
Sesuai dengan janji Ratih pada Rico,dua hari kemudian setelah pembicaraan mereka malam itu,Ratih mengajak Rico bertemu dengan Anita.
Mendengar neneknya mengajak untuk menemui Anita ,Rico sangat senang.
Siiang itu,hari Minggu hati libur sekolah, dimanfaatkan Ratih dan Rico untuk menemui Anita.
Rico juga sudah menghubungi Anita mereka sudah membuat janji.
Rico akan datang ke rumah Anita.
Keduanya berangkat naik taxi.Rico memberikan alamat rumah Anita pada neneknya.
Perjalanan yang ditempu kurang lebih tiga puluh menit dari kediaman mereka.
Taxi berhenti tepat dirumah yang dituju.Ratih dan Rico turun dari tadi setelah Ratih membayar ongkos taxi.
Kini keduanya berdiri didepan rumah yang sederhana dan tampak asri,suasana rumah tampak sepi.
Ratih memandang sekelilingnya berharap bertemu penghuninya, tetapi tidak terlihat satu pun.
Ratih membuka pasar yang tidak terkunci.
"Tadi Rico sudah menghubungi ibu Anita apa belum?"
"Sudah,nek."
"Apa jawaban Bu Anita.'
"Kata ibu Anita,dia menunggu."
Ratih menganggukan kepalanya sambil menuju pintu yang tertutup dan mengetuknya.
"Assalamualaikum."
Ratih mengetuk kembali karena tidak ada sahutan dari dalam.
"Assalamualaikum,"
Terdengar sahutan dari dalam disertai dengan terbukanya pintu.
"Waalaikum salam,mari silahkan masuk bu,Rico," karya Anita mempersilahkan masuk Ratih dan Rico,
Rico yang merasa senang bertemu dengan Anita segera memeluk Anita.
"Rico kangen ibu,"
Anita membalas pelukan Rico dengan hangat.
Ratih yang melihat adegan itu hanya melongo melihat cucunya sangat agresif.
"Ibu,kenalkan ini nenek Rico,nek ini Bu Anita," ucap Rico dengan mata berbinar.
Anita segera menjabat tangan Ratih.
"Saya Anita Bu,"
"Ya,Saya Ibu Ratih,nenek Rico,maaf kalau selama ini Rico mengganggu waktu nak Anita..
"Tidak Bu,Rico tidak menggangu .Saya suka dengan Rico."sahut Anita datar.
"Silahkan duduk Bu,maaf sampai lupa mempersilahkan duduk."ucap Anita
Ratih mengangguk dan duduk diikuti Rico,yang bergelayut manja pada tangan Anita.
__ADS_1
Tak beberapa lama seorang perempuan paruh baya keluar membawa baki yang berisi air minum dan beberapa toples kue kering.
"Mari bu.diminun,dan dicicipi kuenya."kata ibu Lasmi pada Ratih
Anita membukakan toples dan mengambil beberapa kue kering untuk Rico.
"Saya ibunya Anita, tapi maaf saya tidak bisa menemani karena ada pekerjaan dibelakang,jadi saya permisi dulu." ucap Bu Lasmi
"O ...Silahkan bu,maaf kalau kedatangan kami akan merepotkan." sahut Ratih dengan ramah.
"Tidak,kami sangat senang,ibu mau bertamu ke rumah kami." Sahut Lasmi seraya berjalan meninggalkan Anita dengan kedua tamunya.
"Ibu, kapan main ke rumah Rico?" tanya Rico sambil memakan kue kering yang disediakan
"Nanti kalau waktu ibu sudah lenggang,ibu akan main ke rumah Rico." sahut Anita sambil mengambil tissue dan membersihkan sisa sisa kue yang ada di mulut Rico,
Ratih diam memperhatikan bagaimana Anita memperlakukan cucu.
Dan selama bertamu Tidak banyak yang dibicarakan.Ratih merasa pertemuan itu terasa kaku,karena tidak ada masalah yang mereka bahas,selain memperhatikan Rico yang sangat manja pada Anita,
Ratih melihat Anita memang tidak.banyqk bicara dan sama sekali tidak pernah terlihat tersenyum.,tapi Ratih melihat bagaimana Anita memperlakukan Rico ,dengan hangat,mendengar kan celotehan Rico dengan penuh perhatian dan sekali sekali tangannya menyentuh dan memeluk pundak Rico .Tampaknya Anita adalah pendengar yang baik bagi Rico, dan hanya menjawab beberapa kata yang penting saja,
Ratih juga memperhatikan bagaimana Anita memberikan perhatian bagai seorang ibu pada anaknya,Disaat Rico mengadukan masalah sekolahnya ,Anita. memberikan saran dan pendapat yang masuk akal dan bisa diterima dengan senang hati oleh Rico.
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat sudah dua jam mereka bertamu,Ratih bermaksud untuk pamit pulang.
"Nak Anita, seperti nya kami harus pulang dulu,Rico,pamit sama ibu ya,."kata Ratih pada cucunya.
Rico mengangguk ,"Iya nek,.makasih sudah nemani Rico bertemu Ibu,'katanya dengan mata berbinar.
Ratih tersenyum,Tampaknya pengaruh Anita merubah sedikit perilaku Rico,cucunya tampak ceria dan hangat.
"Maaf sudah mengganggu." ucapan Ratih tersenyum.
"Tidak Bu,saya senang dengan kehadiran ibu dan Rico."sahut Anita pelan.
Anita segera ke dalam,tak beberapa lama Anita keluar dengan membawa bungkusan yang lumayan besar.
"ini buat ibu dan Rico,maaf seadanya."Anita menyerahkan bungkusan pada Ratih
"Duh jadi merepotkan nak Anita."
" Nda Bu,ini juga tidak beli,kami buat sendiri,makanya tadi ibu nda bisa nemani karena ada pesanan mendadak." ucap Anita datar.
"Terimakasih banyak nak Anita."
"Sama sama Bu,"
Anita menoleh pada Rico, yang tampaknya masih asik memakan kue kering yang ada di meja.
"Bu.kuenya enak,ibu bikin sendiri ya.'
"Ya,ibu bikin sendiri,"
"wah hebat....ibu Anita pintar bikin kue" Rico bertepuk tangan kegirangan.
Anita mengelus kepala Rico.
"Nanti kalau Rico suka ibu buatkan lagi." kata Anita .
Ratih dan Rico berjalan keluar diiringi Anita,Ratih tadi sengaja pesan taxi online.dan tampaknya taxi nya sudah datang.
" Nak Anita,kami pulang dulu ,Rico pamit sama ibu."
__ADS_1
"Bu kami pulang dulu,sampai jumpa nanti,"
Rico melambaikan tangannya ke arah Anita.
Di dalam taxi ,Ratih menghembuskan napasnya dengan kencang,benar apa yang dikatakan Rico,kalau Anita itu pelit bicara dan pelit senyum, bagaimana ada orang seperti itu.tapi kenapa Rico begitu menyukainya, keistimewaan Anita,l.
Ratih pusing mikirin ya,
"Tapi sepertinya ada kesamaan antara Anita dan Rico,dunia mereka berdua sepertinya sama." gumam Ratih.
Ratih menemukan mereka sama sama tidak banyak bicara,kecuali hal hal yang dianggap penting,selebihnya segala sesuatu disampaikan melalui gerakan dan sentuhan tangan..dan tampaknya Rico lebih merasa nyaman seperti itu,selain suami ,anak ,dan cucu,Ratih juga menemukan orang yang sama dengan mereka yaitu Anita.
"Rico senang sekarang?"tanya Ratih.
"Ya nek,Rico sangat senang akhirnya bisa ketemu lagi sama ibu Anita." jawab Rico.
"Kok Bu Anita nggak banyak bicara tadi?"
"Bu Anita memang seperti itu,Bu Anita nggak banyak omong,tapi Rico suka."
"Sukanya Rico pada Bu Anita itu apanya?"
"Selain Bu Anita tidak bawel,Bu Anita itu pintar lho nek,Rico diajari pelajaran sekolah,diajarin macam macam,dan Bu Anita pintar menggambar nek'.kata Rico.
"Menggambar?' Semua orang juga bisa menggambar Rico, nenek juga bisa menggambar terus apa istimewanya Bu Anita bisa menggambar?"tanya Ratih.
"Gambar nenek sama Bu Anita beda" sahut Rico.
"Beda apanya?'
"Ya beda nek, kalau nenek kan gambarnya pemandangan terus gambar bebek, gambar bunga,kalau Bu Anita tidak gambar seperti itu.' terang Rico.
"Terus Bu Anita gambar apa?"
"Itu lho nek,Bu Anita gambarnya gambar pakaian .Rico pernah lihat Bu Anita banyak menggambar pakaian waktu Bu Anita masih kerja di sekolah Rico.'
Ratih mendengar penuturan Rico,dan memahami maksud dari gambar yang dikatakan Rico.
Tampaknya Anita juga seorang desainer.
Ratih tersenyum" Tampaknya wanita pilihan cucu ku orang yang punya banyak kelebihan" gumamnya pelan." Tapi aku harus lebih banyak lagi mencari tahu tentang Anita."
Tidak terasa mereka sudah sampai ke rumah.Ratih melangkah pelan dengan membawa bungkusan yang diberikan Anita .
Rohan melihat kedatangan keduanya ,dan segera membantu Mamanya yang tampak kewalahan.membawa bungkusan di tangan.
"Belanja apa ma?"
"Tidak belanja, ini di kasih."sahut Ratih.
"Dikasih siapa?"
"Dikasih Bu Anita.," jawab Rico penuh kemenangan dan memandang dengan sinis Rohan papanya.
Rohan yang melihat kelakuan Rico yang begitu sinis timbul kesal.
" Kenapa ngga bilang kalau ke sana!"
"Buat apa bilang,kan ada nenek yang nemani."jawab Rico tak kalah ketus berlari meninggalkan papanya dan Ratih.
Ratih yang mendengar pertengkaran ayah dan anak menegur Rohan." Bisakah kamu mengalah sedikit demi anakmu Rohan!'
Rohan hanya menghembus napas kuat kuat dan membuang pandangannya ke arah jalan.
__ADS_1
Ratih kesal pada Rohan yang.keras kepala.
\*\*\*