdebar .


Anita mengusap wajahnya dengan kedua tangan sambil memandang Rico,.Anak ini sebenarnya cukup dewasa untuk ukuran umurnya kalau dia punya adik ,pastilah dia akan melindungi dan menjaga adiknya dengan baik.tapi semuanya tidak mungkin terjadi.


" Ya...bila sudah waktunya Rico akan punya adik, sabar ya."kata Anita dengan nada lembut."


" Benarkah ma?"


" Iya,,,sayang.' Anita menganggukkan kepalanya.


Rico tersenyum pada Anita tampak di kedua matanya berbinar.


" Kita pulang sekarang ya "


" Ma....boleh Rico telpon papa?"


" Telpon aja,kan papa Rico ." kata Anita sambil tersenyum pada Rico. Rico segera menelpon Rohan.


Tapi Anita tidak menyangka kalau Rico mengajak papanya makan siang di salah satu rumah makan yang disebutkannya, dan tampaknya Rohan menyetujui .


Anita terpaksa mengikuti kemauan Rico menuju rumah makan yang disebutkan.


Anita bersama Rico memasuki rumah makan yang Keduanya menunggu kedatangan Rohan.Tidak beberapa lama Rohan memasuki rumah makan menuju tempat duduk Anita dan Rico yang menunggu kedatangannya.


" Papa'" Panggil Rico


" Ya, bagaimana keadaan mu ?' "


" Baik pa, Rico pengen makan ditemani papa dan mama." kata Rico dengan senyum ceria.


Rohan menatap Anita yang nampak diam membeku.

__ADS_1


Anita hanya menganggukkan kepalanya pada Rohan dan kemudian duduk kembali.


" Rico mau makan apa?" tanya Rohan.


Rico menyebutkan makan yang dimauinya.


Rohan memanggil pelayan dan memesan makan .


" Anita kamu mau pesan apa?" tanya Rohan.


Anita menyebutkan pesannya pada pelayan yang berdiri dekat mereka.


Tak beberapa lama kemudian pesanan mereka datang, ketiganya tampak menyantap makanan yang tersedia.


Rohan memperhatikan Anita yang lebih memperhatikan makan Rico dibanding dirinya sendiri,perhatian Anita melebihi perhatian Rohan pada anaknya sendiri.


" Ma.....ini enak,coba dech mama cicipi." Rico bermaksud menyuapi Anita.


Mendapat perhatian yang begitu besar dari Rico membuat Anita terharu.


Anita membuka mulutnya ketika Rico memberi suapan,hal itu tidak luput dari perhatian


Rohan.Keakraban Rico dan Anita membuat orang yang.melihat menjadi sedikit iri, demikian juga dengan Rohan,belum pernah Rico memperlakukannya seperti itu.


" Benar sangat enak," kata Anita


" Papa mau?" tanya Rico.


Rohan sejenak memandang Rico, bagaimana bisa Rico berlaku begitu manis.


Rico kemudian menyuapi papanya dengan tersenyum.


Anita merasa tidak nyaman,karena sendok yang dipakai untuk menyulap Rohan sendok bekas dari mulutnya.


Anita menundukkan wajahnya .baginya ini sangatlah.memalukan.Tapi Anita tidak bisa berkata apa apa lagi, hanya diam membisu.


Anita melihat Rico yang tampak bahagia, senyum mengembang di bibirnya.


" Ma....Rico sangat senang." ucapannya sambil memandang Anita yang menatapnya .


" Mama suka kalau Rico senang." kata Anita.


" Kapan kapan kita makan bersama lagi ya pa..." kata Rico memandang Rohan.


" Ya, papa siap kapanpun Rico minta." sahut Rohan sambil mengelus kepala anaknya . Kebahagian Ricolah yang lebih utama.


Setelah selesai Anita dan Rico pulang ke rumah ,sedang Rohan kembali ke kantornya.


Tidak ada pembicaraan yang terjadi antara Rohan dan Anita keduanya sangat kaku, seperti orang Asing.


****


Malam hari setelah.makan malam Rico.mendatangi neneknya dikamar .


Ratih menatap heran dengan kelakuan Rico yang tidak seperti biasanya.


" Ada apa kesayangan nenek ke sini?" tanya Ratih sambil mencubit pipi Rico.

__ADS_1


" Ih...nenek jangan cubit lagi,Ricokan bukan anak kecil." katanya dengan mata melotot.


Ratih tertawa mendengarkan perkataan Rico.


" Rico masih kecil ....kesayangan nenek." kata Ratih menggoda cucu nya


" Nek...boleh Rico tanya sesuatu?"


" Ya ...apa....sayang." Ratih menarik tangan Rico untuk duduk di ranjang nya..


" Nek ..kalau Rico jadi kakak ,Rico boleh ngga bila adik Rico nakal "


Ratih mendengar perkataan Rico sangat terkejut,dari mana Rico bisa punya pikiran seperti itu,dan apa yang telah membuatnya berpikir seperti itu.


" Kenapa cucu nenek bertanya seperti itu?"


" Rico cuma mau tahu aja nek," sahut Rico sambil memainkan jari


dengan wajah tertunduk.


" Rico pengen punya adik?" tanya Ratih.


Rico menatap neneknya,


" Apa boleh Rico punya adik nek?"


" Boleh... siapa yang melarang Rico punya adik."


" Kalau Rico.pengen punya adik sekarang nek boleh ?"


Ratih.bingung untuk menjawab, bagaimana dia menerangkan pada Rico.Anak ini terlalu polos pemikirannya.


" Rico....kalau pengen punya adik bilang papa ya,kalau nenek setuju aja Rico punya adik tapi yang bisa berikan adik pada Rico adalah papa Rico." jawab Ratih.Ratih sengaja melemparkan masalah ini pada Rohan,agar Rohan bisa berpikir.


" Berarti Rico minta sama papa dulu ya,nek, biar papa bawakan adik buat Rico. "


" Ya, Cucu nenek sayang......."


Ratih tertawa.Tapi dihati Ratih tentulah tahu kalau Rico merasa kesepian karena tidak. punya saudara Sama seperti papanya dulu,Ratih merasa bersalah tidak bisa memberikan Rohan adik saat Rohan memintanya ,, karena penyakit yang dideritanya membuat rahimnya harus diangkat,jadilah Rohan anak tunggal. yang tidak pernah. merasakan punya saudara.


Ratih berharap kejadian yang sama jangan terulang lagi pada Rico, kasihan Rico.


" Rico.....nanti bilang papa. ya." bisik Ratih pada Rico.


" Ya nek, Rico akan bilang papa nanti setelah papa pulang."


Ratih mengangguk senang..


'. Nek Rico. mau tunggu papa pulang ya," Rico berjalan keluar dari kamar Ratih.


Ratih menatap punggung Rico. sambil menarik napas panjang.


Rico sudah duduk di ruang keluarga. matanya menatap jam dinding dengan gelisah,kemudian beralih pada ruang tamu.


Malam ini Rico sangat gelisah menunggu kedatangan papanya.


\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2